Jim Williams, seorang berkulit hitam, didudukkan di kursi listrik di sebuah penjara negara bagian Florida, Amerika Serikat. Sebentar lagi, ia akan menjalani eksekusi hukuman mati.
Ada dua saklar besar yang dipegang oleh seorang sipir dan sheriff. Tinggal mengubah posisi saklar maka listrik akan mulai mengalir di kursi listrik tempat Jim Williams duduk.
Namun, detik demi detik berlalu hingga 20 menit, saklar itu tidak kunjung dinaikkan. Rupanya, sang sipir dan sang sheriff saling menunggu satu sama lain, ingin agar ada yang mendahului menyalakan saklar. Dua orang eksekutor tersebut tidak berani memulainya.
Akhirnya, Jim dilepaskan dari kursi listrik dan dikembalikan ke dalam penjara. Tidak lama kemudian, hukumannya diubah menjadi seumur hidup.
Delapan tahun kemudian, Jim Williams dibebaskan murni karena perbuatannya yang telah menyelamatkan dua nyawa di dalam penjara.
Jim Williams adalah contoh seorang yang mengalami kasih karunia Tuhan dan ia pun mempraktekkan kasih dalam hidupnya. Ada orang yang masih menyimpan dendam dan berencana membalas dengan melakukan pembunuhan setelah keluar penjara.
Jim tidaklah demikian. Ia mengubah sikapnya dan melupakan segala amarah dan dendamnya kepada orang yang menjerumuskannya ke dalam penjara.
Kisah ini membuktikan bahwa Allah masih berkarya dengan luar biasa dalam segala aspek kehidupan manusia. Allah juga mengaruniakan rahmat-Nya kepada orang-orang berdosa. Sikap hidup Jim dan kesetiaannya untuk hidup baik selama di penjara membuatnya memperoleh pembebasan murni.
Kiranya rahmat dan karunia Allah senantiasa melimpah dalam hidup kita dan kasih-Nya memenuhi hati kita sehingga kita senantiasa berbuat baik untuk orang lain dan setia pada Tuhan. Amin.
Bacaan Alkitab:
Efesus 1:5-8
(5) Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
(6) supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
(7) Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
(8) yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
