Manfaat Dari Menulis

Dalam kegiatan sehari-hari manusia, pasti ada salah satu aktivitas yang satu ini: menulis.
Apakah orang terpelajar maupun bukan, pejabat atau orang biasa, kaya atau miskin, pasti punya aktivitas menulis ini, meskipun yang ditulis tiap orang itu berbeda-beda.
Pernah saya melihat seorang tukang becak yang sedang menunggu penggunanya, menulis sesuatu di secarik kertas. Karena penasaran, saya mendekat dan berusaha melihat apa yang sedang ditulis olehnya. Ternyata dia sedang menuliskan angka-angka untuk dipasang di nomor undian berhadiah.
Kenek bangunan yang kelihatannya hanya bantu-bantu saja tanpa harus berpikir tentang konsep bamgunan, juga pasti pernah dan akan selalu menulis. Minimal dia menuliskan nomor handphone seseorang yang dikenalnya untuk dihubungi kalau sedang butuh kerjaan.
Tahukah anda bahwa kegiatan menulis itu sudah ada sejak lama? Saya yakin sejak jaman Adam dan Hawa dan keturunannya sudah ada kegiatan tulis menulis.
Dalam Kitab Keluaran 24:4 dikatakan demikian: “Lalu Musa menuliskan segala firman Tuhan itu.” Disini jelas kita jadi tahu bahwa Musa melakukan kegiatan menulis, lalu apa yang dia tulis? Firman Tuhan.  Kalau Musa menulis maka itu pasti bukan sembarangan tulisan dan motivasinya bukan berasal dari dirinya sendiri.
Yang menyuruh Musa menulis ialah Tuhan sendiri.  Tuhan memberikan hikmat dan inspirasinya kepada Musa sehingga apa yang ditulisnya sama seturut dengan kehendak Tuhan.
Kalau ada tulisan maka gunanya adalah untuk dibaca. Tapi tulisan firman Allah bukan hanya bertujuan untuk dibaca tetapi untuk dipahami dan dilakukan dalam hidup setiap hari.
Jadi, apa manfaat menulis?
1. Supaya orang tidak lupa dan tidak melupakan.
2. Supaya orang-orang pada generasi selanjutnya mengetahui apa kehendak Tuhan bagi mereka.
3. Menjadi pedoman hidup sebagai orang percaya.
4. Untuk dibaca dan dilakukan.
5. Memberi pengetahuan dan informasi.
2 Timotius 3:16 berkata :”segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan,dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Hidup kita pun ibarat buku yang berisi halaman-halaman tentang kehidupan yang kita jalani. Tuliskanlah semua yang baik dalam buku kehidupan kita, artinya biarlah hidup kita selalu baik, benar dan sempurna dalam menuruti kehendakNya, supaya buku kehidupan kita tertoreh dengan hal-hal yang baik dan memuliakan Tuhan.
Selamat menulis di buku kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *