Tag Archives: natal

Arti Natal Yang Sebenarnya

Natal itu bukan soal baju baru, celana baru, atau sepatu baru. Natal bukanlah soal sinterklas, bukan pula soal pohon Natal yang berlampu kerlap kerlip. Jangan sampai kita melupakan arti Natal yang sebenarnya dan terbawa arus dalam perayaan Natal yang duniawi. Natal bukan pula soal tanggal 25 Desember, karena yang terpenting adalah kelahiran dan kehadiran Kristus dalam hati dan kehidupan kita.

Saksikan video singkat ini. Tuhan Yesus memberkati saudara.

Natal Bukan Sinterklas

Nats Alkitab:
“Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” (Lukas 2:12)

Sejak saya tinggal di Manado saat berumur 12 tahun, saya merasa bahwa Natal itu identik dengan sinterklas, padahal sebelumnya, saat orangtua bertugas di kota lain, tidak ada fenomena “sinterklas” yang membawa hadiah buat anak-anak.

Namun sekarang, rasa heran yang sangat muncul dalam hati karena mendengar bahwa fenomena pawai sinterklas di kota yang mayoritas penduduknya mengaku beragama Kristen, ternyata terus ada dan bahkan semakin subur.

Keheranan ini didasarkan pada pemikiran bahwa seharusnya orang-orang yang percaya dan mengerti arti Natal yang sebenarnya, tidak akan mengotori dan membiarkan berbagai macam atribut penyembahan berhala mewarnai perayaan Natal.

Yang makin mengherankan adalah mengapa para pendeta, pastor ataupun gembala serta rohaniwan di Manado mengijinkan setiap tahun adanya “sinterklas-sinterklas” ini yang berkeliling ke kampung-kampung, desa dan kota bahkan di gereja-gereja sambil membawa hadiah untuk anak-anak.  Bukankah hal ini sudah melenceng jauh dari iman yang benar?

Alasan apapun jangan ditoleransi untuk melestarikan budaya pagan semacam ini. Tidak ada sinterklas, tidak ada rusa-rusa kutub yang terbang, tidak ada pit hitam, tidak ada kurcaci, semuanya itu adalah cerita dongeng kaum penyembah berhala.

Natal bukan sinterklas.  Natal adalah Yesus yang telah lahir bagi semua umat manusia.

Mulai sekarang, semua orang harus menyadarkan sesamanya tentang makna Natal yang benar. Jangan tunggu pendeta, pastor atau gembala atau penatua menjelaskan, jikalau mereka semua “melempem”, saudaralah yang berdiri menjelaskan dengan lantang di atas kebenaran firman Tuhan.  Amin!