Batu Sandungan Di Perjalanan

batusandunganTuhan Yesus berkata kepada Simon Petrus, seorang murid yang dekat dengan-Nya, “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”  (Matius 16:23)
Tuhan Yesus mengenali dengan betul apa saja yang dapat menjadi batu sandungan bagi-Nya.  Hal ini perlu kita contoh dan lakukan dalam kehidupan kita, sebab dengan mengenali batu-batu sandungan itu maka perjalanan iman kita akan mencapai garis akhir dengan baik.
Raja Daud tidak menyadari akan suatu batu sandungan yang ada di hadapannya, ketika ia memandang Batsyeba, istri Uria.   Simson tidak menyadari akan batu sandungan dalam hidupnya, ketika ia terjerat dengan cinta kepada Delila, perempuan Filistin itu. Sebaliknya, Yusuf menyadari betul akan suatu batu sandungan di hadapannya, saat istri Potifar merayunya untuk tidur dengannya.
Akhan, jatuh dalam dosa, karena sebuah “batu sandungan” berupa harta benda.  Saul, terganjal perjalanan karirnya sebagai seorang raja, karena “batu sandungan” berupa lembu sapi.  Abraham, tersandung karena Hagar.  Lot tersandung karena gemerlap dunia. Yudas tersandung karena 30 keping perak.  Gehazi tersandung karena dua talenta perak dan dua potong baju.  Musa tersandung karena amarahnya.  Esau tersandung karena semangkuk kacang merah.
Apa yang dapat membuat kehidupan iman kita tersandung?  Kenalilah setiap batu-batu sandungan dalam kehidupan kita.  Dan atasilah setiap batu sandungan itu.  Jangan sampai kita tersandung dan gagal. Amin.
 
 

Leave a Reply