Percaya kepada Tuhan Yesus hanya perlu satu syarat yaitu hati yang mau bertobat dan menerima Dia serta pengakuan akan Tuhan Yesus.
Seorang penjahat yang disalibkan di samping Yesus memberikan tanggapan terhadap perkataan salah satu penjahat di sisi lainnya, dalam Lukas 23:40-42, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Dari perkataan-perkataan salah seorang penjahat tersebut kita dapat mengetahui beberapa hal mengenai kondisi hati dan pikiran penjahat ini:
1. Ia menyadari akan keberdosaannya
Ia menyadari bahwa dirinya berdosa dan memang layak untuk menerima hukuman. Tidak seperti penjahat yang lainnya, yang malah menuntut, penjahat yang satu ini, justru dengan rela hati menerima penghukuman oleh karena dosa dan pelanggarannya. Jadi penting bagi kita untuk menyadari bahwa kita ini adalah orang berdosa dan pantas menerima hukuman. Tanpa kesadaran akan hal ini, kita tidak akan menerima pintu anugerah Allah bagi pengampunan dosa-dosa kita. Dosa kecil atau besar, pada hakekatnya sama saja. Semua dosa tidak pantas berada di dalam sorga, oleh karena itu dosa harus lenyap sekecil apapun.
2. Ia percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus
Perkataannya : "...apabila Engkau datang sebagai Raja", merupakan iman percayanya bahwa Yesus Kristus akan bangkit dan berkuasa atas segalanya. Ini sungguh luar biasa, dan saya percaya ini merupakan pekerjaan Roh Kudus atas penjahat ini, sehingga di atas salib sekalipun, di saat menderita dan dihukum sedemikian rupa, ia masih bisa berkata demikian.
3. Ia beriman kepada Tuhan Yesus
Perkataannya tersebut di poin kedua juga mengandung makna iman. Penjahat ini memiliki iman yang sungguh kepada Tuhan Yesus
4. Ia meminta tolong kepada Tuhan Yesus
Perkataannya sekaligus merupakan permohonan agar Tuhan Yesus menolong dia yang tidak berdaya melepaskan dirinya dari penghukuman dan neraka. Ia pasti menyadari akan adanya neraka dan penghukuman yang menanti dia sesudah kematian dirinya di atas salib. Oleh karenanya, ia meminta tolong kepada Tuhan Yesus yang memiliki kuasa untuk menghakimi
5. Ia mengakui Yesus sebagai Raja Alam Semesta
Perkataannya : "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja"
Merupakan suatu bentuk pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan Allah yang menciptakan segala sesuatu, penguasa atas segalanya.
Apakah hasil dari perkataan dan sikap hati dari penjahat itu? Tuhan Yesus berkata bahwa hari itu juga dia akan ada bersama-sama dengan Yesus di dalam Firdaus. Ini bukan perkataan sembarangan dari Tuhan Yesus, namun perkataan yang mengandung kuasa untuk menghidupkan, perkataan yang mengandung kuasa untuk menghakimi. Palu sudah diketok, ketetapan sudah dibuat, penjahat itu diberikan pembebasan dan ditaruh di dalam Firdaus yang penuh sukacita dan damai sejahtera. Jadi di atas kayu salib, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa diri-Nya berkuasa untuk menghakimi dan menentukan kemana orang akan pergi, apakah ke neraka atau ke surga.
Roma 10: 9-11 berkata demikian:
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
Jangan keraskan hati saudara, percayalah kepada Tuhan Yesus maka engkau akan selamat.
Yang harus dilakukan menurut Roma 10:9-11 adalah:
Mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati Dia adalah Allah sendiri yang menjelma atau berinkarnasi menjadi manusia untuk menjadi korban penebusan dosa manusia.
Berdoalah demikian:
Tuhan Yesus, Aku Percaya Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat, Aku Percaya Engkau telah bangkit dari antara orang mati, hidup dan naik ke sorga, memerintah untuk selamanya. Masuklah dalam hatiku dan pimpinlah hidupku. Ampunilah segala dosaku dan kuduskanlah aku dengan kuasa darah-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa, amin.
Mulai sekarang hidupmu bukanlah milikmu lagi, melainkan Yesus Kristus yang hidup di dalammu.
Sekarang saudara adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Engkau sudah dipindahkan dari maut kepada hidup. Saudara telah menjadi anak Allah, yang mewarisi kerajaan sorga. Hiduplah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, lakukanlah kehendak-Nya, dan setialah sampai mati. Kematian bagi orang percaya adalah keuntungan, sebab kita dibangkitkan hidup kembali oleh Tuhan Yesus, pada akhir jaman, diberikan tubuh kemuliaan. Pada saat tubuh mati, roh kita kembali kepada Tuhan Yesus dan diberikan tempat di dalam Firdaus, yaitu taman sorga yang indah. Selamat menjalani kehidupan di dalam Tuhan Yesus yang penuh sukacita dan damai sejahtera. Roh Kudus akan membimbing hidup saudara kepada seluruh kebenaran. Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
