Tag Archives: iman

Henokh Diangkat Tuhan Karena Imannya

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.(Kejadian 5:24)

Niat untuk mendekat kepada Allah haruslah datang dari diri sendiri. Henokh adalah contoh orang yang niat dan kerinduannya hanya untuk Allah. Ia mencari Allah,menemukan-Nya dan bergaul dengan Allah. Dalam konteks di jaman-Nya bagaimana cara Henokh bergaul dengan Allah  mungkin menjadi pertanyaan. Namun, secara jelas Alkitab berkata bahwa Allah dapat berbicara, Allah bahkan seringkali menjumpai manusia dalam wujud yang nampak oleh mata. Apalagi di jaman Henokh, bahkan Yakub pun berjumpa dan bergumul dengan Allah ketika ia menyendiri dan mencari-Nya.

Mencari Allah dalam konteks kekinian adalah usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara membaca dan merenungkan firman-Nya, berdoa, memuji Tuhan melalui kidung pujian. Hakikat terpenting dalam pergaulan dengan Allah adalah hati kita yang senantiasa tertuju kepada Allah.

Kita telah diberikan kemudahan oleh Allah karena Allah telah memperkenalkan diri-Nya melalui pribadi Yesus Kristus.  Tuhan Yesus berkata, “Aku dan Bapa adalah satu. Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”
Kita saat ini memang tidak melihat-Nya dengan mata fisik, tetapi kita dapat melihat Yesus dengan mata iman. Allah menjadi semakin mudah kita temui karena Ia telah memperkenalkan diri-Nya.

Kembali kepada soal niat mencari Allah. Niat atau kerinduan itu tidak dibuat-buat, tetapi keberadaannya murni dan selalu mendorong kita untuk ingat kepada Allah Bapa, untuk mencintai-Nya dan hidup untuk-Nya.

Bergaul dengan Allah itu harus dimulai dari diri sendiri. Janganlah kita mengharapkan orang lain mulai terlebih dulu. Urusan keselamatan itu pada akhirnya, merupakan urusan masing-masing. Kita tidak bisa menyelamatkan orang lain, apakah istri, suami, ibu, bapak, saudara, teman bahkan anak-anak kita. Keselamatan adalah urusan kita masing-masing. Kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan orang lain.

Jadi, apa yang kita pelajari dari kehidupan Henokh adalah hiduplah dalam kerinduan selalu akan Allah yaitu Tuhan Yesus Kristus. Koneksi dengan Tuhan janganlah terputus sekalipun kita bekerja, dan beraktivitas setiap hari. Hati kita senantiasa melantunkan pujian dan doa serta pengucapan syukur.  Hati kita senantiasa dipenuhi oleh Roh-Nya yang Kudus dan rela untuk dipimpin oleh-Nya.

Lakukanlah ini semua dengan iman. Bersekutu dengan Tuhan dengan imanmu. Menyembah Tuhan dengan imanmu. Melakukan tugas pekerjaan dengan imanmu.
Dasari semuanya dengan iman.

Ibrani 11:5
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.

I Believe

Sebuah tulisan terpatri di dinding bawah tanah di kota Cologne, Jerman, setelah Perang Dunia II:

I BELIEVE….
I believe in the sun,
even when it is not shining;
I believe in love,
even when I feel it not;
I believe in God,
even when He is silent.

Penulisnya tidak diketahui, namun salah satu pesan utama dari tulisan tersebut ada pada bagian akhir yaitu tentang iman kepada Tuhan meskipun nampaknya Tuhan berdiam diri.

Berapa sering kita mengalami saat-saat dimana kita merasa bahwa Tuhan tidak menjawab doa kita dan seakan Dia diam saja?
Akankah kita tetap mempercayai Tuhan di saat semacam itu?
Perasaan ditinggalkan, sendirian, tak ada jalan keluar, atau kekecewaan, bukanlah berarti bahwa Tuhan membiarkan kita.

Justru di saat-saat yang demikian, iman kita sedang diuji apakah tetap ada atau memudar?

Pemazmur menulis dalam Mazmur 31:14 ‘Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”‘

Bukan sekali dua kali, pemazmur mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, namun ia tetap mempercayai Allah.

Percayalah selalu kepada Allah di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Iman sejati tak akan lapuk oleh “panas hujan” situasi kehidupan kita, dan tak akan lekang oleh waktu.

Kemenangan Karena Kristus

Nats Alkitab:
Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. (Roma 5:15)

Klub sepakbola Persib Bandung akhirnya menjuarai Liga Super Indonesia 2014 setelah penantian selama kurang lebih 20 tahun, mengalahkan Persipura pada final dengan adu pinalti.

Dalam tim ini hanya ada 11 orang yang bermain, namun kemenangan Persib adalah kemenangan seluruh pemain cadangan juga. Pemain cadangan tidak bermain tapi mereka menang. Dan lebih dari itu, kemenangan Persib merupakan kemenangan seluruh warga kota Bandung dan Jawa Barat.  Terbukti dengan kehadiran walikota Ridwan Kamil dan Gubernur Ahmad Heryawan.

Kemenangan ini dirayakan besar-besaran oleh seluruh warga kota Bandung karena kemenangan Persib adalah kemenangan Bandung. Jalanan Bandung macet total pada hari Minggu karena perayaan kemenangan.

Peristiwa ini adalah sebuah contoh sederhana bagaimana sebuah perwakilan menyebabkan pengaruh pada keseluruhan. Hanya sebelas orang yang bermain tapi kemenangannya adalah kemenangan semua orang.

Kita akan lebih memahami hal ini bila mengingat kemenangan Susi Susanti, pemain bulutangkis kita yang terkenal.  Ia meraih medali emas pada olimpiade, mewakili bangsa Indonesia.  Kemenangan Susi Susanti adalah kemenangan seluruh rakyat Indonesia. Susi Susanti telah membuat Indonesia menang di kancah olahraga dunia.  Karena satu orang yang menang, menyebabkan seluruh bangsa mengalami kemenangan.

Nats Alkitab dalam Roma pasal 5 berbicara tentang kemenangan dan kehidupan yang dialami seluruh manusia oleh karena Yesus Kristus.

Pada awalnya seluruh manusia mengalami kejatuhan oleh karena Adam. Pelanggaran Adam menyebabkan seluruh umat manusia menerima konsekuensi pelanggaran itu.  Akibat dosa Adam semua orang berdosa dan berada di bawah kutuk dosa dan maut.

Tetapi syukur kepada Allah yang telah memberikan Kristus bagi kita.  Yesus Kristus datang menyelamatkan kita.  Ia taat dan tidak berdosa, suci dan tak bercela. Ketaatan Yesus telah menyebabkan kita diperhitungkan sebagai orang-orang yang taat.
Kebenaran Yesus telah menjadikan kita sebagai orang-orang yang benar.
Kebangkitan Yesus telah menjadikan kita orang-orang yang bangkit atas maut.

Segala kutuk dosa sudah ditanggung oleh satu orang yaitu Yesus Kristus agar kita tidak menanggung penghakiman karena dosa.  Kita sudah dibenarkan dan diampuni karena karya Yesus Kristus di atas salib. 

Betapa besar kasih karunia Allah yang kita terima karena Yesus Kristus. Inilah hasil pembenaran karena satu orang dalam kehidupan seluruh umat manusia.

Apa yang harus kita lakukan ? Percaya kepada Yesus Kristus maka kita akan memperoleh keselamatan dan kehidupan kekal.  Karya keselamatan itu hanya akan kita terima bila kita percaya kepada-Nya.

Bila saudara hari ini mau percaya kepada Tuhan Yesus, berdoalah demikian:

Tuhan Yesus, aku percaya Engkau telah mati untuk menebus segala dosaku, dan aku percaya Engkau telah bangkit dan menang atas maut sehingga aku pun menang dan hidup untuk selamanya di dalam kekekalan.
Tuhan Yesus, aku percaya Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat.
Amin.

Bila saudara berdoa dengan sungguh-sungguh dari dalam hati saudara, maka saudara telah diselamatkan dan menerima anugerah kehidupan yang kekal di dalam kerajaan surga.

Berdoa Dengan Penuh Percaya

matius2122

Nats Alkitab:
Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya. (Matius 21:22)

Tuhan Yesus berbicara tentang iman dan doa dalam ayat ini.  Doa tanpa iman bukanlah doa, karena doa erat hubungannya dengan iman dan harus mengandung iman di dalamnya.

Jawaban atas doa tergantung dari iman kita.  Bila kita percaya dengan sepenuh hati dan kepercayaan kita itu selaras dengan kehendak Allah maka apa yang kita doakan pasti akan terjadi.  Segala sesuatu yang selaras dengan kehendak Tuhan dapat dilaksanakan atau diterima oleh mereka yang tidak ragu-ragu.

Dalam sejarah bangsa Mesir, tertulis tentang peristiwa berpindahnya gunung Mokkatam oleh karena doa orang-orang Kristen.  Adanya ancaman terhadap iman mereka karena Khalifah Al-Muiz menantang untuk membuktikan perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 17:20 mengenai iman yang sanggup memindahkan gunung, membuat mereka berada dalam posisi sulit dan karena itu mereka semua berdoa dengan sungguh-sungguh meminta pertolongan Tuhan. Setelah seluruh umat berdoa dan berpuasa selama 3 hari yang dipimpin oleh Patriarch Abraam bi zara, seorang pemimpin umat Kristen Koptik di Mesir kala itu, Tuhan menjawab doa mereka dan gunung Mokkatam berpindah dari tempatnya sejauh 3 kilometer.

Kita tidak dapat mengandalkan yang lain selain Tuhan untuk menolong kita menghadapi berbagai persoalan.  Jika semua pintu keluar tertutup, maka kita dapat mengetok pintu sorga dengan menaikkan doa-doa kita.  Tuhan berdaulat penuh atas kehidupan kita dan Dia sanggup melakukan mujizat yang melampaui akal pikiran kita.

Hari ini, bila engkau sedang mengalami “jalan buntu”, berlututlah dan naikkanlah doa dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Janji-Nya ya dan amin, pasti dan tidak akan pernah terlambat.  Bila Tuhan sudah berjanji dalam firman-Nya maka janji itu akan ditepati.  Tuhan berjanji untuk menjawab doa-doa kita, maka doa kita pun pasti dijawab oleh Tuhan.

Selalu ada jalan bagi orang-orang yang berdoa dengan iman. Haleluya!

Melangkah Dalam Iman

faithMempercayai Allah berarti penyerahan diri dan kebergantungan sepenuhnya kepada Dia.
Segala pemikiran pribadi harus dikesampingkan untuk berjalan di dalam iman.
Teknologi masa kini, ilmu kedokteran, dan pengetahuan serta uang seringkali menghambat untuk percaya sepenuhnya.
Rasa takut, kekuatiran, kebimbangan, kesombongan, keserakahan melanda hati karena ketiadaan fokus kepada Kristus.

Ia menjamin hari ini, esok dan seterusnya ada dalam tangan-Nya, Ia pula berjanji akan menyertai sampai kesudahan segala masa.

“Imanmu telah menyelamatkan engkau!”,
“Yang percaya akan melihat kemuliaan Allah!”,
“orang benar akan hidup oleh iman”,
demikian sabda-Nya.

Berjalanlah dengan kepekaan yang semakin tajam akan suara-Nya
Dengarlah Dia berbisik, suara-Nya begitu lembut 
Dengarlah suara-Nya dan berjalanlah dalam ketaatan

Meski melalui penderitaan
Meski mengalami tantangan
Setia dan patuh hanya kepada-Nya

Jalannya adalah jalan yang penuh bahagia,
Bersama Dia, selalu damai dan sukacita.

 

 

Iman Yang Teguh Pada Yesus Memberi Kesembuhan

image

Dalam Matius 9:20-22 tertulis sebuah kisah mujizat yang luar biasa, demikian firman Tuhan:
Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.”

Ketika Tuhan Yesus sedang lewat di suatu jalan dalam pelayanan-Nya, seorang perempuan yang sakit pendarahan 12 tahun menjamah jubah-Nya dan mengalami mujizat kesembuhan.

Mengapa perempuan itu dapat mengalami mujizat? Tidak lain karena ia percaya dengan sungguh akan kuasa Tuhan Yesus dan ia tidak membatasi kuasa Tuhan bekerja melalui cara-cara tertentu.  Perempuan tersebut memiliki iman yang unik dengan percaya bahwa asalkan ia menjamah jubah Tuhan Yesus saja maka ia akan sembuh.

1. Iman Kita Harus Tertuju Kepada Yesus.
Yesus adalah sumber kesembuhan. Ia disebut sebagai Mesias yang diurapi dengan kuasa penyembuhan.  Oleh sebab Ia adalah Allah sendiri yang memegang segala kuasa dalam tangan-Nya. Tuhan Yesus berkata: “Aku datang untuk memberikan hidup yang berkelimpahan.” (Yoh. 10:10).

2.  Iman harus disertai tindakan.
Perempuan itu tidak mau melewatkan kesempatan yang sangat berharga meskipun ia harus berusaha sekuat tenaganya untuk menjamah jubah Yesus. Langkah imannya adalah ia bertindak bergerak menuju kepada Yesus dan menjamah-Nya.
Kuasa Tuhan tidak terbatas.  Seringkali iman kitalah yang terbatas. Seorang perwira Romawi dipuji imannya oleh Tuhan Yesus karena ia hanya meminta Tuhan Yesus berkata sepatah kata saja maka pembantunya akan sembuh, dan mujizat itupun terjadi.

Kalau saudara sakit, percayalah bahwa di tempat saudara berbaring atau dimanapun saudara berada, kuasa Tuhan Yesus sanggup menjamah saudara dan memberikan mujizat kesembuhan.

Apakah saudara percaya? Bagaimanakah wujud iman saudara? Bila saudara percaya dengan sungguh bahwa saudara akan menerima kesembuhan dari Tuhan Yesus maka kesembuhan itu akan Tuhan berikan.

Berdoalah kepada Tuhan Yesus saat ini dengan sederhana dari hati saudara. Dan mintalah kesembuhan dari Tuhan. Percayalah kesembuhan itu sudah saudara terima saat ini juga.
Tuhan Yesus akan menolong saudara karena Ia adalah Tuhan yang mempedulikan saudara.  Ia peduli akan kesusahan dan penyakit kita, dan Ia mau agar kita hidup dalam kelimpahan kesehatan kesembuhan dan berkat sorgawi. 
Oleh bilur-bilur-Nya, kita telah menjadi sembuh. Haleluya, Tuhan memberkati.

300: The Special Number in the Bible

image

Sudah ada 2 buah film produksi Hollywood yang judulnya memuat angka 300. Kedua film tersebut bertema peperangan dimana salah satu pasukan hanya berjumlah 300 orang menghadapi ribuan bahkan puluhan ribu lawan.

Mungkin film itu terinspirasi dari Alkitab sebab dalam Alkitab terdapat kisah perang antara 300 orang dari bangsa Israel melawan 135 ribu pasukan bangsa Midian.
(Hakim-Hakim 7 dan 8:10).

Saat itu bangsa Israel dijajah oleh bangsa Midian sehingga segala hasil panen mereka harus diserahkan sebagai upeti.  Kehidupan dalam tekanan tersebut membuat banyak penderitaan terjadi dan muncul suatu harapan agar mereka dapat hidup merdeka dari penjajahan Midian.

Tuhan memilih Gideon bin Yoas untuk membebaskan bangsa Israel dari Midian.  Dan pada awalnya ada 32ribu pasukan Israel yang akan pergi berperang.  Namun, setelah diseleksi, akhirnya hanya tersisa 300 orang saja.  Dan ketika hanya tinggal 300 orang, Tuhan berfirman: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu.” (Hakim-Hakim 7:7).

Pada akhirnya, Gideon dan 300 orang pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Midian. Makna dari kisah kemenangan Gideon dan pasukannya adalah:

1. Tuhanlah yang memberikan kemenangan.
300 orang mustahil secara akal logika untuk mengalahkan 135 ribu orang. Disini jelas bahwa Tuhanlah yang berperang di depan mereka, dari Tuhanlah datang kemenangan. Kehadiran Tuhan bersama Gideon menjamin kemenangan itu.  Tanpa kehadiran Tuhan maka sia-sialah upaya mereka meskipun dengan ratusan ribu orang sekalipun. Namun bila Tuhan beserta, jumlah yang kecil dapat dipakai Tuhan untuk meraih kemenangan.  “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan oleh Roh Tuhan.
Dalam kehidupan kita pun demikian, meskipun nampaknya kecil, kelihatannya tidak mampu, namun kita bisa melakukan segala perkara oleh karena Tuhan yang memampukan kita.  Manusia boleh saja melecehkan, menghina dan merendahkan tapi kita tidak usah takut dan gentar karena Tuhan beserta dengan kita.

2. Orang yang berhati baja, beriman dan rela berkorban yang meraih kemenangan bersama Tuhan.
Dari 32 ribu pasukan Israel, setelah melalui tahapan seleksi, ternyata hanya 300 orang yang maju berperang.  Mengapa mereka yang dipilih? Karena mereka tidak gentar menghadapi musuh, mereka percaya akan penyertaan Tuhan dan mereka tidak takut mati melainkan rela berkorban bagi Allah dan bangsanya.
Jelas dalam pasal 7 disebutkan dan tersirat bahwa mereka yang takut dan gentar tidak layak untuk maju dalam peperangan, sebab mereka sudah kalah sebelum berperang. Juga bagi mereka yang tidak percaya akan kebesaran dan penyertaan Allah, tidak layak maju sebab mereka tidak memiliki iman yang kokoh dalam Tuhan. Perang menuntut suatu sikap rela mati berkorban sehingga hanya mereka yang punya sikap inilah yang layak maju sebab mereka akan fokus pada penyelesaian tugas dan tujuan dari Tuhan.
Dalam hidup ini, kita pun mengalami masalah, persoalan, ujian dan tantangan yang bagaikan “medan peperangan”.  Menghadapi itu semua janganlah kita takut dan gentar tapi percayalah kepada Tuhan dan selalu rela berkorban bagi Tuhan serta tidak takut menghadapi resiko meskipun kematian jasmani, oleh karena melakukan kebenaran.  Takut berbuat yang benar karena ancaman tidak naik pangkat, tidak dapat jodoh, tidak jadi kaya, atau ancaman lainnya, tandanya kita tidak layak sebagai prajurit Tuhan. Laskar Allah yang militan harus rela mati menjunjung kebenaran dan keadilan dan fokus kepada penyelesaian tugas dan tanggung jawab sorgawi. “Karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21).
Dalam pelayanan pun sama, tantangan bukannya sedikit, pergumulan silih berganti, tapi jangan takut dan gentar, percayalah pada Tuhan dan setialah melakukan tugas panggilan Tuhan.

3. Tuhan memakai yang kecil agar tidak muncul kesombongan pada manusia.

Hanya 300 orang saja merupakan jumlah yang sangat kecil untuk menghadapi lawan apalagi meraih kemenangan.  Kok bisa menang? Padahal jumlahnya sedikit? Ini pasti bukan karena manusianya tetapi karena Tuhan.
Saat mereka memperoleh kemenangan, mereka tidak dapat beralasan bahwa kemenangan itu karena mereka kuat dan perkasa, sebab hal itu tidak mungkin, apalagi jelas-jelas musuh lari kocar-kacir karena bala tentara Allah yang menghalau mereka sehingga musuh saling membunuh satu sama lain.
Kita tidak boleh sombong kalau mencapai suatu keberhasilan, karena sesungguhnya itu semua karena kuasa dan kemurahan Tuhan saja.  Firman Tuhan berkata: “Kalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang membangunnya.  Kalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” (Mazmur 127:1).
Semua kerja dan karya kita bisa berhasil karena anugerah dan pertolongan Tuhan.  Kepintaran dan pengetahuan kita disebabkan oleh Tuhan.  Kita pintar bukan karena kita pintar tapi karena Tuhan yang menganugerahkan kepintaran itu.
Jangan sombong namun milikilah kerendahan hati, agar Tuhan semakin melimpahkan kebaikanNya dalam hidup kita.
Firman Tuhan berkata: “Orang yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan.”

Jadilah prajurit Tuhan, pelayan Tuhan, anak-anak Tuhan yang selalu beriman kokoh dalam Tuhan,  tidak takut dan gentar menghadapi situasi apapun serta rela berkorban untuk kebenaran.

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Pikirkanlah Yang Baik

Yeremia 12:1-6 berisi keluhan nabi Yeremia kepada Allah.  Ayat 1-4 merupakan keluhannya atas apa yang nampaknya tidak adil.  Nabi Yeremia mempertanyakan mengapa orang fasik hidupnya sentosa, mereka tumbuh dan berakar, subur dan berbuah.  Mungkin kondisi nabi Yeremia menjadi pembanding dengan orang-orang fasik, dan ia heran mengapa kondisinya justru kelihatannya kurang beruntung, kurang berkat, dan kurang segala macam. Ditambah lagi berbagai macam penentangan dari rakyat Israel, raja dan para imam kepadanya. 

Apa yang ditanyakan dan dikeluhkan oleh nabi Yeremia mungkin pernah muncul juga dalam hati dan pikiran kita, bahkan keluar dari mulut kita pertanyaan akan keadilan Tuhan. 

Saudara yang dikasihi Tuhan, Mazmur 37:1-7 berisi teguran supaya kita tidak marah karena keberhasilan orang fasik. “Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang”.  Alangkah jauh lebih baik apabila kita tetap mempercayai Allah dan setia untuk melakukan yang baik, serta bergembira karena Tuhan.  Nah, hal yang satu ini yang nampaknya harus kita bangkitkan kembali dalam hidup kita, yaitu bergembira karena Tuhan, sebab apa? sebab kegembiraan kita seringkali berubah esensinya menjadi kegembiraan yang disebabkan oleh perkara lahiriah. Mari kita kembali kepada hal yang pokok, yaitu Tuhan, sebagai satu-satunya penyebab dan sumber kegembiraan kita.

Ayat 5 dari kitab Yeremia 12 berisi teguran Tuhan kepada nabi Yeremia.  Tuhan memakai kata-kata kiasan untuk menegur nabi Yeremia, yang nampak seperti orang berlari padahal orang lain berjalan kaki, dan oleh sebab itu ia menjadi sangat lelah. Pikiran kita seringkali seperti “orang berlari” sehingga kita capek, kehabisan energi, dan putus asa, padahal jika kita mempercayai Allah maka pikiran kita akan tenang dan disegarkan selalu.
Ayat ini juga menegur nabi Yeremia bahwa di negeri yang damai kok hatinya tidak dapat tenteram, padahal ia belum ada dalam kesukaran.  Bagaimana ia bisa bertahan dalam kesukaran bila dalam kondisi yang baik saja tidak merasa tenteram dan hanya mengeluh saja.
Saudara yang dikasihi Tuhan, jagalah pikiran kita tetap dipenuhi dengan pikiran sorgawi yaitu perkara-perkara mulia. Situasi apapun jangan membuat pikiran kita “tergopoh-gopoh”, bingung, pusing dan stress. Biarlah kita selalu bersandar kepada firmanNya dan bersyukur dengan semua yang Tuhan karuniakan.

Ayat 6 berisi teguran kepada nabi Yeremia yang intinya adalah bahwa ia harus mengandalkan Tuhan senantiasa.  Sebab kaum keluarganya sendiri juga berkhianat kepadanya.  Nampaknya Yeremia percaya dan mengandalkan saudara-saudara dan kaum keluarganya.  Tapi tanpa sepengetahuan Yeremia, mereka secara diam-diam malah tidak mendukungnya.

Seringkali dalam hidup ini, kita punya andalan-andalan yang kita harapkan dapat menolong dan membantu kita. Tapi, Tuhan mengingatkan bahwa yang harus kita andalkan hanya Tuhan. Ia satu-satunya sumber kekuatan dan pertolongan kita.
Banyak orang punya andalan di militer, kepolisian, kejaksaan, bank dan sebagainya, tapi orang-orang benar hanya mengandalkan Tuhan. Sebab diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh harapnya pada Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati saudara semua, amin!