Kalau Tuhan Berkenan

godswill“Besok saya pasti hadir!”, begitu kira-kira jawaban seorang bapak kepada temannya yang menanyakan kesanggupannya untuk datang ke suatu acara.   Maksudnya memang jelas, bahwa dia akan hadir besok. Tapi, ternyata kata-kata tersebut kurang baik secara Alkitabiah, dan berdasarkan Firman Tuhan, perkataan semacam itu seharusnya tidak terucap dari mulut kita.  Apa sebab tidak boleh berkata demikian? Karena kita tidak tahu apakah besok masih hidup atau tidak di bumi ini.
Saya pernah mendengar seorang bapak yang sedang kampanye untuk salah satu kandidat gubernur di Jawa Barat.  Dia mengatakan, “Saya tidak mau mendahului kehendak Tuhan, tetapi saya sampaikan hari ini bahwa bapak…. (nama calon disebutkan) pasti akan menang!”.  Bagaimana bisa berkata tidak mendahului Tuhan, tapi prakteknya dia sudah mendahului Tuhan?  Akhirnya, sang kandidat kalah dari kandidat gubernur lain.  Betapa malunya bapak ini yang sudah menggembar-gemborkan hal itu di mana-mana.
Dalam Yakobus 4:13-15 tertulis: ”
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung, ” sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
Pesan dari ayat ini sangat jelas, kita harus berkata “jika Tuhan menghendakinya”, atau “kalau Tuhan berkenan”,  untuk merencanakan sesuatu hal, sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok.  Jadi, semua rencana kita harus kita serahkan kepada Tuhan dan dengan rendah hati kita berkata: “Jika Tuhan berkenan”.
Kalau saudara punya rencana bisnis atau usaha atau bahkan pelayanan sekalipun, jangan dengan congkak berkata akan berhasil dengan begini dan begitu, sebab semua urusan kita ada dalam kuasa Allah. Firman Tuhan berkata bahwa Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati (Yak. 4:6).
Dalam hal apapun di hidup kita, biarlah kita merendahkan diri dan memiliki kerendahan hati, menyadari bahwa semua ada di dalam tangan Tuhan yang penuh kuasa.
Sebentar lagi kita masuk ke tahun yang baru, tahun 2013, biarlah kita dengan rendah hati berkata “Kalau Tuhan berkenan, saya akan melakukan ini dan itu, dan kiranya Tuhan memberkati kehidupan saya, di sepanjang tahun yang baru”.
Saya percaya berkat Tuhan akan menyertai kita yang rendah hati dan berserah kepada Tuhan Yesus.
Amsal 22:4 berkata: “Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.”
dan lagi, kita beroleh dukungan dari Tuhan  sendiri yang berkata: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)
Selamat menyongsong tahun baru 2013. Berkat dan damai sejahtera dari Bapa dan kasih karunia dari Tuhan Yesus Kristus di dalam persekutuan dengan Roh Kudus, menyertai kita semua, sekarang dan selamanya. Amin.

Ekspresi Natal Dari Allah

jesus born in betlehemApa ekspresi Natalmu?
Mungkin ini adalah pertanyaan sederhana yang akan memperoleh berbagai macam jawaban.
Natal merupakan hari perayaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus.  Meskipun tanggal kelahiran Yesus ke bumi tidak diketahui secara pasti bulan Desember, namun intinya adalah bahwa kita merayakan datangnya pribadi Allah ke dalam dunia ini.  Ada orang-orang yang pernah saya temui, mereka tidak tahu kapan mereka dilahirkan, tetapi mereka menetapkan suatu tanggal tertentu untuk merayakan hari kelahiran mereka.
Tradisi gereja mula-mula, tidak menekankan perayaan kelahiran Tuhan Yesus, tetapi lebih kepada kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati.  Jemaat mula-mula lebih fokus dalam merayakan Paskah.  Namun, mengingat kejadian kelahiran Tuhan Yesus, merupakan suatu peristiwa yang ajaib, maka dirayakanlah Natal kelahiran Yesus tersebut.
Bukan tanggal yang menjadi fokus, melainkan esensi dari Natal itu, bahwa oleh Kasih Allah, Ia turun ke dunia, menjadi manusia sama seperti kita.  Kelahiran-Nya ditandai dengan kemeriahan para bala tentara Malaikat sorga yang menunjukkan kemuliaan kepada para gembala,  serta bintang yang bersinar terang, menandai lahirnya Juruselamat dunia, yang dilihat oleh para Majus.
Dalam Yohanes 3:16 tertulis: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Kembali kepada pertanyaan di awal, apakah ekspresi natalmu?
Kebiasaan kita di hari Natal adalah merayakannya dengan ibadah di hari Natal, diiringi keceriaan dalam berbagi kado atau hadiah Natal.  Ada orang yang merayakannya dengan menyiapkan baju baru, sepatu baru atau hal-hal lahiriah lainnya yang serba baru dan terkadang mewah.  Di Manado, Natal identik dengan belanja barang-barang baru, sehingga kalau sudah mendekati bulan Desember, jalanan macet dengan orang-orang yang sibuk berbelanja sana sini.  Tapi, bukan hanya di Manado saja, hal ini juga terjadi di kota-kota lain.
Bahkan di negara yang mayoritas non-Kristen pun, Natal dirayakan dengan begitu mewah.  Tahun 2012 ini, di Dubai, Uni Emirat Arab, sebuah hotel memasang pohon Natal termahal di dunia, yang ornamen-ornamennya di lapisi emas dan terdiri dari berbagai perhiasan serta berlian, yang akan dicatat dalam Guinnes Book of The Records. Di Tokyo, Jepang, kemeriahan Natal pun begitu terasa, meskipun mayoritas penduduknya bukanlah Kristen.
Memang, Natal kelahiran Tuhan Yesus, adalah peristiwa yang luar biasa ajaib, namun bukan berarti bahwa kita harus merayakannya secara glamour, penuh kemewahan.  Sebab, ekspresi Natal dari Allah justru menunjukkan sebuah kesederhanaan.  Ia dilahirkan di kandang domba, yang begitu hina.  Apakah Dia tidak mampu? Jelas Allah mampu lahir di tempat yang lebih baik, tetapi Dia memilih sebuah kandang domba dan sebuah palungan untuk menjadi tempatnya berbaring.  Tuhan menunjukkan bahwa kelahiran-Nya bukanlah untuk suatu kesombongan, tetapi Dia menunjukkan kerendahan hati-Nya, bukan saja kerelaan-Nya menjadi manusia sama seperti kita, tetapi juga kerelaan-Nya sampai serendah-rendah-Nya dalam sudut pandang manusia umumnya, yang mementingkan lahiriah daripada batiniah.
Di Natal 2012 ini, biarlah ekspresi Natal kita adalah kesederhanaan dan kepedulian kepada sesama.  Membeli baju atau sepatu baru boleh saja, karena mungkin memang hanya setahun sekali kita membelinya.  Tetapi, yang terutama adalah perubahan sikap hati kita, batiniah kita, agar di Natal ini, hidup kita sungguh-sungguh memuliakan Tuhan.
Bukankah Dia telah mengaruniakan kepada kita segala yang baik dari dalam Sorga? Dia datang karena kasih-Nya pada kita yang besar.  Tanpa kedatangan-Nya, maka bagi kita tidak ada harapan untuk keselamatan dan kehidupan kekal.
Ada banyak orang di sekitar kita yang perlu kasih Allah.  Tunjukkanlah dan nyatakanlah kasih Allah itu, yang telah kita terima, kepada mereka, melalui sikap dan perbuatan kita yang baik dan penuh kasih.  Mulailah dari keluarga kita, kepada suami atau istri, orang tua, atau anak-anak kita, agar kasih Allah itu terpancar keluar dan mereka dapat merasakan betapa Allah mengasihi mereka juga, karena melihat kasih kita.
Apakah ekspresi Natalmu?
Kesederhanaan dan kepedulian dan satu lagi ialah ucapan syukur kepada Allah yang telah begitu baik kepada kita.
Sebab manusia tidak layak menerima kebaikan Allah, tetapi Ia mau memberikannya kepada kita sebagai suatu anugerah.
Tidak ada yang dapat membeli keselamatan, sebab keselamatan itu begitu mahal harganya.  Tidak ada pula yang dapat memperoleh dan meraih keselamatan itu, meskipun dengan perbuatan baik dan amal saleh yang besar, sebab manusia sudah jatuh dan telah kehilangan kemuliaan Allah.  Roma 3:23 berkata: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”.   Itu sebabnya Ia memberikannya secara cuma-cuma bagi saudara dan saya, sebagai suatu anugerah dan kasih karunia yang ajaib.
Selamat Hari Natal 2012 dan selamat menyongsong tahun baru 2013.  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Bapa di sorga dan dari Tuhan Yesus Kristus, dalam persekutuan dan penghiburan Roh Kudus, menyertai kita semua senantiasa.
Amin.

Kasih Itu Berkorban

Jikalau kita mengatakan mengasihi Allah, namun tidak dapat mengasihi manusia, maka itu adalah omong kosong belaka.
Jikalau kita mengatakan bahwa kita mengasihi, namun tidak mau berkorban, maka itu pun suatu kebohongan.
Tuhan Yesus telah membuktikan kasih-Nya dengan mengorbankan diri-Nya sendiri. Bukan sekedar tubuh jasmani-Nya, melainkan semua yang Dia miliki, telah dikorbankan-Nya bagi kita.
Seorang penginjil India, Sundar Singh, menulis tentang kebakaran hutan di pegunungan Himalaya yang ia saksikan ketika sedang melakukan perjalanan. Saat banyak orang berusaha memadamkan api, ada sekelompok orang yang memandangi sebuah pohon yang dahan-dahannya mulai dijalari api. Seekor induk burung dengan panik terbang berputar-putar di atas pohon. Induk burung itu mencicit kebingungan, seakan-akan mencari pertolongan bagi anak-anaknya yang masih di dalam sarang. Ketika sarang mulai terbakar, induk burung itu tidak terbang menjauh. Sebaliknya, ia justru menukik ke bawah dan melindungi anak-anaknya dengan sayapnya. Dalam sekejap, ia beserta anak-anaknya hangus menjadi abu.
Lalu Singh berkata kepada orang-orang itu, “Kita baru saja melihat hal yang luar biasa. Allah menciptakan burung yang memiliki kasih dan pengabdian begitu besar sehingga rela memberikan nyawanya untuk melindungi anak-anaknya …. Kasih seperti itulah yang membuat-Nya turun dari surga dan menjadi manusia. Kasih itu juga membuat-Nya rela mati sengsara demi kita semua.”
Cerita di atas adalah sebuah ilustrasi yang mengagumkan akan kasih Kristus kepada kita. Kita juga berdiri dengan takjub saat merenungkan api penghakiman suci yang membakar Bukit Kalvari. Di sanalah Kristus bersedia menderita dan “memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib” (1 Petrus 2:24).  Betapa hebat kasih-Nya atas kita, sungguh luar biasa dan ajaib, demikianlah kasih Allah yang maha besar, sehingga kita kelimpahan akan kasih karunia-Nya.
Dia tidak membalaskan kepada kita hukuman yang setimpal dengan perbuatan kita, melainkan mengasihi kita dengan kasih-Nya yang besar.
Marilah kita mempraktekkan kasih itu dalam hidup kita secara nyata, bukan sekedar di bibir, tetapi sungguh dari dalam hati dan mengalir keluar secara nyata dalam perbuatan kita sehari-hari.

Ikan Koi Bikin Rejeki?

Banyak orang punya kepercayaan yang salah, salah satunya percaya bahwa memelihara ikan koi bisa membawa rejeki.
Bukankah ikan koi adalah ciptaan Tuhan? Lalu mengapa kita mesti percaya kepada ikan koi, dan bukan kepada Tuhan.
Bukti apapun yang ditunjukkan tidak merupakan bukti yang sah karena pikiran manusia sudah jatuh begitu dalam sehingga lupa kepada Tuhan.
Jangan ada Allah lain di hadapanKu, demikian firman Tuhan. Dan sembahlah hanya kepada Tuhan saja.
Tanpa sadar banyak orang sudah menyembah berhala-berhala dalam kehidupan mereka.
Hanya percaya kepada Yesus, Tuhan, juruselamat kita. Dia adalah Bapa yang baik, yang memberi berkat kepada orang baik dan yang jahat.
Tuhan Yesus berkata: “Jikalau firmanKu tinggal di dalam kamu, dan kamu tinggal di dalam Aku, mintalah apa saja, maka akan diberikan kepadamu”.
Rejeki atau berkat datang dari Tuhan, jadi percayakan hidup kita kepadaNya. Amin.

Anjungan Kerajaan Sorga

Hari ini, saya menghadiri acara Natal sekolah anak yang pertama di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Acara ibadah mereka diadakan si salah satu anjungan yang ada disana, yaitu anjungan Sulawesi Utara.  Ada banyak anjungan lain yang mewakili propinsi atau daerah di Indonesia.
Melihat anjungan Sulawesi Utara, akan memberikan gambaran tentang bagaimana sebenarnya daerah tersebut.  Dari segi rumah panggungnya yang khas, seni budayanya, pakaian adatnya, dan berbagai ciri khas lainnya.
Anjungan yang lain pun begitu. Misalnya, anjungan Bali, maka orang bisa melihat bagaimana nuansa daerah Bali, rumah adatnya, pakaian daerah, dan informasi unik daerah Bali lainnya.
Anjungan-anjungan tersebut mewakili daerahnya masing-masing, seolah berkata “inilah kami, lihatlah kami, yang berbeda dari lainnya”.
Saya jadi terinspirasi dengan hal ini dan tersadar bahwa kita seperti anjungan tersebut di mata dunia. Kita adalah anjungan kerajaan sorga yang mewakili kerajaan sorga di dunia ini.  Dengan melihat kita, dunia seharusnya tahu bahwa kita adalah warga sorgawi yang memiliki sifat dan ciri khas sorgawi.
Alkitab berkata bahwa kewargaan kita adalah kewargaan sorga (Fil.3:20) dan kita adalah surat terbuka yang dapat dilihat dan dibaca orang.
Jadilah anjungan sorgawi yang memuliakan Tuhan Yesus dalam segala hal di hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati.

Bukan Kita Yang Hebat, Tapi Kasih-Nya Yang Hebat Atas Kita

god's loveSeorang anak muda yang sejak kecil ditinggal oleh ayahnya, senang membuat lukisan-lukisan. Anak muda ini tinggal di daerah pinggiran kota, dan dengan setia membuat satu demi satu lukisan.
Lukisannya tidak terlalu bagus kelihatannya, agak abstrak dan rasanya sulit untuk bisa laku terjual dengan harga mahal.
Suatu kali, mendadak, anak muda ini mendapatkan undangan “pameran tunggal” di sebuah kota besar, dari seseorang yang tidak dia kenal, yang secara lengkap mensponsorinya, membiayai tiketnya pergi pulang dan menyediakan semua akomodasi yang dia perlukan.

Anak muda ini pun mengikuti saja arahan dari sang sponsor. Dia yang bukan siapa siapa, diberikan suatu kesempatan langka untuk menyelenggarakan pameran tunggal lukisan.
“Siapa yang akan hadir?,” pikirnya. Kemungkinan orang untuk datang ke pameran sangat kecil oleh karena dia bukan seorang pelukis terkenal. Tapi aneh tapi nyata, pengunjung pameran cukup banyak, dan yang luar biasanya, semua lukisannya habis terjual dengan harga yang mahal.Mulailah muncul rasa bangga dalam hati pemuda ini. Dia merasa dirinya tidak kalah dengan pelukis-pelukis terkenal lainnya. Dia mulai merasa hebat, karena mampu meraih prestasi seperti itu dalam jangka waktu sangat singkat.
Tapi, semua rasa bangganya itu sirna, ketika pada akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang ada di balik semua kesuksesannya itu.
Rupanya, ayahnya yang dulu pernah meninggalkannya, dialah yang mensponsori semuanya. Ayahnya lah yang menggelar acara pameran tunggal itu untuknya, dan ayahnya juga yang mensponsori orang-orang untuk membeli semua lukisannya.
Anak muda ini merasa malu, dan menyadari bahwa semua karena perbuatan ayahnya. Mereka pun mengalami rekonsiliasi setelah lama tidak bertemu.
Saudara yang terkasih dalam Tuhan, betapa sering kita bersikap seperti anak muda itu. Ketika kita berhasil meraih sesuatu, kita merasa diri kita hebat, kita menjadi sombong dan kemudian menyepelekan orang lain.
Padahal semua yang kita raih sampai hari ini, kesuksesan, keberhasilan atau apapun yang menjadi kebanggaan kita saat ini, adalah semata-mata karena kasih Bapa di sorga. Dialah yang memberikan semuanya itu bagi kita. Bukan karena kita hebat, tetapi karena kasih-Nya yang hebat atas kita.  Yang berbeda dengan cerita itu, Bapa di sorga tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu mengamat-amati dan bersama-sama dengan kita.
Daud bukanlah siapa-siapa, ketika dia menghadapi Goliat yang besar, di atas kertas, Daud pasti kalah. Daud hanya menggunakan batu yang diambilnya dari dasar sungai, batu-batu yang nampak tidak berarti. Tapi dengan batu itu Goliat mati.
Bukan karena Daud hebat, tetapi karena Kasih Tuhan yang hebat atasnya.
Mazmur 117:1-2 berkata:
“Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!”
Sadarilah hari ini, bahwa hidup kita sampai hari ini, adalah karena kasih Tuhan yang begitu hebat atas kita. Kasih-Nya yang membuat kita hidup dan bernafas, serta meraih semua yang kita cita-citakan dan harapkan. Bukan karena kita, tetapi karena Anugerah Kasih-Nya yang besar. Amin. (BKT)

Mujizat Terbesar Adalah Keselamatan Kekal

Semua orang yang hidup di muka bumi ini pada akhirnya suatu hari akan mati.
Dunia kedokteran, meskipun sudah berusaha maksimal sampai hari ini, mencari cara bagaimana agar manusia dapat hidup lebih lama, tetap tidak akan dapat menemukan solusi agar manusia dapat hidup selamanya.
Alkitab jelas mengatakan bahwa oleh karena dosa, maka manusia telah menerima hukuman maut atau kematian.  Tidak ada satupun yang dapat luput dari maut.  Dan satu hal yang lebih mengerikan bahwa ternyata, sesudah menghadapi maut, manusia masih harus menghadapi satu hal yaitu kematian di dalam neraka, penghukuman kekal akibat dosa.  Sebab Allah tidak dapat dinajiskan dengan dosa dan kekotoran manusia, sebab Allah itu suci adanya.
Usaha dan segala upaya manusia untuk menjadi suci, tidak akan pernah berhasil dan tidak ada gunanya sama sekali dalam proses pencapaian kepada standard kekudusan Allah.  Sebab apa yang telah cemar, tetaplah cemar sehingga oleh dan dari dirinya sendiri tidak dapat membuatnya bersih dan suci.
Tapi, syukur kepada Allah Bapa yang telah mengaruniakan Tuhan Yesus Kristus, untuk datang ke dunia dan mati bagi kita.  Dia adalah anak domba yang telah lama dinubuatkan dan dijanjikan kedatangan-Nya.  Dia tidak bercacat cela, dan tidak ada dosa pada-Nya.  Sehingga Dia sangat layak untuk menjadi korban bagi penebusan segala dosa manusia.  Dia telah mati satu kali untuk segala dosa kita.  Darah-Nya yang telah tercurah di atas kayu salib, cukup untuk membasuh dan menyucikan kita dari segala dosa kita, serta menjadi penebusan dan kelepasan kita dari dosa dan maut.
Kematian-Nya telah memerdekakan kita dari dosa, dan kebangkitan-Nya memberikan kita pengharapan yang teguh, bahwa kita pun akan mengalami kebangkitan serta kehidupan yang abadi bersama Dia di dalam kerajaan Sorga.
Matius 13:44-45 menyebutkan bahwa kerajaan sorga itu merupakan suatu hal yang sangat sangat berharga dan tak ternilai, sehingga orang akan rela untuk melepaskan dan menjual segala yang dimilikinya untuk memperoleh kerajaan sorga itu.
Jika saudara mengerti betapa berharganya dan bernilainya kerajaan sorga itu, saudara tidak akan menunggu waktu lama untuk datang kepada Tuhan Yesus dan meninggalkan segala sesuatu yang lama dalam hidup saudara.
Tuhan Yesus berkata bahwa Dialah jalan menuju kepada Bapa, Dialah jalan keselamatan dan kehidupan kekal.  Barangsiapa percaya kepada-Nya, tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Percayakah saudara akan hal ini?  Saudara mau percaya atau tidak percaya, Tuhan Yesus tetaplah Tuhan dan Allah, Ialah yang empunya segala kuasa di surga dan di bumi.  Ia akan datang kembali sebagai hakim yang akan menghakimi bangsa-bangsa.
Hari itu akan sangat menggentarkan, bagi semua orang yang ada di bumi, ya hari kedatangan-Nya akan sangat menakutkan bagi mereka yang tidak percaya kepada-Nya, tetapi merupakan sukacita bagi mereka yang menanti-nantikan Dia.
Percayalah kepada-Nya dan serahkanlah hidupmu kepada-Nya, tanggalkan semua beban dan dosa yang menghalangi saudara untuk datang kepada Dia, Allah yang mengasihi dan memperhatikan saudara, yang setia dan adil.
Berdoalah secara pribadi:
Tuhan Yesus, aku percaya kepadamu, bahwa Engkau adalah Tuhan dan juruselamatku. Engkau telah mati bagiku, untuk menebus dosaku. Dan Engkau telah bangkit serta naik ke sorga, mempersiapkan tempat bagiku.
Ampunilah segala dosaku dan masuklah dalam hati dan pimpinlah hidupku Ya Tuhan Yesus.
Trima kasih Tuhan Yesus, Amin.

Tuhan Melindungi Saya Dari Bahaya

Ngantuk waktu nyetir seringkali saya alami walaupun sangat berbahaya. Saya sudah sering berusaha selalu terjaga tapi kalau perjalanan panjang biasanya ada saja waktu-waktu dimana rasa ngantuk itu susah dilawan.
Pernah suatu kali, di tahun 2005, saya, sendirian, sedang menyetir dari Jakarta ke daerah Cipanas, menuju ke sebuah tempat dimana istri dan anak saya berada bersama dengan keluarga kakak saya. Sejak dari Jakarta saya berdoa supaya Tuhan menjaga dan melindungi dalam perjalanan supaya selamat sampai tujuan. Saya kuatir bakal ngantuk di jalan.
Di tol Jagorawi, saya mulai ngantuk. Saya siram muka dan kepala pakai air minum biar tetap ‘melek’. Tapi dasar namanya udah ngantuk banget, akhirnya saya, tanpa sadar, mulai tertidur, padahal kecepatan lumayan kencang.
Nah, kejadian setelahnya membuat saya heran. Secara tiba-tiba saya mendengar suara istri saya memanggil nama saya dengan agak keras. “Billy Bangun!” suara itu jelas sekali terdengar dan saya langsung buka mata melihat ke arah datangnya suara itu. Suaranya datang dari tempat duduk sebelah dimana biasanya istri saya duduk.
Lalu saya menjadi sangat kaget karena ternyata saya melihat sendiri dengan jelas ada istri saya sedang duduk sambil menggendong anak kami Justin, padahal mereka berdua sedang ada di Cipanas.
Pada saat saya memandang istri saya itu, dia memberi kode untuk melihat ke depan.
Saat saya lihat ke depan, ternyata mobil sudah menuju keluar jalur dan sesaat lagi bisa menabrak atau terjerumus ke bagian pinggiran luar jalan tol. Saya langsung mengendalikan kendaraan agar kembali ke jalurnya.
Setelah itu langsung melihat lagi ke arah istri saya dan ternyata sudah tidak ada. Saat itu, waktu antara kejadian satu dengan yang lain sangat cepat. Dan peristiwa ini sangat luar biasa buat saya.
Saya percaya bahwa Tuhan, dengan cara-Nya yang ajaib, sudah menolong dan menjauhkan saya dari malapetaka, sehingga saya sampai di tujuan dan masih ada sampai saat ini untuk menyampaikan kesaksian ini.
Immanuel, Tuhan beserta dengan kita, bukanlah sekedar kata-kata tapi benar-benar suatu kenyataan. Dia ada bersama-sama saya senantiasa dan Dia juga ada bersamamu.
Tuhan Yesus memberkati.
(Kesaksian Pribadi)

Dunia Game Online "Second Life" Dapat Menjerumuskan Kepada Dosa

Permainan game semakin hari semakin canggih karena perkembangan teknologi yang pesat sekali.
Dulu,  tidak ada istilah permainan di dunia maya, anak-anak yang mau bermain dengan temannya, biasanya harus pergi ke rumah temannya dan mengajaknya bermain secara nyata, apakah itu main kejar-kejaran, petak umpet, monopoli, catur, dan sebagainya.
Saya masih ingat  game nintendo bertahun-tahun lalu, yang kualitas gambarnya masih sederhana dan suaranya masih bunyi-bunyian not lagu. Tapi, teknologi game terus berkembang seiring dengan adanya internet dan teknologi informasi yang semakin maju.
Ada satu game yang sekarang ini menjamur di dunia termasuk di Indonesia, yaitu Life Simulation Game bernama “Second Life”.  Dalam game ini, seseorang yang hendak bermain dapat memilih karakter avatar yang diinginkannya, lalu bisa bermain bersama dengan orang-orang lain yang berada di tempat berbeda, layaknya menjalani kehidupan seperti di dunia nyata.
Aktifitas dalam dunia game tersebut seperti di dunia nyata, misalnya bekerja, bersosialisasi dengan teman-teman, makan, minum, mandi, bahkan menikah pun bisa dilakukan di game ini.
Namun, game ini membuat kecenderungan negatif orang muncul, apa yang tidak pantas dilakukannya di dunia nyata, dia lakukan di dunia maya dalam game second life ini, perselingkuhan, perzinahan, percabulan, yang dilakukan dengan pemain lain.  Orang-orang yang di dunia nyata sudah berkeluarga pun, sesungguhnya tidak layak melakukan pernikahan meskipun secara virtual dalam game ini.
National Geographic mengupas kehidupan salah seorang pemain game ini, sesuai dengan nama gamenya, orang tersebut benar-benar seperti hidup di dua dunia berbeda.  Di dunia nyata, dia memiliki seorang istri dan 3 orang anak, tetapi di dunia maya pun dia punya istri lain, dan beberapa anak-anak yang lain juga.  Saya menganggapnya seperti orang yang psikopat tanpa disadari oleh dirinya sendiri.  Orang yang punya dua kepribadian dan kehidupan ganda yang berbeda satu sama lain.
Apakah ini dosa?  Banyak orang berpendapat bahwa ini hanyalah sebuah permainan di dunia maya, sehingga bukan sebuah kenyataan,  yang membuat mereka berpikir bahwa ini bukan sebuah dosa.
Tapi, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, saya hendak menyampaikan disini bahwa tindakan-tindakan tersebut, meskipun dilakukan di dunia maya, adalah DOSA!
Perintah ke-10, dari Kesepuluh Perintah Allah, adalah “Jangan mengingini..”, perintah jangan mengingini adalah perintah untuk mengendalikan pikiran, belum sampai kepada perbuatan.  Kalau perintah lain sudah berhubungan dengan perbuatan seperti: jangan membunuh, jangan mencuri, jangan berzinah, tapi perintah “jangan mengingini” adalah perintah untuk mengontrol pikiran kita supaya pikiran kita kudus di hadapan Allah.
Inilah perintah yang ke-10 itu:
“Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.” (Kel. 20:17)
Ini merupakan dosa keinginan, masih ada di dalam pikiran, belum sampai diperbuat, tetapi sudah merupakan dosa. “Dosa Keinginan” adalah salah satu dosa yang dilarang oleh Tuhan.
Meskipun saudara menganggap melakukan hubungan seksual atau percabulan di dunia maya dengan pemain lain, hanyalah dunia khayalan, bukan kenyataan, tetapi itu sudah merupakan dosa besar! Jangan biarkan dirimu ditipu oleh Iblis.
Tuhan Yesus memberikan firman: “Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat. 5:28).  Ini berlaku juga untuk wanita terhadap laki-laki.  Perhatikan baik-baik, hanya memandang dan mengingini saja sudah dikategorikan berzinah oleh Tuhan, apalagi kalau saudara bermain game “second life” dimana lebih dari sekedar melihat karena lebih dari itu ada interaksi dengan orang lain di dalamnya, maka sesungguhnya saudara sudah berbuat dosa kepada Tuhan.
Dosa Percabulan dan Perzinahan adalah dosa yang paling keji di hadapan Allah.  Ketika bangsa Israel berbuat cabul dengan perempuan-perempuan Moab, demikian juga perempuan-perempuan Israel diberikan kepada laki-laki Moab, Tuhan sangat murka sehingga dalam satu hari itu 23 ribu orang Israel mati.
Dengarkan Firman Tuhan dan jadilah pelaku Firman Tuhan.
Lebih baik saudara tidak menyentuh game ini sama sekali daripada saudara menjadi berdosa kepada Tuhan.
Kita harus menjaga dan mengerjakan keselamatan yang telah kita terima dari Tuhan Yesus dengan takut dan gentar. Lakukan apa yang baik dan berkenan kepada Tuhan.

DALAM KASIH TIDAK ADA DOSA

The-Love-of-GodSaudara yang dikasihi Tuhan Yesus,
Seringkali, sadar atau tidak, kita sebagai orang Kristen punya konsep yang salah tentang kasih Allah.  Banyak orang Kristen yang meskipun mengerti bahwa dosa itu bertentangan dengan kehendak Allah, tapi masih saja main-main dengan dosa.  Mereka berpikir bahwa Tuhan pasti mengampuni oleh karena kasih-Nya yang besar.  Kasih bukan berarti kompromi terhadap dosa, tetapi kasih itu justru membebaskan dari dosa.
Memang Allah mengasihi kita dengan kasih yang agape, kasih yang tak terbatas itu, namun kita tidak boleh lupa, bahwa dalam kasih tidak ada dosa.  Kasih tidak mengandung dosa, dan setiap dosa tidak pantas berada di dalam kasih.  Dengan demikian, dosa harus kita tinggalkan dan kita hidup bagi Tuhan dalam kasih-Nya.
Mungkin saudara berpikir bahwa tidak ada hukuman yang terjadi ketika engkau berbuat dosa, tetapi ingatlah firman Tuhan dalam Roma 2:4 yang berkata:” Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”
Jadi kalau selama ini, saudara masih hidup dalam dosa, dan keadaanmu nampaknya baik-baik saja, ingatlah bahwa itu disebabkan oleh karena kemurahan Allah untuk menuntun saudara kepada pertobatan.
Namun, bila saudara terus menerus berkeras hati dan tidak mau mengikuti kehendak Tuhan, maka berhati-hatilah karena sebenarnya engkau sedang mengundang murka Allah tertimbun atas dirimu.
Sebab di dalam Roma 2:6-8 tertulis: ”Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,  yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,  tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.”
Relakanlah hatimu dan serahkanlah dirimu kepada Tuhan, tundukkanlah setiap keinginan hawa nafsu kita kepada kehendak Allah, sebab bila kita telah percaya kepada Kristus, maka kita juga telah mati bagi dosa dan keinginan daging, tetapi hidup bagi kehendak Allah yang kudus.
Tuhan Yesus memberkati saudara senantiasa!