Mendidik Anak Dengan Kasih

“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”
(Efesus 6:4)

Sebuah lagu yang sederhana berjudul “Johny Johny Yes Papa” menjadi begitu populer di kalangan anak-anak di dunia sejak diupload di youtube pada tahun 2014. Sebagian orang mengatakan bahwa lagu ini berasal dari Afrika. Tapi lagu ini diyakini berasal dari India dan merupakan lagu lama,  sudah ada sejak kurang lebih 60 tahun lalu, dan sering dinyanyikan oleh orang-orang India pada saat masa kecil mereka.

Lirik lagu “Johny Johny Yes Papa” berisi kisah sederhana dimana seorang ayah mendapati anaknya berbohong telah memakan gula. Mengapa anaknya suka makan gula tidak dijelaskan. Sering memakan gula tentu tidak baik bagi kesehatan, itu sebabnya sang ayah berusaha untuk mencegah Johny memakan gula. Namun, itu rupanya sudah jadi kebiasaan Johny sehingga ia  berbohong.

Dari lagu anak ini, kita dapat membuat sebuah refleksi tentang bagaimana seharusnya hubungan antara ayah dan anak. Lagu ini terkesan lucu, tapi dibalik kelucuannya juga ada nilai yang perlu kita jadikan pembelajaran, khususnya dalam mendidik anak dalam hal rohani.

Mendidik anak untuk takut akan Tuhan harus dilakukan oleh setiap orangtua. Peranan ayah dan ibu sangatlah penting untuk membuat anak menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan, melalui teladan hidup yang baik. Dalam ayat diatas disebutkan agar para ayah mendidik anak dalam ajaran dan nasihat Tuhan, tanpa membuat mereka marah. Bagaimana caranya ? Caranya ialah dengan mendidik mereka dalam kasih.  Dengan mengasihi mereka, seorang ayah akan sabar dalam membimbing anak, agar memiliki sikap dan kebiasaan hidup yang baik dan berkenan pada Tuhan.  Jangan memarahi mereka secara kasar atau yang membuat mereka menyimpan amarah dan melawan. Ayah hendaknya dapat memberikan penjelasan dengan sikap yang menghargai bukan otoriter.  Seorang ayah harus dapat menuntun dan merangkul anak dengan kasih sehingga hati anak akan dipenuhi kasih sehingga dengan rela hati ia mau melakukan firman Tuhan.

Tiga Orang Diselamatkan

“…sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40b)

Seorang pendeta sedang antri untuk membayar di sebuah toko swalayan di New Orleans. Di depannya ada seorang bapak yang nampak olehnya tidak memiliki uang untuk membayar belanjaannya. Pendeta itu menepuk pundaknya dan mengatakan, “Engkau tidak perlu menoleh ke belakang, tapi terimalah uang ini. Yesus mengasihimu.” Pria itu menerima uang tersebut, membayar belanjaannya, lalu pergi.

Sembilan tahun kemudian, pendeta tersebut diundang untuk berkhotbah di sebuah gereja di New Orleans. Setelah selesai ibadah, seorang pria mendekati sang pendeta dan bercerita, “Sembilan tahun lalu, saya, istri dan anak kami sangat susah. Kami kehilangan semuanya, tidak punya pekerjaan, tidak punya uang dan kami tinggal di dalam mobil.  Kami sudah hilang pengharapan dan berencana untuk bunuh diri.  Tapi sebelum melakukan itu, saya mau membeli makanan terakhir untuk anak kami di sebuah toko swalayan.  Saya mengambil makanan yang disukai anak saya, tapi ketika sedang antri di kasir, saya menyadari bahwa saya tidak punya uang untuk membayar.
Tiba-tiba, seorang pria dari belakang saya, memberikan uang dan menyuruh saya untuk tidak menoleh ke arahnya. Kata-kata yang paling saya ingat darinya adalah ‘Yesus mengasihimu’.  Saya pun pergi setelah membayar makanan itu, dan menceritakan pada istri saya. Kami menangis karena menyadari bahwa ada yang mengasihi kami.  Besoknya kami melihat sebuah gereja dengan tulisan di depannya ‘Yesus mengasihimu’, dan kami pun masuk kesana dan didoakan oleh orang-orang disana. Sejak saat itu, hidup kami pun berubah. Dan sekarang ini, saya menyadari bahwa bapak adalah orang yang memberikan saya uang sembilan tahun lalu. Terima kasih untuk kebaikan bapak.” Pendeta itu dikenali olehnya karena suaranya yang khas. 

Saudara yang dikasihi Tuhan, kisah diatas menunjukkan betapa besarnya dampak yang terjadi kepada orang lain akibat sebuah tindakan kasih yang nampaknya kecil. Tiga orang diselamatkan Tuhan dari niat bunuh diri, dengan memakai seorang hamba Tuhan yang mau peka dan taat kepada gerakan Roh Kudus di dalam hatinya.

Ayat dalam nats di atas menjelaskan tentang hakekat memberi kepada sesama yang sama dengan memberi kepada Tuhan.  Mari kita melihat sekeliling dan bertindak meskipun hanya dengan sebuah perhatian yang kecil, namun efeknya bisa berdampak luar biasa dalam hidup mereka.

Tuhan Yesus memberkati saudara semua.