Apa Yang Ditabur Itu Yang Akan Dituai

Apa yang ditabur, itu yang akan dituai:
1) Orang yang memiliki kebiasaan buruk, tidak akan menuai karakter yang baik
2) Orang yang  suka iri hati dan benci, tidak akan menuai kasih dan persahabatan
3) Orang yang berpikiran jahat, tidak akan menuai kehidupan yang bersih
4) Orang yang suka berbuat salah, tidak akan menuai kehidupan yang benar
5) Orang yang berbuat jahat, tidak akan bebas dari konsekuensi kejahatannya
6) Orang yang mabuk-mabukan, merusak tubuhnya,
7) Orang yang suka bersekongkol jahat, tidak akan sukses
8) Orang yang tidak setia, suatu saat akan mengalami penghianatan,
9) Orang yang tidak jujur, tidak akan memiliki integritas
10) Orang yang suka berkata kotor, tidak akan menuai perkataan bersih
11) Orang yang tidak menghormati orang lain, juga tidak akan dihormati oleh orang lain
12) Orang yang suka menipu, tidak akan mendapat kepercayaan
13) Orang yang suka kotor, tidak akan menuai kebersihan
14) Orang yang tidak dapat menguasai diri, tidak akan mengalami ketenangan
15) Orang yang masa bodoh dan tidak peduli, tidak akan mendapatkan penghargaan
16) Orang yang malas, tidak akan mendapatkan tanggungjawab dan peran dalam kehidupan sosial
17) Orang yang kejam, tidak akan mendapat kebaikan
18) Orang yang boros akan mengalami bangkrut
19) Orang yang pengecut, tidak akan menuai keberanian
20) Orang yang suka merusak barang milik orang lain, harta bendanya akan tak terlindungi
21) Orang yang serakah dan pelit, tidak akan menuai kemurahan hati
22) Orang yang tidak menghormati persekutuan dengan Tuhan, tidak akan kuat dalam pencobaan
23) Orang yang melecehkan Alkitab, tidak akan mengalami pimpinan Tuhan dalam hidupnya.
– James Nankivell –
Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6:7)

Pujian Membawa Mujizat

Nats Alkitab:
“Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan mrmainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya.” (1 Samuel 16:23)
Ketika Saul dikuasai  roh jahat, maka Daud memainkan alat musik maka Saul menjadi nyaman dan roh itu undur daripada Saul.                          Daud pasti tidak hanya asal memainkan alat musik,tapi dia sedang bermazmur  memuji Allah yang dia sembah. Sebab kalau tidak, mustahil roh jahat yang menguasai Saul bisa undur daripada Saul.        
Kita lihat bagaimana kuasa di dalam pujian yang dinaikkan kepada Allah,setan tidak tahan sehingga dia undur,dia lari dari Saul. Daud biasa bergaul dengan Allah, Alkitab berkata 7 x dalam sehari Daud memuji muji Allahnya.
  
Kita harus menyadari ketika kita memuji Allah kita yang Ajaib dengan sungguh maka Allah disenangkan,dan kuasanya bekerja melalui pujian itu,sehingga kita merasa sukacita yang luar biasa bahkan ketenangan dan kenyamanan. Kita merasa diberkati luar biasa,kesesakan hilang, dukacita diganti dengan damai sejahtera. Hati yang galau cemas penuh ketakutan dan kekuatiran diganti dengan kenyamanan, ketenangan.
 
Mari kita puji Allah kita Yesus Kristus dengan sungguh,apapun keadaan kita, amat terlebih ketika kesusahan datang menghimpit kehidupan kita,Yesus akan beri kita kelepasan dan damai sejahtera dalam DIA, amin.
(Chris M. Johannes)

Potensi Kecil Dapat Dipakai Allah Untuk Perkara Besar

Nats Alkitab:
Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”
(Yohanes 6:9 )
Dalam pemikiran manusia banyak perkara dibatasi dengan logika, akan tetapi tidak demikian dengan Allah.
Potensi yang kecil dapat dipakai Allah untuk mengerjakan perkara-perkara yang besar. Kemustahilan diubahkan menjadi suatu mujizat, sebab bagi Tuhan tak ada yang mustahil.
Ayat diatas berada dalam satu perikop yang berjudul “Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang”.  Dalam peristiwa itu, tidak ada para pelayan yang bekerja mengadon tepung untuk membuat roti. Biasanya dalam sebuah pesta, pihak catering service akan menjadi sangat sibuk dan membutuhkan banyak pembantu dalam menyiapkan makanan.  Berbeda dengan Tuhan Yesus, Ia tidak perlu orang untuk membantunya menyiapkan makanan untuk 5000 orang. Sebab Ia maha kuasa dan sanggup melakukan segala sesuatu.
Apa yang ada disitu saat itu hanyalah lima roti dan dua ekor ikan. Mari kita perhatikan disini bahwa banyak kali kita mengabaikan potensi-potensi kecil dalam hidup kita, bahkan banyak orang yang menganggap dirinya tidak bisa apa-apa. Memang mungkin kita begitu kecil dan tidak berdaya namun ingatlah bahwa bila Allah ada bersama kita maka kita diubahkan menjadi pribadi yang luarbiasa dan mampu melakukan segala perkara.
Apakah ada Tuhan Yesus dalam hidup saudara? Ataukah saudara sedang meninggalkan Yesus karena ragu. Mungkin saudara sedang bimbang karena berbagai situasi yang nampaknya sulit. Pandanglah Yesus yang sanggup dan mampu, jangan pandang dirimu yang tidak mampu. Tuhan Yesus sanggup menolong kehidupan saudara.
Seberapapun kecilnya kekuatan kita dapat dipakai Allah untuk melakukan sesuatu yang besar. Marilah serahkan semua kepada Tuhan dan Ia akan mengubahkan hidup kita menjadi mulia. 
Jalan buntu Dia ubahkan menjadi terusan,
Gunung tinggi Dia ratakan menjadi pijakan,
Benteng kokoh Dia hancurkan menjadi terobosan,
Kelemahan Dia ubahkan menjadi kekuatan,
Yang rendah Dia angkat menjadi tinggi,
Yang mustahil Dia jadikan tidak mustahil,
Segala sesuatu di tangan-Nya berubah dan dipakai-Nya untuk menolong dan memberkati setiap anak-Nya.
Percayalah selalu kepada Tuhan Yesus dan andalkan Dia dalam segala hal.
Tuhan Yesus memberkati! Amin.

Tampilan Baru Tukang Sihir

Suatu studi antropologi di Temple University membahas dan mempelajari segala sesuatu tentang sihir.  Sang dosen, Dr. Lucy Gatrretson, berkata bahwa “gambaran tentang penyihir di Amerika telah berubah secara drastis.”  Dia menunjukkan bahwa dalam berbagai cara, ilmu sihir atau sihir telah menjadi sesuatu yang dihormati.  Penyihir juga sudah tidak berpenampilan seperti cerita-cerita dimana dia bertampang jelek dan menakutkan, atau seperti perempuan tua bertopi panjang dan lebar dengan sapu dan gagang yang ia pegang.
Sebaliknya, para penyihir telah berubah dalam penampilan dan berperan layaknya seorang pebisnis dan juga lulusan universitas.  Banyak dari penyihir itu yang berprofesi sebagai ahli penyembuhan herbal, ahli penyembuhan alternatif, dan orang-orang yang berprofesi sebagai psikiatris dan penyembuh iman.
( Pastor’s Manual )
Mari kita berhati-hati dengan berbagai fenomena yang ada di sekeliling kita dengan terus bersandar dan meminta hikmat pimpinan Roh Kudus supaya tidak terjerumus ke dalam praktek sihir atau menjadi korban karena kesalahpamahan dan ketidakmengertian.  Carilah Tuhan maka kamu akan hidup. Jangan terlalu bergantung dan mengutamakan mujizat-mujizat, melainkan bergantung dan utamakan Tuhan saja.
“Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, ” (2 Tesalonika 2:9)

Hati Yang Baru Si Opung

Ada seorang napi yang sudah tua dan dipanggil “Opung” oleh yang lain.  Kesaksian hidupnya membuat kita menyadari bahwa Tuhan begitu mengasihi setiap orang dan Ia hendak menyelamatkan semua dari dosa dan maut.
Opung sudah berumur 76 tahun tapi masih sehat dan hal itu sangat disyukuri olehnya.  Ia bersaksi bahwa dulu ia hanyalah seorang yang beragama tapi tidak sungguh-sungguh mengenal Tuhan Yesus Kristus.  Kehidupannya tidak sesuai dengan kehendak Firman Allah. Maka, ia sangat bersyukur karena di dalam penjara ia dapat mengenal Tuhan lebih dalam.
Keluarganya belum ada yang mengunjungi, namun ia dapat merasakan kasih Tuhan dan indahnya persekutuan bersama napi yang lain dalam ibadah.  Tahun yang lalu, ia dibaptis di sebuah kolam ikan yang ada di dalam Lapas.  Dan ia hidup dalam sukacita pertobatan.  Ini semua terjadi oleh karena kasih karunia Tuhan.
Setiap orang yang telah menjadi percaya kepada Kristus memiliki hati yang baru dan kehidupan yang baru di dalam Tuhan.
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. (Yehezkiel 36:26)

Bersyukur Masuk Penjara

Ada yang berbeda hari ini, ketika saya berbincang dengan seorang napi di sebuah lapas di Bandung.  Ia menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba.  Tapi uniknya dia bukanlah pemakai atau pun pengedar narkoba.  Dia hanyalah korban akibat tipu daya temannya sendiri.  Suatu hari ia dititipkan sebuah bungkusan.  Ia tidak tahu apa isi bungkusan itu, hanya diberi tahu bahwa itu adalah tembakau yang bikin mabuk.  Karena kepolosannya ia menerima saja titipan temannya itu di kamar kosnya.
Tidak lama kemudian, muncullah petugas kepolisian dan menggeledah seluruh kamar kos.  Di saat itulah, petugas menemukan bukti bungkusan berisi ganja di kamarnya. Dan dengan bukti itu, ia tidak bisa berbuat apa-apa meskipun sudah berargumen dengan polisi.  Bukti ganja itu menjadi alasan kuat bagi petugas untuk menangkapnya.
Sekarang ia sedang menjalani masa hukuman di dalam penjara, tapi yang luar biasa adalah ia bisa mengucap syukur kepada Tuhan Yesus karena hal ini.  Ia mengatakan bahwa dulu hidupnya kacau dan tidak punya tujuan, tetapi sekarang ia mengerti dan lebih mengenal Tuhan Yesus yang memberikannya arti kehidupan.
Kepada temannya yang telah memperdayainya, ia tidak merasa dendam dan malah sudah mengampuninya. Ini adalah suatu tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh seorang yang telah dijamah hatinya oleh kasih Tuhan.
Karya Roh Kudus bekerja kepada para napi, dan di dalam penjara mereka justru menemukan Tuhan dan menjadi pribadi yang diubahkan bagi kemuliaan Tuhan.
Dalam setiap keadaan, marilah kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan, meskipun mungkin hal itu sulit untuk dilakukan karena situasi hidup yang susah, menderita atau teraniaya.  Tuhan menghendaki agar kita selalu mengucap syukur kepada-Nya dalam segala perkara. Marilah naikkan syukur, berikanlah pengampunan kepada orang-orang yang bersalah, dan teruslah belajar mengenal Tuhan lebih dalam.
Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 136:3)

Takkan Berhenti Sampai Akhir

Nubuatan dan khotbah tentang akhir jaman telah menimbulkan respon berbeda pada tiap-tiap orang.  Salah satu respon tersebut diantaranya adalah: “Berhenti dari pekerjaan dan segala aktifitas sambil menunggu kedatangan Tuhan atau akhir jaman terjadi.”
Tahun 1991 sempat gencar terdengar adanya seseorang yang meramalkan akan terjadinya akhir jaman pada tahun itu, yang menyebabkan salah seorang teman SMA memutuskan untuk berhenti sekolah dan menunggu kedatangan Tuhan.
Pada tahun 2003 yang lalu, muncul suatu yang disebut sekte kiamat yang dipimpin oleh Mangapin Sibuea.  Mereka diajar bahwa Tuhan Yesus akan datang pada tanggal 10 November 2003.  Karena hal itu, mereka semua yang percaya menjual semua harta benda mereka, tanah dan rumah, serta berhenti dari pekerjaan dan studi.
Ketika ternyata yang dikatakan oleh bapak Sibuea tidak terjadi, mereka menjadi stress dan trauma karena sudah meninggalkan dan menjual segala sesuatu.
Kedatangan Tuhan memang akan segera terjadi, namun tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan pasti tanggal dan harinya.  Meresponi kedatangan Tuhan dan akhir jaman, bagaimana sikap yang benar? Apakah meninggalkan segala aktifitas kita, dan berhenti dari segala rencana pekerjaan?  Menjual semua harta dan rumah serta tanah yang dimiliki? Berhenti dari studi pendidikan?
Ayat Alkitab di dalam Kejadian 8:22 berkata: “Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”  Makna dari ayat ini adalah bahwa menantikan akhir jaman itu bukan berarti kita duduk berpangku tangan dan berhenti dari segala rencana dan pekerjaan serta pelayanan.
Kita harus berjaga-jaga dan tetap memiliki “minyak” seperti yang dikatakan Tuhan Yesus dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana. Tapi hal ini bukan berarti bahwa kita berhenti dari segala sesuatu dan hanya menantikan kedatangan Tuhan dan akhir jaman itu.
Tetaplah bekerja, melayani dan lanjutkan setiap rencana yang dibawa di dalam Tuhan.  Karena selama bumi masih ada, takkan berhenti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.  Dan berjaga-jagalah, lakukan yang baik dan hidup benar dalam kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Istri Yang Cakap

Kriteria istri yang cakap menurut Alkitab:
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.
1. Suaminya percaya kepadanya dan beruntung
Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
2. Berbuat baik dan tidak jahat kepada suami sepanjang umurnya
Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
3. Senang bekerja
Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.
Ia serupa kapal-kapal saudagar, dari jauh ia mendatangkan makanannya.
4. Rajin
Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
5. Pandai berinvestasi dan melihat peluang
Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.
6. Sigap dan selalu aktif untuk hal yang baik
Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.
Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.
Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.
7. Murah hati kepada yang miskin dan menderita
Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.
8. Punya rencana dan strategi perlindungan buat keluarga
Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.
9. Suaminya dihormati karenanya
Ia membuat bagi dirinya permadani, lenan halus dan kain ungu pakaiannya.
Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.
Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.
10. Bersukacita menyambut hari depan
Pakaiannya adalah kekuatan dan kemuliaan, ia tertawa tentang hari depan.
11. Bertutur kata yang baik
Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya
12. Mengawasi rumah tangga
Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya.
13. duhormati dan dipuji oleh suami dan anak-anaknya
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:
Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua.
14. Takut akan Tuhan
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
(Amsal 31:10-31)

Arti Nama Paulus

Rasul Paulus dulu bernama Saulus.  Sebelum ia menerima kasih karunia Allah, ia adalah seorang yang taat menjalankan perintah agama, dengan menganiaya dan membunuh orang-orang Kristen. Tapi, setelah Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dalam perjalanan ke Damsyik, ia mengalami perubahan total.
Saulus berasal dari bahasa Ibrani, sah-ool’ atau Shaul, yang artinya “Yang Diinginkan”, atau “Yang didoakan”. Namun, kemudian, Saulus berganti nama menjadi Paulus yang berasal dari bahasa Yunani, Paulos, yang artinya “kecil” atau “rendah hati”.
Perjumpaan dengan Kristus telah membuat Saulus merasa dirinya begitu kecil dan ia sadar bahwa ia harus merendahkan hati dan diri di hadapan Tuhan.  Semua prestasi dan kehidupan masa lalu bukan lagi merupakan kebanggaan, tetapi pengenalan akan Kristus lah yang merupakan hal yang sangat berharga.
Jika Paulus menjadi berubah total dalam hidupnya, maka kita pun hendaknya mengalami perubahan total dalam kehidupan kita, menjadi baru di dalam Kristus.  Kita ini kecil di hadapan-Nya dan dengan demikian haruslah kita rendah hati selalu, karena semua hanya oleh anugerah-Nya.
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20)

Pelukis Yang Menjadi Pendeta

Pendeta Tucker dari Uganda dulunya adalah seorang pelukis. Bagaimana ceritanya dia bisa menjadi seorang pendeta?
Suatu kali, dia sedang melukis sebuah gambar.  Dalam gambar itu ada seorang wanita miskin yang berpakaian tipis di cuaca yang dingin.  Ia tidak mempunyai mantel untuk dipakai.  Di dadanya, ia mendekap bayinya yang mungil dengan erat dan penuh kasih.  Wanita ini sedang berjalan tanpa arah tujuan karena ia adalah seorang tunawisma yang tak punya tempat tinggal.  Lukisan itu menggambarkan suasana malam dingin yang gelap dengan cuaca berangin yang dingin, dan wanita itu dengan bayinya berjalan di sebuah jalan yang sepi.
Sementara, Tucker sedang melukis dan lukisannya semakin menuju penyelesaian akhir, tiba-tiba, Tucker melemparkan kuasnya dan berkata: “Daripada saya melukis orang yang sedang menderita dan terhilang, lebih baik saya pergi kesana dan menyelamatkan mereka.”  Tucker kemudian pergi ke Afrika dan melayani Tuhan disana.
Bila Pendeta Tucker tergerak menjadi seorang pelayan Tuhan oleh karena suatu gambaran penderitaan dan kehilangan dari jiwa-jiwa, maka patut kita bertanya pada diri sendiri, “Apakah gambaran yang telah mendorong diri saya untuk menjadi seorang hamba Tuhan?”  Apakah gambaran tentang kesuksesan, kemewahan dan ketenaran? Ataukah gambaran tentang penderitaan, kehilangan, kemiskinan dan kebinasaan jiwa-jiwa?
Apa yang memotivasi kita untuk melayani Tuhan? Apa motivasi kita mengikuti Dia?
Marilah instrospeksi diri kita dan perbaiki motivasi pelayanan kepada-Nya.
Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”  (Matius 8:20)

Maukah kita mengikuti dan melayani Dia dengan kerelaan yang sungguh?