Jaminan Penuh

Saya mempunyai sebuah polis asuransi
Tertulis dalam darah Anak Domba
Dimeteraikan oleh Salib Yesus
Dapat menjamin dimanapun saya berada!
Perusahaan asuransi ini tidak akan pernah bangkrut,
Diikat dalam perjanjian oleh Allah yang janjinya pasti,
Setiap perkataan dalam kontraknya adalah benar-benar terjamin,
Tepat seperti apa yang tertulis.
Saya tidak harus mati dulu untuk menerima jaminan asuransi ini,
Tidak ada premi yang harus saya bayarkan,
Hal yang harus aku lakukan hanyalah tetap memegang janji-Nya,
dan berjalan dalam jalan kudus-Nya.
Tidak ada kolektor yang akan menelpon,
Karena semuanya sudah dibayar di atas Kalvari,
Asuransi ini menjamin hidup dan mati saya,
dan berlaku sampai kekekalan.
-H.H. Hover –
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, (Efesus 1:7)

Bersikap Seperti Daud Terhadap Pemimpin

Nats Alkitab:
Daud menyanyikan nyanyian ratapan ini karena Saul dan Yonatan,anaknya,dan ia memberi perintah untuk mengajarkan nyanyian ini kepada bani Yehuda; itu ada tertulis dalam Kitab orang jujur. (2 Samuel 1:17)
Kita tahu bahwa ketika Saul hidup dia mengejar Daud dan berusaha membunuh Daud. Sampai hanya untuk membunuh seorang Daud, Saul membawa 3000 orang tentaranya,dan itu membuat hidup Daud tidak aman. Kemanapun Daud pergi, Saul dan pasukannya selalu mengejar dan mengikuti untuk menangkap dan membunuh Daud. Dengan berbagai cara Saul tidak pernah berhenti mengejar dan mengancam hidup Daud.
Suatu waktu ada kesempatan bagi Daud untuk melumpuhkan Saul, bahkan dua kali Daud mendapat kesempatan itu, tetapi Daud tidak melakukannya.  Daud sangat menghormati Saul. Dia merasa tidak pantas membunuh orang yg diurapi TUHAN, dia takut akan TUHAN.
Ketika Saul mati, Daud tidak besorak penuh kemenangan, tetapi Alkitab katakan bahwa Daud dan pengikutnya menangis berdukacita. Bahkan Daud membuat nyanyian ratapan karena kematian Saul dan Yonatan, bahkan dia perintahkan supaya lagu itu diajarkan kepada bani Yehuda.
Suatu sikap yg luar biasa dilakukan Daud, dia tidak dendam kepada Saul walaupun karena Saul hidupnya menjadi tidak nyaman. Kasih yg tulus dia nyatakan, dia lakukan untuk Saul dan anaknya dan dia perintahkan juga kepada anak buahnya.                 
Bagaimana dengan kita? Sering kali kita melakukan sebaliknya, kita bersorak karena orang yg menyakiti kita jatuh dalam masalah, kita berkata ‘puas’, ‘rasain lu’, itu akibatnya dan kata-kata menghujat lainnya. Firman TUHAN berkata jangan balas kejahatan dengan kejahatan, tapi balaslah kejahatan dengan kebaikan. Kalau pipi kirimu ditampar berilah juga pipi kananmu. Pembalasan hanyalah haknya TUHAN.
Kita sering kali gagal dalam hal ini,kita suka menghakimi,  kita suka menghujat orang yang bersalah terhadap kita, kita membenci dan kita tidak mau kenal lagi orang tersebut. Bahkan terhadap orang2 yg diurapi TUHAN pun demikian. Firman TUHAN berkata doakanlah orang-orang yang sudah membimbing kita dalam hal-hal rohani, juga doakanlah para penguasa atau pemimpin negri.
Mari kita lakukan apa yang sudah dilakukan oleh Daud. Tuhan Yesus memberkati! Amin.
(CMJ)

Tak Ada Yang Mustahil

Di sebuah persimpangan jalan, nampak ada sebuah billboard atau papan reklame besar yang berisi tulisan agak menggelitik, sebab tiap orang yang membaca umumnya akan tersenyum atau tertawa lebar.   Isi tulisannya menyiratkan realita keberadaan orang-orang yang menganut pemikiran seperti tulisan itu.  Ada yang tidak tapi banyak yang tanpa sadar mempunyai pola pikir demikian.  Bahkan mungkin kita termasuk di antara yang pro pada tulisan tersebut.
Tulisan itu adalah: “Tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin.”
Tulisan ini berisi dua buah pernyataan, pertama adalah pernyataan percaya bahwa tidak ada yang mustahil. Tapi pernyataan kedua, berisi pernyataan kebimbangan atas pernyataan pertama, yang dinyatakan dengan kata “Mungkin.”
Kalimat lain dari tulisan tersebut adalah: “Mungkin tidak ada yang mustahil.”  Jadi, orang yang berpikiran demikian sebenarnya tidak punya pendirian iman.  Kepercayaannya tidak kokoh, labil, dan mudah luntur.
Berbeda dengan tulisan tersebut, Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil dan segala sesuatu mungkin.  Di dalam Markus 9:23 tertulis perkataan Tuhan Yesus: “Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!”  Dan di dalam Lukas 1:37 tertulis: “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Percayalah kepada firman-Nya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah dan bagi orang yang percaya kepada-Nya! Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Satu Pintu Di Bahtera Nuh

Pada suatu pagi, ketika pintu bahtera terbuka, orang-orang dapat melihat sepasang burung rajawali terbang di langit.
Tapi di bawah, di atas tanah, nampak pula berbagai binatang yang berjalan berpasangan, sepasang ular, sepasang bekicot, dan sepasang ulat juga turut menuju ke bahtera.
Ada banyak binatang darat yang datang berpasangan menuju bahtera, begitu juga burung-burung di udara datang berpasangan. Tapi hanya ada satu pintu masuk untuk mereka semua. Satu pintu yang akan membawa keselamatan. Burung-burung harus turun menuju ke pintu itu, dan binatang darat harus naik ke pintu itu untuk masuk ke dalam bahtera.
Keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga kecuali di dalam nama Yesus Kristus yang membawa hidup kekal.
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Satu Dalam Iman

Dalam pelayanan di penjara, saya melihat dan merasakan kesatuan para napi sebagai umat Tuhan.  Tidak ada istilah saya dari gereja ini atau itu, semua warga binaan dalam penjara mengikuti kegiatan ibadah dalam satu kesatuan. Mereka secara bersama-sama bernyanyi, berdoa, memuji Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan dan saling mendoakan serta memperhatikan satu sama lain.  Tidak ada istilah denominasi, merk gereja, siapa gembalanya dan hal-hal lainnya, semuanya satu membaur dalam satu iman.
Di luar penjara, kenyataan yang berbeda justru nampak.  Meskipun satu iman, tapi tembok gereja telah memisahkan orang-orang percaya. Merk dan denominasi gereja, gembala dan pemimpin rohani telah menjadi pemisah antara orang-orang beriman.
Hal ini sangat memprihatinkan karena seharusnya tidak demikian.  Tuhan Yesus menghendaki agar kita menjadi satu.  Tidak boleh kita saling membedakan satu dengan yang lain apalagi membenci satu sama lain hanya karena perbedaan denominasi. Kita semua satu tubuh di dalam Kristus, dan setiap kita punya posisi sebagai anggota-anggota yang mempunyai fungsi berbeda tapi dalam satu tujuan dan dibawah satu kepala yaitu Kristus.
Marilah kita saling mengasihi satu sama lain sesama anak Tuhan karena Dia sendiri tidak membeda-bedakan tetapi menerima siapapun kita. Jangan memandang ras, suku atau bahasa, denominasi dan sebagainya, tapi terimalah setiap perbedaan dan nyatakan kasih satu sama lain dengan menunjukkan kepedulian dan perhatian nyata.
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. (1 Korintus 12:13)

Waktu-Nya Tepat

Ratapan 3:26 berkata: “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”
Waktu Tuhan tidak terlalu cepat, tidak begitu lambat tapi TEPAT pada waktunya dan ukurannya sesuai dgn KEBUTUHAN kita!
(Pdt. Mecky Lengkey)

Janji Tuhan Itu Murni

Kemurnian bermakna mulia, tidak terkontaminasi, bersih, suci dan tulus.
Ayat Alkitab dalam Mazmur 12:7 berkata: “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Hal ini bermakna bahwa janji Tuhan itu merupakan suatu kepastian.  Bila Tuhan berjanji maka Ia pasti akan menepati.
Apakah janji-janji Tuhan? Ada begitu banyak janji-Nya bagi kita. Keselamatan, kehidupan kekal, pemeliharaan, pertolongan, penyertaan dan segala kebaikan serta kasih karunia yang indah.
Bagaimana kondisi dan perasaan saudara saat ini? Mungkin saudara sedang mengalami saat-saat pergumulan atau masalah yang sulit.  Mungkin saudara sedang menantikan terwujudnya suatu rencana di masa depan. Bila Tuhan sudah berjanji maka Ia tidak akan mengingkari. Bila Ia telah membuka jalan, maka Tuhan pula yang akan menyelesaikan sampai akhirnya.
Jalan-jalan-Nya sempurna melebihi apa yang dapat kita pikirkan dan doakan. Percayalah, janji Tuhan itu murni, pertolongan-Nya itu pasti. Amin.

Garuda Di Dadaku Malaysia Di Perutku

Kehidupan warga Pulau Sebatik sungguh unik. Meskipun mereka termasuk warga negara Indonesia namun untuk soal kebutuhan makan mereka lebih sering mencari di Malaysia. Jauhnya pusat belanja Indonesia dari lokasi tempat tinggal mereka,menyebabkan banyak penduduk Pulau Sebatik pergi ke Malaysia untuk membeli kebutuhan pokok.Karena hal tersebut, warga disana mempunyai suatu istilah “Garuda di dadaku, Malaysia di perutku.”  Sungguh memprihatinkan.
Istilah tersebut sangat menarik untuk dicermati kita semua, apalagi bila dijadikan bahan perenungan dalam kehidupan kerohanian kita sehari-hari.
Adakalanya realita menunjukkan bahwa ada orang yang mendua hati dalam iman.  Dalam hati beriman kepada Tuhan, tapi kalau soal urusan perut imannya tertuju kepada yang lain, “Iman di dadaku, dunia di perutku.”
Ada 3 fakta dalam realita hidup rohani:
1) mengaku beriman pada Tuhan, tapi mencari uang dengan cara melakukan dosa.
2) mengaku beriman pada Tuhan, tapi dalam hal ekonomi percaya kepada yang lain, seperti mitos dan kepercayaan lain
3) mengaku beriman pada Tuhan tapi dalam praktek hidupnya melakukan ritual dan tradisi kepercayaan penyembahan berhala
Tuhan berjanji untuk memenuhi segala kebutuhan kita, sekali lagi, segala kebutuhan kita. Jadi, kita harus sungguh-sungguh percaya akan kuasa pemeliharaan Allah dan tidak menduakan Allah dengan hati yang bimbang dan bercabang.
Percayalah bahwa Allah akan selalu menyediakan semua yang kita perlukan dengan cara-Nya yang ajaib.  Tetaplah teguh beriman kepada Tuhan Yesus Kristus dan jangan goyah karena berbagai situasi tantangan.
“Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)

Kasih Setia Tuhan Kekal

Seberapa besarkah kasih setia Tuhan kepada manusia ciptaan-Nya? Firman Tuhan berkata bahwa kasih dan setia-Nya tak terbatas dan kekal adanya.
Apakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan? Tidak ada. Segala situasi apapun tak dapat memisahkan kita dari kasih-Nya.
Kasih-Nya telah ditunjukkan oleh-Nya dengan kesediaan-Nya menjadi manusia dengan meninggalkan tahta-Nya. Ia bahkan rela mati bagi penebusan dosa semua manusia.
Ingatlah selalu akan kasih setia-Nya yang besar dan sadarilah betapa Allah mengasihi kita.
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Mazmur 100:5)

Ragu Ragu Atau Yakin

Nats Alkitab:
Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. (2 Timotius 2:4)
Di sebuah pusat pendidikan pasukan khusus Angkatan Bersenjata, ada sebuah tulisan di depan pintu gerbang masuk: “Jika anda ragu-ragu, lebih baik pulang saja!”  Tulisan ini menyatakan suatu ketegasan akan pilihan. Tidak boleh ada sedikitpun keraguan dalam memilih menjadi seorang prajurit.
Tulisan tersebut selaras dan sejalan dengan prinsip dalam mengikuti dan melayani Kristus. Ibarat seorang prajurit terhadap komandannya, demikian pula setiap orang yang beriman dan mau mengikuti Tuhan Yesus harus memiliki totalitas. Totalitas dalam melayani tanpa harus memikirkan diri sendiri, tanpa kebimbangan dan kekuatiran. Sebuah totalitas tanpa mempertanyakan kenapa dan bagaimana, tetapi hanya ketaatan dalam menjalankan setiap perintah-Nya.