Berharap Pada Yesus Tidak Akan Kecewa

ImageShalom, Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

Dalam Roma 5:5 tertulis : “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” 

Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat-ayat sebelumnya dimana dikatakan bahwa kesengsaraan menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 

Perhatikan disini bahwa penderitaan atau kesengsaraan yang kita terima karena mengikuti Kristus merupakan suatu yang ‘endingnya‘ menuju kepada suatu pengharapan yang pasti dan tidak mengecewakan.  Jadi kesengsaraan itu janganlah menjadikan kita putus asa dan kecewa dalam mengiring Tuhan tetapi kita harus memandangnya sebagai suatu anugerah yang Allah berikan agar kita terus naik dalam iman percaya kepada Tuhan dan merupakan suatu ujian kesetiaan kita kepada Allah. 

Anugerah adalah suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang bukan karena dia layak untuk menerima tetapi semata-mata disebabkan oleh kemurahan dari yang memberikan. Intinya adalah bahwa anugerah diberikan bukan karena kelayakan.

Jadi, setiap pemberian yang baik dari Allah merupakan anugerah sebab kita sesungguhnya tidak layak untuk menerimanya.  Keselamatan adalah anugerah, berkat-berkat pun adalah anugerah.  Sebagaimana Efesus 2:8 berkata bahwa sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan, itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah.  

Lalu, bagaimana dengan kesengsaraan?  Kita sudah ikut Tuhan Yesus, rajin beribadah, berbuat yang baik, taat dan setia tapi menerima penderitaan? Layakkah kita menerima penderitaan itu? Apakah saudara pernah bertanya-tanya mengapa saya diberikan penderitaan dan kesengsaraan ini? Bukankah saya rajin ke gereja, rajin beribadah, rajin doa dan puasa, tapi mengapa hal ini terjadi? Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, itu adalah anugerah bagi saudara. 

1 Petrus 2:19-20 berkata: “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

Jadi, kita harus bersyukur karena kesengsaraan yang tidak harus kita tanggung rupa-rupanya adalah anugerah dari Allah.  Memang terasa sulit untuk menerima dan bersyukur akan hal-hal yang nampaknya tidak baik.  Hal-hal kecil saja dalam hidup ini yang rasanya tidak nyaman seringkali membuat sulit bagi kita untuk bersyukur.  Sewaktu saya terjebak macet rasanya susah untuk bersyukur, pikiran jadi pusing melihat semrawutnya jalanan dan padatnya kendaraan. Tapi, istri saya mengingatkan untuk mengucap syukur.  Nikmati saja perjalanan yang macet itu.

Apakah hidupmu sedang dilanda penderitaan dan kesengsaraan? bersyukurlah dan nikmatilah sebab di dalamnya ada maksud mulia dari Allah.  Saya percaya bahwa kesetiaan kita akan dinilai oleh Allah dan para malaikat, seperti Ayub yang ketika diuji ternyata dia kedapatan setia dan tidak menyangkali Tuhan. 

Kemalanganmu tidak akan dibiarkan oleh Tuhan berlarut-larut, tetapi Dia akan menolong saudara.  Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi saudara kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan yang saudara alami. 

Jangan kecewa mengiring Tuhan Yesus, sebab Dia memberikan harapan yang pasti baik di hidup yang sekarang ini maupun di hidup yang akan datang dalam kemuliaan sorgawi. 
Dia pasti turun tangan, Dia pasti menolong, Dia pasti memberikan jalan keluar buat saudara.  Kita menderita untuk Kristus maka kita pun akan menerima kemuliaan seperti Kristus.  

Dia adalah Allah maha kuasa yang sanggup melakukan segala perkara yang tidak mungkin dan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kita itu yang Dia kerjakan bagi kita.  Allah tidak pernah kekurangan cara untuk menolong kita, sebab Ia ajaib dan dahsyat. 

Jangan kecewa, teguhkan dan kuatkan hatimu, berserah kepada kehendak-Nya dan mengalir dalam pimpinan Allah. Tuhan Yesus memberkati.

 

Sahabat Tuhan

Image“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”
(Yohanes 15:14)

      Sahabat dan teman adalah dua kata yang berbeda makna meskipun ada kesamaan.  Sahabat memiliki ikatan dan kedekatan yang lebih dalam dibandingkan teman.  Amsal pasal 17 ayat yang ke-17  mendeskripsikan seorang sahabat sebagai orang yang menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

     Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita bukan lagi hamba melainkan sahabat-Nya.  Betapa indahnya  hidup kita karena dijadikan sahabat Allah.  Banyak orang yang bangga menjadi sahabat presiden, sms dari presiden saja ditunjukkan kepada orang lain untuk membuktikan kedekatannya dengan sang presiden, bahkan sms tersebut terus disimpan dan diusahakan tidak terhapus dan dibaca secara teratur tiga kali sehari seperti minum obat.   Saudara yang terkasih, kita terlebih lagi daripada itu, kita adalah sahabat Allah, sahabat Tuhan Yesus Kristus.   ’Sms’ dari Tuhan yaitu firman-Nya dalam Alkitab harusnya kita baca secara teratur tiap hari dan kita bagikan pada orang lain. 

     Sebagai sahabat kita, Tuhan Yesus telah menunjukkan kerelaan-Nya berkorban dengan menyerahkan nyawa-Nya bagi kita supaya kita memperoleh hidup kekal.  Apa implikasi dari menjadi sahabat Allah?  Setidaknya ada 3 hal yang seharusnya menjadi sikap kita sebagai sahabat-Nya:

1.  Kita mengerti apa yang dikehendaki Allah

     Seseorang bercerita bagaimana dia ditanyai tentang makanan favorit dari sahabatnya untuk membuktikan bahwa benar ia adalah sahabat.  Lalu, ia menyebutkan beberapa makanan favorit dari sahabatnya itu dengan tepat.  Mengapa dia bisa tahu? Karena ia adalah sahabatnya, sehingga ia mengerti apa keinginan sahabatnya itu.  Sebagai sahabat Tuhan Yesus, kita pun harusnya tahu apa yang diinginkan Tuhan.  Bila kita sedang dalam kebingungan atau situasi dimana kita harus memilih satu dari beberapa, maka kita akan tahu mana yang harus dipilih karena kita tahu apa yang diinginkan Tuhan Yesus bagi kita.  Kita harus memilih untuk menyenangkan sahabat kita yaitu Tuhan Yesus.

2. Kita melakukan apa yang diperintahkan-Nya

     Nats Alkitab di atas menyatakan dengan jelas bagaimana ciri seorang sahabat yang sejati dari Tuhan Yesus, yaitu melakukan apa yang diperintahkan oleh-Nya.   Biasanya hubungan persahabatan itu sangat erat sehingga menyebabkan ada ikatan berdasarkan kerelaan untuk melakukan apa yang diperintahkan satu sama lain.  Menjadi sahabat Yesus harusnya lebih daripada persahabatan dunia.  Kita mau melakukan kehendak-Nya karena kita adalah sahabat-Nya.

3.  Kita rela berkorban bagi Tuhan

      Seperti Tuhan Yesus yang telah menunjukkan kasih-Nya yang nyata melalui pengorbanan-Nya pada kita, maka kita pun harus rela berkorban bagi Tuhan Yesus. Harta kekayaan atau bahkan nyawa sekalipun, dengan sukacita kita berikan bagi sahabat kita yang kita kasihi yaitu Tuhan Yesus Kristus.

     Jadilah sahabat yang sejati dari Tuhan Yesus, bukan sekedar teman. Tuhan Yesus memberkati!

Emas Perak dan Permata Tiada Artinya

Ada sebuah lagu yang liriknya begini:

Lebih dari s’galanya
ku ingin Kau Tuhan
Emas perak dan permata
Tiada artinya

ku ingin lebih dekat
bersekutu dengan-Mu
jadikan ku hamba setia kepada-Mu

Lagu ini begitu terasa maknanya, saat saya menyanyikan bersama dengan saudara-saudara seiman yang sedang menunggui seorang keluarga yang kritis dan akan kembali pulang kepada Bapa di surga.

Ketika menyanyikan bait-bait lagu, kata demi kata, sungguh saya merasakan bahwa memang tidak ada artinya semua harta yang kita miliki, di saat maut akan kita hadapi, semuanya itu tidak berguna.  Tuhan lah harta kekayaan kita sesungguhnya, bukan yang lain.  Sungguh dekat dengan Allah maka jiwa kita tenang, bersekutu dengan Dia merupakan hal yang paling hakiki.

Tidak ada yang lebih berharga selain daripada mengenal Tuhan Yesus, penyelamat jiwa kita. Di setiap saat dalam hidup kita, biarlah kita selalu mengutamakan Tuhan. 
Harta benda tidak abadi. Tuhan yang kita perlukan.  Amin.

Bersyukur

Kitab Mazmur banyak diwarnai dengan kata-kata pengucapan syukur kepada Tuhan. Pemazmur menyadari bahwa ungkapan syukur merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan untuk menyatakan terima kasih kepada Tuhan atas semua yang terjadi.
Mazmur 57:9 menyatakan bagaimana pemazmur hendak bersyukur kepada Allah di antara bangsa-bangsa. Ini menjadi kerinduan terdalam dari pemazmur untuk selalu bersyukur dan bersyukur.
Bersyukur tidak tergantung pada situasi, tapi dalam keadaan apapun kita harus dapat dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Allah.
Sudahkah kita bersyukur hari ini? Untuk keluarga yang Dia berikan, untuk anak-anak dan pasangan hidup, untuk pekerjaan, untuk masalah yang Dia ijinkan terjadi ?
Marilah kita bersyukur kepada Bapa dalam Tuhan Yesus senantiasa, supaya sukacita itu selalu mengalir dalam hati kita. Amin.

Pernikahan Sesama Jenis Dilegalkan, Ingat Sodom dan Gomora

Obama menyetujui pernikahan sesama jenis dan telah diberlakukan di salah satu negara bagian. Beberapa negara di Eropa juga telah melegalkan pernikahan sesama jenis, Belanda dan Perancis. Total sudah cukup banyak negara yang meresmikan pernikahan sesama jenis.
Sungguh mengherankan, apabila orang-orang mengatakan bahwa Alkitab tidak masuk logika, sementara mereka sendiri tidak memakai logika dalam perilakunya. Mana ada logikanya pria menikahi pria dan wanita menikahi wanita?
Mereka inilah manusia-manusia yang sungguh tidak pakai logika. Alkitab berkata hati nurani mereka sudah menjadi tumpul, dan pikiran mereka telah dicemarkan sehingga tidak lagi dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.
Ayo marilah berperkara, siapa yang logis dan siapa yang tidak logis? Logiskah semua perbuatan jahat itu? Atau tidak tahukah bahwa perbuatan itu jahat? Menikah sesama jenis? TIDAK ADA LOGIKANYA DAN BERTENTANGAN DENGAN KODRAT CIPTAAN TUHAN.
Ingat Sodom dan Gomora, mereka hidup dalam dosa gay dan lesbian, percabulan dan perkawinan sesama jenis, dan berbagai dosa seksual lainnya, sedemikian najis dan kejinya di hadapan Allah sampai Allah memusnahkan Sodom dan Gomora dengan api dan belerang yang turun dari langit.
Ingat juga zaman Nuh, yang penduduk buminya begitu jahat dan berbuat dosa seksual yang keji di hadapan Allah. Kawin mawin dan mengawinkan jadi hal biasa di zaman Nuh. Dan ini mulai jadi sesuatu yang biasa di jaman ini.
Dosa semakin bertambah-tambah bejatnya dan ingatlah waktunya tidak lama lagi, sebab jaman akhir akan seperti zaman Nuh, dimana dosa begitu merajalela.
Dalih demokrasi dan Hak asasi manusia itu adalah alasan yang dibuat-buat. Kita harus mengingat dan mengutamakan akan Firman Allah dan melakukannya.
Kita tidak hidup menurut keinginan kita sendiri, namun Tuhan adalah Raja kita, pemerintahan Kerajaan Allah yang kita ikuti, bukan kerajaan dunia, demokrasi atau hak asasi manusia yang sudah
kebablasan.
Kita harus lebih taat kepada Allah daripada manusia, dan hiduplah kudus dan benar di hadapanNya.

7 KEBENARAN TENTANG PEKERJAAN DAN KEUANGAN

ImageDalam Matius 6:33 tertulis:  “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu kan ditambahkan kepadamu.”

Bekerja sudah merupakan kodrat alamiah manusia, karena sejak awal kita sudah diperintahkan Allah untuk melakukan pekerjaan. Manusia yang bekerja akan memperoleh hasil, salah satunya berupa uang. Namun, bekerja bukanlah sekedar mencari uang, karena uang bukanlah yang utama.
Berikut ini adalah 7 kebenaran yang berhubungan dengan pekerjaan dan uang:

1. Pekerjaanmu bukanlah tuhanmu
Pekerjaan kita bukanlah segala-galanya. Ada orang yang bekerja siang malam pagi petang, seolah tiada waktu untuk yang lain, karena hidupnya habis untuk bekerja, sampai keluarga pun tidak mendapat perhatian. Ingatlah, pekerjaan tidak boleh membuat kita terikat sedemikian rupa sampai kita jadi orang yang “workaholic”.

2. Ada waktu bekerja, ada waktu beristirahat.
Tuhan menciptakan langit bumi dan isinya, enam hari lamanya, dan beristirahat pada hari ketujuh. Kita pun harus beristirahat dan memberi waktu untuk Tuhan. Pikiran dan tubuh kita disegarkan ketika beristirahat, bahkan roh kita dikuatkan lewat persekutuan dengan Tuhan.

3. Bekerja untuk Tuhan dan sesama, bukan untuk menumpuk harta
Tuhan Yesus menyebut orang kaya yang menyimpan hartanya yang banyak sebagai orang bodoh. Fokus hidup yang hanya ke harta duniawi tidak berkenan bagi Tuhan. Kita harus lebih fokus kepada Tuhan yang memegang nafas hidup kita.

4. Uang bukanlah segala-galanya.
Meskipun seseorang sangat kaya, berlimpah harta dan uang, tapi hidupnya tidaklah tergantung dari harta kekayaannya itu. Ada orang kaya pernah mengatakan asal ada uang semua beres, penyakit apapun bisa disembuhkan karena sanggup membayar biaya pengobatan. Tapi tiba-tiba, pendapatnya itu runtuh saat dia mengidap penyakit parah yang tidak dapat disembuhkan. Hidup kita tergantung pada Allah saja, bukan uang.

5. Banyak uang bukan berarti punya kekuasaan
Tuhan merendahkan orang yang membanggakan diri karena hartanya. Bila sudah kaya bukan berarti kita boleh bertindak semau gue, dan menindas orang lain. Gereja pun tidak boleh dikuasai oleh uang, tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah hanya karena jumlah harta yang dimiliki, semua orang sama di hadapan Tuhan.

6. Andalkan Tuhan maka akan ada mujizat
Suatu kali Tuhan Yesus menyuruh Petrus memancing ke danau. Ikan yang pertama dipancingnya, menjadi tanda mujizat Allah dalam apa pun yang orang percaya lakukan. Dalam mulut ikan itu ada mata uang empat dirham sesuai dengan keperluan pembayaran bea bait Allah. Bersama dengan Tuhan Yesus, selalu akan ada mujizat pertolongan yang ajaib dalam pekerjaan kita.

7. Bekerja dengan fokus hati kepada Allah dan kebenaran-Nya
Bekerja harus dengan tujuan menyenangkan Tuhan dan dalam kebenaran. Jika fokus kita hanya supaya dapat uang, bisa-bisa kita menghalalkan segala cara. Mungkin memang bisa kaya dengan cara tidak halal, tapi ujungnya menuju maut. Percayalah Dia Allah yang memenuhi segala keperluan kita. Dia tahu apa yang kita perlukan.

Tuhan Yesus memberkati !

Tsunami Aceh: Teguran atau Sekedar Tanda Alam?

tsunamiacehBanyak orang berpikir bahwa bencana alam merupakan kejadian biasa yang tidak ada hubungannya dengan Allah, Sang Pencipta.  Tapi, Alkitab jelas sekali memberikan pengertian bahwa segala sesuatu diatur oleh Tuhan dan berada dalam kuasa dan pengendalian Tuhan.
Bencana yang terjadi di Sodom dan Gomora, yang menghancurkan dan membinasakan seluruh penduduknya, kecuali Lot dan keluarganya, adalah penghukuman dari Tuhan akibat dosa mereka yang teramat jahat di mata Tuhan.
Sebelumnya, ada juga bencana banjir terbesar, yaitu air bah yang menutupi seluruh bumi, sehingga memunahkan semua manusia dan mahluk yang hidup di darat, kecuali Nuh dan keluarganya serta binatang-binatang yang ikut bersamanya dalam bahtera.
Ketika bangsa Israel ditahan oleh raja Mesir, Firaun, agar tidak pergi keluar dari Mesir, maka Tuhan mendatangkan tulah bencana hingga 10 macam, yang merupakan teguran keras dan penghukuman serta hajaran yang menghendaki agar mereka mentaati kehendak Tuhan bagi Israel, dan sebenarnya juga merupakan teguran bagi bangsa Mesir agar menyembah Allah yang benar.
Banyak kejadian bencana yang merupakan teguran dari Tuhan agar manusia bertobat dari hidupnya yang jahat dan berbalik kepada Allah yang benar serta hidup sesuai dengan firman Allah.
Tsunami di Aceh termasuk bencana yang merupakan teguran Tuhan bagi suku Aceh. Tuhan Yesus mengasihi Aceh, karena itu Dia menegur agar Aceh percaya kepadaNya.
Bencana tsunami tanggal 26 Desember 2004 merupakan teguran Tuhan bagi suku Aceh untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, jalan kebenaran dan kehidupan.   Tidak ada jalan menuju sorga selain Tuhan Yesus. Amsal 14:12 berkata:  Ada  jalan  yang disangka  orang  lurus,  tetapi ujungnya  menuju  maut.
Tuhan Yesus berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh 14:6)

Rahasia Hidup Abadi

Hidup abadi menjadi obsesi yang, sadar atau tidak sadar, dimiliki oleh semua orang di dunia ini.    Tiap manusia ingin hidupnya panjang bahkan tidak perlu mengalami kematian.  Sudah banyak penelitian dilakukan hingga sekarang ini bahkan proyeknya terus berjalan sampai ke masa datang, tentang bagaimana cara atau solusi agar  manusia bisa hidup abadi.
Beberapa pengusaha yang sangat kaya di dunia bahkan mengeluarkan uangnya untuk mendukung penelitian bagi keberlangsungan hidup tubuh jasmani yang kekal.  Di antara mereka ialah : John Sperling, David Murdoch, Robert Miller, dan Don Laughin.  Mereka berusaha agar hidup mereka bisa lebih lama bahkan abadi.  Penelitian pun terus di adakan untuk mencari tahu jalan keluar dari masalah ini.  Masalah utamanya adalah tubuh manusia semakin hari semakin merosot seiring bertambahnya usia, nah itulah yang dicarikan jalan keluarnya bagaimana supaya tetap bisa hidup tanpa harus mati.
Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, inikah yang diperintahkan Tuhan Yesus kepada kita?
Apakah kita harus berusaha dengan berbagai cara agar kita dapat hidup lebih lama bahkan kekal?
Tidak ada usaha satupun yang bisa kita lakukan untuk membuat tubuh kita kekal.  Sebab apa?  Oleh karena Tuhan telah menetapkan bahwa umur manusia itu 125 tahun saja.  Jadi, ada batasan yang diberikan oleh Tuhan.  Sehingga,  jadi suatu yang mustahil untuk melakukan hal itu, meskipun dengan alat yang canggih.  Oleh karena dosa maka tubuh ini binasa, tetapi syukur kepada Allah oleh karena anugerah-Nya yang memberikan hidup kekal dalam Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus berkata: 
“Akulah  kebangkitan  dan  hidup;  barangsiapa percaya  kepada-Ku,   ia akan hidup  walaupun  ia sudah mati.”  (Yoh 11:25)
Jadi, apa rahasianya hidup kekal?  PERCAYA YESUS, maka engkau akan memiliki hidup kekal. Amin.

Buah Roh

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, adalah ciptaan yang baru. Firman Allah berkata bahwa yang lama telah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.  Kita dijadikan baru oleh kuasa darah Yesus Kristus.
Setelah menjadi percaya tentu harus ada bedanya dibandingkan dengan sebelum percaya Tuhan, perbedaannya dapat dilihat dari sifat dan karakter sehari-hari.  Hal ini disebut sebagai buah-buah Roh, yang tertulis dalam Galatia 5:22-23.  Nah, apa saja sih buah-buah Roh yang harus kita miliki? Ada 9 buah Roh yang harus ada dalam hidup kita yaitu:
1. Kasih
Kasih yang bagaimana? Kasih yang tidak bersyarat, tidak menuntut balas dan kasih yang mengampuni tanpa batas, kasih yang didasari oleh kebenaran dan keadilan serta belas kasihan.
2. Sukacita
Sukacita yang bukan seperti yang ada di dunia, tetapi sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam kita.  Dalam situasi apapun, kita tetap bersukacita, baik itu dalam duka maupun suka, hati kita selalu bersukacita karena Tuhan Yesus.
Selanjutnya adalah:
3. damai sejahtera
4. kesabaran
5. kemurahan
6. kebaikan
7. kesetiaan
8. kelemahlembutan
9. penguasaan diri.
Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Selamat berbuah ! Tuhan Yesus memberkati!

Gitaris Band Musik Metal 'KoRn' Jadi Pengikut Kristus

Bulan Februari 2005, Manajemen Korn, grup musik Metal yang digandrungi remaja di dunia saat ini, mengeluarkan pernyataan resmi bahwa gitaris mereka, Brian “Head” Welch, telah meninggalkan group musik tersebut untuk mendedikasikan hidupnya didalam iman kristen. Agar semuanya tidak menjadi simpang siur Brian kemudian menjelaskan alasannya kepada fans dan rekan-rekan bandnya.

WELCH MENERIMA BAPTISAN AIR, DIBIMBING OLEH PASTOR RON VIETTI

bpts3“Saya mencintai band, saya sebetulnya takut meninggalkan band ini. Hal ini membuat saya sedih jika harus memikirkan bahwa keputusan saya akan membuat band kita terluka. Selama satu setengah tahun terakhir, saya sudah berniat menyudahi semuanya, tapi seseorang terus memberi saya dorongan untuk tetap bertahan dalam formasi band”, ujar Welch. “Tapi saya konflik batin semenjak rekaman album kedua, maksud saya, kita bisa melakukan sesuatu dan kita bisa dipuja-puja seperti ‘Oh, inilah musik metal !, Inilah hidup yang rock and roll !’ tapi sebetulnya, mereka berpikiran terlalu jauh, dan itu sangat mengganggu saya”

Welch mengatakan bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh manajemen Korn menyimpang dari keadaan yang sebenarnya, dan bahwa penemuan iman didalam Kristus bukanlah sekedar lika-liku kehidupan dalam penemuan jati dirinya. Bukan itu alasannya meninggalkan Korn, Band yang telah dilakoni sejak 1993, sebuah grup band yang telah menjual lebih dari 11 juta album di Amerika.
Dia meninggalkannya karena merasa muak harus mengejar kekayaan duniawi, dan merasa harus menghargai anak perempuannya yang jauh lebih penting dari pada memiliki harta.

“Saya punya seorang putri berusia 6 tahun, dan saya ingin dia menjadi orang yang berguna di mata saya. Saya adalah orangtua tunggal, itulah yang menyadarkan saya” Katanya “Dan rekan-rekan sangat mengakomodir apa yang saya rasakan dan sampaikan kepada mereka, lalu mereka menawarkan ‘bawa saja anakmu saat tour band kita ! kami akan ikut membantu mengurusi anakmu’ tapi sesungguhnya itu bukan tempat yang nyaman bagi anak-anak berusia 6 tahun. Memang dia akan duduk manis dibelakang panggung, sambil menghitung dollar yang diterimanya, karena akan ada yang memberinya dollar kalau dia mau duduk manis, sampai pada akhirnya dia akan datang padaku sambil berkata ‘lihatlah ayah, uangku banyak sekali !’”

Jadi setiap akhir minggu, Welch mulai membaca Alkitab, beberapa temannya membantu menjelaskan setiap hal yang terkandung didalamnya, sampai akhirnya Welch memutuskan meninggalkan band yang telah membesarkannya.

“Keputusan ini pasti akan membuat rekan-rekanku marah. Membuat mereka bingung. Saya membuat keputusan diwaktu yang kurang tepat. Kami baru saja keluar dari SONY, dan kami memiliki banyak uang, cukup untuk membuat album sendiri, tapi saya ingin membuktikan pada diri saya sendiri bahwa uang bukanlah tuhan saya” katanya. “Saya berbicara dengan Jonathan (Davis) dan dia berkata ‘Saya tidak mengerti bung, kita semua bahagia dan bisa seperti sekarang ini karena band kita adalah band yang sukses’ sebetulnya saya ingin menjawab ‘Ketahuilah, beberapa tahun belakangan, ketika kalian pergi berpesta saya hanya duduk di Bus Tur ingin bunuh diri !’ “

Welch juga mengatakan bahwa menjelang hari-hari terakhir perpisahannya, dia mencoba untuk menjangkau rekan-rekan dalam bandnya, tapi tidak ditanggapi dengan baik. Dia menghabiskan hari terakhirnya dengan berbicara dengan Basis Korn Fieldy, bahkan merencanakan untuk membantunya membuat album baru, yang merefleksikan pertumbuhan iman didalam Kristus. Namun kemudian Fieldy mundur dengan teratur.

“Saya meminta Fieldy untuk membantu membuat album yang saya buat, tapi kemudian dia tidak menghubungiku lagi” ujar Welch. “Maksud saya, saya mengutarakan beberapa materi musik selama hari-hari terakhir di band, materi yang luar biasa, tapi semenjak saya meninggalkan Korn, saya tidak mendengar kabar apapun dari Fieldy”

Materi album solo Welch, bukan merupakan musik Kristiani, namun dia ingin musiknya melengkapi musik bagi Fans Korn.

“Saya menyujai ketika Korn membantu banyak anak-anak untuk keluar dari agresifitasnya, tapi dengan musik yang saya buat, saya ingin anak-anak tahu bahwa ada yang lebih berharga diluar sana” katanya “saya ingin menunjukkan bahwa ada cahaya diujung lorong. ada yang lain yang lebih baik daripada harus menjadi agresif, saya ingin berkata ‘hey nak, ayo kemari, ayo melompat dan bergembira’”

Pada tanggal 27 Februari 2005, Welch menyampaikan kesaksiannya pada ibadah raya di Valley Bible Fellowship. Dia tidak hanya sekedar berkata-kata, dia ingin membuktikan kesungguhannya. Dan dia ingin semua fans-nya mengetahui perubahan besar dalam dirinya.

Dua bulan setelah berbicara di Valley Bible Fellowship, Welch kembali menyampaikan kesaksian pertobatannya dalam 3 kali acara ibadah yang dihadiri oleh lebih dari 10.000 jemaat. Dan setiap ibadah, banyak pengunjung yang belum menerima Kristus, maju ke altar untuk menerima Yesus sebagai juruselamat pribadinya.

“Brian sudah dijamah Tuhan yang hidup dan dia menerima panggilan-Nya” Ujar Pastor Ron Vietti dalam ibadah raya ketiga.

“Bung, saya masih ingin berdiri diatas panggung pertunjukan, tapi ada sesuatu yang lebih besar yang membuat saya ingin berubah” katanya “Maksud saya, saya ingin kita semuanya menemukan hidup yang baru, karena seperti itulah keadaan saya sekarang. Bayi rohani didalam Kristus”.

Kesaksian Pertobatan ini menunjukkan bahwa dalam hidup yang bergelimang harta dan dosa, orang yang melakoninya akan merasakan teguran demi teguran dari Tuhan  dalam hatinya.  Dan ia tidak akan mengalami damai sejahtera dalam hidupnya serta sukacita yang sejati.  Sukacita dan ketenangan hanya akan diperoleh dalam Tuhan Yesus Kristus. Harta dan kesenangan duniawi hanya membawa kepada penghukuman, namun pertobatan oleh anugerah penebusan Tuhan Yesus membawa kepada keselamatan kekal.

Apakah saudara sudah mengambil keputusan untuk bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, Pencipta segala yang ada, Yang awal dan Yang akhir, yang memegang nyawa hidupmu?  Jika belum, ambillah tindakan hari ini untuk bertobat dari hidupmu yang lama dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat hidupmu!  Jika bisa lakukan sekarang, mengapa engkau menunda-nunda? Detik berikutnya kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, karena itu serahkan hidupmu kepada Tuhan.