Bacaan Alkitab: Ibrani 12:5-8
Hwenty Widjaja adalah seorang dokter dengan karir yang sukses dan menjanjikan. Ia bekerja keras dan tidak kenal lelah demi masa depannya. Selain menjadi dokter, bisnis lain pun ia jalani. Satu hal yang ia tidak sadari saat itu adalah betapa angkuh dirinya dan bahwa ia sering merasa dirinya hebat dan paling benar.
Suatu kali, ia mengalami sakit di rahangnya dan setelah melalui pemeriksaan ternyata ada kista. Ia merasakan sakit dan lehernya tidak bisa tegak. Dari diagnosa MRI, diketahui bahwa dua ruas tulang belakangnya hilang. Dia pun harus menjalani operasi pemasangan pen dengan biaya yang cukup mahal.
Seharusnya, dalam dua atau tiga bulan setelah operasi, ia akan normal lagi, namun kenyataannya justru bertolak belakang dengan prediksi dokter yang menanganinya. Ia tidak bisa bangun dari tempat tidur dan harus berbaring berbulan-bulan.
Saat itulah, Hwenty merenungkan tentang kehidupannya dan menyadari bahwa tidak ada lagi yang bisa ia harapkan selain Tuhan. Apa yang selama ini ia andalkan, yaitu uang, kepandaian dan profesinya sebagai seorang dokter, obat-obatan, dan semua kehebatannya tidak dapat menolongnya. Ia sadar bahwa Tuhanlah yang ia perlukan dan satu-satunya yang dapat ia andalkan.
Di saat-saat sakit dan terbaring, ibunya datang dan menemaninya selalu setiap hari. Ia menyadari bahwa selama ini arogansinya telah membutakan mata hatinya terhadap kasih sayang seorang ibu.
Dalam penderitaannya, ia membaca sebuah ayat dalam Alkitab yang menguatkan hatinya, dalam Ibrani 12:5-8, “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.” Hwenty menangis dan berdoa memohon ampun dan pertolongan Tuhan. Ia bersyukur karena Tuhan mengasihi dan menegurnya melalui apa yang ia alami.
Jamahan Tuhan ia rasakan, dan kesehatannya berangsur-angsur pulih. Penyakitnya pun lenyap oleh kemurahan Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhanlah yang menyembuhkan dan memulihkan hidupnya.
Saudara yang terkasih, marilah kita selalu menyadari siapa diri kita. Jangan ada kesombongan dalam hati dan biarlah kita bermegah hanya di dalam Tuhan Yesus, bukan di dalam kepandaian, harta atau kehebatan kita.
Tuhan, Engkaulah yang menjadikanku. Aku ini milikMu, aku mau bermegah hanya karenaMu.
3 Makna Kisah Mujizat Air Menjadi Anggur
Kerinduan Tuhan Yang Sering Kita Abaikan
3 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Mati
Untuk Apa Aku Hidup
Rendahkanlah Dirimu dan Hatimu
Tuhan memberikan peringatan kepada orang-orang yang hidup dalam dosa dan dalam kesombongan. Penghukuman atas dosa akan dijalankanNya atas mereka yang berbuat dosa. Janganlah kita lupa bahwa kita ini buatan tangan Tuhan, yang harus ingat dan takut akan Tuhan.
Bila kita ditegur olehNya, maka hendaklah kita merendahkan diri dengan hancur hati, bertobat kepadaNya. Sebab Ia mengasihi kita, maka Ia pun akan mengampuni dan memulihkan hidup kita, asalkan kita bersungguh-sungguh hidup benar dan kudus di hadapanNya. Jangan ada lagi noda dosa dalam perkataan kita, jangan ada pikiran yang serong dan tidak benar dalam benak kita, jangan lagi ada perbuatan jahat yang kita lakukan. Hiduplah benar seturut dengan kehendakNya. Maka Ia akan memberkati dan menyediakan upah sorgawi yakni keselamatan bagi kita dan akan memberkati hidup kita di bumi. Ia akan mengenyangkan kita dengan kebahagiaan dan memenuhi mulut kita dengan sukacita dan sorak sorai.
Rendahkanlah dirimu dan hatimu di hadapan Tuhan, sebab Ia ada bersama-sama dengan orang-orang yang rendah hati dan mau merendahkan diri. Ia ada bersama-sama dengan orang-orang yang remuk hati.
Jagalah hatimu agar selalu ingat kepadaNya!
Yesaya 57:15
“Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”
Mendengar Suara Tuhan dan Menyampaikan SuaraNya
Nats Alkitab:
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.(Yesaya 50:4)
Pernyataan Nabi Yesaya tentang pekerjaan Tuhan pada dirinya pribadi, bahwa Tuhan mempertajam pendengarannya setiap pagi sehingga ia dapat mendengar suara Tuhan. Dan Tuhan pun memberikan kepadanya lidah untuk berbicara menyampaikan apa yang ia dengar dari Tuhan.
Saudara pun semuanya dapat dipakai oleh Tuhan asalkan saudara menyediakan diri untuk dipakai-Nya. Sediakanlah waktu setiap pagi untuk membaca dan merenungkan firman-Nya. Saat pagi hari masuklah dalam hadiratNya dengan doa dan ucapan syukur. Berdiam dirilah dan dengarkan suaraNya berbicara dalam hatimu. Kesampingkan egomu dan hawa nafsumu, rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, mintalah Ia berbicara kepadamu, maka Roh-Nya akan berbicara dalam relung hatimu. Latihlah kepekaanmu dalam mendengar dan mengerti suaraNya.
Pakailah lidah dan mulutmu untuk berbicara menyampaikan suaraNya. Kuatkanlah orang orang yang kehilangan semangat dan letih lesu, bangkitkanlah mereka dengan ucapan firman Tuhan yang keluar dari bibirmu. Tegurlah yang salah dan bimbinglah yang lemah ke jalan yang benar.
Ajarkanlah kehendakNya kepada semua orang.
Itulah tugas saudara, tugas kita semua orang yang percaya. Kita semua adalah muridNya, yang terus belajar dan mempraktekkan firmanNya. Jadilah murid yang baik dan setia.
“Ajarlah aku Tuhan untuk peka dalam mendengar suaraMu. Berbicaralah kepadaku, berikanlah hikmatMu agar aku mengerti kehendak dan rencanaMu. Jadikanlah aku saksiMu untuk menyampaikan firmanMu. Pimpinlah aku ya TUHAN.”
9 Buah Roh dan Maknanya
Menuruti Jalan dan Kehendak Tuhan
Nats Alkitab:
“Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.” (Mazmur 25:10)
Oleh : Susy Karnady
Kunjungan pertama dalam rangka meninjau lokasi tempat pekerjaan suamiku di Belitung, jujur saja aku tidak begitu suka, karena aku harus tinggal di Belitung dan meninggalkan anak-anak yang aku sayangi.
Aku melihat kotanya kecil dan sepi, tdk terlalu ramai. Aku pikir aku pasti gak kerasan tinggal di kota itu, karena tidak ada satu pun mall yang bisa aku kunjungi, tidak ada bioskop atau tempat-tempat shopping seperti di Jakarta, tidak ada Starbuck, Excelso, dan lainnya. Hm… aku pikir benar-benar bisa sangat membosankan, tdk ada seorangpun teman yang aku kenal.
Tapi beberapa lama kemudian, aku merenung… saat itu Roh Kudus mengingatkan aku, untuk memiliki sikap hati yang mengucap syukur dalam menerima segala sesuatu. Kemudian aku jadi berpikir, selain karena pekerjaan, Tuhan pasti punya rencana dan tujuan dengan kepergian suamiku dan aku ke Belitung. Aku seperti baru tersadar… aku sudah begitu egois, aku tidak berpikir bahwa aku sebagai isteri juga harus memikirkan kepentingan suamiku. Sudah seharusnya aku yang Tuhan ciptakan sebagai seorang penolong buat pasangan hidupku, mendampingi suamiku bekerja di Belitung.
Seringkali ketika kita harus memutuskan sebuah pilihan, kita hanya melihat kepada apa yang bisa menyenangkan hati dan memuaskan kedagingan kita. Kita lebih condong memikirkan kebahagiaan yang semu, bukan memikirkan tentang rencana dan tujuan Tuhan. Kebahagiaan kita adalah hasil dari hati yang mengasihi Tuhan dan sesama, yang selalu mengucap syukur, bukan dari apa yang ada di luar kita.
Sekarang aku mau taat saja kepada kehendak dan rencana-Nya dan aku percaya Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk apa yang harus aku lakukan di Belitung.
Terimakasih Tuhan Yesus, Engkau Bapa yang sangat baik. Engkau selalu menolong aku, mengajar aku untuk memiliki pikiran dan sikap hati yang benar, yang selalu belajar untuk mengucap syukur dan kembali fokus kepada rencana dan tujuan-Mu. Aku percaya Bapa, Engkau akan memakai aku untuk menjadi alat kepanjangan tangan-Mu, melakukan kehendak-Mu, dimana pun aku berada dan kemanapun aku pergi sehingga hidupku bisa menjadi berkat untuk orang-orang yang ada di tempat dimana aku berada, untuk hormat dan kemuliaan nama-Mu. Amin.
Bagaimana Cara Hidup Bersukacita
https://youtu.be/LmjPhZ_exRs
