{"id":2455,"date":"2014-02-25T04:31:02","date_gmt":"2014-02-25T04:31:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritainjil.wordpress.com\/?p=2455"},"modified":"2014-02-25T04:31:02","modified_gmt":"2014-02-25T04:31:02","slug":"mengapa-yesus-disalib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/2014\/02\/25\/mengapa-yesus-disalib\/","title":{"rendered":"Mengapa Yesus Disalib?"},"content":{"rendered":"<p>Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat patut dilontarkan dan sangat wajar muncul dalam pemikiran setiap kita. Jawaban dari pertanyaan ini akan mengungkap esensi paling mendasar penyebab Yesus disalib.<br \/>\nUntuk kita ketahui bersama, dari sudut pandang hukum dan hak asasi manusia, penyaliban Yesus Kristus merupakan suatu peristiwa yang tidak pantas terjadi.\u00a0 Penyaliban Yesus merupakan suatu kejahatan dan pelanggaran hukum.\u00a0 Mengapa? Karena Yesus tidak bersalah dan tidak pantas untuk diberikan hukuman apapun. Orang yang tidak bersalah seharusnya tidak boleh menanggung hukuman yang tidak seharusnya ia tanggung.<br \/>\nHasil persidangan di hadapan Herodes dan Pilatus memberikan kesimpulan bahwa Ia tidak bersalah.\u00a0 Akan tetapi, orang-orang Israel yang telah dihasut para imam dan para tokoh serta imam-imam dan orang farisi menginginkan agar Yesus disalib.\u00a0 Mereka menuntut agar Yesus dihukum mati.\u00a0 Salib itu berbicara hukuman mati.<br \/>\nNamun, ketidakbersalahan Yesus dalam hal ini justru merupakan suatu kriteria yang ditentukan oleh Allah Bapa bagi suatu korban penebusan yang tak bernoda dan tak bercacat cela di hadapan-Nya.<br \/>\nApa yang terjadi saat itu adalah penggenapan nubuatan dari nabi Yesaya mengenai Mesias yang akan disalib untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosanya.<br \/>\nMengapa Yesus disalib?<br \/>\nYesus disalib untuk menebus manusia dari dosa, maut dan penghukuman kekal.<br \/>\nSetiap orang sudah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dan segala usahanya untuk berbuat baik tidak dapat membawanya kepada keselamatan karena pada dasarnya manusia telah menjadi hina dan najis oleh sebab dosa.<br \/>\nKita diselamatkan oleh anugerah Allah melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus.<br \/>\nIbrani 9:28&nbsp; berkata:<br \/>\n<em>&#8220;demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.&#8221;<\/em><br \/>\nYesus datang dari sorga menjadi manusia sama seperti kita dan rela disalibkan karena maksud penyelamatan.&nbsp; Barangsiapa percaya kepada Yesus tidak akan dihukum selamanya melainkan memperoleh kehidupan yang kekal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat patut dilontarkan dan sangat wajar muncul dalam pemikiran setiap kita. Jawaban dari pertanyaan ini akan mengungkap esensi paling mendasar penyebab Yesus disalib. Untuk kita ketahui bersama, dari sudut pandang hukum dan hak asasi manusia, penyaliban Yesus Kristus merupakan suatu peristiwa yang tidak pantas terjadi.\u00a0 Penyaliban Yesus merupakan suatu kejahatan &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/2014\/02\/25\/mengapa-yesus-disalib\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Mengapa Yesus Disalib?&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[317,391,462,471,539],"class_list":["post-2455","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan-on-youtube","tag-keselamatan","tag-mengapa-yesus-disalib","tag-penebusan-dosa","tag-pengorbanan","tag-salib"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2455"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2455\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}