Penyediaan Allah Melalui Gagak

“Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.” (1 Raja-raja 17:5-6)
Ayat diatas merupakan sebagian kecil dari kisah pelayanan Elia sebagai seorang nabi dan abdi Allah. Hidup Elia dipersembahkan untuk melayani Tuhan dan melakukan kehendak Tuhan.  Ketaatan yang kuat sangat dibutuhkan dalam mengerjakan tugas ini, karena tidak sedikit goncangan, tantangan dan kesulitan yang harus ia alami.
Akan tetapi Allah yang memanggil Elia adalah setia dan bertanggung jawab penuh atas hidup Elia.  Dalam situasi dimana mayoritas bangsa Israel tidak memihak kepadanya oleh sebab bangsa Israel telah menyimpang dari ajaran dan ketetapan Tuhan serta menyembah berhala-berhala, Elia diperhadapkan pada tantangan kebutuhan jasmaniah, namun disinilah luar biasanya, sebab Allah memberikan kecukupan terhadap kebutuhan Elia.
Tuhan Allah menyuruh Elia untuk tinggal di tepi sungai Kerit dan burung-burung gagak diperintahkan Tuhan untuk membawa roti dan daging kepada Elia setiap hari dan Elia dapat minum dari sungai itu.
Nyata kepada kita dalam perkara ini bahwa benar Allah itu adalah Allah yang mencukupi kebutuhan hamba-hambaNya dan umatNya. Bahkan lebih daripada itu, Allah mencukupi semua kebutuhan ciptaanNya.
Perhatikan ayat ke-5, disitu tertulis: “Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN.”
Saudara yang terkasih, ada suatu tindakan dari Elia, sebelum ia mengalami mujizat pemeliharaan Tuhan. Apakah itu? Kita bisa baca dalam bagian awal dari ayat 5 yaitu: Elia pergi dan melakukan seperti firman TUHAN. Dengan kata lain, yang harus Elia lakukan adalah melakukan sesuai dengan perintah firman TUHAN.
Saya yakin, kalau Elia pergi ke sungai Yordan, tidak akan ada mujizat burung gagak itu. Atau kalau Elia pergi ke tempat lain, pasti ia tidak mengalami mujizat pemeliharaan Allah itu.
Perlu menjadi bahan renungan dan instrospeksi kita, sebelum kita bertanya dan mengeluh kepada Tuhan, mengapa begini dan mengapa begitu, kita perlu bertanya pada diri kita apakah kita sudah melakukan apa yang Tuhan suruh? Ataukah kita hanya melakukan keinginan sendiri atau keinginan dan perintah atau nasehat orang? Mendengar nasehat atau pendapat itu boleh dan Tuhan bisa saja berbicara melalui orang lain. Tapi intinya adalah sudahkah kita sedang melakukan apa yang Tuhan perintahkah untuk kita lakukan? Sudahkah kita berada di tempat dimana Tuhan ingin kita berada?
Kalau ya, mujizat pemeliharaan itu pasti saudara alami. Bila tidak atau rasanya begitu sulit, mungkin ada area-area dalam hidup kita yang belum sepenuhnya sesuai dengan kehendak Tuhan. Kalau bingung, baiklah kita mencaritahu apa yang sesungguhnya Tuhan kehendaki bagi kita.
Hidup kita ada dalam tangan Allah.  Marilah kita selalu berserah kepada Tuhan dan mempercayai Dia dengan sungguh-sungguh karena Dia setia kepada janjiNya dan tidak sekali-kali Ia membiarkan kita.
1 Petrus 5:7 berkata: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.”
Haleluya, ajaib Tuhan dan ajaib pemeliharaanNya kepada kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Kisah Cinta Allah dan Manusia

Shalom, salam sejahtera bagi kita semua.
Ayat bacaan firman Tuhan hari ini terambil dari kita nabi Hosea 1:1-3.  Saudara dapat membaca ayat-ayat yang selanjutnya sampai habis.
Kitab nabi Hosea berisi tentang kisah cinta antara Hosea dan Gomer, istrinya. Sebuah kisah cinta yang unik dan lain dari pada umumnya.  Pernikahan mereka adalah atas perintah Tuhan kepada Hosea, yakni untuk menikahi seorang perempuan sundal, dan bukan sekedar hidup dalam pernikahan tetapi sungguh-sungguh mengasihi Gomer apa adanya meskipun Gomer suka berselingkuh.
Dalam pernikahan ini, lahir 3 orang anak. Tapi, menurut tafsiran Alkitab, anak yang benar-benar hasil hubungan Hosea dan Gomer hanyalah anak yang pertama.  Anak kedua dan ketiga merupakan anak hasil dari perselingkuhan Gomer.
Gomer berzinah berkali-kali dalam masa pernikahannya dengan Hosea. Ia lebih mengingini yang lain dan menganggap yang lain lebih dalam segala hal daripada Hosea, yaitu dapat memberikannya materi dan segala harta duniawi yang dia inginkan.
Namun akhirnya Gomer berakhir di tempat penjualan budak (pasal 3). Dan disitu Hosea menebusnya kembali dengan sejumlah uang.  Bayangkan betapa sakit dan pedihnya hati Hosea karena dikhianati oleh Gomer namun ia pun berbelas kasihan kepada istrinya itu oleh karena kasih sayangnya yang begitu besar.
Perselingkuhan dan perzinahan Gomer tidak membuatnya menjadi lebih baik tetapi menjadi semakin buruk. Ini memang suatu fakta bahwa kehidupan dalam dosa akan membawa kemalangan dan petaka.
Hati gomer tidak terpaut kepada Hosea tetapi kepada yang lain, namun pada akhirnya nanti ia menyadari bahwa Hosealah yang merupakan cinta sejatinya.
Kasih dan kesetiaan Hosea kepada Gomer pada akhirnya menjadikan hati Gomer berbalik kepadanya dan Gomer mengalami pemulihan baik jasmani maupun rohani. Harusnya beginilah kasih seorang suami kepada istrinya, jangan sampai istri salah dikit lalu diceraikan. Suami harus benar-benar mengasihi dengan tulus. Istri pun harus setia dan sayang kepada suami.
Kisah cinta ini adalah gambaran kasih Tuhan kepada Israel namun tidak terbatas kepada bangsa Israel saja tetapi kepada seluruh umat manusia ciptaanNya. Sebab dikatakan: yang bukan umatKu akan disebutkan umatKu yaitu anak anak Allah yang hidup.
Kita semua diibaratkan seperti Gomer yang senang ‘berkhianat’. Hati manusia itu cenderung jahat. Kita senang dengan dosa, sering tidak taat, gagal menjaga pikiran, perkataan, dan perbuatan kita.
Kita menduakan Tuhan, berzinah rohani dengan hidup dalam dosa, menyembah mammon, mencari petuah atau petunjuk dari yang lain, membaca ramalan, percaya ramalan bintang dan lain sebagainya.  Hati kita menyukai dunia ini dengan segala kesenangannya. Padahal jelas-jelas Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Tuan manusia umumnya adalah mamon, materialistis dunia.
Dari kitab ini firman Tuhan ingin agar kita mengerti bahwa:
1. Kebahagiaan dan kehidupan sejati hanya ada dalam persekutuan erat dengan Tuhan.
Kehidupan dosa dan duniawi nampaknya menyenangkan tapi tidak membawa kebahagiaan yang hakiki, malah menjerumuskan kepada kebinasaan.
2.Tuhan sangat mengasihi kita sehingga ia berulangkali memanggil, mencari dan menantikan kita kembali kepadaNya, bahkan Tuhan sendiri rela datang ke dunia menyatakan diriNya kepada umat manusia dan menebus kita semua dari perbudakan dosa dan hukuman kekal dengan cara berkorban di atas tiang salib. Ia bangkit dan menang atas maut supaya kitapun mengalami kebangkitan.
3. Yang memisahkan kita dari kasih Allah adalah dosa dan pelanggaran kita. KasihNya selalu ada bagi kita, namun kita lah yang menjauh dariNya.  Jangan pergi menjauh dari kasih Tuhan karena hanya bersamaNya kita aman, tenang dan selamat sentosa. Tuhan mau mengampuni kita, ketika kita datang padaNya dan mengaku segala dosa kita maka Ia adalah setia dan adil sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Mari saudara datanglah kepada Tuhan. Kalau selama ini hidupmu jauh dari Tuhan, selalu bergelimang dengan dosa, sadarilah bahwa kebahagiaan itu hanya ada di dalam Tuhan. Kalau saudara membaca atau mendengar firman Tuhan, jangan keraskan hatimu tetapi datanglah kepadanya, sujud menyembah kepada Tuhan, minta ampunanNya dan engkau akan dibebaskan. Semua ikatan dosamu akan terlepas dan hidupmu akan dipulihkan Tuhan.
Berdoalah secara pribadi kepada Tuhan dan mohon pengampunanNya. Saudara dapat berdoa memakai kata-kata saudara sendiri atau ikuti doa ini:
“Tuhan, ampunilah aku yang selama ini berdosa kepadamu. Saat ini aku sadar dan mau bertobat dan hidup dalam firmanMu. Pimpinlah langkahku ya Tuhan, kuatkanlah aku selalu.
Trimakasih Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa, amin.”
Haleluya, Tuhan Yesus memberkati saudara.

Arti Pikul Salib

Setiap orang percaya kepada Tuhan harus rela memikul salib dalam kehidupannya.  Masing-masing orang salibnya berbeda-beda ukurannya sesuai dengan kapasitas dirinya dan sesuai dengan kehendak Allah bagi tiap-tiap orang.
Salib berbicara tentang apa?
Malam sebelum Yesus disalib, Ia bergumul dalam doa di taman getsemani. “Kalau boleh biarlah cawan ini berlalu daripadaku, tetapi bukan kehendakku melainkan kehendakMu yang jadi”.
Disini kita dapat mengerti arti dari salib bagi kita, seperti Tuhan Yesus alami, yaitu:
Pergi ke tempat dimana kita tidak ingin pergi,
Berada di tempat dimana kita tidak ingin berada,
Melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan.
Mengapa kita tidak ingin pergi? Karena kedagingan dan hawa nafsu kita.
Mengapa kita tidak ingin berada di tempat yang Tuhan mau kita berada disana?
Karena kedagingan dan hawa nafsu kita.
Mengapa kita tidak ingin melakukan?
Karena kedagingan dan hawa nafsu kita.
Jadi salib berarti penanggalan keinginan daging dan hawa nafsu. Salib berarti kemauan dan ketaatan untuk melakukan kehendak Allah Bapa dalam hidup kita.
Sudahkah kita memikul salib kita? Ataukah kita membiarkan ‘salib’ itu tergeletak?

7 Kebenaran Tentang Persepuluhan

1. Apa itu persepuluhan?
Persepuluhan adalah persembahan atau pemberian kepada Allah yang besarnya sejumlah sepersepuluh dari penghasilan yang diperoleh.  Pada hakekatnya, pengertian persepuluhan adalah milik Tuhan yang harus kita kembalikan sejumlah sepersepuluh dari apa yang kita peroleh.  Dalam Perjanjian Lama, persepuluhan dituntut dari ‘hasil benih di tanah’, ‘buah pohon-pohonan’, dan ‘lembu sapi atau kambing domba’.
2. Apakah persepuluhan sudah ada sebelum Taurat?
Ya. Kebiasaan memberikan persepuluhan ada sebelum taurat.  Abraham memberikan sepersepuluh dari miliknya kepada Melkisedek, imam Allah yang maha tinggi. (Kej.14:17-20).  Kebiasaan ini dilanjutkan oleh Ishak dan Yakub dan dikukuhkan dalam Taurat.
3. Apakah persepuluhan ada ayatnya di Perjanjian Baru?
Ada. Dalam Ibrani 7 dijelaskan tentang imam Melkisedek yang menerima persepuluhan dan alangkah lebih besarnya lagi Yesus yang adalah Imam Agung.  Secara tersirat, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa apabila kepada imam Melkisedek diberikan persepuluhan, maka terlebih lagi kepada Yesus Kristus yang adalah Imam Agung kita.
4. Apakah orang percaya wajib memberikan persepuluhan?
Banyak yang berdalih macam-macam untuk menghindari pemberian persepuluhan ini. Namun, alangkah baiknya bila kita mentaati firman Tuhan.  Lagipula tidak seluruh harta kita yang diberikan kepada Tuhan, melainkan hanya sepersepuluhnya.  Tuhan mau agar kita tidak menyembah mammon.  Keterikatan kepada mammon atau harta akan menyebabkan sifat pelit dan kikir.  Perhatikan bahwa orang kikir atau pelit, tidak masuk sorga (1 Kor.6:10). Kalau sudah mengaku percaya Yesus tapi masih ada sifat pelit atau kikir berarti belum mengalami buah-buah Roh.
5. Bagaimana menghitung  persepuluhan?
Persepuluhan diambil dari penghasilan bersih.  Yang terutama adalah ketulusan dalam memberi kepada Tuhan.  Harus punya belas kasihan, keadilan dan kebenaran.
6. Kapan memberikan persepuluhan?
Setiap bulan atau boleh dikumpulkan dalam satu tahun.
7. Kepada siapa kita memberikan persepuluhan?
Di Perjanjian Lama secara jelas dituliskan untuk siapa saja persepuluhan itu.  Dalam Ulangan 14:28-29 tertulis: “Pada akhir tiga tahun engkau harus mengeluarkan segala persembahan persepuluhan dari hasil tanahmu dalam tahun itu dan menaruhnya di dalam kotamu; maka orang Lewi, karena ia tidak mendapat bagian milik pusaka bersama-sama engkau, dan orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu, akan datang makan dan menjadi kenyang, supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau di dalam segala usaha yang dikerjakan tanganmu.”
Jadi dari Ulangan 14:22-29 dan Bilangan 18:21 dapat kita ketahui bahwa persepuluhan diberikan kepada:
1)      Orang Lewi : yaitu orang-orang yang pekerjaannya adalah melayani Tuhan di tempat ibadah. Sebab mereka tidak bekerja dan tidak mendapat milik pusaka berupa tanah di Israel. Dalam masa kini, pengertian orang Lewi adalah mereka yang bekerja melayani Tuhan secara khusus, yakni para hamba Tuhan, gembala, penginjil, rasul, nabi dan guru agama, baik di gereja maupun di lembaga, sekolah atau tempat pelayanan lainnya.
2)      Orang Asing : yaitu orang-orang yang tidak termasuk orang Israel tetapi tinggal bersama penduduk Israel.  Intinya adalah agar mereka bisa hidup dan makan serta terpenuhi kebutuhannya. Di masa sekarang, orang asing berbicara orang-orang di sekitar kita yang hidup dalam kesusahan tidak terbatas pada latar belakang suku atau ras dan agama tertentu.
3)      Janda: yaitu mereka, para ibu, yang telah ditinggal mati oleh suaminya dan tidak memiliki penghasilan.  Mereka harus diberikan pemenuhan kebutuhan sehari-hari agar mereka tidak jatuh dalam berbagai pencobaan dosa dan tidak menderita sengsara seperti kelaparan dan tidak punya tempat tinggal.
4)      Yatim : yaitu anak-anak yang tidak mempunyai ayah dan hidup dalam keterbatasan ekonomi. Berlaku pula tentunya untuk anak-anak yang tidak mempunyai ayah dan ibu atau yatim piatu.  Mereka harus dicukupi kebutuhannya oleh mereka yang diberkati Tuhan dalam segala hasil ladang, atau segala hasil pekerjaan yang baik.
5)      Pengucapan Syukur: Ternyata salah satu alokasi dari persepuluhan adalah pengucapan syukur kepada Tuhan secara terbuka bahwa Tuhan sudah memberkati kehidupan umatNya. Pengucapan syukur ini merupakan kegiatan untuk memuliakan nama Tuhan dan orang-orang akan mengetahui bahwa siapa Tuhan yang kita sembah dan betapa Tuhan itu baik.
Orang-orang yang menerima persepuluhan juga harus memberikan persepuluhan kepada Tuhan, yang disebut persepuluhan dari persepuluhan.
Kita dapat berdoa minta pimpinan Roh Kudus agar dituntun untuk dapat mengerti harus memberikan persepuluhan tersebut kepada siapa.  Sebab, tujuan dari persepuluhan adalah agar tidak ada yang kelaparan dan menderita di negerimu dan agar nama Tuhan selalu dipermuliakan melalui kehidupan kita serta agar kita selalu takut akan Tuhan.
Hasil dari tindakan ketaatan memberikan persepuluhan adalah Tuhan akan memberkati segala usaha yang dikerjakan oleh tangan kita. Haleluya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Yesus Kristus Sebagai Pengganti

Pada zaman revolusi Perancis, di salah satu penjara di bawah tanah terdapat seorang pesakitan yang disayang oleh masyarakat.  Tapi di atas segala kasih sayang itu, adalah kasih sayang bapanya sendiri.  Dan hal itu nantinya ternyata begitu jelas kemudian.

Baik bapa maupun anak yang jadi pesakitan, keduanya mempunyai nama yang bersamaan.  Pada waktu eksekusi hukuman mati, ketika nama anak itu dipanggil untuk dipancung kepalanya, ayahnya yang maju ke depan, berjalan langsung ke tempat pemancungan kepala, lalu meletakkan kepalanya di atas sebuah balok.  Pedang pemenggal kepala dijatuhkan dan kepala ayah itu terpisah dari tubuhnya, jatuh dan berguling di atas tanah.  Bapa itu mati menggantikan anak yang sangat disayanginya itu.

Itulah yang dilakukan oleh Yesus Kristus bagi kita.  Kitalah yang seharusnya mati dihukum oleh karena dosa dan pelanggaran-pelanggaran kita.  Tapi semuanya itu telah Yesus tanggung di atas kayu salib, menggantikan kita. Jika kita percaya hal ini, maka barulah kita mengetahui apa artinya kasih itu.

Pikirkanlah apa artinya mengetahui betapa besar kasih yang telah dinyatakan Yesus Kristus kepada kita.  Itu adalah suatu pernyataan kasih yang abadi. Penebusan-Nya dan penggantian Yesus sebagai korban penebusan telah menyelamatkan kita dan mengangkat kita dekat dengan hati Allah.

(Henry van Dyke)   

Mengapa Yesus Disalib?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat patut dilontarkan dan sangat wajar muncul dalam pemikiran setiap kita. Jawaban dari pertanyaan ini akan mengungkap esensi paling mendasar penyebab Yesus disalib.
Untuk kita ketahui bersama, dari sudut pandang hukum dan hak asasi manusia, penyaliban Yesus Kristus merupakan suatu peristiwa yang tidak pantas terjadi.  Penyaliban Yesus merupakan suatu kejahatan dan pelanggaran hukum.  Mengapa? Karena Yesus tidak bersalah dan tidak pantas untuk diberikan hukuman apapun. Orang yang tidak bersalah seharusnya tidak boleh menanggung hukuman yang tidak seharusnya ia tanggung.
Hasil persidangan di hadapan Herodes dan Pilatus memberikan kesimpulan bahwa Ia tidak bersalah.  Akan tetapi, orang-orang Israel yang telah dihasut para imam dan para tokoh serta imam-imam dan orang farisi menginginkan agar Yesus disalib.  Mereka menuntut agar Yesus dihukum mati.  Salib itu berbicara hukuman mati.
Namun, ketidakbersalahan Yesus dalam hal ini justru merupakan suatu kriteria yang ditentukan oleh Allah Bapa bagi suatu korban penebusan yang tak bernoda dan tak bercacat cela di hadapan-Nya.
Apa yang terjadi saat itu adalah penggenapan nubuatan dari nabi Yesaya mengenai Mesias yang akan disalib untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosanya.
Mengapa Yesus disalib?
Yesus disalib untuk menebus manusia dari dosa, maut dan penghukuman kekal.
Setiap orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dan segala usahanya untuk berbuat baik tidak dapat membawanya kepada keselamatan karena pada dasarnya manusia telah menjadi hina dan najis oleh sebab dosa.
Kita diselamatkan oleh anugerah Allah melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus.
Ibrani 9:28  berkata:
“demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.”
Yesus datang dari sorga menjadi manusia sama seperti kita dan rela disalibkan karena maksud penyelamatan.  Barangsiapa percaya kepada Yesus tidak akan dihukum selamanya melainkan memperoleh kehidupan yang kekal.

Hikmat Adalah Penuntun

“Dan Allah memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir di tepi laut,
sehingga hikmat Salomo melebihi hikmat segala bani Timur dan melebihi segala hikmat orang Mesir.
Ia lebih bijaksana dari pada semua orang, dari pada Etan, orang Ezrahi itu, dan dari pada Heman, Kalkol dan Darda, anak-anak Mahol; sebab itu ia mendapat nama di antara segala bangsa sekelilingnya.”
(1 Raja-raja 4:29-31)
Hikmat yang dimiliki oleh raja Salomo berasal dari Tuhan.  Ketika Salomo diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk meminta apa saja, ia hanya meminta satu hal yaitu hikmat atau hati yang paham tentang segala sesuatu.
Hikmat pada dasarnya adalah suatu pengertian yang mendalam tentang sesuatu hal, perkara, orang atau peristiwa sehingga dapat menilai dan memahami serta merespon sesuai dengan pengertian itu. 
Hikmat ini adalah hikmat yang berasal dari Allah, itu sebabnya hikmat disebut juga sebagai karunia. 
Jemaat mula-mula mengalami dan menerima berbagai karunia Roh Kudus dimana salah satunya adalah karunia hikmat. 
Jadi hikmat merupakan karunia Allah dan hikmat memberikan pengertian tentang kebenaran.
Tapi sayang sekali, raja Salomo meskipun begitu hebat hikmatNya, ternyata tidak dapat menjaga hati dan kelakuannya.  Ia mempunyai banyak sekali istri dan ia turut menyembah dewa-dewa dan berhala-berhala para istrinya. 
Ternyata, meskipun tahu banyak hal dan mengerti banyak perkara serta tahu mana jalan yang benar, belum tentu menyebabkan seseorang mengikuti sesuai apa yang ia tahu. 
Banyak orang punya hikmat dan berkata-kata hikmat tapi hidupnya sesat karena tidak menuruti hikmat itu.
Injil disebutkan sebagai hikmat Allah.  Hikmat yang tersembunyi sejak jaman purbakala namun dibukakan kepada bangsa-bangsa. Pemberitaan tentang Yesus Kristus yang menebus dosa dan menyelamatkan manusia itu adalah hikmat Allah yang luar biasa. 
Banyak orang sudah mendengar hikmat Allah yaitu Injil kabar keselamatan namun tidak mau meresponinya dengan percaya kepada kabar Injil. 
Ada pula yang memberitakan Injil di mimbar bahkan dimana-mana berbicara tentang Injil tapi hidupnya tidak berpadanan dengan Injil.
Mengapa? Salomo punya hikmat Allah dan karunia itu tidak ditarik daripadanya karena Allah telah memberikan, namun hidup Salomo terseret dalam penyembahan berhala yang bertentangan dengan hikmat yang diketahuinya dan yang diperkatakannya.
Mengapa bisa begitu? Karena Salomo tidak punya ketetapan hati untuk setia melakukan petunjuk hikmat yang dari Allah.
Kalau kita mau agar hidup kita selalu benar dan tidak rusak di hadapan Allah, maka kita harus bertindak sesuai hikmat Allah. Hidup kita harus berpadanan dengan Injil.  Jangan menjadi seteru salib Kristus.
Tidak seperti Salomo yang hikmatnya tetap ada padanya meskipun ia jatuh dalam pelbagai dosa, maka bagi kita, hikmat Allah itu akan semakin menjauh dari pikiran kita apabila hati dan tindakan kita hanya memuaskan kedagingan dan keduniawian.  Sebab hikmat itu berbicara kepada kita supaya kita hidup benar, bukan hidup dalam kesesatan dan kejahatan.
Mari, mintalah hikmat dari Allah, bacalah Alkitab yang dapat memberika  hikmat, hindari hikmat-hikmat duniawi dan lakukanlah dengan setia setiap ajaran-ajaran hikmat itu, maka kehidupan kita akan selalu diberkati dan penuh damai sekahtera.

Engkau Akan Punya Anak!

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan sebab Tuhan memegang segala sesuatu di tanganNya.
Ketika Tuhan berbicara lagi mengenai janjiNya untuk memberi keturunan kepada Abraham maka muncul keraguan dalam hati Abraham sebab ia sudah sangat tua dan begitupula istrinya, Sara.
Dalam Kejadian 17:17  tertulis begini: “Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”
Abraham tidak dapat memahami kuasa Tuhan dengan akal logika pikirannya.  Memang kuasa Allah tidak dapat dimengerti akal manusia karena kuasa Tuhan melampaui segala akal logika.
Maka dari itu Abraham tertawa. Ia menertawakan kuasa dan firman Allah.  Dalam peristiwa lain selanjutnya Sara juga tertawa. Sampai Tuhan berkata kepada Abraham adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?
Sara akhirnya mengandung sesuai perkataan firman Tuhan dan melahirkan bagi Abraham seorang anak laki-laki yang diberi nama Ishak.  Ia lah anak yang dijanjikan Allah kepada Abraham.  Seorang anak perjanjian dari Tuhan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, apakah saudara belum punya anak dan rindu memiliki anak? Percayalah tidak ada sesuatupun yang mustahil bagi Tuhan.
Hari ini berdoalah dengan percaya:
“Tuhan Yesus aku percaya bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada sesuatupun yang mustahil bagiMu.  Aku percaya bahwa oleh kuasaMu aku dapat memperoleh anak dalam keluargaku oleh kuasa dan karuniaMu.
Oleh karena itu, karuniakanlah kepada hambaMu ini anak-anak dalam rumah tangga hambaMu.
Trimakasih Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.”
Hari ini, saat engkau membaca  firman Tuhan, dan berdoa dengan penuh percaya, maka telah terjadi terobosan dalam hidupmu dan engkau mengalami mujizat Allah dalam hidupmu. Engkau akan punya anak. Haleluya!

Awas anda disadap!

Belum berhenti berita-berita soal penyadapan AS terhadap Indonesia, khususnya terhadap presiden dan ibu negara  serta para menteri, sekarang ditambah lagi info penyadapan terhadap seluruh percakapan telepon orang-orang se-Indonesia.
AS mencari perkataan-perkataan yang menjurus kepada rencana aksi terorisme atau kriminalitas lainnya.
Tapi lebih daripada itu, hati-hati terhadap “penyadapan” dari sorga.  Sorga mendengar setiap percakapan kita setiap hari bahkan keluhan dalam hati dan pikiran yang belum terungkapkan pun diketahui oleh Tuhan.
Mazmur 38:9  berkata: “Tuhan, Engkau mengetahui segala keinginanku, dan keluhku pun tidak tersembunyi bagi-Mu.”
Bangsa Israel ketika bersungut-sungut kepada Musa, perkataan mereka didengar oleh Tuhan. Mereka berkata yang tidak berkenan, sehingga mereka mati di padang gurun sesuai ucapan mereka sendiri.
HATI-HATI, anda DiSADAP oleh sorga.  Sorga sedang mengamat-amati setiap orang apakah perkataannya berkenan atau tidak.

Stand Up Comedy

Dua tahun belakangan ini “stand up comedy” di Indonesia makin digandrungi banyak orang. Acara pencarian bakat para “comic” (orang yang berkemampuan untuk membuat lelucon atau komedi individual) rutin digelar. Bahkan di berbagai kota ada klub standup comedy.
Apa yang menyebabkan acara ini disenangi orang? Banyolan dan leluconnya yang smart dan lucu? Ya memang. Tapi, disini berlaku hukum permintaan dan penawaran. Meskipun ada lelucon yang lucu sekali tapi kalau tidak ada kebutuhan akan hal itu maka tentu tidak akan berlanjut.
Jadi, penyebab utamanya adalah karena banyak orang yang sedang mencari hiburan tawa oleh sebab ingin melupakan sejenak persoalan hidup yang membuatnya stress.
Dalam suatu studi tentang efek tawa terhadap kesehatan jiwa ditemukan bahwa ternyata tertawa membawa pengaruh positif baik terhadap kejiwaan seseoran maupun kesehatan tubuh jasmaninya.
Hasil studi tersebut dan fenomena yang sedang tren saat ini sebenarnya adalah suatu gambaran tentang pentingnya kegembiraan dalam hidup kita, tapi bukan kegembiraan yang fana namun alangkah lebih baik lagi bila kita memiliki kegembiraan yang sejati.
Amsal 17:22  berkata: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”
Ayat tersebut jelas mengatakan efek positif kegembiraan terhadap kehidupan dan efek negatif dari kehilangan semangat terhadap kesehatan.
Jadi, apa yang harus kita lakukan adalah bergembira senantiasa supaya selalu sehat dan damai sejahtera serta bahagia.  Bila kita punya masalah persoalan hidup, kita masih bisa tetap bergembira karena Tuhan.  Pemazmur berkata agar kita bergembira karena Tuhan. 
Mendengarkan lelucon, membaca humor mungkin bisa membuat kita tertawa sejenak.  Itu hal yang bagus selama humor atau leluconnya juga baik dan tidak bertentangan dengan etika alkitab sebab ada banyak humor yang cabul, porno, dan kejam.
Tapi kegembiraan kita haruslah semata-mata karena Tuhan.  Tuhan memberikan kita sukacita dan kegembiraan yang berasal dari sorga, yaitu sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersukacita.
Jangan cemberut dan patah semangat, tetapi bangkitlah dan bergembiralah karena Tuhan Yesus penyelamat kita. Haleluya!