Tag Archives: Egoisme Pribadi

Belajar Dari Sikap Herodes

ImageSalam sejahtera dalam Kasih Tuhan Yesus,
Firman Tuhan yang akan saya sampaikan adalah untuk semua orang, karena Tuhan Yesus datang bukan hanya untuk bangsa Israel tetapi untuk semua bangsa di muka bumi ini.  Ia mengasihi semua, termasuk saudara yang sedang membaca tulisan ini.

Hari ini saya akan menyampaikan firman Tuhan yang terambil dari Injil Lukas 23:8-11, yang akan saya bagi dalam 3 bagian pembacaan, yang pertama dimulai dari ayat 8, demikian:

“Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.”

Perhatikan dalam ayat ini, betapa girangnya atau senangnya Herodes ketika melihat Yesus. Penyebabnya jelas disebutkan adalah karena sudah lama ia ingin melihat Yesus.  Nah, Mengapa Herodes ingin melihat Yesus, ada 2 sebab yaitu: pertama, karena ia sering mendengar tentang Yesus, dan kedua, ia mengharapkan melihat suatu tanda dari Yesus.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, motivasi Herodes untuk berjumpa Tuhan Yesus kelihatannya wajar dan manusiawi.  Kalau kita mendengar berita tentang seseorang yang begitu terkenal dan bisa membuat suatu mujizat, pastilah kita ingin bertemu dengannya dan bahkan ingin melihat mujizat dibuat di depan mata kita.

Tapi itu bukanlah motivasi yang benar untuk berjumpa Tuhan Yesus.  Jangan saudara kaget dan heran hanya dengan mujizat-mujizatNya, Tapi saudara perlu bertanya: siapakah Yesus sebenarnya?  Dan seharusnya sampai pada kesimpulan bahwa Dial ah Tuhan yang harus kita sembah dan agungkan.  Kita harus datang kepadanya dengan sukacita karena Ia adalah Allah, pencipta langit dan bumi serta segala isinya.

Apa motivasi saudara percaya Tuhan Yesus? Apakah karena mendengar kabar2 tentang Yesus? Apakah karena saudara ingin mengalami suatu mujizat dalam hidup saudara? Ok, tidak masalah memang berharap mujizat, tapi motivasi yang benar untuk percaya Tuhan Yesus adalah karena Dia adalah Tuhan yang maha kuasa, yang harus kita sembah.  Penting sekali, kita punya motivasi yang benar untuk percaya, karena ini merupakan dasar yang akan membuat kita tetap teguh beriman atau tidak. 

Mari kita baca ayat selanjutnya, Lukas 23:9, demikian:

“Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun.     Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia.”

Disini diceritakan bahwa Herodes banyak bertanya pada Yesus, tetapi Yesus tidak menjawabnya.  Malah, di saat bersamaan, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat memberikan tuduhan-tuduhan yang berat pada Yesus.

Ada tahapan dalam hidup kita, dimana kita bertanya dan meminta pada Tuhan Yesus soal ini dan itu.  Mungkin ketika saudara menghadapi masalah, lalu saudara datang pada Tuhan melalui doa, dan saudara meminta kepada Tuhan, tapi kemudian saudara merasakan sepertinya Tuhan Yesus tidak menjawab doa saudara.  Seolah-olah Tuhan berdiam diri dan membiarkan saudara,  saya tekankan disini kata seolah-olah, sebab sesungguhnya Tuhan tidak pernah membiarkan dan tidak pernah meninggalkan kita.

Ada saat dimana kita merasa seperti sendiri tanpa pertolongan Tuhan, dan kita merasa waktu berjalan begitu lambat dan masalah yang ada seperti tak habis-habisnya.  

Atau ada saat dimana saudara hidup dalam berkat yang berlimpah, semua baik-baik saja, kebutuhan saudara terpenuhi, dan nampaknya saudara mengalami kehidupan doa yang begitu hambar, yang nampaknya seolah tidak ada respon dari Allah.  Saudara sebagai orang yang berkecukupan dalam materi, merasa semua berjalan sesuai dengan logika, dan nampaknya tidak ada mujizat dalam hidup saudara.  Perhatikan baik-baik, seringkali kemewahan dan kecukupan materi membuat kita tidak mengalami persekutuan yang erat dengan Tuhan.  Sementara orang-orang lain, punya begitu banyak kesaksian mujizat dan pertolongan Tuhan, hidup saudara justru kelihatannya seolah tanpa mujizat dan tanpa sesuatu yang ajaib.  
Sadarilah bahwa sebenarnya hidup saudara yang begitu diberkati, juga merupakan salah satu mujizat Tuhan buat saudara.  Tuhan Yesus ada dan berbicara kepada saudara dengan penuh kasih dan kelembutan.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ketika saudara berdoa dan nampaknya seolah Tuhan berdiam diri, seolah tidak ada jawaban, kondisi itu diperparah lagi dengan adanya orang-orang di sekitar saudara yang menjelek-jelekkan Tuhan Yesus, mengumpat dan meragukan kuasa Tuhan.  Para pengejek Tuhan ada di sekitar saudara.  Ini harus saudara hindarkan dari hidupmu, jangan sekumpulan dengan para pencemooh dan pengejek, supaya saudara tidak terkontaminasi dengan pemikiran dan ketidakpercayaan mereka.

Perhatikan ayat yang barusan kita baca, Herodes bertanya banyak hal tapi Yesus berdiam diri, Sementara itu, para imam dan ahli Taurat menuduh Yesus dengan macam-macam tuduhan yang berat.

Saudara bertanya dalam doa pada Tuhan, itu suatu yang baik, tetapi kalau saudara belum terima jawaban Tuhan, bersabarlah dan bertekunlah dalam doa-doa saudara.  Jangan biarkan cemoohan dan ejekan orang-orang lain di sekitar saudara, melemahkan iman dan membuat kendur ketekunan saudara dalam doa.

Bagian ketiga yang akan kita baca adalah dari Lukas 23:11, demikian:

“Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.”

Apa yang terjadi dengan Herodes, yang semula begitu girang dan senang ketika bertemu Tuhan Yesus?  Lihatlah ayat ini, ketika pertanyaannya tidak dijawab, Herodes malah menista dan mengolok-olok Tuhan Yesus.  Bahkan menghina Tuhan Yesus dengan memakaikan jubah kebesaran kepada-Nya.  Ini adalah suatu penghinaan akan keagungan Tuhan dan posisinya sebagai Raja segala raja.

Saudara yang dikasihi Tuhan, apakah ketika doa-doamu nampaknya seolah tidak dijawab Tuhan, saudara akan berbalik dari iman? Apakah saudara akan berubah setia kepada Tuhan Yesus?  Apakah masalah yang kelihatannya belum ada solusinya, membuat saudara memaki-maki Tuhan Yesus? Menghina dan mempersalahkan Tuhan?  Apakah saudara akan tetap percaya dan setia atau meragukan kuasa Tuhan dan murtad dari iman?

Saudara yang saya kasihi dalam Tuhan Yesus, Menjadi orang percaya kepada Tuhan Yesus, butuh keteguhan dan kesetiaan.  Saudara mungkin diperhadapkan dengan masalah, tapi iman saudara harus tetap kuat di dalam Dia.

Ingatlah apa yang terjadi pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, yang tertulis dalam kitab Daniel.  Ketika mereka akan dilemparkan kedalam dapur api, mereka berkata:

“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Dalam kata lain, ditolong atau tidak ditolong Tuhan, kami tetap akan percaya kepada Tuhan. Inilah yang harus menjadi prinsip iman kita.  Percaya kepada-Nya di segala waktu dan keadaan. 

Tuhan Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup, Dia ada sebelum dunia dijadikan, Dia adalah Allah sendiri. Dan Dia adalah firman yang menjadi manusia dan diam di antara kita.

Bukan Tuhan tidak sanggup melepaskan dan menolong kita, tetapi bila saudara mengalami saat-saat dimana seolah-olah tidak ada jawaban Tuhan, tetaplah setia. 

Saya percaya Tuhan Yesus tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan kita, sebagaimana firman-Nya dalam Ibrani 13:5,       

      “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau  dan
       Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan
engkau.”

Setialah dan bersukacitalah dalam segala keadaan! Haleluya, Tuhan Yesus memberkati saudara!