Metanoeo

Nats Alkitab:
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 3:2)
Kata bertobat dalam ayat ini dalam bahasa aslinya berasal dari bahasa Yunani yaitu “Metanoeo”, yang arti dasarnya adalah “berbalik”.
Maksud dari kata metanoeo atau berbalik ini adalah berbalik dari cara hidup yang jahat kepada jalan hidup yang dikenan oleh Tuhan.
Keputusan untuk berbalik dari dosa dan mempercayai Yesus Kristus merupakan keputusan yang mencakup dua hal penting dan utama.  Apakah itu?  Yang pertama adalah keputusan untuk mempercayai dan menerima Yesus Kristus sebagai juruselamat yang telah menebus kita dari dosa.  Kita percaya bahwa Yesuslah sang Mesias yakni juruselamat yang telah dinanti-nantikan itu, Ia lah jalan penebusan dan pendamaian bagi kita dengan Allah Bapa sorgawi.
Hal yang kedua adalah menempatkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam hidup kita.  Yang pertama dan kedua merupakan hal yang sangat penting agar kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  Hal yang pertama menyangkut iman akan penebusan Kristus di atas salib.  Hal yang kedua menyangkut tindakan hidup sehari-hari yang tunduk kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan atas hidup kita. Sebagai Tuhan berarti Dia adalah yang utama dan yang harus kita taati dalam hidup ini.
Banyak orang yang hanya sampai di hal pertama, yakni percaya kepada Yesus sebagai juruselamat, namun lupa untuk melangkah dalam hal yang kedua yaitu hidup sesuai dengan kebenaran dan kehendak Allah.   Percaya Yesus berarti juga meninggalkan dosa.  Orang yang mengaku percaya kepada Yesus namun masih hidup dalam dosa termasuk orang-orang yang masih berada dalam tahap pertama, yaitu “sekedar mempercayai Yesus.”
Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.  Tuhan menghendaki agar kita beriman yang disertai dengan perbuatan. Maka Tuhan Yesus berulangkali menyatakan pentingnya “buah-buah yang baik” dalam kehidupan kita, yaitu buah-buah Roh Kudus.  Iman yang menyertakan pertobatan adalah syarat untuk memperoleh keselamatan. Bukan hanya sekedar di mulut mengaku Yesus sebagai juruselamat, namun langkah penting selanjutnya adalah kita hidup dalam pertobatan, dimana kita menempatkan Yesus sebagai Tuhan atas seluruh aspek kehidupan kita.