Sadhu Sundar Singh mengilustrasikan tentang inkarnasi Kristus dengan cara yang unik. Ia menunjukkan sebuah botol berwarna merah yang diisi penuh dengan susu, kepada sekelompok pria dan mereka bertanya apa isi botol itu, apakah Brandy, Wine atau Whisky.
Mereka tidak percaya bahwa botol itu berisi susu, hingga susu itu ditumpahkan keluar dari botol berwarna merah tersebut. Warna merah botol menutupi warna putih dari susu.
Sadhu kemudian mengatakan bahwa demikian juga halnya dengan kemanusiaan Yesus Kristus. Orang-orang melihatnya sebagai sosok yang bisa mengalami kelelahan, kelaparan, penderitaan, kesedihan, dan menyimpulkan bahwa Ia hanyalah manusia biasa. Tapi tidaklah demikian yang sebenarnya.
“Kristus Yesus datang ke dunia dalam keserupaan dengan manusia, namun Ia adalah Allah dalam hakikat, yang mulia selamanya.”
Filipi 2:5-7
Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Hidup Sebagai Ciptaan Baru
Masa lalu seringkali membayangi kehidupan masa kini seseorang, sehingga ia terikat dan seolah tidak dapat terlepas oleh ikatan masa lalunya.
Seorang anak muda dipenjara akibat perbuatan kriminal yang ia lakukan. Ia adalah anggota sebuah geng motor di kota itu.
Penjara tidak memisahkan dia dari kehidupan dan kebiasaan lamanya. Ia masih berkomunikasi dengan teman-temannya di geng motor dan terikat dengan suatu perjanjian dengan mereka yang membuatnya sulit untuk keluar dari lingkaran itu.
Tapi, ini bukanlah masalah sulit atau tidak sulit, melainkan mau atau tidak mau. Maukah ia sungguh-sungguh datang kepada Tuhan dan dipimpin oleh-Nya?
2 Korintus 5:17 mengatakan demikian, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Semua orang yang menerima dan percaya Tuhan Yesus Kristus, dijadikan ciptaan yang baru. Kita menjadi baru dalam hal apa? Hati kita dibaharui, pikiran kita dibaharui, segala sesuatu menjadi baru karena kuasa penciptaan-Nya bekerja di dalam kita. Ia menjadikan semuanya baik, dan Ia mengembalikan kita kepada keadaan yang baik itu sesuai standard Allah.
Tuhan menyucikan kita dan membersihkan kita dari segala dosa dan kejahatan.
Ketika kita menerima Kristus Yesus, maka secara otomatis kita menjadi ciptaan baru dan dilahirkan dalam kerajaan Allah, meskipun kita masih ada di bumi, namun eksistensi kita ada dalam sistem dan lingkungan serta kuasa pemerintahan Kerajaan Allah.
Kita menjadi anak-anak Allah dan diberi kuasa untuk hidup seturut dengan citra Allah. Kita merasakan kemuliaan-Nya, dengan pengetahuan dan pengertian yang dibaharui serta hidup dalam kekudusan.
Semua yang lama sudah berlalu dan tidak ada lagi. Pengalaman pahit karena dosa, kejahatan atau apapun itu, telah lenyap oleh kuasa penciptaan Kristus di dalam kita. Hiduplah dalam sukacita dan keberanian karena pembaharuan yang telah kita terima dari Tuhan Yesus Kristus.
Mengapa Tidak Membawa Payung?
Jemaat sebuah gereja Afrika berkumpul bersama-sama untuk berdoa meminta hujan karena sudah berbulan-bulan tidak hujan dan tanah mereka telah menjadi kering.
Mereka semua percaya bahwa doa mereka akan dijawab oleh Tuhan dan mereka percaya bahwa hari itu juga Tuhan akan mengirimkan hujan.
Pendeta gereja kemudian berdiri memandang jemaatnya di awal pertemuan doa itu dan berkata: “Saudara-saudaraku yang terkasih, kamu semua tahu mengapa kita berkumpul disini pada hari ini. Sekarang saya ingin bertanya kepada saudara-saudara sekalian, mengapa kalian tidak membawa payung?”
Doa kepada Tuhan haruslah disertai iman, dan iman itu seharusnya nyata dalam tindakan kita. Seringkali kita berdoa dan sesudahnya masih tetap kuatir dan meragukan jawaban doa. Seringkali kita berdoa namun dengan hati yang tidak percaya. Seringkali kita tidak percaya dan kita pun tidak berdoa.
Saudara yang terkasih di dalam Tuhan, berjalanlah dengan iman, bukan dengan apa yang kita lihat. Mata kita memandang apa yang kelihatan, dan itu seringkali membuat hati menjadi ciut, iman menjadi luntur, pengharapan menjadi hancur. Tapi bila kita memandang dengan mata iman, berfokus kepada Kristus dan kuasa Firman-Nya, maka hati kita akan tetap teguh, iman kita akan tetap kokoh dan pengharapan kita akan semakin kuat.
Matius 21:22
“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”
Disney's Movies Hidden Message
Persahabatan Itu….
Berikut ini adalah kutipan kalimat tentang teman dari beberapa orang atau sumber:
“Sebagian orang membuat musuh daripada membuat teman karena itu lebih sedikit masalahnya.” (E.C. McKenzie).
“Berlambatlah dalam memilih teman, berlambatlah dalam berubah.” (Benjamin Franklin).
“Satu teman lama lebih baik dari dua teman baru.” (Sajak Rusia).
“Bertemanlah dengan orang-orang yang kualitasnya baik jika kamu menghargai reputasi dirimu. Karena lebih baik sendiri daripada berteman dengan orang jahat.”
(George Washington).
” Kalau kamu mau tahu seperti apa temanmu, buatlah suatu kesalahan.” (Bible Friend).
“Sepanjang kita mengasihi maka kita melayani. Tidak seorangpun yang tidak berguna kalau padanya ada seorang teman.” (Robert Louis Stevenson).
Sebagian dari kutipan kalimat di atas mungkin agak sulit dimengerti. Namun, inti dari semua kalimat tentang pertemanan atau persahabatan ini adalah bahwa : Lebih baik punya teman daripada punya musuh, akan tetapi memilih teman haruslah yang baik. Persahabatan sejati itu tidak akan diputuskan oleh suatu kesalahan karena ada saling memaafkan dan mengasihi.
Salah satu ayat yang memuat tentang persahabatan adalah:
Amsal 17:17
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
Kualitas seorang sahabat adalah kasihnya. Mari jadikan diri kita sahabat bagi orang lain.
Tuhan Yesus memberkati.
Tuhan Dengar Doaku
Populasi 100.000 Tahun
Setengah abad yang lalu, Profesor Williams dari Franklin College, Ohio, mempublikasikan sebuah buku berjudul “The Evolution of Man Mathematically Disproved.”
Melalui sebuah perhitungan yang sangat hati-hati dan teliti, ia menunjukkan bahwa apabila sepasang manusia, laki-laki dan perempuan, pertama hidup di dunia pada 100 ribu tahun yang lampau, maka populasi dunia saat ini (saat profesor itu mempublikasikan bukunya) akan menjadi 4.660.210.253.138.204.000. Itu pun dihitung dengan angka pertumbuhan penduduk hanya sepersepuluh dari kenyataan yang ada.
Para penganut paham evolusi berpendapat bahwa sepasang manusia pertama hidup di dunia pada 2 juta tahun yang lampau atau bahkan lebih daripada itu.
Perhitungan tentang populasi penduduk semacam ini telah semakin banyak dilakukan dan menunjukkan bahwa dari sejak adanya Adam dan Hawa hingga saat sekarang ini, jangka waktunya bukanlah jutaan tahun, bukan pula ratusan ribu tahun. Profesor Williams mematahkan pendapat evolusionist dan hendak menunjukkan akurasi Alkitab tentang awal eksistensi manusia. Alkitab telah menunjukkan kebenaran dan fakta tentang umur keberadaan populasi manusia di bumi.
Mazmur 119:160
Dasar firman-Mu adalah kebenaran
dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya.
Kekayaan Tak Memberinya Ketenangan
Seringkali, orang yang paling kuatir dan takut adalah mereka yang memiliki harta kekayaan melimpah.
Ketika Calouste Gulbenkian meninggal di tahun 1955, dia meninggalkan kekayaan sebesar 420 juta US Dollar.
Apakah kekayaan memberinya ketenangan dan kedamaian? Tidak!
Selama hidupnya, ia sering diliputi ketakutan. Pagar sekeliling rumahnya di Paris dilengkapi dengan listrik dan dia mempekerjakan begitu banyak pengawal pribadi dan mata-mata yang menjaga dia serta rumah megahnya.
(The Watchman-Examiner).
Pengkotbah 5:11
“Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.”
Kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, perlindungan dan sukacita sejati hanya kita miliki saat kita berserah dan bersyukur kepada Tuhan.
Mazmur 62:2
“Hanya dekat Allah saja aku tenang,
dari pada-Nyalah keselamatanku.”
Topi 40 Tahun
Sebuah topi derby yang bagus dibawa oleh angin ke sebuah peternakan. Pemilik peternakan mengambil topi tersebut dan selama 40 tahun, topi itu dipakai secara bergantian oleh anggota keluarga pemilik peternakan sampai topi itu menjadi lusuh.
Akhirnya, sang pemilik peternakan, Mrs. John McDonald, memasang iklan untuk mencari tahu siapa pemilik topi tersebut. Ia mengatakan bahwa selama 40 tahun hati nuraninya terus mengingatkannya untuk mencari pemilik topi itu.
Tuhan memberikan hati nurani kepada setiap orang. Hati nurani ini akan berbicara tentang benar dan salah. Manusia dapat berusaha bersembunyi dari orang lain, tapi tidak terhadap suara hati nuraninya. Tuhan berbicara melalui hati nurani kita untuk mengingatkan akan dosa.
Mazmur 16:7
“Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.”
