Kesaksian

Tahun 1995, Tuhan memanggil saya untuk melayaniNya lewat penginjilan.
Saat itu, saya masih kuliah di Institut Teknologi Bandung. Seorang malaikat datang kepada saya di suatu malam.  Malaikat itu tinggi besar, dan berdiri di depan pintu kamar saya, sehingga saya takut, namun ia berkata agar jangan takut, dan menyebutkan bahwa ia adalah seorang malaikat.    Seketika kemudian saya melihat seperti sebuah slide video terlihat didepan mata saya, ada banyak jiwa-jiwa yang butuh keselamatan.

Malaikat itu kemudian memberikan perintah agar saya memberitakan Injil. “Kamu harus menginjil kepada mereka!”  Tapi saya meragukan diri saya. Saya beralasan saya tidak berani, saya takut, saya tidak pandai bicara, apa yang harus saya sampaikan.   Ia mengatakan bahwa nanti Tuhan yang akan memampukan untuk berbicara.

Saya terus menolak dan bernegosiasi dengan malaikat itu, sampai akhirnya malaikat itu mengatakan bahwa Dia harus pergi karena hari sudah pagi.  Ia langsung berjalan dengan cepat dari kamar saya, dan saya mengejarnya. Ketika malaikat itu membuka pintu di garasi, saya memegang jumbai jubahNya dan menahan agar Ia tidak pergi. Malaikat itu menoleh dan berkata:”Baca Yesaya 45:2″.  Mendengar itu, saya melepaskan pegangan saya dan membiarkan-Nya pergi.

Saat itu juga saya tiba-tiba berada di tempat tidur. Saya bingung apakah itu mimpi atau suatu kenyataan yang terjadi, apabila itu adalah mimpi maka itu mimpi itu bukanlah sembarang mimpi. Saya cepat-cepat berdiri dan berjalan keluar kamar untuk melihat dari jendela depan, yang pertama benar, hari sudah mulai pagi, saya melihat jam saat itu hampir jam 5 pagi. Lalu saya ambil Alkitab, dan membuka Yesaya 45:2 yang berkata:

“Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.”

Waktu itu, ayat ini belum pernah saya dengar dan baca, sehingga saya merasa heran dan takjub dengan ayat itu.  Pengalaman ini saya ceritakan ke beberapa orang dan saya simpan dalam hati.

Selesai kuliah, di tahun 1999, saya menikah dan kemudian berwiraswasta, dan meskipun aktif pelayanan di gereja, suara panggilan Tuhan dalam mimpi itu terus menerus mengetuk pintu hati saya, dan membuat saya tidak tenang.

Selama 10 tahun lebih saya mengalami pergumulan dengan panggilan itu.  Sempat saya berpikir untuk fokus bekerja saja apalagi saat itu saya sudah mulai kurang aktif pelayanan di gereja.

Tahun 2005 saya mulai mengalami sakit yang membuat berat badan saya turun dan saya menjadi kurus. Beberapa kali saya merasa hampir mati. Dan saya pun teringat akan panggilan Tuhan. Bagaimana jadinya bila saya mati tanpa melakukan panggilanNya? Itulah yang membuat saya takut. Akhirnya saya berkeputusan untuk mengikuti panggilan Tuhan.  Tahun 2005, saya putuskan masuk STT Kharisma, sebuah Sekolah Teologi di Bandung.  Tahun 2010, saya berhenti dari pekerjaan dan ternyata itulah kehendak Tuhan agar saya menyelesaikan S-2 teologi saya dan kemudian masuk dalam pelayanan. Hampir saja saya tidak menyelesaikan studi teologi saya karena tidak ada biaya, tapi dengan cara yang ajaib, oleh gerakan dari Tuhan, seorang sahabat membantu penyelesaian studi saya.

Tahun 2011 saya mulai masuk pelayanan secara full time di Gereja Bethel Indonesia Kelapa Gading, dan kemudian ditahbiskan sebagai pendeta pembantu pada tahun 2012 dalam sidang sinode di Jakarta. Selanjutnya saya memulai fokus pelayanan penginjilan pribadi dan konseling serta berjejaring dengan gereja-gereja dari berbagai denominasi. Sungguh luar biasa kasih Tuhan sebab Ia ajaib dan Ia memelihara kehidupan saya dan istri bersama empat anak kami.

Tuhan menyatakan pemeliharaan-Nya dan menunjukkan bahwa Ia bertanggung jawab atas para hamba-Nya.

Saya teringat sebuah ayat : “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya” (2 Timotius 2:4).

Ayat itu muncul dan meneguhkan saya untuk masuk dalam panggilan Tuhan dengan penuh kesungguhan.

Tahun 2014 saya mendapatkan undangan untuk studi Diakonia di Charles University Praha, Republik Ceko. Setahu saya, jurusan Diakonia belum ada di Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia. Dan ini memotivasi saya untuk belajar lebih dalam tentang Diakonia. Saya mulai kuliah pada tahun 2015 dan sudah saya selesaikan oleh kemurahan Tuhan pada tahun 2019.

Saat ini, bersama dengan keluarga, saya tinggal di kota Praha dan Tuhan mempercayakan sebuah pelayanan, yaitu gereja komunitas Indonesia yang bersifat interdenominasi di pusat kota Praha, Republik Ceko.

Sejak tahun 2012, saya telah mulai membuat blog renungan harian, yang kemudian berkembang menjadi website SuaraInjil.com. Tahun 2016, saya mulai membuat channel youtube Suara Injil. Dan sampai hari ini, oleh kemurahan Tuhan Yesus Kristus, channel ini sudah memberkati banyak jiwa yang membutuhkan motivasi dan kekuatan dari firman Tuhan. Bersama dengan sahabat saya yang juga adalah pelayan Tuhan di Bandung, Bpk. Chris Johannes, kami melayani konseling melalui whatsapp dan telepon serta email.

Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan memanggil kita untuk menjadi alat di tangan-Nya.  Ia berkata bahwa tuaian banyak namun pekerja sedikit.  Suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” (Yes.6:8), itulah respon nabi Yesaya ketika ia diperhadapkan dengan suatu pertanyaan panggilan dari Allah.

Saudara dan saya adalah mitra kerja Allah bagi penyelamatan jiwa-jiwa suku-suku bangsa yang ada di dunia ini.

Tuhan Yesus berkata:
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh. 14:6)

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. (Yoh. 3:18)

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, memiliki hidup yang kekal dan diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, ahli waris kerajaan Sorga.

Kalau saudara mendengar suara-Nya pada hari ini, janganlah keraskan hati saudara. Terimalah anugerah keselamatan dari Allah yang sudah Dia berikan dengan cuma-cuma, percayalah kepada Tuhan Yesus, sebab Dia adalah TUHAN dan Juruselamat, Raja Segala raja, Allah segala allah, Yang Awal dan Yang Akhir, Dialah Firman yang telah menjadi manusia, Yang akan datang kedua kalinya untuk menghakimi semua orang.

Jika saudara telah membaca kesaksian dan firman Tuhan ini, pada hakekatnya sama dengan mendengar suara panggilan Allah, jangan tunda hari esok, lakukanlah hari ini, terimalah karya penebusan Kristus bagi dosamu, dan percayalah kepada Tuhan Yesus, serta berilah dirimu dibaptis sebagai tanda pertobatan.

Berdoalah secara pribadi:

Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Tuhan Allah Pencipta langit dan bumi yang telah datang ke dunia sebagai manusia, mati disalibkan untuk penebusan dosa manusia, bangkit pada hari ketiga, dan naik ke sorga memerintah untuk selamanya. Aku percaya dan menerima Engkau dalam hati dan hidupku. Ampunilah segala dosaku dan baharuilah hati dan hidupku agar berkenan dan selalu berjalan dalam firmanMu. Pimpinlah hidupku terus ya Tuhan mulai sekarang ini. Terima kasih Tuhan Yesus, Amin.

Tuhan Yesus memberkati saudara!

Dalam kasih-Nya,

billyfoto

Ps. Billy Tambahani