Tag Archives: ibu

Dihibur Oleh Tuhan

“Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu.”
(Yesaya 66:13a)

Saya teringat peristiwa di masa lalu, saat kecil bahkan hingga mulai dewasa, ketika menghadapi masa-masa yang membuat hati sedih, ibu akan selalu ada di samping dan menghibur sambil membelai dengan penuh kasih serta memberikan perkataan-perkataan yang menguatkan.

Peranan ibu yang seperti inilah yang dimaksudkan oleh ayat ini, yakni ibu yang senantiasa bersedia untuk memberikan penghiburan dan penguatan bagi anak-anaknya yang sedang lemah dan bersedih.
Dan ibarat seorang ibu, Allah pun mengambil tindakan untuk menghibur anak-anak-Nya yang dalam kesusahan, kesedihan atau penderitaan.

Janji Firman Tuhan ini sungguh luar biasa, karena kita memiliki seorang Penghibur yang Sejati, dari Sorga, yang memberikan kekuatan baru dan melenyapkan segala kesedihan kita. ¬†Tanpa kita lihat, tangan Tuhan sedang membelai kita dengan penuh kasih dan berkata, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, janganlah engkau takut, bersukacitalah senantiasa, Aku akan menolongmu, Aku akan membuat jalan di depanmu, Aku akan menyertai engkau, dan membuat engkau berhasil serta menjadi terang-Ku.”

Ia adalah pribadi yang paling mengerti akan hati kita. Dan Ia ada selalu bersama kita. Tuhan Yesus Imanuel menyertai kita sampai akhir jaman. Amin.

Menghormati Ibu

Pada waktu George Washington berumur enam belas tahun, ia mengambil keputusan untuk meninggalkan rumahnya dan menjadi taruna Angkatan Laut.

Setelah ia mengirim kopernya, tiba saatnya untuk berpamitan pada ibunya.  Ia menemui ibunya dan hendak mengucapkan selamat tinggal.  Ibunya menangis tersedu-sedu sehingga George pun berubah pikiran. Ia meminta supaya koper yang telah dikirimkannya dibawa pulang lagi.

“Saya tidak akan membuat ibu saya menderita karena saya meninggalkan dia,” katanya.

Keputusan George akhirnya telah menjadikan dia sebagai seorang tentara Angkatan Darat, kemudian menjadi menteri, dan puncaknya menjadi seorang presiden Amerika Serikat.

Segala karirnya yang memuncak itu disebabkan oleh karena suatu tindakan yang sederhana yaitu menjadikan ibunya gembira.

(Kramer)

“Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
(Matius 19:19)