Yesus Jalan Ke Surga

Oleh: Syana
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai orang percaya jangan bosan mengatakan bahwa Tuhan Yesus itu baik.
Puji syukur karena sekarang saya mengerti akan kebaikannya. Dalam kehidupan saya yang dulu, saya tidak tahu kalau Tuhan Yesus itu benar-benar sungguh baik.
Sejak kecil saya sudah menjadi orang Kristen, hingga beranjak dewasa, akan tetapi tidak mengetahui kebaikan Tuhan itu sampai dimana.
Seorang teman yang sekarang ini telah menjadi teman hidup saya, memperkenalkan siapa Yesus sebenarnya melalui ayat yang berkata: Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25).
Sungguh benar, setelah saya mengenal pribadi Tuhan Yesus, hidup saya mengalami perubahan. Saya pun rindu agar keluargaku juga mengenal Tuhan secara pribadi, namun keinginan untuk menceritakan tentang siapa Yesus itu adalah suatu pergumulan bagi saya.
Seiring waktu berjalan, puji Tuhan, suami saya yang selalu menguatkan dan bersaksi terus kepada keluargaku.  Hingga akhirnya, adik, kakak, sepupu dan keponakan, juga kedua orangtuaku mengenal siapa Tuhan Yesus dan menerima-Nya dalam kehidupan mereka sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Karena dalam Yesus, hanya dalam Yesus, kita dilayakkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
 
 

Fenomena Super Dollar

Dollar kembali menguat terhadap sejumlah mata uang di Asia.  Perekonomian dunia sedang mengalami kemerosotan.  Lihatlah bagaimana negara di Eropa semacam Yunani telah dinyatakan bangkrut.  Beberapa negara maju lainnya di Eropa juga sedang mengalami krisis keuangan.  China saja yang memiliki cadangan dollar terbesar di dunia pun goyah.
Indonesia saat ini sedang di ambang krisis berkepanjangan.  Rupiah yang menembus angka 14 ribu rupiah menjadi momen yang menakutkan bagi pemerintah, para pengusaha dan masyarakat.  Krisis keuangan sedang terjadi dimana-mana.
Itulah berita-berita seputar ekonomi yang saat ini begitu santer kita dengar melalui berbagai media.  Krisis keuangan melanda dunia.  Bagaimana dengan saudara? rumah tangga saudara? kantong pribadi kita? Apakah juga mengalami krisis yang sama?
Krisis apapun boleh terjadi, sekalipun dunia ini hancur berkeping-keping, namun janganlah kita menjadi tawar hati dan kehilangan iman.  Sebab Tuhan Allah kita berdaulat atas segala sesuatu.
Serahkanlah segala kuatirmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7)

Franky Sihombing dan Feby Febiola

Franky Sihombing, seorang musisi rohani terkenal, yang banyak membuat lagu dan album rohani, selingkuh dengan Feby Febiola, yang dulunya adalah artis terkenal di televisi.
Tentu kita kaget dan sekaligus menyayangkan peristiwa ini.  Karena mereka berdua adalah orang-orang yang melayani Tuhan dari mimbar ke mimbar gereja lainnya. Mereka memberikan kesaksian, dan juga membagikan Firman Tuhan.  Hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa mereka berdua sebenarnya tahu apa itu kebenaran, mengerti firman Tuhan tapi ternyata hanya sampai di otak, bukan di hati.  Hanya di bibir, lain di perbuatan.
Allah membenci perceraian.  Franky Sihombing dan Feby Febiola, tanpa rasa malu mengatakan akan menikah setelah menceraikan pasangan mereka masing-masing.  Sungguh suatu tindakan yang bukan untuk diteladani generasi muda maupun tua.
Pernikahan adalah kudus dan berharga di mata Tuhan. Apa yang telah dipersatukan Tuhan, tidak dapat diceraikan manusia.
Jangan bermain-main dan melecehkan pernikahan.  Kasihilah istrimu, perintah Tuhan untuk para suami.  Dan hormatilah suamimu, perintah Tuhan untuk para istri. Kasih Kristus adalah dasar yang mengikat pernikahan suami dan istri sampai maut memisahkan.

Bersukacita Di Tengah Penderitaan

Prinsip hidup bersukacita dinyatakan secara luar biasa dalam kitab nabi Habakuk 3:17-18.  Ayat ini mengatakan: “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”
Kalimat demi kalimat di dalam ayat tersebut menyatakan suatu sukacita dalam situasi menderita. Dan inilah sebenarnya sukacita yang sejati yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang beriman, sebuah sukacita yang tidak terpengaruh oleh situasi buruk; sukacita yang tidak akan pernah tergerus oleh persoalan atau kesulitan hidup.
Dasar dari sukacita sejati ini adalah TUHAN sendiri yang adalah penyedia keselamatan orang beriman.  Sumber sukacita sejati datangnya tidak lain hanyalah dari Tuhan sendiri yang bekerja dalam hati yang penuh syukur dan penyerahan total kepada kedaulatan Tuhan.
Nabi Habakuk memberikan kesaksian hidup bahwa ia melayani Tuhan bukan karena diberi berkat, tetapi karena Tuhan adalah segalany bagi dirinya yang harus disembah dan ditaati.   Di tengah penghukuman Allah atas Yehuda, Habakuk masih tetap dapat bersukacita dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan.
Relevansi ayat ini sungguh kuat sekali dalam situasi sekarang maupun nanti.  Saat ini dimana semua sendi perekonomian dunia sedang goyah, tingkat kesulitan dan persaingan hidup yang makin tinggi dan ketat, menurunnya daya beli dan kemampuan ekonomi, inflasi yang tinggi, fluktuasi mata uang yang tak menentu dan berimbas pada keterpurukan finansial, ayat ini mengingatkan kita semua untuk tetap bersukacita dalam Tuhan.  Bagaimana bisa? Pasti bisa apabila hati kita terfokus kepada Tuhan dan bukan pada materi atau mamon yaitu ilah jaman ini.
Melepaskan keterikatan pada harta kebendaan duniawi membuat kita akan dapat sungguh-sungguh berada dalam posisi yang benar sebagai penyembah-penyembah benar yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran.
Marilah kita semua menyadari esensi penting dari sukacita di dalam Kristus.  Keselamatan adalah anugerah terbesar dan terindah dari Tuhan yang seharusnya membuat kita selalu tersenyum dan bersukacita di dalam Dia. Renungkanlah, apa yang sebenarnya selama ini membuat kita bersukacita? Apakah Tuhan? atau yang lain?
Biarlah hanya Tuhan Yesus Kristus yang menjadi sukacita kita setiap hari. Amin.

Jagalah Hati

Esensi terpenting dari pertobatan adalah perubahan hati dimana hati kita dibaharui oleh Kristus.  Hati yang lama digantikan dengan hati yang baru.  Pembaharuan hati ini terjadi secara menyeluruh baik dalam pikiran, perasaan maupun kehendak kita.
Tuhan Yesus berbicara tentang dosa yang diawali dari hati.  Semua kejahatan, kebejatan dan keinginan dosa berasal dari hati yang belum bertobat.  Inilah yang akan menajiskan seseorang di hadapan Tuhan.  Dan kenajisan ini akan membawa kita kepada kehancuran rohani.
Kunci untuk memiliki hati yang dibaharui adalah dengan mempercayai Kristus sepenuhnya dan bertobat dari dosa.  Ini membutuhkan suatu komitmen sungguh-sungguh untuk taat dan berlaku setia terhadap seluruh kehendak Tuhan.
Komitmen ini akan diperlengkapi dengan kekuatan sorgawi oleh kuasa Roh Kudus yang memampukan untuk hidup benar.
Mintalah dalam doa setiap hari agar Tuhan menolong kita untuk menjaga hati tetap bersih di hadapan-Nya.  Dan milikilah komitmen untuk berpikir benar, berperasaan yang benar serta berkeinginan benar sesuai dan selaras dengan hati Kristus.
Amsal 4:23
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Ada Apa Di September 2015

Bulan September tahun ini, 2015, disebut sebagai bulan yang berbahaya? Informasi dan perkataan ini banyak ditemukan di berbagai blog, diskusi, dan media di internet.  Bahkan terdengar juga dalam khotbah-khotbah yang disampaikan oleh beberapa pengkhotbah gereja.
Apanya yang berbahaya? Tentu kita yang mendengarnya ingin tahu supaya sedapat mungkin bisa menghindari bahaya itu.  Bahaya yang dimaksudkan ternyata adalah bahwa bulan September ini akan terjadi “rapture” atau pengangkatan gereja yaitu diangkatnya orang-orang percaya untuk bertemu Tuhan di udara, dan menghindarkan mereka dari pemerintahan anti-Kris di dunia.  Dengan demikian berarti dunia akan segera berakhir kiamat dalam beberapa tahun lagi.
Tapi benarkah hal ini akan terjadi di bulan September 2015?  Saya hanya bisa mengatakan bahwa sebenarnya tidak seorang pun tahu kapan hari dan saatnya itu akan terjadi.  Bahkan Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa Anak Manusia juga tidak tahu, hanya Bapa yang tahu waktunya.
Jika Tuhan Yesus sendiri mengatakan demikian maka kita pun sebaiknya tidak dengan sembarangan menyebut kapan hari dan waktunya, sebab hal ini akan memiliki efek praktis yang bermacam-macam dalam kehidupan jemaat.  Untuk yang awam sekali, bisa mengambil keputusan berdasarkan ketakutan.  Bagi yang sudah dewasa rohani, dapat memilah dan memilih tindakan apa yang terbaik dalam meresponinya.
Jadi, untuk menjadi penyeimbang dari apa yang terdengar dan terbaca mengenai fenomena di bulan September 2015, maka berikut ini hal-hal yang perlu kita pahami:
1. Tidak ada seorangpun yang tahu hari dan saatnya.
2. Jangan panik mendengar khotbah seperti ini yakni yang berisi prediksi akan hari kiamat.
3. bersikaplah sebagai orang percaya yang bijaksana yaitu meresponi segala sesuatu dengan memohon hikmat dan pimpinan Tuhan.
4. taat dan setia kepada Tuhan Yesus, lakukan yang baik dan segala sesuatu dilandaskan oleh kasih Kristus.
5. Jalani aktifitas sehari-hari sebagaimana biasanya, di dalam hubungan erat dengan Kristus.
6. Berdoa dan berjaga-jaga senantiasa.
Bacaan Alkitab:
Markus 13:33
“Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.”
Wahyu 16:15
“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.”
Wahyu 3:3
“Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu.”

Faedah Dari Paranormal

Apa manfaat yang didapat dari dukun dan paranormal?
Banyak orang mengira dan merasa yakin bahwa hidupnya dapat ditolong oleh para dukun dan paranormal, pokoknya semua orang “pintar” yang mengaku bisa memberikan pengasihan, pesugihan, dan segala macam ruwatan yang aneh-aneh. Padahal semuanya itu merupakan kesia-siaan sebab mereka semua tidak sanggup untuk menolong dan menyelamatkan.
Adanya fakta tentang kesuksesan orang-orang yang meminta pertolongan dukun merupakan tipu daya dari iblis agar orang-orang mempercayainya.
Mari perhatikan bahwa semua jalur alternatif di luar Tuhan Yesus Kristus masuk ke dalam kategori tukang jampi dan ahli sihir. Tentunya, kita secara pribadi dapat merasakan mana yang jalur setan dan mana yang bukan, sebab Roh Kudus berbicara dalam hati kita.
Kitab Yesaya 47:15 berkata:
“Demikianlah faedahnya bagimu dari tukang-tukang jampi itu, yang telah kaurepotkan dari sejak kecilmu;  masing-masing mereka terhuyung-huyung ke segala jurusan, tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau.”
Bangsa Babel ditegur Tuhan karena kesombongannya dan ketegarannya akan suara panggilan Tuhan.  Meski telah dipakai Tuhan untuk melaksanakan maksud-Nya bagi bangsa Israel, Babel tidak berubah dalam hal penyembahan berhala.  Bangsa ini menyukai kegiatan dan ritual perdukunan, paranormal, jampi-jampi dan sihir. Mereka tidak percaya kepada Tuhan melainkan kepada para tukang jampi dan sihir itu.
Itu sebabnya Tuhan memperingatkan mereka bahwa semua andalan mereka selama ini tidak akan dapat menyelamatkan mereka. Sebab pertolongan sejati hanya datang dari Tuhan, bukan yang lain.
Maka firman Tuhan hari ini bagi kita adalah percayakan hidup kita kepada Tuhan dan andalkan Tuhan senantiasa dalam segala aspek hidup kita, maka kita akan melihat pertolongan-Nya yang nyata dan dahsyat dalam hidup ini.

Rahasia Keberhasilan Dan Keberuntungan

Keberhasilan merupakan hal yang dijanjikan Tuhan.  Berhasil dalam rencana Tuhan akan terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya.  Ada dua hal yang disampaikan oleh firman Tuhan agar kehidupan kita berhasil dan beruntung.  Hal tersebut dinyatakan di dalam kitab Yosua 1:8 yang berkata: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
Makna berhasil tentunya adalah keberhasilan menurut kehendak Allah.  Apabila kita mengerti firman-Nya, dan hidup di dalam Firman Tuhan, maka itu berarti bahwa kehendak Tuhan pasti terjadi dalam hidup kita sebab kita berjalan sesuai keinginan Tuhan.
Beruntung mempunyai makna ditolong Tuhan ketika sesuatu mustahil menurut akal pemikiran manusia.  Maka dari itu, setiap orang percaya bisa beruntung bukan karena kepandaian, kehebatan atau kekayaan melainkan karena pertolongan Tuhan.
Dua hal diatas yang perlu kita ingat agar berhasil dan beruntung adalah:
1. membaca dan memperkatakan Firman Tuhan serta merenungkan firman Tuhan siang dan malam (setiap waktu)
supaya:
2. kita bertindak hati-hati sesuai dengan kehendak Tuhan.
Amin.

Tuhan Menunjukkan Negeri Bagi Abraham

Kejadian 12:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;”
Kehendak Tuhan bagi Abram agar dia pergi dari negerinya merupakan sesuatu yang baru dan penuh tanda tanya akan masa depan Abram.  Selama ini ia hidup dalam keadaan yang sudah mapan dan nyaman. Ia tidak kekurangan sebab harta dan ternaknya banyak. Namun, Abram taat kepada perintah Tuhan.
Meninggalkan negeri sendiri ke tempat yang asing akan menjadi suatu tantangan namun Abram melangkah dalam iman kepada Tuhan.  Ia percaya akan penyertaan Tuhan di sepanjang perjalanannya hingga mencapai ke suatu negeri yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya.
Tuhan menyatakan pemeliharaan dan perlindungannya bagi Abram serta memenuhi semua janji-Nya.  Sungguh merupakan suatu kasih karunia yang luar biasa dari Tuhan.
Dimana pun kita berada di belahan bumi ini, ada Tuhan yang menuntun, memelihara dan menyertai kita di sepanjang perjalanan. Tuhan mempunyai rencana bagi kita masing-masing akan tempat dimana kita tinggal.  Sesungguhnya Tuhanlah yang menetapkan kita berada dimana dan dimana kita berada tergantung dari kepekaan dan ketatan kita kepada suara kehendak-Nya.
“Tuhan akan menunjukkan”, kalimat ini sama dengan kalimat dalam ayat di atas, berarti bahwa Tuhan turut campur tangan dalam prosesnya dan akan terus bekerja sampai akhirnya tercapai maksud dan kehendak-Nya dalam kehidupan kita.
Dibutuhkan suatu ketaatan penuh dan iman yang teguh untuk melangkah menuju ke tempat yang akan Tuhan tunjukkan. Taatlah dan berimanlah bahwa semuanya akan baik-baik saja dalam rencana Tuhan.

Memegang Ular?

Dalam Markus 16:18 tertulis mengenai tanda-tanda yang akan menyertai orang-orang percaya yakni: “mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Pada bagian awal dari ayat ini disebutkan suatu fenomena ajaib yang akan terjadi pada orang percaya yaitu memegang ular dan minum racun maut namun tidak celaka.  Ayat ini tidak boleh diartikan secara sembarangan. Karena penafsiran yang tidak benar membuat beberapa orang melakukan suatu ritual memegang ular beracun.
Ayat ini bukan perintah untuk melakukan ritual atau bentuk ibadah dengan melibatkan ular dan racun.  Jangan sekali-kali melakukannya sebab hal itu berarti mencobai Tuhan.   Segala bentuk ritual memegang ular dan minum racun merupakan tindakan yang tidak sejalan dengan kebenaran firman Allah.
Makna dari ayat ini adalah bahwa Tuhan akan meluputkan orang-orang percaya dari maut dan marabahaya semacam itu ketika melayani Tuhan. Jika terjadi peristiwa digigit ular atau minum racun tanpa sengaja dan tanpa sepengetahuan kita saat dalam pelayanan maupun saat lainnya, kita akan diluputkan dari maut oleh Tuhan.  Kuasa dan penyertaan Tuhan yang ajaib akan melindungi kita dan itu akan menjadi suatu kesaksian iman bagi orang-orang lain agar mereka percaya kepada Kristus.