Apakah Tuhan Tidak Adil?

      Dalam Ayub 40:8 tertulis demikian: “Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?”

Ayat ini merupakan jawaban Tuhan kepada Ayub atas berbagai keluh kesah Ayub setelah dia mengalami berbagai macam penderitaan yang bertubi-tubi.  Dalam beberapa pasal dalam kitab Ayub kita dapat mengerti betapa beratnya pergumulan Ayub, semua anak-anaknya meninggal, harta bendanya ludes dirampok dan segala kekayaannya sirna. Bahkan, di tengah pergumulannya istrinya menganjurkannya untuk mengutuki Allah dan mati saja. Tambahan lagi, Ayub mengalami penyakit barah dari kepala sampai kakinya, sampai ia menggaruk-garuknya dengan beling.

Dalam masa-masa sulit, dimana Ayub bergumul dengan pikirannya, dengan imannya, dia kedatangan sahabat-sahabatnya yang menemaninya.  Memang awalnya pasti Ayub merasa senang ada sahabat-sahabat yang menemaninya, selama berhari-hari duduk di atas debu dan tidak berbicara sepatah katapun.  Tapi kemudian, sahabat-sahabatnya justru mempersalahkan Ayub.  Mereka berkata bahwa semua musibah itu terjadi disebabkan oleh kesalahan dan pelanggaran Ayub. 

Situasi yang sulit ditambah tuduhan-tuduhan dari sahabat-sahabatnya, membuat Ayub membela dirinya, dan dalam pembelaannya itulah ada keluh kesah Ayub yang seolah mempertanyakan keadilan Allah.  Ayub merasa bahwa Allah tidak membela orang benar. Malahan orang benar ditinggalkan.  

Perhatikan saudara yang terkasih, apa yang menjadi keluh kesah Ayub di saat menderita, mungkin seringkali juga terjadi dan keluar dari mulut kita di saat kita mengalami kesusahan. Tapi, pesan yang bisa kita ambil dari kisah Ayub dan ayat diatas adalah bahwa kita harus berhati-hati dalam perkataan kita.
Sebab setiap perkataan kita didengar oleh Allah. Dan setiap perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan sifat Allah, tidak berkenan kepada Allah.

Apakah Allah tidak adil?  Dia adil dalam segala perbuatan-Nya. Tidak ada yang tidak adil yang Dia lakukan terhadap kita, meskipun seolah nampak ada yang terjadi dalam hidupmu tidak adil. 

Yusuf tetap setia meskipun mengalami berbagai kesusahan dan penderitaan, fitnah dan penjara.  Dia setia dan pada akhirnya terbukti betapa indahnya rancangan Allah lewat itu semua.  Yusuf menjadi wakil Firaun di Mesir.

Ayub, meskipun berkeluh kesah dan ada kata-katanya yang salah, namun Tuhan tidak marah kepadanya, karena Ayub tetap setia kepada imannya pada Allah.  Allah mengampuni Ayub, dan ketika Ayub berdoa bagi sahata-sahabatnya, keadaan Ayub dipulihkan, dan Ayub pun melihat betapa Allah itu baik dan adil serta benar dalam segala perbuatan-Nya.

Sehingga Ayub berkata:  “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” (Ayub 42:5) 

Hati Yang Rela Berkorban

Mazmur 54:6 berkata: “Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya Tuhan.”  
Persembahan kepada Tuhan merupakan tindakan yang sudah dilakukan sejak Adam dan Hawa.  Bahkan di berbagai belahan dunia, banyak suku masyarakat yang melakukan ritual persembahan kepada yang mereka agungkan sebagai tuhan.

Ketika saya berada di Bali, saya melihat dimana-mana selalu ada sesajen, tepatnya di depan rumah atau toko masyarakat disana.  Itu merupakan salah satu bentuk persembahan mereka kepada yang mereka sembah. Penduduk gunung bromo pun melakukan ritual tahunan persembahan dengan cara melempar berbagai hasil bumi dan ternak ke dalam kawah gunung bromo.

Salah satu tanda seseorang mengasihi Tuhan adalah memiliki kerelaan hati untuk berkorban.  Ciri utamanya terletak di dalam hati yang rela, bukan saja kepada wujud persembahan yang diberikan. Banyak orang yang bisa memberi, bahkan memberikan persembahan dengan nilai besar, tetapi hatinya tidak rela, melainkan didasari motivasi-motivasi yang lain.

Tuhan Yesus menegur orang-orang kaya yang memberikan persembahan namun tidak dengan hati yang rela karena memberi dari kelebihannya, sedangkan si janda miskin, memberikan semua yang dimilikinya karena hatinya tulus rela berkorban bagi Tuhan.

Abraham adalah bapa orang beriman, yang memiliki ketaatan kepada perintah Allah. Ketika ia disuruh mempersembahkan Ishak, anaknya, sebagai korban, maka ia tidak menolak dan tidak berbantah dengan Tuhan, tetapi menuruti saja apa yang menjadi kehendak Tuhan.  

Dalam Ibrani 11:17 dituliskan bahwa Abraham rela mempersembahkan, perhatikan disini ada kata “rela”, berarti ia melakukannya dengan ikhlas, senang hati, serta tidak mengharapkan imbalan apapun.  Meskipun pada akhirnya, Allah mencegahnya dan menyediakan domba korban sebagai ganti Ishak anaknya itu, namun ketaatan dan kerelaan Abraham sangat diperhitungkan Tuhan.

Sejak mula, Tuhan memberikan suatu kerinduan dalam hati manusia utnuk mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan.  Dalam Perjanjian Lama kita membaca kebiasaan umat Tuhan untuk memberi persembahan di atas mezbah pembakaran. Jadi, persembahan di atas mezbah itu identik dengan pembakaran. Dibakar artinya ludes dilalap api, berartti persembahan itu tidak lagi dapat dilihat karena sudah habis.  Artinya, persembahan itu sudah tidak dapat lagi dicap kepemilikannya karena hak kepemilikannya sudah diberikan kepada Tuhan.  Bila kita memberikan sesuatu kepada Tuhan, jangan lagi diingat-ingat. Yang sudah diberikan sebagai persembahan sudah bukan milik kita lagi.  Jadi bukan hak kita lagi, jangan dituntut tapi biarlah hati kita sukarela memberikannya.

     Ada satu hal menarik mengenai korban.  Ternyata, korban itu bukan hanya materi semata. Pemazmur berkata: “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah.”

     Jiwa yang hancur berbicara jiwa yang bertobat dan selalu berserah.  Ini juga berbicara tentang kehidupan yang benar tetapi mengalami fitnah, aniaya dan penindasan.  Tuhan Yesus berkata berbahagialah bila engkau dianiaya oleh sebab kebenaran.  Dianiaya atau difitnah, diperlakukan tidak adil meskipun kita berlaku benar, itu menyakitkan hati, membuat hati hancur dan patah remuk.  Tapi sungguh luar biasa, bila kita dengan rela menjalaninya, itu merupakan suatu korban yang harum di hadirat Allah.

Orang Mati Pergi Kemana? Surga Atau Neraka?

Dalam kesempatan kali ini, ada beberapa pertanyaan yang akan kami jawab berdasarkan Alkitab.  Judul artikel ini hanya mengambil salah satu dari beberapa pertanyaan yang ada.
Pertanyaan  1:
Pada saat orang mati, kemana dia pergi? apakah langsung ke surga/neraka?
Jawaban:
Orang yang mati, fisik jasmaninya kembali menjadi tanah (Baca Kej.2:7, dan Pengkotbah 3:20, Pengkotbah 12:7), tetapi rohnya menuju ke alam yang telah disediakan untuk orang mati, yaitu Firdaus bagi mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus (Baca Lukas 23:43).  Kata Firdaus mengandung arti sorga, namun beberapa penafsir Alkitab mengatakan bahwa Firdaus merupakan taman sorga, nanti pada kesudahan segala sesuatu barulah akan dibukakan sorga bagi orang benar.  Bagi mereka yang tidak percaya Tuhan Yesus dan hidup dalam kejahatan akan masuk ke dalam alam maut yang penuh siksaan (Lukas 16:24).
Setelah kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ke bumi ini, maka orang-orang akan dihakimi dan barulah saat itu orang yang percaya Tuhan Yesus dan hidup dalam kebenaran diberikan tempat dalam sorga, dan orang yang tidak percaya Tuhan Yesus dan hidup dalam ketidakbenaran dicampakkan ke dalam neraka bersama iblis dan para pengikutnya.
Pertanyaan 2:
Mengapa Yakub bergumul dengan Allah dan dikatakan bahwa dia menang, padahal Allah kuat? (Kej. 32:24-29)
Jawaban:
Jika Allah hendak membinasakan Yakub saat itu, maka Dia sanggup membinasakannya.  Namun Allah mau mengajar Yakub untuk percaya dan bersandar kepada Allah. Allah memberinya kemenangan.  Seperti seorang Ayah yang sedang mengajar anaknya bermain catur atau bulutangkis, ayahnya akan sengaja memberikan kemenangan kepada anaknya supaya anaknya menjadi percaya diri.
Kondisi Yakub saat itu begitu takut untuk menghadapi Esau, saudara kembarnya. Dan lewat pergumulan itu Allah memberikannya kekuatan baru dan memulihkan kepercayaan dirinya. Hanya kaki Yakub dibuat terpelecok, sehingga ia menjadi pincang.  Kesombongan Yakub dipatahkan, sehingga dia hanya dapat bergantung kepada Allah.
Pertanyaan 3:
Benarkah angka 666 itu angka setan? Haruskah saya menghindari angka 666? Misalnya nomor handphone seseorang teman ada angka 666, saya tidak usah meneleponnya?
Jawaban:
Wahyu 13:18 menyebutkan tentang angka 666 sebagai angka antiKristus. Di akhir jaman akan datang antiKristus yang menguasai dunia dan perekenomiannya. Sehingga tidak ada yang bisa bertransaksi jual beli kecuali mempunyai tanda 666 di dahi atau tangan kanannya.
Kalau seorang teman punya nomor hp ada angka 666, dan anda harus menelpon tidak ada masalah, telepon saja.  Juga kalau anda mengantri di bank dan dapat nomor antrian 666, tidak ada masalah.  Tidak usah terlalu takut dengan angka 666, kecuali itu dipakai untuk membuat saudara menjadi pengikut antiKristus.  Sekarang ini memang banyak yang terang-terangan dan sengaja memakai angka 666, entah untuk menunjukkan eksistensi mereka sebagai antiKristus atau sekedar karena ketidaktahuan mereka.  Di Kaos T-SHirt, di sticker mobil, dan sebagainya ada yang memang sengaja menuliskannya.
Yang penting adalah hikmat dari Roh Kudus , supaya kita terluput.

Tahap Bangun Fondasi Lebih Lama

Salam dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus,
Kalau saudara perhatikan proses pembangunan sebuah gedung yang tinggi, maka ada satu hal yang menarik untuk kita pelajari, khususnya tahapan pembuatan fondasi atau dasar bangunan.
Kalau diibaratkan sebuah pohon atau tanaman, maka fondasi pada bangunan itu mirip dengan akar pada tanaman. semakin besar tanaman atau pohon maka akarnya pun, kalau dicek, pasti lebih dalam, batang akarnya lebih besar dan lebih kuat.  Fungsi akar selain untuk mencari air dan sari makanan adalah menopang batang pohon atau tanaman. Itulah sebabnya mengapa begitu susah sebuah pohon besar dan tinggi untuk digoyang atau dicabut dari tanah sebab ada akar yang menopang dan menahannya.
Nah, fondasi bangunan juga demikian.  Semakin tinggi sebuah bangunan, maka fondasinya harus lebih dalam, lebih banyak, dan sudah pasti harus lebih kuat, supaya bangunan di atasnya tidak mudah digoyangkan oleh angin, gempa bumi dan berbagai macam gangguan lainnya, serta dapat menahan beban yang besar.
Proses pembuatan fondasi bangunan yang tinggi memakan waktu yang lama.  setelah fondasi selesai, barulah akan nampak seolah bangunan tersebut cepat sekali dibuat lantai demi lantai, hingga ketinggian yang direncanakan.
Belajar dari fondasi tersebut, dan dianalogikan dengan kehidupan rohani kita, maka ada ciri yang sama. Fondasi iman kita harus kuat dan dalam, supaya kita kuat menghadapi berbagai tantangan iman dalam hidup ini.
Proses membuat fondasi iman kita akan memakan waktu yang cukup lama, jangan hanya sebentar kita baru percaya Tuhan Yesus, lalu kita menganggap diri kita sudah pintar, sudah paham semua dasar-dasar iman.
Namun, pada akhirnya ketika gelombang cobaan datang, kita lenyap tertelan arus dunia ini.
Kolose 2:7 berkata: “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. ”
Bagaimana caranya supaya akar fondasi iman kita menjadi kuat? Baca Alkitab, pelajari Firman Tuhan dan hidup di dalamNya, jadilah pelaku firman sehingga bukan sekedar tahu tapi mengerti benar.
Rasul Paulus mengingatkan supaya orang yang baru bertobat, jangan dulu diberikan pelayanan firman Tuhan. Tetapi orang tersebut harus belajar lebih dalam mengenai dasar-dasar iman, supaya ia menjadi kuat.  Terbukti, di jaman sekarang ini, banyak artis baru bertobat dan petobat baru lainnya, lalu bersaksi dimana mana, bahkan melayani firman Tuhan, tapi tidak lama kemudian mereka kembali pada hidup mereka yang lama. Mengapa? karena akar fondasi mereka tidak kuat di dalam Tuhan.
Terus belajar dan baca Alkitab yang adalah firman Tuhan. Agar hidupmu kuat di dalam Tuhan. Amin.

Tipuan Pengganda Uang

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,

Berita yang sangat mengagetkan baru-baru ini banyak mengisi media di Indonesia, yaitu adanya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang dukun, yang mengaku bisa menggandakan uang.  Dan sangat disayangkan, ada korban yang merupakan dosen salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Mengapa bisa terjadi, orang percaya dengan hal seperti ini?  Padahal kejadian seperti ini bukan yang pertama kali.  Tetangga rumah kakak saya di Tangerang beberapa tahun lalu, juga menjadi korban pembunuhan dari dukun yang mengaku bisa menggandakan uang.

Apapun masalah yang saudara hadapi, jangan sampai kehilangan iman dan hikmat dari Tuhan.  Apa yang ditawarkan oleh dukun dengan cara apapun, apakah dengan kuasa kegelapan ataupun dengan yang lainnya, jangan saudara mengikuti.

Firman Tuhan berkata dalam 1 Timotius 6 ayat 9 :
“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.”

Amsal 23:4 berkata : “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.”

Jelas sekali, motivasi ingin kaya harus ditinggalkan.  Anak Tuhan tidak perlu punya motivasi duniawi seperti ini.  Yang perlu dilakukan hanyalah bekerja dengan sebaik-baiknya, dan soal berkat itu adalah bagiannya Tuhan.

Jika saudara mengalami masalah ekonomi yang berat, janganlah tergoda dengan godaan tipuan iblis.  Tuhan sanggup menolong dengan caranya yang ajaib, sebab Dia adalah Allah yang Maha Kuasa.
Tinggal saudara menunggu waktu Tuhan dengan sabar, dan lakukan bagian saudara dengan baik. 
Berserah dan menyerah kepada Tuhan, dan berdoalah dengan tekun dan terus berharap dengan setia akan pertolongan-Nya.

Kunci dari kebahagiaan hidup bukan terletak pada materi yang banyak, tetapi pada rasa syukur yang kita naikkan.  Adakah kita bersyukur dengan yang kita miliki? 
Jangan pandang dan iri kepada orang lain.  Masing-masing punya berkatnya sendiri.
Kita harus bersyukur karena banyak perkara yang bisa kita nikmati, karena Tuhan memberikan kepada kita karunia untuk menikmati.  Sebab ada orang yang diberi banyak harta benda materi, tetapi tidak bisa menikmatinya.

Bersyukurlah dan jangan tinggalkan iman kepada Tuhan Yesus.
Jika saudara mau ditolong Tuhan, datanglah kepada-Nya, minta Tuhan Yesus masuk dalam hidup saudara, dan percayalah bahwa Dia adalah Tuhan dan juruselamatmu, di dunia ini dan di  dalam kekekalan yaitu sorga.

Naikkanlah doa dari dalam hati saudara yang sederhana, seperti ini:
Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu.  Engkaulah Tuhan, Pencipta langit dan bumi, yang telah datang ke dunia menjadi manusia seperti kami, untuk menebus aku dari dosa. Masuklah dalam hidupku.
Dan tolonglah aku atas setiap masalah yang aku hadapi, berikanlah aku kekuatan dan jalan keluar. 
Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

Bertekunlah dalam doa dan setialah pada Tuhan Yesus. Nantikanlah pertolongan-Nya.  Tepat pada waktunya, dan tidak pernah terlambat, Dia akan menolong saudara.

Tuhan Yesus memberkati saudara! Amin.

 

Ibadah Yang Sejati

Image

Roma 12:1-2 berkata demikian:
“1) Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
2) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Dari ayat ini firman Tuhan mengajar kita tentang apa sebenarnya ibadah.  Dalam bahasa Inggris, ibadah disebutkan dengan kata “worship”.  Worship sendiri mempunyai pengertian menyembah atau beribadah.
Saudara mungkin pernah mendengar pemimpin pujian menyerukan untuk menyembah Tuhan.  Lalu kemudian saudara mengatakan ucapan-ucapan yang mengagungkan Tuhan, atau ucapan syukur kepada Tuhan, dan sebagainya.  Sebenarnya, itu adalah mazmur dan pujian kepada Tuhan, dalam batasan tertentu memang dapat disebutkan sebagai sebuah penyembahan.
Namun, ayat yang baru saja kita baca menegaskan arti ibadah yang sejati.  Dari kedua ayat tersebut, ternyata  ibadah yang sejati melibatkan 2 hal, yaitu:

  1.  Perubahan tingkah laku dan perkataan
    Ayat yang pertama menyebutkan bagaimana kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.  Mungkin saudara bertanya, bagaimana caranya mempersembahkan tubuh kepada Allah?  Caranya ialah dengan menjaga tingkah laku dan perkataan kita sesuai dengan firman Tuhan.  Hidup benar di hadapan Allah sesuai dengan kehendak firman-Nya, merupakan ibadah kita yang sejati.  Hidup kita yang lama sudah mati, hidup kita yang sekarang menjadi korban yang harum bagi Allah.

    2.  Pembaharuan Pikiran di dalam Kristus
Ayat 2 menjelaskan bagaimana kita harus berubah dalam pikiran karena iman
percaya kita kepada Tuhan Yesus.  Setiap orang yang ada di dalam Kristus
adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru
sudah datang.  Jadi, pikiran-pikiran lama sebelum bertobat dan percaya Yesus
sungguh-sungguh, haruslah tidak ada lagi.  Iblis seringkali mencoba untuk
membangkitkan kembali pola pikir masa lalu, mungkin juga memori saudara
atau kenangan akan masa lalu bisa muncul lagi, tapi saudara harus tolak
dengan kuasa Roh Kudus, karena pikiran Kristus yang harus menguasai pikiran
kita.  Hendaklah kita dalam hidup bersama sebagai anak-anak Allah, menaruh
pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.
Apakah kedua hal ini sudah berubah dalam hidup kita?  Ataukah kita masih punya pola pikir lama yang jahat dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan?  Masihkah kita mengeluarkan perkataan yang tidak berkenan pada Allah?  Masihkah kita berbuat yang jahat?
Ibadah bukanlah soal berapa banyaknya saudara pergi ke gereja, tetapi soal pembaharuan pikiran dalam Kristus dan perubahan tingkah laku dan perkataan yang memberkati. Ke gereja perlu, tapi jangan lupa, jadilah pelaku firman.  Berubahlah oleh kuasa Firman Tuhan dan Roh Kudus. Kasihilah Tuhan dan sesamamu manusia.
Berkat dan damai sejahtera Allah Bapa, dan kasih karunia Tuhan Yesus, dalam persekutuan dan penghiburan Roh Kudus menyertai kita semua. Amin.

Belajar Dari Sikap Herodes

ImageSalam sejahtera dalam Kasih Tuhan Yesus,
Firman Tuhan yang akan saya sampaikan adalah untuk semua orang, karena Tuhan Yesus datang bukan hanya untuk bangsa Israel tetapi untuk semua bangsa di muka bumi ini.  Ia mengasihi semua, termasuk saudara yang sedang membaca tulisan ini.

Hari ini saya akan menyampaikan firman Tuhan yang terambil dari Injil Lukas 23:8-11, yang akan saya bagi dalam 3 bagian pembacaan, yang pertama dimulai dari ayat 8, demikian:

“Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.”

Perhatikan dalam ayat ini, betapa girangnya atau senangnya Herodes ketika melihat Yesus. Penyebabnya jelas disebutkan adalah karena sudah lama ia ingin melihat Yesus.  Nah, Mengapa Herodes ingin melihat Yesus, ada 2 sebab yaitu: pertama, karena ia sering mendengar tentang Yesus, dan kedua, ia mengharapkan melihat suatu tanda dari Yesus.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, motivasi Herodes untuk berjumpa Tuhan Yesus kelihatannya wajar dan manusiawi.  Kalau kita mendengar berita tentang seseorang yang begitu terkenal dan bisa membuat suatu mujizat, pastilah kita ingin bertemu dengannya dan bahkan ingin melihat mujizat dibuat di depan mata kita.

Tapi itu bukanlah motivasi yang benar untuk berjumpa Tuhan Yesus.  Jangan saudara kaget dan heran hanya dengan mujizat-mujizatNya, Tapi saudara perlu bertanya: siapakah Yesus sebenarnya?  Dan seharusnya sampai pada kesimpulan bahwa Dial ah Tuhan yang harus kita sembah dan agungkan.  Kita harus datang kepadanya dengan sukacita karena Ia adalah Allah, pencipta langit dan bumi serta segala isinya.

Apa motivasi saudara percaya Tuhan Yesus? Apakah karena mendengar kabar2 tentang Yesus? Apakah karena saudara ingin mengalami suatu mujizat dalam hidup saudara? Ok, tidak masalah memang berharap mujizat, tapi motivasi yang benar untuk percaya Tuhan Yesus adalah karena Dia adalah Tuhan yang maha kuasa, yang harus kita sembah.  Penting sekali, kita punya motivasi yang benar untuk percaya, karena ini merupakan dasar yang akan membuat kita tetap teguh beriman atau tidak. 

Mari kita baca ayat selanjutnya, Lukas 23:9, demikian:

“Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.     Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.”

Disini diceritakan bahwa Herodes banyak bertanya pada Yesus, tetapi Yesus tidak menjawabnya.  Malah, di saat bersamaan, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat memberikan tuduhan-tuduhan yang berat pada Yesus.

Ada tahapan dalam hidup kita, dimana kita bertanya dan meminta pada Tuhan Yesus soal ini dan itu.  Mungkin ketika saudara menghadapi masalah, lalu saudara datang pada Tuhan melalui doa, dan saudara meminta kepada Tuhan, tapi kemudian saudara merasakan sepertinya Tuhan Yesus tidak menjawab doa saudara.  Seolah-olah Tuhan berdiam diri dan membiarkan saudara,  saya tekankan disini kata seolah-olah, sebab sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan dan tidak pernah meninggalkan kita.

Ada saat dimana kita merasa seperti sendiri tanpa pertolongan Tuhan, dan kita merasa waktu berjalan begitu lambat dan masalah yang ada seperti tak habis-habisnya.  

Atau ada saat dimana saudara hidup dalam berkat yang berlimpah, semua baik-baik saja, kebutuhan saudara terpenuhi, dan nampaknya saudara mengalami kehidupan doa yang begitu hambar, yang nampaknya seolah tidak ada respon dari Allah.  Saudara sebagai orang yang berkecukupan dalam materi, merasa semua berjalan sesuai dengan logika, dan nampaknya tidak ada mujizat dalam hidup saudara.  Perhatikan baik-baik, seringkali kemewahan dan kecukupan materi membuat kita tidak mengalami persekutuan yang erat dengan Tuhan.  Sementara orang-orang lain, punya begitu banyak kesaksian mujizat dan pertolongan Tuhan, hidup saudara justru kelihatannya seolah tanpa mujizat dan tanpa sesuatu yang ajaib.  
Sadarilah bahwa sebenarnya hidup saudara yang begitu diberkati, juga merupakan salah satu mujizat Tuhan buat saudara.  Tuhan Yesus ada dan berbicara kepada saudara dengan penuh kasih dan kelembutan.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ketika saudara berdoa dan nampaknya seolah Tuhan berdiam diri, seolah tidak ada jawaban, kondisi itu diperparah lagi dengan adanya orang-orang di sekitar saudara yang menjelek-jelekkan Tuhan Yesus, mengumpat dan meragukan kuasa Tuhan.  Para pengejek Tuhan ada di sekitar saudara.  Ini harus saudara hindarkan dari hidupmu, jangan sekumpulan dengan para pencemooh dan pengejek, supaya saudara tidak terkontaminasi dengan pemikiran dan ketidakpercayaan mereka.

Perhatikan ayat yang barusan kita baca, Herodes bertanya banyak hal tapi Yesus berdiam diri, Sementara itu, para imam dan ahli Taurat menuduh Yesus dengan macam-macam tuduhan yang berat.

Saudara bertanya dalam doa pada Tuhan, itu suatu yang baik, tetapi kalau saudara belum terima jawaban Tuhan, bersabarlah dan bertekunlah dalam doa-doa saudara.  Jangan biarkan cemoohan dan ejekan orang-orang lain di sekitar saudara, melemahkan iman dan membuat kendur ketekunan saudara dalam doa.

Bagian ketiga yang akan kita baca adalah dari Lukas 23:11, demikian:

“Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.”

Apa yang terjadi dengan Herodes, yang semula begitu girang dan senang ketika bertemu Tuhan Yesus?  Lihatlah ayat ini, ketika pertanyaannya tidak dijawab, Herodes malah menista dan mengolok-olok Tuhan Yesus.  Bahkan menghina Tuhan Yesus dengan memakaikan jubah kebesaran kepada-Nya.  Ini adalah suatu penghinaan akan keagungan Tuhan dan posisinya sebagai Raja segala raja.

Saudara yang dikasihi Tuhan, apakah ketika doa-doamu nampaknya seolah tidak dijawab Tuhan, saudara akan berbalik dari iman? Apakah saudara akan berubah setia kepada Tuhan Yesus?  Apakah masalah yang kelihatannya belum ada solusinya, membuat saudara memaki-maki Tuhan Yesus? Menghina dan mempersalahkan Tuhan?  Apakah saudara akan tetap percaya dan setia atau meragukan kuasa Tuhan dan murtad dari iman?

Saudara yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus, Menjadi orang percaya kepada Tuhan Yesus, butuh keteguhan dan kesetiaan.  Saudara mungkin diperhadapkan dengan masalah, tapi iman saudara harus tetap kuat di dalam Dia.

Ingatlah apa yang terjadi pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang tertulis dalam kitab Daniel.  Ketika mereka akan dilemparkan kedalam dapur api, mereka berkata:

“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Dalam kata lain, ditolong atau tidak ditolong Tuhan, kami tetap akan percaya kepada Tuhan. Inilah yang harus menjadi prinsip iman kita.  Percaya kepada-Nya di segala waktu dan keadaan. 

Tuhan Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup, Dia ada sebelum dunia dijadikan, Dia adalah Allah sendiri. Dan Dia adalah firman yang menjadi manusia dan diam di antara kita.

Bukan Tuhan tidak sanggup melepaskan dan menolong kita, tetapi bila saudara mengalami saat-saat dimana seolah-olah tidak ada jawaban Tuhan, tetaplah setia. 

Saya percaya Tuhan Yesus tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan kita, sebagaimana firman-Nya dalam Ibrani 13:5,       

      “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau  dan
       Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan
engkau.”

Setialah dan bersukacitalah dalam segala keadaan! Haleluya, Tuhan Yesus memberkati saudara!

Kesalahan Eli Yang Harus Kita Hindari

Image
Siapakah Eli? Ia adalah seorang Imam Bait Allah di Yerusalem, yang melayani Allah seumur hidupnya.  Keturunan imam adalah orang-orang yang mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk pelayanan kepada Allah untuk menjadi perantara antara umat dengan Allah.  Penugasan ini adalah datangnya dari Allah sendiri, dan merupakan gambaran akan Yesus Kristus sebagai Imam yang kekal, yang menjadi perantara antara Allah Bapa dengan manusia umatNya.  Dengan darah-Nya sendiri, Yesus Kristus masuk ke dalam tempat kudus Allah dimana Ia bersemayam untuk selamanya.
Kisah tentang Imam Eli dapat kita baca dalam Kitab Nabi Samuel yang pertama dimulai dari pasal pertama.  Sebagaimana diketahui, tugas keimaman merupakan tugas yang turun temurun, demikian juga tugas keimamam Eli, oleh karena umurnya yang sudah lanjut, maka tugas sebagai imam diturunkan kepada kedua anaknya, Hofni dan Pinehas. (1 Sam. 1:3).  Namun Eli tetap sebagai imam senior di tempat tersebut.  Eli adalah pemimpin.
Namun, Hofni dan Pinehas berlaku jahat di mata Tuhan.  Mereka yang seharusnya menjaga hidup kudus, malah berlaku najis di hadapan Allah dengan berbuat zinah dan melakukan bermacam pelanggaran.
Sergio Scataglini menuliskan dalam bukunya “12 pelanggaran”, demikian:
“Eli tidak memiliki kekuatan moral untuk menghadapi kejahatan anak-anaknya dengan keras.  Karena kelemahannya sendiri, ia jatuh ke dalam tiga pelanggaran.  Ketiga pelanggaran tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap keefektifan kepemimpinannya, bukan hanya terhadap anak-anaknya, tetapi juga atas bangsa Israel.
Kesalahan-kesalahan ini akan mempengaruhi kepemimpinan siapapun yang tidak menangani kejahatan dengan keras, yang muncul dalam kehidupan orang-orang yang ia pimpin.  Kita harus menghindari tiga kesalahan ini berapa pun besar resikonya.
Salah satu kesalahan Eli adalah: Ia terlalu bertoleransi.
Eli mengizinkan orang-orang tak bermoral terlibat dalam pelayanan.  Hofni dan Pinehas melayani di bait Allah, namun mereka melakukan dosa seksual di pintu keluar kemah pertemuan!  Hati nurani mereka begitu tumpul sehingga mereka jatuh ke dalam dosa perzinahan di hadapan Allah dan umatNya!  Kesalahan Eli adalah bahwa ia mentoleransi hal tersebut.  Ada saat-saat dimana hamba Tuhan harus mengucapkan teguran.”
Sebagai seorang pemimpin, apalagi dalam pelayanan, harus punya keberanian dan ketegasan untuk menegur sikap yang tidak benar.  Kepekaan rohani terhadap kebobrokan moral orang-orang yang dipimpin, harus dimiliki dengan mengasahnya melalui doa dan persekutuan dengan Tuhan.
Eli dikatakan telah sangat tua, namun usia lanjut seharusnya bukanlah penghalang untuk tetap menjadi tegas dan mendisiplin yang tidak benar.  Kasih harus ada, namun teguran pun merupakan bukti kasih, sebab teguran akan menyelamatkan seseorang dari jalan yang sesat.
Jangan terlambat memberikan nasehat.  Seorang ayah dan ibu, haruslah jadi yang pertama dalam mendidik anak-anak untuk hidup benar dan takut akan Tuhan. Jangan biarkan sikap pengabaian-pengabaian terhadap kesalahan-kesalahan kecil, membuat saudara pada akhirnya terjebak dalam situasi sulit yang membuat saudara susah untuk menegur dan mendisiplin.
Kesalahan Imam Eli harus menjadi pelajaran buat para orangtua, hamba Tuhan dan pemimpin, untuk melakukan tugas pembimbingan yang benar sesuai kehendak Tuhan. Toleransi terhadap kejahatan merupakan dosa.  Tetapi teguran yang nyata adalah bukti kasih kita yang akan membawa pada hidup kekal.
“Jika kita mendidik anak-anak dalam jalan yang dikehendaki Tuhan, maka pada masa tua, kita akan menjadi orang-orang yang berbahagia, karena keturunan kita menjadi orang-orang yang takut akan Tuhan dan berhasil dalam hidupnya.”
 

Resep Hidup Sehat

hidup-sehat-olahragaSewaktu sehat seringkali kita gak menyadari bahwa betapa berbahagianya kita karena bisa sehat. Itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa buat kita.
Sewaktu sakit, biasanya kita baru sadar kalo sehat itu ternyata harus disyukuri. Dan harus kita hargai juga dengan cara menjaga hidup kita sesuai kehendak Tuhan.
Bagaimana resep hidup sehat menurut Firman Tuhan? Apakah ada arahan atau petunjuknya? jelas ada.
Berikut ini saya bagikan sebagai berikut:
1. Jangan lupa beribadah.
Tuhan menyuruh kita untuk menyembah dan beribadah kepadaNya serta merayakan hari Tuhan secara khusus satu hari dalam seminggu. Itulah sabat bagi Tuhan.(Kel.20:1-8, Maz.100:2, Ibr.10:25)
2. Jangan lupa istirahat dari bekerja.
Jangan bekerja terus tanpa istirahat. Tuhan mau kita beristirahat untuk kebaikan kita juga. Sebab selama 6 hari kita bekerja dan satu hari yang lain adalah untuk beristirahat. Dalam satu hari juga ada 24 jam, tapi bukan semuanya untuk bekerja, harus dipakai seimbang untuk bekerja, untuk keluarga, dan beristirahat.
3. Jangan lupa makan
Biasanya orang kalau sudah sibuk kerja, bisa sampai lupa makan. Akibatnya tubuh fisik menjadi lemah karena kekurangan zat gizi yang diperlukan, sehingga gampang terkena penyakit karena tidak fit.
Nabi Elia, diberi makan oleh Tuhan di bawah pohon arar supaya dia punya kekuatan fisik yang cukup, sehingga ia sanggup berjalan sangat jauh. (1 Raj. 19:5,7). Jadi, jangan lupa makan yang cukup ya dan yang pasti harus bergizi.
4. Jangan lupa tidur
Semakin modern semakin larut jam tidur orang. Ini gak boleh terjadi sama kamu, karena meskipun acara tv begitu menarik, tapi mata dan tubuhmu perlu tidur. Dengan tidur, tubuh kita akan mengalami pemulihan. Kekebalan tubuh juga makin kuat. Stamina tubuh juga kembali normal. Tuhan Yesus juga tidur, karena dalam keadaannya sebagai manusia, dia mengalami juga kelelahan karena pelayanan yang padat. Alasan apapun, apakah pekerjaan ataupun pelayanan, jangan membuat kita mengabaikan yang satu ini, tidur. Karena ini juga suatu yang dibuat oleh Tuhan sendiri. Bukan suatu yang bertentangan dengan Firman Allah.
5. Jangan stress
Kuatir, pusing dengan berbagai masalah dan persoalan hidup, apakah itu ekonomi, pekerjaan, rumah tangga, jangan sampai membuat kita menjadi stress dan bahkan depresi. Kuatir mungkin muncul, tapi segera datang pada Tuhan Yesus, berdoa minta kekuatan dan serahkan semua kekuatiran kita padaNya, karena Ia yang memelihara hidup kita. (1 Pet. 5:7). Gak usah kuatir tentang apapun juga, bahkan matipun adalah sebuah keuntungan dalam Tuhan Yesus.
6. Bersukacitalah senantiasa
Ini sudah harus jadi kebiasaan sebagai orang Kristen. Karena Roh Kudus yang ada dalam hidup kita telah memberikan sukacita yang berlimpah. Bersukacita juga memerlukan kemauan diri kita pribadi untuk melakukannya. Maukah anda bersukacita? Kalau kamu mau, maka sukacitamu pasti akan melimpah. (1 Tes. 5:16)
7. Jangan lupa berolahraga atau bermain.
Tapi jangan bermain game, bermainlah sesuatu yang membuat tubuh anda bergerak, sebab bermain membuat pikiran kita menjadi senang. Sama seperti masa anak-anak, yang suka bermain, mereka selalu riang gembira. Orang dewasa juga butuh bermain, entah itu olahraga, pingpong, futsal, atau permainan luar ruangan lainnya. Apalagi bila bermain bersama keluarga, istri/suami dan anak-anak, akan menambah rasa senang dan gembira. Berjalan kaki pagi atau sore hari juga baik buat tubuh.
Demikianlah 7 point resep untuk hidup sehat menurut Firman Tuhan.
Kalau anda mengalami sakit, berdoalah, dan percayalah Tuhan pasti akan menolong dan menyembuhkan saudara. Sebab penyakit kita dan penderitaan kita telah dipikul dan ditanggung olehNya, dan oleh bilur-bilurNya kita telah menjadi sembuh. Amin.
Tuhan Yesus memberkati saudara semua!

Mujizat Dalam Yesus

Matius 8:17 berkata bahwa Hal itu terjadi supaya genaplah yang dikatakan nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita”.
Ayat ini berbicara tentang Yesus Kristus yang disalibkan. Orang-orang mengira bahwa Dia kena kutuk dan tulah sehingga mati tergantung di atas kayu salib. Padahal ini merupakan karya keselamatan dan pembebasan Allah dari dosa, maut, hukuman kekal, dan kelemahan serta sakit penyakit.
Yesua harus ditinggikan di atas salib sebagaimana Musa meninggikan ular di padang gurun, dan yang memandang padanya mengalami kesembuhan. Yohanes 3:14 berkata: “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan.”
Sehingga semua yang memandang pada salib Kristus dalam arti beriman kepadaNya, akan beroleh keselamatan kekal, dibebaskan dari segala kutuk dosa dan maut kekal, dan mengalami kesembuhan dari segala sakit penyakit serta penderitaan.
Bila saudara mau percaya pada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan juruselamatmu, berdoalah secara pribadi dan katakan bahwa engkau percaya kepada Tuhan Yesus. Roh Kudus akan menolong saudara untuk menjalani kehidupan sebagai orang percaya.
Untuk bimbingan percaya Yesus, silahkan klik link bagian atas “Bagaimana Percaya Yesus”.
Tuhan Yesus memberkati saudara.