Ketinggalan Pesawat

Sewaktu hendak kembali ke Jakarta dari Praha, di bandara, saya bertemu dengan empat orang pemuda yang duduk-duduk di kursi dan salah satunya memainkan ukulele. Langsung saja saya menduga mereka adalah orang Indonesia, pertama, karena ukulele itu, kedua, karena pembicaraan mereka yang menggunakan bahasa Indonesia.
Senang rasanya bertemu orang Indonesia di negara lain. Saya pun ngobrol dengan mereka, tentang tujuan mereka dan berbagai hal lainnya.  Dan, saya kaget karena ternyata mereka ketinggalan pesawat hanya karena beberapa menit terlambat. Sungguh sangat disayangkan.
Tentu kejadian ini tidak ingin dialami siapapun. Namun, bisa terjadi karena beberapa faktor.  Bagi keempat pemuda tadi, penyebabnya adalah mereka berlambat-lambat untuk datang ke bandara dan memandang remeh waktu yang ada. 
Dalam hidup kerohanian, hal semacam ini pun seringkali terjadi.  Bagi setiap orang, Tuhan memberikan suatu batas waktu kemurahan-Nya.  Apa maksudnya? Maksudnya adalah suatu batas waktu dimana pintu kemurahan Allah masih dibukakan bagi mereka yang berdosa.  Tujuannya adalah agar orang yang berdosa itu sadar dan mau datang kepada Tuhan.
Namun, sayangnya, banyak orang yang berlambat-lambat untuk datang kepada Tuhan.  Mereka justru lebih senang hidup dalam dosa, dan terlena sehingga lupa bahwa hidup itu hanya sementara, ada waktu untuk kembali kepada Tuhan. 
Firman Tuhan mengatakan bahwa jikalau engkau mendengar suara panggilan-Nya, janganlah keraskan hatimu!  Saat kita mendengar suara panggilan Tuhan, kita harus segera datang. Jangan tunggu besok atau beberapa tahun, waktunya adalah sekarang.
Seorang pemabuk di kampung saya, sudah sering diingatkan untuk datang kepada Tuhan dan hidup dalam pertobatan, namun tidak mau mendengar, malah semakin menjadi.  Suatu kali, tanpa diduga, ia menabrak pohon saat menyetir motor dan meninggal di tempat kejadian. Siapa yang menyangka hal itu bakal terjadi?  Dia sendiri pun tidak menyangka bahwa hidupnya akan berakhir saat itu.
Ketika masih ada waktu kemurahan Tuhan, datanglah kepada-Nya.  Tuhan Yesus menantikan kedatangan saudara kepada-Nya.  Suara-Nya berseru dan begitu nyaring terdengar: “Marilah datang kepada-Ku, hai kamu sekalian yang berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”  Semua orang yang berbeban berat karena dosa, datanglah kepada Tuhan Yesus.  Inilah saat kemurahan-Nya. Jangan tunggu besok, sekaranglah waktunya.
Firman Tuhan di dalam Roma 2:4 berkata: “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”
Sungguh, Tuhan rindu saudara datang kepada-Nya dan hidup dalam kasih karunia-Nya. Jangan biarkan waktu berlalu, tanpa hidup dalam kasih karunia Tuhan. Buatlah keputusan hari ini untuk bertobat dan meninggalkan hidup yang lama yang berdosa.  Percayalah dan akuilah Tuhan Yesus Kristus di dalam hati dan mulutmu agar engkau diselamatkan dan memperoleh keselamatan serta kehidupan yang kekal. Amin.

Leave a Reply