Tahukah saudara?
Dari seluruh umat Bangsa Israel yang keluar dari perbudakan Mesir selama kurang lebih 430 tahun, hanya 2 orang saja yang berhasil masuk ke tanah yang dijanjikan Allah?
Diperkirakan ada kurang lebih 2 juta orang Israel yang keluar dari Mesir, namun hanya 2 orang yaitu Yosua dan Kaleb yang berhasil masuk ke tanah Kanaan, tanah perjanjian itu. Bahkan Musa pun, nabi yang dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa Israel, tidak bisa masuk ke sana. Dia hanya dapat melihatnya dari jauh.
Lalu, siapakah orang-orang yang masuk ke tanah Kanaan, bersama dengan Yosua dan Kaleb?
Mereka adalah keturunan yang dilahirkan oleh orang-orang Israel di padang gurun.
Mengapa mereka gagal masuk? Penyebabnya adalah (1 Korintus 10:6-10):
1. Menginginkan yang jahat
2. Menyembah berhala
3. Melakukan percabulan
4. Mencobai Tuhan
5. Bersungut-sungut
Akibat dari sikap mereka yang jahat, murka dan hukuman Allah menimpa dan membinasakan mereka.
Mereka mati bukan karena sudah tua atau lanjut usia, tetapi karena penghukuman Allah akibat kejahatan mereka.
Biarlah kita menjadi orang-orang yang berhasil keluar dari perbudakan dosa, dan berhasil masuk ke tanah perjanjian yang kekal yaitu surga yang mulia. Tuhan Yesus sudah menebus kita dan memimpin kita ke jalan kehidupan yang menuju surga, Yerusalem baru. Lakukanlah yang baik dan setialah kepada Tuhan Yesus.
Memulai Dengan Doa

Tuhan Yesus berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Markus 14:38)
Beberapa hal penting dari ayat ini adalah:
1. roh penurut, tetapi daging lemah.
Sifat kedagingan manusia cenderung ingin memuaskan hawa nafsunya. Itulah sebabnya, kita harus hidup dalam roh bukan dalam daging. Yaitu hidup menuruti keinginan roh dan bukan menuruti keinginan daging.
2. Karena kecenderungan kedagingan yang lemah, maka manusia dapat jatuh ke dalam pencobaan.
Jatuh dalam pencobaan hanya ada satu penyebabnya: karena hidup menuruti hawa nafsu dan keinginan daging.
Kita harus membenci dosa dan menjauhkan diri dari dosa. Sikap kompromi terhadap dosa akan membuka celah bagi kita untuk jatuh dalam dosa.
3. Agar tidak jatuh dalam pencobaan, kita harus berjaga-jaga dan berdoa.
Tidak ada cara lain untuk terhindar dari kejatuhan dalam pencobaan, selain berjaga-jaga dan berdoa kepada Tuhan.
Mengatasi Kemiskinan – Gereja Yang Melakukan Misi

Kemiskinan di dunia masih begitu tinggi. Lalu apa dan bagaimana peran gereja Tuhan?
Peran gereja sebagai bagian dari Kerajaan Tuhan dalam karya-Nya adalah menanamkan pengajaran, manfaat, fungsi bagi anggota jemaat serta masyarakat sekitarnya. Gereja dan orang Kristen, baik ke dalam dan keluar selalu menghadapi orang-orang miskin, baik secara jasmani dan rohaninya yang miskin, tidak mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan penyelamatnya. Pandangan gereja harus seimbang terhadap segala hal, termasuk melihat kemakmuran dan melihat kemiskinan, keduanya tidak dapat dipisahkan. Semua masyarakat, semua negara menghadapi keduanya. Untuk menjadi kaya semua tidak mungkin, untuk menjadi miskin semua juga tidak mungkin, karena dipengaruhi oleh banyak faktor, dari faktor pribadi orangnya sampai pada kehendak Tuhan.
Adapun secara umum penyebab kemiskinan diantaranya:
-
Kemalasan.
-
Kebodohan dan pemborosan.
-
Bencana alam.
-
Kejahatan, misalnya dirampok
-
Genetik dan dikehendaki Tuhan, baik genetik orang tua, tempat lahir, keadaan orang tua yang miskin, misalnya orang lahir di daerah minus, telah berusaha supaya rohaninya baik, setia, dsb, namun disebabkan faktor genetiknya, maka orang tersebut menegaskan ini kehendak Tuhan. Solusinya diperlukan keseimbangan yang kaya terhadap si miskin, daerah perkotaan terhadap pedesaan atau terpencil, artinya memerlukan empati dari banyak orang kaya untuk berperan mengatasi kemiskinan, sedangkan kemiskinan hanya dapat ditekan, namun sulit mengusahakan agar tidak ada orang yang miskin, sebabnya banyak sekali, antara lain: jumlah penduduk yang besar, pengangguran yang banyak, tingkat pendidikan yang rendah, kebodohan, persaingan hidup dalam meraih kekayaan yang semakin kuat, yang mengakibatkan timbulnya kalangan miskin di tengah masyarakat dan negara.
Peran gereja dan masyarakat Kristen adalah memberi solusi mengatasi kemiskinan, sifatnya menekan, mengurangi jumlahnya, supaya jangan semakin membesar, ini memerlukan pendidikan, ketrampilan, uluran tangan si kaya untuk modalitasnya, membuka lapangan kerja, memberikan pelatihan ketrampilan untuk mendapatkan uang. Di tengah masyarakat, problem kemiskinan didapati disemua daerah dan karena kesulitan akibat tingginya harga berbagai kebutuhan dan rendahnya pendapatan masyarakat, maka kemiskinan seperti lingkaran setan, sulit diatasi, namun dapat dikurangi, dan menanamkan sikap rajin, tekun, ulet, trampil, mau kerja keras, dan jangan lupa iman kepada Tuhan.
Jangka Pendek dan Panjang
Kita sebagai anggota gereja haruslah melihat langkah jangka pendek dari jangka panjangnya, jangka panjang adalah mengurangi kemiskinan, namun jangka pendek di mana kita melihat kemiskinan di depan mata kita, lalu apa peran gereja atau orang Kristen terhadap kemiskinan? Apakah hanya simpati, atau hanya menonton, baik di depan mata juga lewat media? Gereja dan orang Kristen harus berperan aktif dalam menekan angka kemiskinan, memberikan ketrampilan, menyekolahkan, memberikan modal usaha, memberikan pekerjaan, dsb.
Jangka pendeknya seperti dalam 2 Korintus 8:14 kelebihanmu mencukupkan kekurangan mereka, artinya orang miskin, kekurangan selalu ada di sepanjang zaman, yang dibutuhkan adalah uluran tangan dalam jangka pendek untuk meringankan beban si miskin. Dan bila gereja dan orang Kristen “cancut tali wondo” disemua daerah mau bangkit dan membangun jembatan kaya – miskin, maka peran gereja semakin kuat dan masyarakat akan melihat empati gereja atau orang Kristen dan oleh kuasa-Nya jalur ini akan dapat dipakai-Nya untuk penginjilan, sehingga dapat memenangkan banyak jiwa baru, mereka percaya kepada Tuhan Yesus dan hidupnya diubahkan menjadi semakin baik.
Pandangan-Pandangan Alkitab Pada Kemiskinan
- Patahkan Titik Kelemahan
Kekuatan diri dikembangkan, namun titik-titik kelemahan dihancurkan, kelemahan itu misalnya, malas, sembrono, ceroboh, tidak terampil, kurang pendidikan dll. Soal malas dapat dilihat dalam Amsal 6:6-11, kemalasan mengakibatkan kemiskinan, namun ini hanya salah satu sebab. Masih ada lagi penyebab kemiskinan yang lainnya, misalnya: boros, tidak terampil, kejahatan, genetik dan kehendak-Nya dll. Namun yang penting mari kita cari solusinya, khususnya Hamba Tuhan bisa terampil mengkonseling jemaatnya, mencari penyebab kemiskinan serta mencarikan jalan keluarnya, sehingga dapat menekan kemiskinan, meningkatkan taraf hidup dan penghasilan jemaat semakin bertambah naik.
- Perwujudan Tuhan Yesus
Di dalam Matius 25:34-40 maka kita diperhadapkan kepada empati untuk yang lapar, haus, telanjang, sakit, orang asing, dan orang terpenjara. Artinya orang miskin selalu ada di depan kita di manapun juga kita hidup, tetapi masalahnya, bagaimana empati kita? Saat kita manghadapi seperti di dalam Matius 25:34-40? Kita tutup mata, lipat tangan atau kita segera ambil bagian untuk melakukan perintah Tuhan ini, dan gereja atau orang Kristen telah bertahun-tahun diajar Matius 25:34-40 ini, namun seberapa jauh kita taat atas perintah Firman Tuhan ini? Begitu banyak orang Kristen yang cukup dan yang kaya, namun seberapa banyak mereka ambil bagian dalam ketaatan (Matius 25:34-40)?
- Kunci Mengalami Kelimpahan
Banyak pengkhotbah mengkhotbahkan bagaimana menemukan kunci sukses, namun terlalu sedikit yang mengkhotbahkan Amsal 11:25 yang menyatakan siapa banyak memberi akan diberi kelimpahan. Firman Allah ya dan amin. Banyak memberi ada dua penafsiran, Pertama, diartikan memberi dengan nilai besar, misalnya Rp 10 juta dll, sampai milyaran. Kedua, banyak diartikan berulang-ulang memberi sehingga jumlahnya banyak, banyak dalam makna perkalian, meski nilainya kecil atau tidak besar seperti pada yang pertama. Adanya orang miskin sesungguhnya supaya ada kesempatan bagi banyak orang percaya mengalami kelimpahan dari Tuhan dengan mau memberi banyak, banyak memberi. Amsal 11:25 juga untuk membangun jembatan kaya dan miskin, perkotaan dan pedesaan, pedalaman. Sebab secara umum perkotaan memang beda secara materi dengan pedesaan dan pedalaman. Di pedesaan dan pedalaman ada banyak faktor penyebab kemiskinan, misalnya: pendidikan, kurangnya ketrampilan, transportasi sulit, lapangan pekerjaan sangat sedikit, lahan pertanian sudah tandus, hutan sudah gundul, bencana alam banjir dll. Sehingga masyarakat perkotaan yang berkecukupan selayaknya mengulurkan tangan untuk mencukupkan kesulitan masyarakat miskin.
- Menjadi Penanggung Sesama
Makna ini di dalam Kekristenan memiliki fungsi yang mendalam, yaitu fungsinya menolong sesamanya, bahkan dalam Hukum Kasih di dalam Matius 22:37-40 bagaimana wujud mengasihi sesamanya itu? Apa cukup hanya diucapkan saja? Pastilah tidak, wujudnya ialah menanggung sesamanya dalam kesulitan mereka. Amsal 6:1 menjadi penanggung sesamanya. Lihatlah sekitar kepada yang kesulitan:
-
Mungkin ada orang butuh modal yang tidak terlalu besar, dan Anda sesungguhnya dapat menolongnya, kerjakan itu …
-
Mungkin ada orang yang sakit tidak punya uang untuk berobat, dan Anda sesungguhnya dapat menolongnya.
-
Anda kelebihan sembako dan ada banyak orang tidak dapat makan, mengapa tidak membagi sembako Anda? Begitu banyak masyarakat terkena busung lapar, mengapa? Padahal begitu banyak orang kaya, bahkan hidup dalam dugem (dunia gemerlap), mobil mewah, mobil lebih dari satu.
-
Kesimpulan dan Penutup
Marilah komunitas gereja atau orang Kristen semakin berempati kepada kemiskinan, menurunkan kemiskinan, berpartisipasi aktif dalam mengulurkan tangan membantu si miskin. Tuhan Memberkati. Amin.
Diambil dari:
Gema Kalvari, Edisi 67, Mei-Juni 2006, Sumadi Adikusuma, hal. 3-7.
Peduli Pada Yang Miskin dan Menderita

Mengapa di dunia ini ada kemiskinan? Apa respons anak-anak Tuhan terhadap orang-orang yang miskin?
Tuhan Yesus sendiri berkata: “Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu,…” (Yohanes 12:8a), tentu menjadi perhatian dan pertanyaan kita mengapa ini bisa terjadi dan mengapa Allah membiarkannya? Bukankah Tuhan memelihara setiap ciptaan-Nya?
Kita tidak perlu mempersalahkan orang-orang yang miskin, oleh karena mempersalahkan mereka tidak akan membantu sama sekali. Tetapi berusaha bersimpati dan berempati terhadap pergumulan serta penderitaan mereka haruslah menjadi yang utama.
Allah adalah pemelihara ciptaan-Nya. Dia yang menciptakan semua dan Dia juga yang bertanggungjawab atas kelangsungan hidup ciptaan-Nya, terlebih lagi manusia yang dibuat-Nya serupa dan segambar dengan-Nya.
Lalu mengapa ada kemiskinan? salah satu sebabnya adalah mereka ada untuk menguji semua orang, orang kaya dan miskin di sekitar mereka, apakah kepedulian masih ada atau tidak? sebab tanpa kasih tidak mungkin ada kepedulian, tanpa kepedulian tidak mungkin ada tangan yang terulur.
Tuhan Yesus berkata bahwa Ia memberikan kabar baik kepada orang-orang miskin. Kata miskin yang digunakan dalam perkataan tersebut bermakna miskin sebenarnya yaitu miskin materi. Dengan demikian, Tuhan Yesus menunjukkan dengan nyata bagaimana ia sangat mengasihi orang-orang yang miskin dan peduli dengan penderitaan mereka.
Orang-orang Kristen di dunia, tidak semuanya hidup dalam kecukupan pangan, sandang dan papan. Masih banyak yang hidup kekurangan makanan, pakaian dan tidak punya tempat tinggal. Kebutuhan-kebutuhan hidup yang semakin membesar jumlahnya, membuat mereka sulit bahkan untuk hidup dengan sangat sederhana.
Menjadi orang percaya kepada Tuhan Yesus, bukan saja ditunjukkan dengan suara pujian lagu melalui mulut kita, tetapi juga melalui uluran tangan kasih kita kepada mereka yang miskin dan menderita. Lihatlah sekeliling, ada begitu banyak orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita. Sebagaimana Abraham diberkati untuk memberkati, maka kita yang percaya Tuhan Yesus pun demikian, karena itulah panggilan kita, yaitu supaya kita menjadi berkat.
Yakobus 2:15-17:
“Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
“Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan, tetapi orang yang menutup matanya akan sangat dikutuki.” Amsal 28:27
“Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.” Amsal 11:25
Pemuda Berlapis Baja
Waktu seperti sekarang ini, pemuda haruslah pemuda yang berlapis baja.
Pemuda perlu berlapis baja pada:
Bibirnya – untuk melawan cicipan pertama akan rasanya minuman keras
Telinganya – untuk tidak mendengarkan kata-kata kotor dan yang tidak patut
Tangannya – Untuk tidak berbuat salah
Hatinya – Untuk melawan ketidakhormatan dan kesangsian, ketidakjujuran dan kejahatan
Kakinya – Untuk tidak pergi bersama teman-teman yang nakal
Matanya – Untuk tidak melihat gambar-gambar pornografi
Lidahnya – Untuk tidak berbicara yang jahat, gosip dan fitnah
Pemuda Kristen yang mengenakan baju zirah kebenaran lebih aman daripada sebuah negara yang memiliki armada dan kapal perang berlapis baja.
Anak-Anak Di Mata Tuhan

Seorang guru sekolah minggu bertanya kepada murid-muridnya tentang pada saat berumur berapa seorang anak barulah boleh menyerahkan dirinya kepada Tuhan.
Seorang anak perempuan berkata: “Kalau ia telah berumur tiga belas tahun.”
Yang lain mengatakan kalau anak itu telah berumur “sepuluh tahun”, yang lain “enam tahun.”
Untuk beberapa saat semua anak-anak terdiam lalu tiba-tiba seorang anak yang terakhir berkata: “Seorang anak dapat menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan diterima Tuhan ialah pada saat ia mengenal siapakah Allah itu.” (William J. Hart D.D)
Pendeta P.P Blis mengadakan pengakuan umum tentang penerimaannya akan Yesus Kristus pada waktu ia berumur 12 tahun sekalipun sebenarnya sejak kecil telah terlihat bahwa ia telah mengalami pembaharuan hati.
Spurgeon pernah berkata bahwa kebanyakan anggota-anggota jemaat yang berdedikasi dalam gerejanya menerima Kristus waktu berumur delapan tahun. Di antara orang-orang Moravia, anak-anak dididik dan dilatih dalam kekristenan sejak awal masa hidup mereka, sehingga mereka dapat mengingat kebenaran yang telah diajarkan pada waktu mereka memulai kehidupan keagamaannya.
Banyak orang di dalam gereja, yang menjadi pengurus gereja, bahkan pendeta, yang seringkali merendahkan iman seorang anak kecil. Mereka menganggap bahwa anak kecil tidak mungkin dapat beriman. Tapi ingatlah apa yang dilakukan Tuhan Yesus ketika anak-anak dibawa datang kepada-Nya. Ia menerima mereka dan berkata kepada semua orang untuk tidak menghalangi anak-anak datang kepada-Nya.
Tuhan Yesus adalah seorang Guru Besar yang menunjukkan simpati sejati kepada anak-anak. Pada waktu Ia mengatakan: “orang-orang yang seperti inilah yang empunya kerajaan surga,” maka itu adalah suatu kenyataan.
(B. Malingkas)
Are You Tired?
Do you feel your life is so hard? And through it you feel tired ?
The Lord Jesus said : ” Come to Me , all you who are weary and heavy laden , I will give you rest . (Matthew 11:28).
All humans feel the struggle in this life , whether it’s the poor and the rich , it’s just different struggles situation . Some are struggling with economic issues and private households , some people wrestle with issues of family harmony , husband or wife asked for a divorce , communication no longer exist properly and it seems that love have become stale , some people struggle with his/her mate , when my mate met with me, who will be my mate, or whether I will have a soul mate?
Some are struggling with employment issues , some have no job , some have good job but bored with his job , some people already have a great job and salary but contrary to his conscience , some are still designing his work in his mind.
There are more people struggling because they feel there is no problem . People who feel everything is good , adequate , and yet it seems there is something missing in his life . And they try to continue to seek peace , but they don’t find it , trying to find an answer but still remains a question mark.
Some are struggling with sickness problems . Why did I get sick like this ? When will I be healed from my sickness? And so many questions.
Some are struggling with family problems , daughter , brothers , sisters , parents , and so on . Everyone has their own each struggles.
If it were so , comes the stage where the mind begins to ” chaotic ” and ” disturbed ” to a desire to die and some even want to commit suicide.
Humans can live without eating and drinking for some days , but more than that, people can not live without hope. That’s why Jesus said , ” Come to Me , all who weary and heavy laden.”
Why did God say that? Because He knows that we are living a life full of struggles . The Lord Jesus knows because he is omniscience, all-knowing , but not only just knowing , He also had his own experience how to live as a human being , because the transcendent God has become immanent God , He became flesh, and dwelt among us . He understands our feelings , thoughts and desires. He understands and knows everything . He knows our suffering , He also felt it all. He is not only God who knows but He is the God who understands .
Be strength in your hope to The Lord, do not be disappointed and demoralized . There’s always hope in the Lord . Because His Word says : My plan for you is a plan for peace . And His words says that there is still tomorrow for you , and your hope will not be lost . You have the answer in Jesus. Come to Jesus and be refreshed and strengthened by Holy Spirit.
Live your life with gratitude and joy, because that’s how we can have power of the Holy Spirit . Without the gratitude and rejoicing, our lives will be tiring . Already tired from work and tired by many activities, and you also do not give thanks , it would add more tired to your life.
Rejoice in all the circumstances . Because there is hope in the Lord Jesus . (BT)
Jangan Salahkan Siapa-Siapa
Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orangtuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.”
(Yohanes 9:3)
Bila ada kesulitan datang dalam hidup kita, kita sering mencari “kambing hitam”, diakui atau tidak diakui. Begitu juga bila ada teman kita yang mengalami kesulitan atau ada yang lahir cacat, maka kita akan bertanya siapa yang salah, apa penyebabnya dan berbagai macam pertanyaan yang menyalahkan. Bahkan terkadang kita juga menyalahkan diri sendiri, bila suatu masalah terjadi.
Tapi ayat di atas, dalam konteks sakit penyakit kebutaan yang dialami oleh seorang tunanetra kala itu, Tuhan Yesus jelas menyatakan bahwa bukan karena kesalahan orang itu dan bukan pula karena kesalahan orangtuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia.
Firman Tuhan dalam 1 Petrus 4:12 mengajar kita supaya kita jangan heran akan suatu penderitaan karena semua orang percaya memang harus menanggung penderitaan karena Kristus. Bahkan, ayat 13 menyatakan bahwa kita harus bersukacita dengan apa yang kita alami, meskipun itu sebuah penderitaan, supaya kita juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Tuhan Yesus menyatakan kemuliaan-Nya.
Jadi bila kita mengalami kesulitan atau masalah, jangan cepat-cepat menyalahkan seseorang, atau diri sendiri, atau bahkan menyalahkan Tuhan, jangan saudara, dan jangan kecewa, karena Tuhan pasti punya maksud yang indah di balik semua itu.
Roma 8:28 berkata: “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Kiranya kita senantiasa kuat dalam penderitaan Kristus, dan tetap bersukacita. Jangan salahkan siapapun. (CJ)
Jaga Hati
“Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
Matius 13:8
Setiap kita pasti ingin bila menanam benih, benih itu bertumbuh dan berbuah banyak. Syaratnya hanya satu yaitu kita menanam benih itu di tanah yang baik dan subur. Nah, agar supaya tanah itu menjadi subur, tentu ada proses yang harus dikerjakan, yaitu kita harus mengolah tanah itu dengan baik supaya tidak keras, tidak ada semak duri, dan tidak ada batu-batu.
Bila tanah disini berbicara hati dan benih berbicara tentang Firman Tuhan, maka kita harus mengolah dan menjaga hati kita supaya menjadi tanah hati yang subur bagi Firman Tuhan untuk bertumbuh di dalamnya. Amsal 4:23 berkata: ” Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”
Kita harus menjaga hati kita dari kebencian, pahit hati, dendam, tidak mau mengampuni, dan segala macam kejahatan. Kita harus datang pada Tuhan Yesus, minta ampun, dan minta kuasa Roh Kudus untuk mengubahkan hati kita sehingga Firman Tuhan bisa bertumbuh dengan lebat dan berbuah banyak dalam tingkah laku hidup sehari-hari. Dengan demikian hidup kita akan menjadi berkat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Amin. (CJ)
Pilot Dan Mesin
Tentu kita masih ingat kecelakaan pesawat penumpang Sukhoi super jet 100 yang sedang uji terbang di Indonesia, dan berakhir dengan jatuhnya di Gunung Salak. Seluruh penumpang dan crew pesawat termasuk pilot menjadi korban. Banyak orang kaget karena peristiwa ini, dan berduka atas meninggalnya rekan dan kerabat mereka.
Menurut penelitian KNKT, sebuah lembaga yang berwenang untuk menyelidiki penyebab kecelakaan transportasi di Indonesia, mengatakan bahwa Pilot saat itu mengabaikan peringatan dari sistem TAWS di pesawat yang berfungsi memperingatkan bila ada bahaya di depan.
TAWS memberi suara: “Terrain ahead pull up” diikuti dengan enam kali peringatan suara “Avoid terrain” (hindari medan). Namun, bukannya merespon peringatan itu dengan baik, pilot justru mematikan alarm TAWS tersebut karena menganggap alat itu bermasalah. Akibatnya fatal bagi pilot dan mereka semua di dalam pesawat, karena terjadi kecelakaan parah sesudahnya. Kondisi cuaca saat itu buruk dan pilot tidak dapat melihat apa-apa di depannya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, kadangkala hidup kita seperti seorang pilot dalam pesawat yang sedang terbang dalam cuaca yang buruk dan pekat. Dan dalam situasi buruk tersebut, kita tidak dapat melihat apa-apa, kita hanya berjalan menurut perasaan dan pikiran kita. Terkadang pikiran dan perasaan kita berusaha memberitahukan untuk melakukan ini dan itu, padahal kita punya satu instrumen alat yang dengan pasti memberitahukan apa jalan-jalan kita. Instrumen kita itu adalah Alkitab.
Alkitab memberitahukan kita: “Jangan kuatir!“, tapi kita dipenuhi kekuatiran. Alkitab berkata:”berdiam dirilah dan nantikanlah Tuhan!“, tapi kita tidak sabar untuk menanti pertolongan-Nya, lalu kita salah langkah dan mengacaukan semuanya.
Alkitab bukan sekedar berisi kata-kata kosong, tetapi Alkitab adalah Firman Allah yang berbicara dan hidup dalam kita.
Mungkin perasaanmu sedang ‘down‘, kecewa, putus asa, lalu berbagai pikiran sesat mulai memenuhi pikiranmu, dan engkau merasa harus begini harus begitu, harus melakukan yang ini dan itu, padahal ada Alkitab di dekatmu. Ambillah Alkitab itu, berdoalah minta Tuhan membimbing saudara, dan bacalah Alkitab dengan penuh percaya, dengarkanlah teguran-Nya, dengarkanlah firman yang menguatkan saudara, introspeksilah kesalahan dan mohon pengampunan Tuhan. Mintalah Tuhan menghapuskan semua kekecewaan dan kekuatiran yang ada. Mintalah Dia masuk dalam hidupmu dan memimpin hidupmu ke jalan yang Tuhan kehendaki.
Ingatlah, bahwa dalam “cuaca yang begitu buruk” dalam hidup, kita memiliki satu instrumen yang selalu memberikan jawaban dan arahan yang pasti, Alkitab yang adalah Firman Tuhan, yang akan membawa hidup kita ke dalam kebahagiaan dan damai sejahtera serta berkat Allah. (BT)

