Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)
Satu Dalam Kristus
Nats Alkitab:
Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” dan yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? (1 Korintus 3:4)
Bacaan: 1 Korintus 3:1-9
Semua orang yang percaya kepada Kristus merupakan satu tubuh di dalam Kristus. Yesus Kristus adalah kepala gereja. Kita semua adalah anggota-anggota tubuh-Nya.
Meskipun saat ini ada banyak denominasi gereja, dan kita masuk di salah satu denominasi yang berbeda satu sama lain, janganlah itu menjadi pemisah di antara orang-orang yang beriman. Sesungguhnya kita semua adalah saudara-saudara seiman dalam Tuhan.
Ayat diatas menegur umat Tuhan yang menggolongkan diri mereka berdasarkan kepemimpinan seseorang. Rasul Paulus mengingatkan bahwa hal yang semacam itu menunjukkan ciri manusia duniawi. Apabila kita masih bangga dengan golongan atau merk gereja kita sendiri dan kita menganggap rendah orang lain yang berbeda denominasi, maka sebenarnya kita adalah termasuk golongan manusia duniawi.
Saatnya sekarang bagi kita semua untuk memiliki pandangan yang benar terhadap diri kita dan semua orang beriman. Perbedaan tata cara ibadah bukanlah pemisah. Meskipun berbeda liturgi dan tata cara, tapi kita semua satu di dalam Kristus.
Peristiwa kerusuhan agama di Poso, telah menyebabkan umat Kristen bersatu. Peristiwa pemenggalan 21 orang Kristen Koptik Mesir oleh ISIS telah membuat umat Kristen Mesir bersatu.
Jangan tunggu peristiwa buruk terjadi untuk mempersatukan kita. Semua peristiwa yang telah terjadi seharusnya sudah cukup untuk menyadarkan kita semua bahwa sesungguhnya kita satu di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Jangan bangga dengan merk gereja, karena bukan merk gereja yang menyelamatkan. Tuhan Yesus lah yang menyelamatkan kita. Amin.
Hanya Tuhan Sumber Jawaban
Nats Alkitab:
Aku akan menguatkan mereka, dan mereka akan bermegah di dalam nama TUHAN,” demikianlah firman TUHAN. (Zakharia 10:12)
Bacaan: Zakharia 10:1-12
Ayat 1-3 dari pasal ini berbicara tentang posisi Tuhan sebagai satu-satunya sumber jawaban atas segala persoalan. Ada kecenderungan dari umat Tuhan untuk bertanya dan meminta petunjuk di luar Tuhan, dalam konteks ayat ini disebutkan tentang terafim dan juru-juru tenung. Meminta petunjuk kepada dua oknum tersebut adalah suatu kejahatan dan sekaligus kesia-siaan, sebab jawaban yang mereka berikan adalah palsu.
Di jaman modern sekarang ini, praktek semacam ini masih ada, bahkan cenderung makin merajalela. Paranormal memiliki saluran tv sendiri yang menayangkan acara konsultasi dan pemecahan masalah untuk.berbagai macam persoalan penyakit, rumah tangga, ekonomi dan sebagainya.
Beberapa stasiun tv menayangkan acara bersifat mistik dan okultisme seperti di trans tv dan trans7. Sinetron-sinetron juga diwarnai secara dominan oleh aktifitas paranormal, mistik, okultisme dan penyembahan berhala seperti yang ditayangkan rcti dan sctv, diantaranya adalah ganteng-ganteng serigala, 7 manusia harimau, cantik-cantik magic, dan lain-lain.
Fenomena di media tv setidaknya menggambarkan bagaimana persepsi dan pandangan masyarakat dalam menghadapi suatu masalah. Ada indikasi bahwa banyak orang lebih cenderung untuk meminta petunjuk kepada paranormal, dukun, atau “orang pintar”, dibandingkan dengan meminta petunjuk dari Tuhan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, sesungguhnya Tuhan itu hendak berbicara dan hendak memberitahukan hal-hal yang tersembunyi namun oleh karena manusia tidak meminta petunjuk dari Tuhan, maka manusia tidak memperoleh jawaban Tuhan.
Tuhan masih berbicara sampai hari ini. Suara-Nya dapat didengar. Bila kita mau memiliki dan melatih kepekaan untuk mendengar suara-Nya, dan senantiasa bersekutu dengan Firman-Nya dan berdoa, maka kita dapat mengerti kehendak-Nya dan mendengar suara-Nya dalam hati kita.
Jangan cari jawaban ke tempat lain selain Tuhan Yesus Kristus, karena Dia adalah jawaban bagi kita semua.
Pemberitahuan Yesus Tentang Kematian-Nya
Nats Alkitab:
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. (Matius 17:22-23)
Sebelum Tuhan Yesus disalibkan, berulangkali Ia telah memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan disalibkan dan mati kemudian bangkit kembali.
Nats diatas adalah pemberitahuan Tuhan Yesus yang kedua tentang kematian-Nya. Murid-murid meresponinya dengan kesedihan karena belum mengerti akan apa yang sesungguhnya terjadi dan tujuan dari peristiwa kematian Tuhan Yesus.
Membaca dan menilik perkataan Tuhan Yesus tentang hal ini, janganlah kita berhenti pada kematian saja, karena jelas secara umum kematian membawa dukacita dan kesedihan bagi yang ditinggalkan, akan tetapi kita perlu memahami bahwa Tuhan Yesus berbicara juga tentang kebangkitan-Nya, suatu kabar yang membawa sukacita, meski memang pada waktu itu para murid memahaminya sebagai suatu peristiwa yang akan terjadi si akhir jaman.
Ada makna dari pemberitahuan Tuhan Yesus tentang kematian dan kebangkitan-Nya, yaitu:
1. Tuhan ingin agar para murid tidak kaget dan tidak sedih apabila Ia disalibkan dan mati sebab Ia akan bangkit pada hari yang ketiga.
Peristiwa Paskah, kematian Tuhan Yesus jangan dipandang sebagai suatu hal yang menyedihkan karena justru disitulah letak kemenangan, disitulah, di salib itu, kuasa iblis telah dikalahkan, kutuk dosa telah terbayarkan, dan penebusan telah terjadi oleh karya Kristus sendiri.
2. Tuhan menyampaikan suatu nubuatan yang akan segera tergenapi.
Ia mengingatkan para murid bahwa apa yang akan terjadi sudah dinubuatkan para nabi. Nubuat tentang Mesias yang akan mati telah disampaikan para nabi bahkan raja Daud ketika ia dipenuhi Roh Allah dan berbicara tentang Mesias yang akan mengalami siksaan.
3. Hal ini menunjukkan kerelaan dan kesediaan Tuhan Yesus untuk menyerahkan nyawa-Nya bagi umat manusia.
Pemberitahuan Tuhan Yesus menunjukkan bahwa Ia tahu apa yang akan terjadi dan Ia sendiri rela untuk menghadapi kematian-Nya sendiri. Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita dengan kerelaan yang penuh. Tuhan Yesus bisa saja menolak penyaliban dengan kekuatan kuasa-Nya namun Ia tidak melakukan itu karena Ia mau mati untuk menanggung segala dosa umat manusia.
Sebentar lagi kita akan merayakan paskah, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Marilah kita memaknainya sebagai suatu peristiwa sukacita karena Dia telah membebaskan kita dari perbudakan dosa yang membawa kematian. Tuhan Yesus telah memberikan kita kemenangan atas dosa dan kehidupan yang kekal. Haleluya!
Dunia Atau Yesus
Nats Alkitab:
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Matius 16:26)
Bacaan: Matius 16:21-28
Mengikut Tuhan Yesus berarti bersedia untuk memikul salib dan menyangkal diri setiap hari. Hal ini mengandung makna bahwa kita dengan rela hati menundukkan segenap kehendak pribadi kepada kehendak Allah.
Penyangkalan diri merupakan suatu tantangan berat bagi orang yang masih hidup secara duniawi dan menuruti hawa nafsu daging yang berdosa. Maka dari itu penting sekali bagi kita untuk menyerahkan seluruh keegoisan pribadi kepada Tuhan.
Dalam perikop ini ada satu ayat yang merupakan inti dari perikop yakni ayat yang memperbandingkan nilai harta duniawi dengan keselamatan kekal dalam Yesus Kristus.
Begitu pentingnya Yesus Kristus sumber selamat itu sehingga dunia ini begitu tidak berharga.
Manakah yang saudara pilih? Pilih dunia ini kah atau Tuhan Yesus?
Berdoa Dengan Sukacita
Nats Alkitab:
Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. (Filipi 1:4)
Rasul Paulus mempunyai suatu kehidupan doa yang kuat. Ia senantiasa berdoa syafaat untuk orang-orang percaya, untuk saudara-saudara seiman. Salah satu kerinduannya dinyatakan dalam permohonan doa kepada Tuhan, kerinduan agar keselamatan dan anugerah Allah senantiasa bekerja dalam kehidupan mereka.
Dalam ayat ini tertulis: “aku selalu berdoa dengan sukacita.” Doa bukanlah suatu beban berat bila hati kita dipenuhi dengan visi dan belas kasihan Tuhan. Dalam tahap awal mungkin bisa terjadi bahwa berdoa dirasakan sebagai suatu kegiatan yang tidak disukai. Tapi bagaimanapun juga, setiap orang percaya harus berdoa. Kita harus berdoa senantiasa.
Tiap-tiap orang mempunyai kesempatan untuk menjadi “penjaga sesamanya” melalui doa. Saudara dapat berdoa untuk keluarga, untuk istri atau suami, untuk anak-anak, untuk orangtua, saudara, teman, sahabat dan orang-orang lainnya.
Ciri kehidupan doa yang kuat adalah :
1) doa dilakukan tiap hari,
2) berdoa syafaat untuk orang lain, bukan hanya diri sendiri
3) dilakukan dengan sukacita
Bagaimanakah kehidupan doa kita? Apakah hal itu menjadi kesukaan bagi kita ataukah beban? Apakah saat ini kita masih sukacita untuk berdoa? Ataukah kita sedang meninggalkan doa?
Hari ini, biarlah kiranya setiap kita memberikan diri dengan sukarela kepada pimpinan Roh Kudus dalam hal berdoa. Jadikan doa sebagai gaya hidup sehari-hari, karena doa itu sangat penting. Tuhan Yesus memberkati, amin.
Allah Akan Menyelesaikan
Nats Alkitab:
Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. (Filipi 1:6)
Setiap pekerjaan yang baik yang dikerjakan oleh Tuhan di dalam kehidupan kita akan diteruskan oleh-Nya sampai kepada akhirnya.
Makna ayat ini adalah bahwa karya keselamatan yang diberikan Kristus dalam hidup kita akan terus dijaga oleh Tuhan sendiri sampai kepada akhir jaman, sehingga anugerah keselamatan itu tetap menjadi bagian milik kita selamanya.
Makna berikutnya adalah bahwa Tuhan akan mengaruniakan kemampuan kepada kita untuk berdiri teguh di atas kebenaran firman-Nya, sehingga kita dapat selalu menang atas setiap pencobaan iblis dan atas setiap pergumulan serta ujian-ujian hidup.
Makna yang terakhir dari ayat tersebut adalah bahwa kita dapat percaya bahwa Tuhan akan mengerjakan yang terbaik dalam.hidup kita. Ia yang akan memulainya dan Tuhan pula yang akan mengakhirinya dengan keindahan dari Tuhan. Amin.
Berlutut Di Kaki Yesus
Saat-saat terindah dalam hidup adalah saat berada di dalam hadirat-Nya, menyembah-Nya dan berada dalam dekapan Tuhan. Kadangkala aktifitas dan kesibukan membuat kita begitu lelah, pergumulan yang berat membuat kita begitu berbeban, tapi ketika kita berada di dalam hadirat-Nya, memuji dan menyembah Dia, ada kekuatan yang baru Ia berikan. Mari kita memuji dan menyembah Dia senantiasa! Sebab Tuhan Yesus baik dan Ia setia kepada janji-Nya.
I will come and bow down
At Your feet Lord Jesus
In Your presence Is fulness of joy
There is nothing
There is no one
Who compares with You
I take pleasure in Worshiping You Lord
Heaven is Your Throne And the earth is Your footstool
Jesus I come to bow down At Your feet
O how I love just To worship before You
In Your presence My joy is complete There is nothing There is no one Who compares with You I take pleasure in Worshiping You I take pleasure in Worshiping You Lord
There is nothing
There is no one
Who compares with You
It’s my pleasure to Love You Lord
It’s my pleasure to Glorify You Lord
It’s my pleasure to Worship You Lord
Mata Iman Memandang Yang Tak Kelihatan
Di sebuah gedung Gereja Baptis yang pertama di Augusta, Georgia, pada tahun 1845, terdapat sebuah tulisan di dinding:
“Men who see the invisible, hear the inaudible,
believe the incredible, and think unthinkable.”
artinya : “Orang-orang yang memandang yang tak kelihatan, mendengar yang tak terdengar, percaya kepada perkara yang mustahil, dan berpikir hal-hal yang tak terpikirkan.”
Tulisan itu merupakan suatu pernyataan yang menunjukkan dan menjelaskan keadaan seorang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Orang-orang dunia memandang hal-hal yang kelihatan, namun orang-orang yang beriman memandang yang tak kelihatan.
Setiap orang percaya akan hidup dalam pimpinan suara Tuhan yang berbicara dalam hatinya. Orang yang beriman akan sungguh-sungguh mempercayai bahwa tidak ada perkara yang mustahil dalam Tuhan. Segala sesuatu adalah mungkin bagi Tuhan. Orang-orang beriman juga akan berpikir secara berbeda dari dunia, karena pikirannya dipenuhi dengan kuasa penyataan Roh Kudus yang berkuasa.
Apakah yang saat ini kita pandang? Apakah dunia ini ataukah Tuhan?
Apakah yang kita dengar? Suara dunia ini kah atau suara Tuhan?
Apakah yang kita percayai? Logika dunia atau kuasa Allah?
Apakah yang kita pikirkan? Pikiran dunia atau pikiran sorga?
Mari kembali kepada pokok iman kita, fokus pandangan kita hanya Tuhan Yesus. Ibrani 11:1 berkata: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Tuhan Yesus memberkati kita semua. Haleluya, Amin.
Keajaiban Garam dan Air
Nats Alkitab:
Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! (Wahyu 15:3)
Garam merupakan suatu keajaiban. Garam terdiri dari dua unsur kimia yang beracun. Betapa luar biasanya karya Tuhan dalam garam sebab tidak terpikirkan oleh kita bagaimana dua unsur garam itu yakni sodium dan chlorine yang masing-masing beracun jika berdiri sendiri, dapat menjadi unsur yang sangat berguna bagi manusia bila digabungkan.
Air juga merupakan keajaiban. Unsur kimia air adalah H2O, yang terdiri dari Hidrogen dan Oksigen. Ada dua bagian hidrogen untuk setiap satu bagian oksigen. Oksigen bersifat mudah terbakar, hidrogen pun demikian halnya. Namun ajaibnya, ketika dua unsur ini dipersatukan, maka sifat mudah terbakar itu menjadi hilang.
Dua ciptaan Tuhan itu, garam dan air, merupakan suatu bukti keajaiban pekerjaan Tuhan dalam penciptaan. Ia menciptakan dengan keajaiban-keajaiban yang mengagumkan.
Saudara yang dikasihi Tuhan, bila garam dan air saja penuh keajaiban, betapa lebihnya lagi kehidupan kita manusia. Saya dan saudara merupakan keajaiban yang spektakuler dari Allah. Menilik tubuh jasmani kita saja maka kita dapat menyadari bahwa betapa sangat sangat pintarnya Allah sang pencipta itu. Ia menciptakan segala sesuatu dengan ajaib, termasuk saudara dan saya.
Marilah kita memuji Tuhan sebab Ia berkuasa dan ajaib segala perbuatan-Nya. Haleluya, amin.
