Nats Alkitab:
“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1:8-11)
Kenaikan Yesus Kristus ke surga didahului dengan peristiwa penampakan dirinya berulang kali kepada murid-murid, untuk menguatkan dan meneguhkan iman mereka kepada Kristus dan kepada kebenaran pemberitaan Kerajaan Sorga. Penampakan Yesus tidaklah sama dengan istilah penampakan hantu, melainkan suatu peristiwa perjumpaan secara fisik dengan para murid. Perjumpaan secara fisik ini merupakan suatu bukti nyata bahwa Yesus berada dalam suatu keadaan tubuh fisik yang nyata, bukan tidak nyata. Tubuh Kristus setelah kebangkitan-Nya merupakan tubuh kemuliaan.
Kenaikan Yesus Kristus membawa suatu pengharapan akan hadirnya Roh Kudus dalam hidup kita secara pribadi, karena Ia telah berjanji untuk memberikan seorang Penolong yaitu Roh Kudus, yang akan menolong dan menuntun hidup kita ke dalam seluruh kebenaran Allah.
Kenaikan Yesus Kristus menunjukkan kemuliaan-Nya sebagai Raja segala raja. Ia bertahta di dalam Kerajaan Sorga dan memerintah atas segala sesuatu sebab segala kuasa di surga dan di bumi telah diletakkan di bawah kaki-Nya.
Kenaikan Yesus Kristus memberikan suatu kepastian kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya bahwa kita pun akan bersama-sama masuk ke dalam Kerajaan Sorga dan menerima kehidupan yang kekal. Ia berjanji untuk menyediakan tempat bagi kita di dalam Kerajaan Sorga. Sebuah janji yang sangat pasti dan akan menjadi kenyataan dalam kekekalan kita.
Kenaikan Yesus Kristus tidak berhenti sampai disitu melainkan akan berujung pada kedatangan-Nya kembali ke bumi untuk menghakimi dunia ini. Ia akan datang kembali sebagai Raja atas segalanya dan Hakim yang akan mengadili setiap orang menurut perbuatannya serta menghukum orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya dengan membuang mereka ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Kenaikan Yesus Kristus merupakan momen yang tepat buat saudara untuk merenungkan posisi kehidupan saudara saat ini. Apakah saudara berada pada posisi yang benar? Di sisi Allah ataukah di sisi musuh Allah? Jika saudara mau berada di sisi Allah maka janganlah keraskan hati saudara, mulai saat ini juga, ambillah suatu tindakan untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidup saudara. Barangsiapa percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup kekal. Pilihan di tangan saudara! Pilihlah yang menjamin dengan pasti hidup kekal saudara: Yesus Kristus Sang Juruselamat dan Tuhan atas segalanya! Amin.
Pergi Dan Ambillah Lukamu!
Dikisahkan bahwa dulu di jaman pemerintahan Raja Arthur, apabila tentaranya pulang dari medan peperangan tanpa ada luka-luka di tubuh mereka, maka Raja akan berteriak: “Pergi dan ambillah lukamu!”, dengan maksud menyuruh mereka kembali ke medan perang dan mendapatkan luka peperangan pada tubuh mereka. Raja menganggap luka-luka pada tubuh mereka merupakan sesuatu yang pantas didapatkan oleh tentaranya yang berperang.
Saudara yang terkasih dalam Kristus, dalam kehidupan ini kita pun ibarat sedang dalam sebuah medan pertempuran dimana ada berbagai pergumulan, kesulitan dan tantangan hidup. Oleh karena itu, bila ada “luka-luka” yang saudara alami atau dapatkan maka itu adalah sesuatu yang biasa terjadi dalam peperangan hidup. Jangan kecewa dan putus asa, “luka-luka” tersebut menjadi tanda bahwa kita telah berhasil melewati masa-masa sulit pergumulan dalam kehidupan kita dan kita telah keluar sebagai pemenang.
Luka-luka itu mungkin terjadi di dalam batin saudara, “luka” hati atau pikiran dan perasaan. Namun ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah tinggal diam. Dia memperhatikan dan peduli kepada kita semua yang berharap kepada-Nya.
Alkitab berkata bahwa Tuhan membalut luka-luka kita dan menyembuhkan hati yang patah. Tuhan akan membaharui kekuatan kita dengan kuasa-Nya dan menolong kita senantiasa untuk bangkit dan menang atas setiap persoalan.
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.” (Mazmur 147:3)
Jaminan Penuh
Saya mempunyai sebuah polis asuransi
Tertulis dalam darah Anak Domba
Dimeteraikan oleh Salib Yesus
Dapat menjamin dimanapun saya berada!
Perusahaan asuransi ini tidak akan pernah bangkrut,
Diikat dalam perjanjian oleh Allah yang janjinya pasti,
Setiap perkataan dalam kontraknya adalah benar-benar terjamin,
Tepat seperti apa yang tertulis.
Saya tidak harus mati dulu untuk menerima jaminan asuransi ini,
Tidak ada premi yang harus saya bayarkan,
Hal yang harus aku lakukan hanyalah tetap memegang janji-Nya,
dan berjalan dalam jalan kudus-Nya.
Tidak ada kolektor yang akan menelpon,
Karena semuanya sudah dibayar di atas Kalvari,
Asuransi ini menjamin hidup dan mati saya,
dan berlaku sampai kekekalan.
-H.H. Hover –
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, (Efesus 1:7)
Bersikap Seperti Daud Terhadap Pemimpin
Nats Alkitab:
Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan,anaknya,dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab orang jujur. (2 Samuel 1:17)
Kita tahu bahwa ketika Saul hidup dia mengejar Daud dan berusaha membunuh Daud. Sampai hanya untuk membunuh seorang Daud, Saul membawa 3000 orang tentaranya,dan itu membuat hidup Daud tidak aman. Kemanapun Daud pergi, Saul dan pasukannya selalu mengejar dan mengikuti untuk menangkap dan membunuh Daud. Dengan berbagai cara Saul tidak pernah berhenti mengejar dan mengancam hidup Daud.
Suatu waktu ada kesempatan bagi Daud untuk melumpuhkan Saul, bahkan dua kali Daud mendapat kesempatan itu, tetapi Daud tidak melakukannya. Daud sangat menghormati Saul. Dia merasa tidak pantas membunuh orang yg diurapi TUHAN, dia takut akan TUHAN.
Ketika Saul mati, Daud tidak besorak penuh kemenangan, tetapi Alkitab katakan bahwa Daud dan pengikutnya menangis berdukacita. Bahkan Daud membuat nyanyian ratapan karena kematian Saul dan Yonatan, bahkan dia perintahkan supaya lagu itu diajarkan kepada bani Yehuda.
Suatu sikap yg luar biasa dilakukan Daud, dia tidak dendam kepada Saul walaupun karena Saul hidupnya menjadi tidak nyaman. Kasih yg tulus dia nyatakan, dia lakukan untuk Saul dan anaknya dan dia perintahkan juga kepada anak buahnya.
Bagaimana dengan kita? Sering kali kita melakukan sebaliknya, kita bersorak karena orang yg menyakiti kita jatuh dalam masalah, kita berkata ‘puas’, ‘rasain lu’, itu akibatnya dan kata-kata menghujat lainnya. Firman TUHAN berkata jangan balas kejahatan dengan kejahatan, tapi balaslah kejahatan dengan kebaikan. Kalau pipi kirimu ditampar berilah juga pipi kananmu. Pembalasan hanyalah haknya TUHAN.
Kita sering kali gagal dalam hal ini,kita suka menghakimi, kita suka menghujat orang yang bersalah terhadap kita, kita membenci dan kita tidak mau kenal lagi orang tersebut. Bahkan terhadap orang2 yg diurapi TUHAN pun demikian. Firman TUHAN berkata doakanlah orang-orang yang sudah membimbing kita dalam hal-hal rohani, juga doakanlah para penguasa atau pemimpin negri.
Mari kita lakukan apa yang sudah dilakukan oleh Daud. Tuhan Yesus memberkati! Amin.
(CMJ)
Tak Ada Yang Mustahil
Di sebuah persimpangan jalan, nampak ada sebuah billboard atau papan reklame besar yang berisi tulisan agak menggelitik, sebab tiap orang yang membaca umumnya akan tersenyum atau tertawa lebar. Isi tulisannya menyiratkan realita keberadaan orang-orang yang menganut pemikiran seperti tulisan itu. Ada yang tidak tapi banyak yang tanpa sadar mempunyai pola pikir demikian. Bahkan mungkin kita termasuk di antara yang pro pada tulisan tersebut.
Tulisan itu adalah: “Tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin.”
Tulisan ini berisi dua buah pernyataan, pertama adalah pernyataan percaya bahwa tidak ada yang mustahil. Tapi pernyataan kedua, berisi pernyataan kebimbangan atas pernyataan pertama, yang dinyatakan dengan kata “Mungkin.”
Kalimat lain dari tulisan tersebut adalah: “Mungkin tidak ada yang mustahil.” Jadi, orang yang berpikiran demikian sebenarnya tidak punya pendirian iman. Kepercayaannya tidak kokoh, labil, dan mudah luntur.
Berbeda dengan tulisan tersebut, Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil dan segala sesuatu mungkin. Di dalam Markus 9:23 tertulis perkataan Tuhan Yesus: “Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!” Dan di dalam Lukas 1:37 tertulis: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Percayalah kepada firman-Nya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang yang percaya kepada-Nya! Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Satu Pintu Di Bahtera Nuh
Pada suatu pagi, ketika pintu bahtera terbuka, orang-orang dapat melihat sepasang burung rajawali terbang di langit.
Tapi di bawah, di atas tanah, nampak pula berbagai binatang yang berjalan berpasangan, sepasang ular, sepasang bekicot, dan sepasang ulat juga turut menuju ke bahtera.
Ada banyak binatang darat yang datang berpasangan menuju bahtera, begitu juga burung-burung di udara datang berpasangan. Tapi hanya ada satu pintu masuk untuk mereka semua. Satu pintu yang akan membawa keselamatan. Burung-burung harus turun menuju ke pintu itu, dan binatang darat harus naik ke pintu itu untuk masuk ke dalam bahtera.
Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga kecuali di dalam nama Yesus Kristus yang membawa hidup kekal.
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Satu Dalam Iman
Dalam pelayanan di penjara, saya melihat dan merasakan kesatuan para napi sebagai umat Tuhan. Tidak ada istilah saya dari gereja ini atau itu, semua warga binaan dalam penjara mengikuti kegiatan ibadah dalam satu kesatuan. Mereka secara bersama-sama bernyanyi, berdoa, memuji Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan dan saling mendoakan serta memperhatikan satu sama lain. Tidak ada istilah denominasi, merk gereja, siapa gembalanya dan hal-hal lainnya, semuanya satu membaur dalam satu iman.
Di luar penjara, kenyataan yang berbeda justru nampak. Meskipun satu iman, tapi tembok gereja telah memisahkan orang-orang percaya. Merk dan denominasi gereja, gembala dan pemimpin rohani telah menjadi pemisah antara orang-orang beriman.
Hal ini sangat memprihatinkan karena seharusnya tidak demikian. Tuhan Yesus menghendaki agar kita menjadi satu. Tidak boleh kita saling membedakan satu dengan yang lain apalagi membenci satu sama lain hanya karena perbedaan denominasi. Kita semua satu tubuh di dalam Kristus, dan setiap kita punya posisi sebagai anggota-anggota yang mempunyai fungsi berbeda tapi dalam satu tujuan dan dibawah satu kepala yaitu Kristus.
Marilah kita saling mengasihi satu sama lain sesama anak Tuhan karena Dia sendiri tidak membeda-bedakan tetapi menerima siapapun kita. Jangan memandang ras, suku atau bahasa, denominasi dan sebagainya, tapi terimalah setiap perbedaan dan nyatakan kasih satu sama lain dengan menunjukkan kepedulian dan perhatian nyata.
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. (1 Korintus 12:13)
Waktu-Nya Tepat
Ratapan 3:26 berkata: “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”
Waktu Tuhan tidak terlalu cepat, tidak begitu lambat tapi TEPAT pada waktunya dan ukurannya sesuai dgn KEBUTUHAN kita!
(Pdt. Mecky Lengkey)
Janji Tuhan Itu Murni
Kemurnian bermakna mulia, tidak terkontaminasi, bersih, suci dan tulus.
Ayat Alkitab dalam Mazmur 12:7 berkata: “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Hal ini bermakna bahwa janji Tuhan itu merupakan suatu kepastian. Bila Tuhan berjanji maka Ia pasti akan menepati.
Apakah janji-janji Tuhan? Ada begitu banyak janji-Nya bagi kita. Keselamatan, kehidupan kekal, pemeliharaan, pertolongan, penyertaan dan segala kebaikan serta kasih karunia yang indah.
Bagaimana kondisi dan perasaan saudara saat ini? Mungkin saudara sedang mengalami saat-saat pergumulan atau masalah yang sulit. Mungkin saudara sedang menantikan terwujudnya suatu rencana di masa depan. Bila Tuhan sudah berjanji maka Ia tidak akan mengingkari. Bila Ia telah membuka jalan, maka Tuhan pula yang akan menyelesaikan sampai akhirnya.
Jalan-jalan-Nya sempurna melebihi apa yang dapat kita pikirkan dan doakan. Percayalah, janji Tuhan itu murni, pertolongan-Nya itu pasti. Amin.
Garuda Di Dadaku Malaysia Di Perutku
Kehidupan warga Pulau Sebatik sungguh unik. Meskipun mereka termasuk warga negara Indonesia namun untuk soal kebutuhan makan mereka lebih sering mencari di Malaysia. Jauhnya pusat belanja Indonesia dari lokasi tempat tinggal mereka,menyebabkan banyak penduduk Pulau Sebatik pergi ke Malaysia untuk membeli kebutuhan pokok.Karena hal tersebut, warga disana mempunyai suatu istilah “Garuda di dadaku, Malaysia di perutku.” Sungguh memprihatinkan.
Istilah tersebut sangat menarik untuk dicermati kita semua, apalagi bila dijadikan bahan perenungan dalam kehidupan kerohanian kita sehari-hari.
Adakalanya realita menunjukkan bahwa ada orang yang mendua hati dalam iman. Dalam hati beriman kepada Tuhan, tapi kalau soal urusan perut imannya tertuju kepada yang lain, “Iman di dadaku, dunia di perutku.”
Ada 3 fakta dalam realita hidup rohani:
1) mengaku beriman pada Tuhan, tapi mencari uang dengan cara melakukan dosa.
2) mengaku beriman pada Tuhan, tapi dalam hal ekonomi percaya kepada yang lain, seperti mitos dan kepercayaan lain
3) mengaku beriman pada Tuhan tapi dalam praktek hidupnya melakukan ritual dan tradisi kepercayaan penyembahan berhala
Tuhan berjanji untuk memenuhi segala kebutuhan kita, sekali lagi, segala kebutuhan kita. Jadi, kita harus sungguh-sungguh percaya akan kuasa pemeliharaan Allah dan tidak menduakan Allah dengan hati yang bimbang dan bercabang.
Percayalah bahwa Allah akan selalu menyediakan semua yang kita perlukan dengan cara-Nya yang ajaib. Tetaplah teguh beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan jangan goyah karena berbagai situasi tantangan.
“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)
