Tag Archives: dendam.kebencian

Amarah Membawa Maut

Nats Alkitab:
“….Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (Galatia 5:21)

Apa sebenarnya pengertian atau definisi tentang amarah? Kita harus benar-benar mengerti bagaimana amarah yang dimaksudkan oleh firman Tuhan, sebab hal ini penting dan berakibat pada masuk tidaknya kita ke dalam kerajaan sorga.

Amarah adalah kemarahan yang dilandaskan pada kebencian mendalam dan dendam serta bertujuan untuk merusak, menghancurkan bahkan mematikan orang lain.  Itu sebabnya amarah termasuk dalam kategori perbuatan daging yang konsekuensinya adalah penghukuman kekal di neraka.

Amarah akan menyebabkan kerugian bagi diri sendiri, orang lain dan menggagalkan kita untuk menerima kehidupan kekal.

Kejadian 4:5-8 menceritakan Kain yang panas hati atau penuh amarah kepada adiknya sendiri, Habel. Akibatnya, ia membunuh adiknya sendiri. Amarahnya telah membawa maut bagi adiknya dan ia terpisah dari persekutuan dengan Allah, hatinya tidak tenang dan ia menjadi seorang pengembara.

Apakah marah dibolehkan? Marah yang dibolehkan adalah kemarahan yang dilandaskan kasih yang bertujuan untuk kehidupan dan kebaikan orang lain.  Marah yang diperbolehkan adalah kemarahan terhadap ketidakadilan, ketidakkudusan dan ketidakbenaran.  Kita harus membenci dosa dan tidak kompromi dengan dosa, tetapi kita harus mengasihi orang berdosa sebagaimana Yesus sendiri datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang terhilang yakni orang-orang yang hidup dalam dosa. Tuhan Yesus mengajar kita untuk selalu bersabar dan mengampuni. Pembalasan adalah haknya Tuhan.

Setiap orang yang percaya Yesus, harus merelakan dirinya dipimpin oleh Roh Kudus. Salah satu ciri orang yang berjalan dalam pimpinan Roh Kudus adalah sabar.  Sabar disini berarti kemampuan untuk menahan emosi, bersikap tenang dan memohon hikmat Allah dalam memgambil keputusan berdasarkan kasih Kristus.

Mari kita mengambil sikap untuk sabar dan tidak memiliki sifat amarah karena itu tidak berkenan kepada Tuhan.