You Are Not Alone
Mengenal Penguasa Sorga
Dalam kitab Injil Matius 28, Tuhan Yesus mengatakan bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya. Artinya adalah bahwa Yesus Kristus sebagai Penguasa Sorga. Bila kita mau masuk sorga, maka kita harus mengenal Sang Penguasa Sorga itu.
Mengenal Yesus berarti melakukan perintah-Nya. Hal ini diungkapkan oleh Tuhan Yesus Kristus yang juga menekankan bahwa mereka yang mengasihi Dia, juga akan melakukan apa yang Yesus lakukan.
Mengenal bukan sekedar mengenal, akan tetapi mengenal dan sampai ke level sebagai sahabat karena iman kita kepada Kristus. Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita bukan lagi hamba, melainkan sahabat-Nya.
Marilah mengenal Yesus Kristus dan percaya kepada-Nya, maka jaminan keselamatan sorgawi akan diberikan kepadamu, dari sang Penguasa sorga.
Berjalan Bersama Penguasa
Sebelum naik ke surga, Tuhan Yesus berkata kepada para murid bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya.
Pesan ini memberikan arti yang sangat dalam bukan saja bagi para murid namun bagi setiap orang percaya. Makna apa saja yang dapat kita ambil dari perkataan Kristus ?
1. Jangan takut menghadapi hidup kini dan nanti.
Kuasa Yesus di sorga dan di bumi akan menjadi kekuatan kita dalam menghadapi berbagai masalah dan persoalan hidup. Oleh karena itu, jangan takut, sebab akan selalu ada kuasa Tuhan yang akan memberikan kekuatan dan jalan keluar.
2. Kemenangan pasti tersedia.
Orang yang berjalan bersama dengan seorang penguasa, akan memiliki keistimewaan. Apalagi orang percaya yang berjalan bersama penguasa segalanya, yaitu Kristus, Sang Penguasa Sorga dan bumi, pasti akan mengalami kemenangan dalam hidupnya.
3. Karya dan pelayanan kita akan disertai kuasa dan mujizat.
Kristus datang untuk melayani orang yang miskin, sakit, berdosa dan sengsara. Kuasa yang sama akan diberikan kepada kita yang melayani Dia. Pelayanan di dalam Tuhan akan membuahkan hasil yang nyata, sebab kekuatan dan kuasa Kristus akan menopang.
Memasuki tahun yang baru ini, jangan takut karena Tuhan Yesus selalu beserta kita.
Bebas Dari Kutuk Umur 50 Tahun
Beberapa orang dalam satu keluarga yang sangat kaya di Jakarta mulai meninggal satu per satu di saat umur mereka mencapai 50 tahun. Rupanya, hal ini disebabkan oleh karena adanya tumbal usia 50 tahun sebagai pengganti untuk menerima kekayaan yang dimiliki.
Salah satu anggota keluarga itu, mulai gelisah dan takut ketika usianya mulai mendekati 50 tahun. Ia mulai mencari cara bagaimana agar lepas dari kutuk usia 50 tahun itu, dan akhirnya ia berjumpa dengan seseorang yang mengabarkan tentang kuasa, keselamatan dan hidup kekal di dalam Tuhan Yesus. Ia pun percaya kepada Yesus Kristus dan menyerahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Saat itu, ia didoakan agar terlepas dari kutuk umur 50 tahun dengan kuasa Tuhan Yesus.
Saat ini, ia telah berusia lebih dari 50 tahun dan memberikan dirinya untuk melayani Tuhan dalam pelayanan di sebuah gereja di Jakarta. Kutuk itu telah dilenyapkan oleh Tuhan Yesus Kristus.
Apakah saudara merasa bahwa hidupmu ada di bawah bayang-bayang kutuk karena hubungan dengan kuasa okultisme?
Datanglah kepada Tuhan Yesus yang sanggup memberikan kelepasan dan keselamatan serta kehidupan bagi saudara.
Di dalam Kristus kita memiliki hidup dan hidup dalam segala kelimpahan.
Tuhan Yesus berkata:
“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” (Yohanes 10:9-10)
Percayalah kepada-Nya dan engkau akan mengalami kehidupan serta terbebas dari segala kutuk.
Berkat Yang Tuhan Janjikan
Makna Janji berkat Tuhan yang disampaikan kepada umat-Nya, yang taat akan firman-Nya, dalam Ulangan 28:3-6,
Diberkatilah engkau:
1. Di kotamu: Dimanapun engkau berada, kemanapun engkau pergi dan tinggal, disitu Tuhan akan memberkatimu.
2. Di ladang: Apa yang engkau kerjakan dengan tanganmu, segala upaya, usaha dan karyamu, akan diberkati. Tuhan akan memberikan talenta dan kemampuan untuk memampukan engkau bekerja sesuai dengan kehendak dan panggilan-Nya sehingga engkau diberkati senantiasa dan berhasil dalam segala pekerjaanmu.
3. Buah kandunganmu: Pernikahanmu akan diberkati dan engkau akan mempunyai keturunan. Keturunanmu akan diberkati Tuhan dan menjadi orang-orang yang mempermuliakan nama Tuhan. Engkau tidak akan mendapat malu karena aib kemandulan akan dijauhkan oleh Tuhan darimu.
4. Hasil bumimu : Apa yang engkau tabur akan menghasilkan yang baik. Kutuk dijauhkan darimu. Tanah akan memberikan hasil dan tidak akan menjadi musuhmu. Engkau akan berhasil dan beruntung.
5. Bakul adonanmu: Makananmu akan menjadi berkat bagi tubuhmu. Makananmu akan diberkati Tuhan. Engkau tidak akan kuatir soal makanan karena Tuhan telah memberkatimu.
6. Waktu masuk dan keluar: Perjalananmu akan selalu disertai dan diberkati oleh Tuhan. Tidak akan ada marabahaya yang akan menimpamu karena tangan Tuhan melindungi engkau dalam setiap langkah dan perjalananmu.
Itulah janji berkat Tuhan bagi umat-Nya.
Ubah Yang Di Dalam
Sepuluh orang pengintai tidak percaya bahwa Tuhan sanggup menolong mereka untuk meraih kemenangan masuk ke tanah nenek moyang mereka, tanah yang dijanjikan Tuhan. Mereka melihat diri mereka seperti belalang yang kecil.
Hanya dua orang pengintai yang mempercayai kuasa Tuhan untuk memberikan kemenangan.
Rupanya, pengalaman mujizat bersama Tuhan yang telah mereka alami di waktu sebelumnya tidak cukup untuk mengubahkan mereka dalam mempercayai kuasa Tuhan. Tapi, berapapun banyaknya mujizat spektakuler yang Tuhan kerjakan, tetap saja mereka tidak akan percaya, karena hati mereka tidak sepenuhnya terpaut dalam iman kepada Tuhan.
Kita sering menginginkan perubahan seketika dalam kehidupan ini. Kita ingin mengalami sesuatu yang baik tapi gagal dalam mempercayai Tuhan di saat ada kesulitan dan tantangan. Ubahlah yang di dalam terlebih dahulu yaitu hati kita. Bukan soal sulit bagi Tuhan untuk mengubah yang di luar, namun masalahnya seringkali ada pada hati kita yang bimbang.
Percayalah dengan sepenuh hati bahwa Tuhan sanggup melakukan segala perkara bahkan yang mustahil sekalipun. Tak ada kemenangan tanpa iman. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Masukilah tahun ini dengan iman bahwa Tuhan sanggup menolong dan memberikan kemenangan kepada kita. Haleluya.
Jangan Takut Menghadapi Esok
Pernahkah kita melihat seekor burung sedang termenung dan stress karena kuatir soal hari esok? Burung pipit tidak pernah menabur tapi selalu tercukupi, tidak pernah menyimpan tapi selalu ada persediaan. Semuanya karena Tuhan memperhatikan burung pipit yang kecil itu.
Burung Pipit, salah satu spesies burung yang disebutkan oleh Tuhan Yesus untuk dijadikan contoh agar kita jangan kuatir dalam hidup. Contoh ekstrem ini bukan berarti meniadakan tugas dan tanggung jawab manusia dalam bekerja dan berkarya, namun memberikan makna bahwa bila burung pipit saja yang tidak menabur bisa terpelihara, apalagi manusia yang menabur pasti akan menuai.
Makna lainnya tentu adalah mengenai tanggung jawab Allah atas ciptaan-Nya, apabila burung pipit yang kecil saja diperhatikan Tuhan, apalagi manusia yang diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, pasti dipelihara oleh-Nya.
Implikasi dari kenyataan ini kembali kepada esensi perintah Tuhan agar jangan kuatir soal apapun dalam kehidupan ini. Bersukacitalah di dalam Tuhan dan serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya.
“Bila perkara kecil saja diperhatikan oleh Tuhan, apalagi perkara yang besar, pasti diperhatikan oleh-Nya.”
“Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” (Lukas 12:6-7)
Memahami Rancangan Tuhan
Selamat Tahun Baru 2016!
Kita telah memasuki tahun yang ke-16 di era millenium. Masih teringat di tahun 2000, enam belas tahun yang lalu, saya berada di sebuah pulau kecil bersama keluarga, menantikan pergantian tahun dari 1999 menuju 2000. Saat itu, begitu santer berita mengenai millenium bug dan akhir dunia. Di saat tengah malam, tiba-tiba lampu penerangan di seluruh pulau padam. Seolah ingin menunjukkan adanya millenium bug, pihak pengelola pulau sengaja mematikan lampu. Namun, di kejauhan kami melihat lampu-lampu dari gedung-gedung menjulang yang nampak di seberang pulau. Sesaat kemudian lampu menyala kembali dan bunyi petasan terdengar. Tak ada millenium bug, dunia belum kiamat.
Kita tidak pernah tahu kapan tanggal dan waktu kedatangan Tuhan. Yang pasti kedatangan-Nya akan terjadi di suatu masa dengan didahului tanda-tanda.
Tapi satu hal yang perlu kita sadari juga adalah mengenai kehidupan kita di dunia ini. Tuhan Yesus berkata bahwa selama bumi masih ada, tidak akan henti-hentinya musim menabur dan menuai. Siklus kehidupan akan terus berjalan selama bumi masih ada, dan Tuhan turut berkarya di dalam semuanya itu. Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu, juga bertanggungjawab dalam memelihara segala ciptaan-Nya itu. Kita ada dalam perhatian dan pemeliharaan Allah.
Hidup dalam dunia diwarnai dengan kekuatiran akan masa depan, kadangkala kekecewaan dialami karena tidak terwujudnya harapan, dan seringkali hati menjadi ragu dan merasa tidak pasti untuk berjalan maju. Sebagian orang ingin mundur dan mengingat masa lalu, sebagian lagi benar-benar “mundur dari kehidupan” dan memilih mati. Saya menyadari bahwa kita tidak akan kuat kalau berjalan dengan kekuatan sendiri. Kita butuh kekuatan Tuhan. Kekuatan itu kita bisa peroleh dari firman-Nya ketika hati mempercayai dengan penuh. Sandaran teguh kita bukan harta, pekerjaan, kekuatan fisik, atau kepandaian, bukan pula pada penguasa atau raja-raja. Sandaran teguh kita hanya pada Tuhan. Penulis Amsal berkata,”Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.” Lebih baik berharap kepada Allah daripada berharap kepada manusia.
Menatap masa depan harus didasarkan kepada firman-Nya, bukan pada horoskop, ramalan nasib, atau yang lainnya. Kebuntuan pikiran saat mencoba untuk menduga apa yang akan terjadi di masa depan. “Bagaimana nasib saya?” “Apa yang akan terjadi?”, tidak akan muncul bila kita mendasarkan seluruh kehidupan kita pada firman-Nya.
Apakah rencana Allah bagi saya?
Tuhan memberikan janji pasti dalam firman-Nya yang berkata:
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
Masukilah tahun yang baru, dengan memahami bahwa rancangan Allah bagi kita adalah rancangan damai sejahtera, untuk memberikan hari depan yang penuh harapan.
“Berjalan bersama Tuhan, memberikan jaminan bahwa segala sesuatunya akan menjadi yang terbaik.”

