{"id":2151,"date":"2013-11-03T16:04:22","date_gmt":"2013-11-03T16:04:22","guid":{"rendered":"https:\/\/beritainjil.wordpress.com\/?p=2151"},"modified":"2013-11-03T16:04:22","modified_gmt":"2013-11-03T16:04:22","slug":"firman-tuhan-sebagai-pedoman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/2013\/11\/03\/firman-tuhan-sebagai-pedoman\/","title":{"rendered":"Firman Tuhan Sebagai Pedoman"},"content":{"rendered":"<p>Bertahun-tahun yang lalu, seorang ayah yang belum percaya menceritakan kepada anak gadis kecilnya tentang kelahiran kembali dalam cara yang salah (Entah darimana dia mendapat ide cerita itu). Dia berkata:<br \/>\n\u201cKalau kita hidup baik di dunia ini, maka waktu kita meninggal Tuhan akan menghidupkan kembali sebagai manusia lagi.\u201d (Di lingkungan yang lain)<br \/>\n\u201cKalau orang itu kadang baik, kadang jahat, maka orang itu akan dilahirkan kembali menjadi binatang berkaki empat atau berkaki dua.\u201d<br \/>\n\u201cKalau orang itu jahat, maka orang itu akan dilahirkan kembali menjadi binatang melata, seranga, atau binatang-binatang kecil yang mudah terbunuh oleh manusia.\u201d<br \/>\n\tGadis kecil itu ingat terus akan cerita ayahnya, sampai suatu hari gadis kecil itu diajak bermain ke kebun binatang. Bukannya kesenangan yang didapat tetapi rasa ketakutan karena dia ingat cerita ayahnya akan tentang manusia yang dilahirkan kembali menjadi binatang. Kebun binatang sama dengan kebun manusia jahat menurut pendapat gadis kecil itu. Waktu terus berlalu sampai si gadis kecil itu akhirnya mengerti bahwa apa yang diceritakan oleh ayahnya itu tidak benar. Dia tahu tujuan ayahnya melalui cerita itu adalah agar si gadis kecil itu menjadi anak yang baik, tidak disadari bahwa dampak cerita yang ngawur itu justru menyiksa perasaan anaknya.<br \/>\n\tSekarangpun, kadang dalam lingkungan orang yang mengaku percaya Yesus, masih ada saja orang tua yang menasihati dan menyampaikan sesuatu yang salah kepada anak-anaknya. Terbawa dengan cerita-cerita dongenglah, tahayullah, atau apapun cerita yang dibuat sendiri dan mengada-ada yang akhirnya bukan membawa kebaikan tapi jadi menakut-nakuti anak-anak mereka (seperti yang saya alami, yang saya tulis ini.)<br \/>\nSemua orang tua mau anak-anaknya bertumbuh menjadi orang-orang yang baik dalam segala perkara. Tidak salah membaca banyak buku sebagai sumber atau masukan dalam membimbing anak-anak kita. Tetapi jangan lupa, ada satu buku yang sangat penting yang dapat dijadikan pedoman, yaitu buku \u201cFirman Tuhan\u201d yang sudah sangat jelas kebenarannya seperti yang dikatakan dalam Amsal 22:6, \u201cDidiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.\u201d<br \/>\n\tMari kita tunjukkan dan tuntun anak-anak kita di jalan yang dikehendaki-Nya.<br \/>\nTuhan Memberkati.<br \/>\n(By: S.L.)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bertahun-tahun yang lalu, seorang ayah yang belum percaya menceritakan kepada anak gadis kecilnya tentang kelahiran kembali dalam cara yang salah (Entah darimana dia mendapat ide cerita itu). Dia berkata: \u201cKalau kita hidup baik di dunia ini, maka waktu kita meninggal Tuhan akan menghidupkan kembali sebagai manusia lagi.\u201d (Di lingkungan yang lain) \u201cKalau orang itu kadang &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/2013\/11\/03\/firman-tuhan-sebagai-pedoman\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Firman Tuhan Sebagai Pedoman&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2151","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan-on-youtube"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2151"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2151\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2151"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2151"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/suarainjil.com\/wp\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2151"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}