Di sebuah gedung Gereja Baptis yang pertama di Augusta, Georgia, pada tahun 1845, terdapat sebuah tulisan di dinding:
“Men who see the invisible, hear the inaudible,
believe the incredible, and think unthinkable.”
artinya : “Orang-orang yang memandang yang tak kelihatan, mendengar yang tak terdengar, percaya kepada perkara yang mustahil, dan berpikir hal-hal yang tak terpikirkan.”
Tulisan itu merupakan suatu pernyataan yang menunjukkan dan menjelaskan keadaan seorang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Orang-orang dunia memandang hal-hal yang kelihatan, namun orang-orang yang beriman memandang yang tak kelihatan.
Setiap orang percaya akan hidup dalam pimpinan suara Tuhan yang berbicara dalam hatinya. Orang yang beriman akan sungguh-sungguh mempercayai bahwa tidak ada perkara yang mustahil dalam Tuhan. Segala sesuatu adalah mungkin bagi Tuhan. Orang-orang beriman juga akan berpikir secara berbeda dari dunia, karena pikirannya dipenuhi dengan kuasa penyataan Roh Kudus yang berkuasa.
Apakah yang saat ini kita pandang? Apakah dunia ini ataukah Tuhan?
Apakah yang kita dengar? Suara dunia ini kah atau suara Tuhan?
Apakah yang kita percayai? Logika dunia atau kuasa Allah?
Apakah yang kita pikirkan? Pikiran dunia atau pikiran sorga?
Mari kembali kepada pokok iman kita, fokus pandangan kita hanya Tuhan Yesus. Ibrani 11:1 berkata: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Tuhan Yesus memberkati kita semua. Haleluya, Amin.
