Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya.” Jawab mereka: “Kamilah saksi!” (Yosua 24:22)
Ada sebuah tulisan tentang pertemanan:
“Aku pergi keluar untuk mencari seorang teman, tetapi tak seorangpun kutemukan.
Aku pergi keluar untuk menjadikan diriku sebagai seorang teman, dan aku pun mendapatkan
teman dimana-mana.”
Dalam pergaulan, menjadikan diri kita sebagai teman, merupakan tindakan yang aktif dalam mempengaruhi orang lain. Seringkali, kita berpikir untuk tidak dipengaruhi oleh pergaulan yang buruk dan oleh karenanya kita pun mengambil sikap untuk menjauhinya. Padahal, ada saat dimana kita dapat berperan untuk memberi pengaruh kepada orang lain tentang kebaikan, sikap hidup yang benar, kejujuran dan kesalehan.
Caesar, seorang mahasiswa asal Meksiko, berada dalam satu kelompok dengan mahasiswa-mahasiswa lain dalam suatu program pendidikan yang dibiayai Erasmus, di sebuah kota di Eropa. Kebiasaan hidup sebagian besar mahasiswa yang hedonis, tidak mempengaruhi pendiriannya untuk melakukan kebiasaan pergi ke gereja setiap hari Minggu. Sementara teman-teman yang lain tidur dan bersantai di hari Minggu, Caesar justru seringkali mengajak beberapa teman untuk pergi bersama ke gereja. Dalam komunitas lingkungan pertemanan di kampus, ia tidak dipengaruhi oleh perilaku buruk orang lain, tetapi ia berperan dalam memberikan pengaruh. Ia tidak menjauhi mereka, tapi ia tinggal bersama mereka, menjadi teman bagi mereka, dan menjadi saksi Kristus.
Pergaulan yang baik bukanlah ditentukan dari orang-orang di sekitar kita, melainkan dari sikap diri kita sendiri. Pergaulan itu dapat dikatakan baik, bilamana kita dapat menjadi terang Kristus dan memberi teladan hidup bagi teman-teman di lingkungan pergaulan kita. (BT)
Suara Terompet dan Lingkaran di Langit Israel
Munculnya lingkaran awan aneh dan suara terompet di Israel pada bulan Oktober 2016 yang lalu mendapatkan tanggapan dari NASA bahwa fenomena tersebut adalah fenomena alam yang normal.
Akan tetapi, apapun penjelasan ilmiah dari fenomena ini tetaplah perlu mendapatkan perhatian dari kita semua. Alkitab menyebutkan tentang tanda-tanda di langit yang harus kita perhatikan sebagai tanda akan datangnya hari akhir. Kitab Wahyu juga menyebutkan adanya 7 Sangkakala.
Perhatikanlah bahwa semua mujizat yang terjadi sejak jaman dulu, diklaim sebagai fenomena alam yang normal, contoh: terbelahnya Laut Merah bagi bangsa Israel disebut karena adanya angin yang keras yang menekan air laut hingga naik dan terbagi dua. Namun demikian, mujizat tetaplah mujizat.
Semua dapat dijelaskan secara ilmiah nampaknya, tapi perhatikan bahwa setiap tanda apapun harus kita perhatikan dan renungkan, apakah ada makna atau sesuatu tanda yang Tuhan sedang tunjukkan bagi kita semua.
Lakukanlah selalu yang baik dan hiduplah kudus sebagaimana Allah itu adalah kudus adanya.
Pekerjaan-Pekerjaan Yang Lebih Besar
Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus mempunyai setidaknya satu ciri yang sama, yakni melakukan apa yang Tuhan Yesus lakukan. Ya, inilah ciri yang seharusnya nampak dalam kehidupan setiap orang beriman.
Dalam Yohanes 14:12 tertulis perkataan Tuhan Yesus: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.” Perkataan Tuhan Yesus mengandung makna bahwa bukan saja pekerjaan yang sama dengan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, melainkan juga pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada apa yang telah dilakukan oleh-Nya, itulah yang akan dilakukan oleh orang-orang percaya. Mengapa? Karena Tuhan Yesus pergi kepada Bapa. Apa maksud pernyataan : “Sebab Aku pergi kepada Bapa” ? Maksudnya adalah bahwa Tuhan Yesus akan pergi kepada Bapa di sorga, memerintah dari sorga dan mengirimkan Roh Kudus kepada setiap orang percaya memampukan mereka melakukan kuasa dan pekerjaan -pekerjaan yang lebih besar itu.
Pekerjaan-pekerjaan apa yang seharusnya kita lakukan? Memberitakan kabar baik dan membawa orang lain kepada Kristus, serta mengadakan mujizat-mujizat sesuai kehendak Tuhan. Doa-doa yang kita naikkan ketika kita melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya, akan didengar dan dijawab untuk kemuliaan nama Tuhan. Pekerjaan-pekerjaan setiap orang percaya, akan menjadi lebih besar dalam jumlah dan jangkauan. Di era sekarang ini, semakin jelas bahwa jangkauan pemberitaan Injil menjadi lebih luas oleh karena perkembangan teknologi. Kuasa Tuhan pun tidak dibatasi oleh jarak, dimanapun kita berdoa untuk orang lain, maka kuasa Tuhan itu tetap sama dan dapat menjangkau setiap tempat.
Sudahkah kita melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Tuhan Yesus lakukan?
Menjaga Perdamaian Dan Memuliakan Tuhan
Banyak orang saling bermusuhan di masa menjelang suatu Pemilihan Kepala Daerah. Bahkan di Amerika Serikat pun, terjadi perpecahan karena pemilihan presiden menyebabkan munculnya dua kubu yang bertentangan dalam masyarakat. Serangan-serangan dan kata-kata yang bernada cemooh bertebaran di berbagai kolom komentar media-media online.
Pilkada di Indonesia pun terasa begitu panasnya. Tapi itu sebenarnya tergantung pada keadaan hati kita pribadi. Soal ‘panas’ atau ‘dingin’ menyikapi situasi politik adalah tergantung keputusan hati kita. Sebenarnya bukanlah panas atau dingin, tapi lebih tepatnya adalah suasana hati kita haruslah dipenuhi dengan damai sejahtera dari Tuhan.
Dalam Korintus 3:15-17 tertulis demikian:
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Ada 3 hal prinsip yang perlu kita miliki agar hidup kita selalu penuh dengan damai sejahtera Allah, yaitu:
- Mengijinkan damai sejahtera Allah memerintah dalam hati kita.
Bila kita mau agar hati kita selalu dipenuhi dengan damai, maka ijinkanlah damai sejahtera Allah itu memerintah dalam hati kita. Rasakan dan nikmati damai sejahtera-Nya, sadarilah bahwa Roh Kudus memberikan kepada kita damai sejahtera, bukan ketakutan, perpecahan, atau perseteruan. Situasi diluar sana boleh saja panas, tapi bila hati kita selalu dipenuhi dengan damai sejahtera-Nya maka kita akan selalu mengalami ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan. Damai sejahtera itu tidak tergantung pada faktor eksternal kita. Jadi, walaupun keadaan tidak sesuai dengan harapan dan keinginan, hati ini akan selalu damai karena Allah. - Mengijinkan Perkataan Kristus ada dalam kehidupan kita. Artinya adalah agar firman Tuhan yang berkuasa itu, kita ingat senantiasa dan imani dalam hidup kita. Perkataan Kristus itu akan menyentuh setiap hati orang dan membawa kepada suatu perubahan yang baik. Perkataan Kristus itu penuh dengan hikmat. Baiklah kita bertutur kata dengan hikmat Tuhan.
- Memuliakan Tuhan dalam segala aspek hidup kita.
Apapun yang kita katakan atau perbuat, biarlah itu mempermuliakan nama Tuhan. Jadilah terang melalui perkataan dan perbuatan kita. Janganlah ada caci maki dan kata-kata kotor keluar dari mulut kita agar kita senantiasa dapat mempermuliakan nama Tuhan. Janganlah kita berbuat yang bertentangan dengan firman Tuhan, agar nama Tuhan jangan menjadi dipermalukan.
Kita dapat hidup penuh dengan damai sejahtera Kristus, bila kita mau dipenuhi oleh damai sejahtera-Nya. Fokuskan pikiran kita kepada Tuhan Yesus Kristus, fokuskan pada perkara yang di atas, yakni perkara sorgawi, maka kita akan dapat melihat dan memaknai setiap kejadian di dunia ini dengan benar dan selalu penuh damai sejahtera, tanpa kekuatiran, kecemasan, kegelisahan, kebencian, ketakutan, dan pertentangan, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
Menyesatkan atau Membimbing Anak Kecil?
Anak-anak kecil paling gampang percaya kepada sesuatu dan akan kuat dalam memegang prinsip kepercayaan itu. Mereka tergolong kelompok yang “belum tahu membedakan tangan kanan dan tangan kiri”. Maka dari itu, beban tanggung jawab terbesar dalam mengarahkan anak-anak ada pada orang dewasa, dalam hal ini bisa orangtua, om dan tante, kakek dan nenek, guru atau keluarga lainnya.
Dalam Markus 9:42 tertulis:
“Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.”
Ayat ini menegaskan pentingnya peranan orang dewasa dalam membimbing anak-anak dan peranan itu tidak boleh disalahgunakan untuk penyesatan. Menyesatkan seorang anak kecil adalah suatu dosa, dan inilah yang ditekankan oleh Tuhan Yesus.
Salah satu prioritas utama seorang yang beriman, terlebih lagi orang tua dalam hal ini, adalah memberi teladan lewat cara hidup dan ajaran bagi anak-anaknya. Dengan demikian, anak-anak dapat melihat dan merasakan kasih yang tulus dari orangtua. Orangtua juga harus menjaga anak-anak agar terhindar dari pengaruh jahat dari dunia ini.
Dorothy Lawe Holt menulis:
Jika seorang anak dibesarkan dengan kritikan,
maka ia belajar untuk menghakimi.
Jika seorang anak dibesarkan dengan kebencian,
ia belajar untuk berkelahi dan menentang,
Jika seorang anak dibesarkan dengan cemoohan,
maka ia akan menjadi pribadi yang tidak menghargai dirinya sendiri.
Jika seorang anak hidup dengan aib,
maka ia menjadi pribadi yang merasa bersalah.
Namun,
Jika seorang anak hidup dalam toleransi,
ia belajar untuk menjadi sabar,
Jika seorang anak hidup dengan dukungan semangat,
ia akan menjadi percaya diri,
Jika seorang anak hidup dengan penghargaan,
ia belajar untuk menghargai.
Jika seorang anak hidup dengan keadilan,
ia belajar untuk menjadi adil.
Jika anak hidup dengan penerimaan,
ia belajar untuk menghargai dirinya sendiri.
Jika anak hidup dalam persahabatan dan kasih,
ia belajar untuk mengasihi sesamanya.
Saudara yang terkasih, mau menjadi apa anak kita, adalah tergantung dari apa yang kita lakukan pada mereka. Berdoalah buat mereka, berkatilah mereka, dan ajarkan mereka iman dan teladan hidup yang baik agar mereka menjadi anak-anak yang cinta akan Tuhan dan mengasihi sesama.
Yesus Terlebih Besar
Doa Bagi Bangsa Indonesia
Luangkan waktu saudara untuk berdoa bagi bangsa kita Indonesia. Doakan situasi keamanan dan ketertiban, doakan situasi politik dan berdoa buat para pemimpin negeri kita Indonesia, Bapak Presiden Jokowi dan wakil serta jajaran pemerintahan di seluruh daerah.
Berdoa agar Tuhan menjamah hati semua orang di negeri Indonesia dan memenuhi dengan kasih-Nya.
Tidak ada yang perlu kita takutkan dan kuatirkan bila semua sudah kita serahkan kepada tangan TUHAN Pencipta semesta. Dia lah yang mengatur dan mengendalikan semuanya, Tuhan Yesus akan menolong dan menyertai kita semua.
Henokh Diangkat Tuhan Karena Imannya
Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.(Kejadian 5:24)
Niat untuk mendekat kepada Allah haruslah datang dari diri sendiri. Henokh adalah contoh orang yang niat dan kerinduannya hanya untuk Allah. Ia mencari Allah,menemukan-Nya dan bergaul dengan Allah. Dalam konteks di jaman-Nya bagaimana cara Henokh bergaul dengan Allah mungkin menjadi pertanyaan. Namun, secara jelas Alkitab berkata bahwa Allah dapat berbicara, Allah bahkan seringkali menjumpai manusia dalam wujud yang nampak oleh mata. Apalagi di jaman Henokh, bahkan Yakub pun berjumpa dan bergumul dengan Allah ketika ia menyendiri dan mencari-Nya.
Mencari Allah dalam konteks kekinian adalah usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara membaca dan merenungkan firman-Nya, berdoa, memuji Tuhan melalui kidung pujian. Hakikat terpenting dalam pergaulan dengan Allah adalah hati kita yang senantiasa tertuju kepada Allah.
Kita telah diberikan kemudahan oleh Allah karena Allah telah memperkenalkan diri-Nya melalui pribadi Yesus Kristus. Tuhan Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu. Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
Kita saat ini memang tidak melihat-Nya dengan mata fisik, tetapi kita dapat melihat Yesus dengan mata iman. Allah menjadi semakin mudah kita temui karena Ia telah memperkenalkan diri-Nya.
Kembali kepada soal niat mencari Allah. Niat atau kerinduan itu tidak dibuat-buat, tetapi keberadaannya murni dan selalu mendorong kita untuk ingat kepada Allah Bapa, untuk mencintai-Nya dan hidup untuk-Nya.
Bergaul dengan Allah itu harus dimulai dari diri sendiri. Janganlah kita mengharapkan orang lain mulai terlebih dulu. Urusan keselamatan itu pada akhirnya, merupakan urusan masing-masing. Kita tidak bisa menyelamatkan orang lain, apakah istri, suami, ibu, bapak, saudara, teman bahkan anak-anak kita. Keselamatan adalah urusan kita masing-masing. Kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan orang lain.
Jadi, apa yang kita pelajari dari kehidupan Henokh adalah hiduplah dalam kerinduan selalu akan Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus. Koneksi dengan Tuhan janganlah terputus sekalipun kita bekerja, dan beraktivitas setiap hari. Hati kita senantiasa melantunkan pujian dan doa serta pengucapan syukur. Hati kita senantiasa dipenuhi oleh Roh-Nya yang Kudus dan rela untuk dipimpin oleh-Nya.
Lakukanlah ini semua dengan iman. Bersekutu dengan Tuhan dengan imanmu. Menyembah Tuhan dengan imanmu. Melakukan tugas pekerjaan dengan imanmu.
Dasari semuanya dengan iman.
Ibrani 11:5
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.
Ulang Tahun Ke-4 SuaraInjil.com
Tanggal 1 November adalah hari ulang tahun SuaraInjil.com yang ke-4. Mengingat lagi ke belakang, betapa semuanya ini terjadi tidak dengan mudah. Banyak tantangan, ya, tantangan dari diri sendiri dan dari orang lain. Tapi, Tuhan lah yang terus memberikan kekuatan untuk tetap berjalan dan meneruskan pelayanan media ini.
Saya kembali diingatkan tentang pentingnya peranan anak Tuhan dalam menyampaikan kabar baik melalui media online. Entah itu facebook, twitter dan sebagainya. Jaman sekarang sudah jaman online, informasi yang serba cepat dari berbagai penjuru dunia, masuk ke hp dan komputer. Kita ada di dunia bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk Tuhan dan sesama.
Saya bersyukur atas penyertaan Tuhan Yesus Kristus selama ini, buat saya dan keluarga, serta buat saudara semua. Banyak hal yang patut kita syukuri dalam hidup ini. Tuhan ada bersama kita selalu di saat senang maupun susah. Dia lah yang menopang seluruh keberadaan kita.
Di usia yang ke-4, SuaraInjil akan tampil lebih baik lagi dan berupaya untuk menyediakan berbagai informasi dan renungan yang berguna buat saudara semua. Apabila saudara ingin menyampaikan kesaksian atau renungan untuk dimuat di media ini, saya akan sangat senang dan berterima kasih, dan mempersilahkan saudara untuk mengirimkannya ke alamat email : tambahanibilly@gmail.com, berhubung email itulah yang notifikasinya paling lancar di hp saya.
Terima kasih untuk komentar-komentar saudara semua. Mohon maaf bila komentar tidak bisa langsung muncul karena harus menunggu approval. Harap maklum karena sekarang ini banyak hacker yang mencoba masuk lewat komentar, oleh karena itu komentar harus melewati proses persetujuan terlebih dahulu.
Terima kasih untuk kebersamaan saudara-saudara selama 4 tahun ini. Tuhan Yesus memberkati dan melindungi saudara-saudara semua. Amin.
Salam hangat,
Pdp. Billy Tambahani
Tuhan Memberkatimu Dimanapun Engkau Berada
Berkat Tuhan selalu diberikan pada kita pada waktu kita masuk dan pada waktu kita keluar. Hal ini mengandung arti, dimanapun kita berada, masuk rumah atau keluar rumah, masuk kendaraan atau keluar kendaraan, masuk kantor atau keluar kantor, masuk kota atau keluar kota, dimanapun kita berada, TUHAN akan selalu memberkati kita. Inilah janji Tuhan dalam Ulangan 28:6 dan menjadi bagian hidup kita oleh kasih karunia-Nya dalam Tuhan kita Yesus Kristus.
