Menaati Lebih Baik…

Menaati Firman Tuhan adalah lebih baik daripada suatu bentuk penyembahan, pelayanan atau pengorbanan lahiriah.

Raja Saul mengira bahwa dengan memberikan korban yang bagus dan banyak, maka Tuhan akan senang.  Namun, pada kenyataannya tidaklah demikian.  Tuhan tidak senang karena hal itu bertentangan dengan apa yang Ia telah perintahkan kepada Saul.

Segala bentuk penyembahan atau pelayanan, doa, pujian, karunia, dan segala sesuatu yang dapat disebut sebagai pelayanan dan persembahan, tidaklah akan berarti apa-apa dan tidak berharga di hadapan-Nya, bila tanpa disertai dengan ketaatan.

“Aku muak dengan segala persembahanmu dan pelayananmu, karena engkau tidak taat.”  “Jadilah anak-Ku yang taat dan setia.”
“Sebab bukan persembahan yang  Aku inginkan, melainkan ketaatan.”

Ayat Alkitab:
” Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengar suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengar lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. “
( 1 SAMUEL 15 : 22 )

Rahasia Rukun dan Damai

Bagaimana caranya agar kehidupan dalam rumah tangga bisa rukun dan damai?  Bagaimana caranya agar hubungan persahabatan dan kekerabatan dapat terjalin dalam kerukunan dan kedamaian?

Amsal 15:1 menyebutkan, “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” 

Sewaktu naik kereta api menuju ke suatu tempat,  saya  langsung membeli kepada petugas yang ada di dalam kereta.  Seharusnya tiket dibeli di tempat penjualan tiket di stasiun.  Tapi, karena terdesak dengan waktu, maka saya langsung masuk kereta dan membelinya di petugas.  Petugas itu memberikan harga yang sama dengan harga di stasiun.

Namun, hari ini, seorang teman Ukraina mengalami hal yang sama, yaitu tidak membeli tiket di stasiun, dan hendak membeli kepada petugas.  Akan tetapi, karena sikap dan perkataannya yang menyinggung perasaan petugas, maka petugas mengenakan biaya yang lebih mahal kepadanya.

Mengapa hal itu bisa terjadi?  Karena jawaban yang tidak lemah lembut.  Maka saudara yang terkasih dalam Tuhan, rahasia agar ada kerukunan dan kedamaian serta berkat, adalah perkataan dan jawaban yang lemah lembut kepada orang lain, apakah itu istri atau suami kita, anak-anak, orangtua, teman, dan lain-lain.

Belajarlah mengendalikan diri dan berkata yang lemah lembut satu dengan yang lain. Tuhan Yesus memberkati, amin.

Banyak Malaikat Yang Hadir

Seorang pendeta tua sedang mempersiapkan khotbah untuk ibadah Minggu besok pagi.  Malam sudah larut dan sang pendeta terus membuat catatan dan perenungan.    Istrinya melihat dan merasa prihatin karena suaminya belum istirahat, lalu berkata,”gak usah terlalu repot mempersiapkan khotbah, kan besok juga yang hadir cuma sedikit.”

Sang suami pun berkata kepada istrinya, “kamu lupa sayangku, betapa banyaknya hadirin yang akan hadir besok pagi.  Malaikat-malaikat surgawi hadir, dan jika para malaikat itu melihat apa yang aku lakukan, maka itu berarti bahwa pelayanan ini bukanlah hal yang sepele.  Segala sesuatu yang kita lakukan untuk Kristus adalah berharga dan diperhatikan oleh-Nya.”

Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita,… (Ibrani 12:1) 

 

Bertahan di Musim Gugur

Memasuki musim gugur atau autumn di Republik Ceko, pemandangan pepohonan berubah menjadi warna warni.
Ini adalah pertama kali buat saya melihat pemandangan musim gugur di negara Eropa, dan menjadi pengalaman yang mengesankan.

Dulu, hanya mendengar cerita orang tentang daya tahan pohon cemara di musim gugur, akan tetapi sekarang saya melihat sendiri bagaimana pohon cemara menjadi satu-satunya jenis pohon yang bertahan di suhu yang dingin menjelang “winter”.

Maka, cocoklah ilustrasi tentang iman yang diambil dari kokohnya pohon cemara di segala musim. Pohon cemara tetap hijau daunnya dan tidak layu, sebuah keadaan yang menggambarkan tentang kehidupan iman orang-orang percaya yang tidak pernah gugur dalam segala musim kehidupan.

Pohon-pohon lain, daun-daunnya telah jatuh berguguran, hingga yang nampak hanya batang dan ranting pohon.  Akan tetapi pohon cemara tetap nampak subur, hijau dan kuat.

Marilah kita tetap kuat dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, di segala situasi musim kehidupan kita.  Apakah penderitaan, kemalangan, maupun kesenangan dan keberhasilan, semuanya tidak dapat meruntuhkan iman kita kepada Kristus.  Sebaliknya, iman kita semakin hari menjadi semakin kuat di dalam Tuhan.

“Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.”
(Yeremia 17:8 )

Tidak Ada Cahaya Di Dalam Lentera

Beberapa anak muda tewas setelah mobil mereka ditabrak kereta api di sebuah perlintasan.   Jaman dulu, seorang penjaga perlintasan akan melambaikan lentera di tangannya untuk memberikan peringatan kepada pengendara yang mau lewat akan adanya kereta api.

Di sidang pengadilan, petugas penjaga perlintasan itu ditanyai dengan pertanyaan: “Apakah kamu ada di pintu perlintasan pada saat kecelakaan itu terjadi?”, tanya sang jaksa penuntut.  “Ya, yang mulia”, jawab penjaga itu.
“Apakah kamu melambaikan lentera untuk memberikan tanda peringatan?”
“Ya, yang mulia”, jawab sang petugas.

Penjaga perlintasan kereta itu pun terbebas dari tuntutan kelalaian.
Namun, setelah persidangan, dia berkata, “Untunglah, jaksa tidak menanyakan apakah ada cahaya di dalam lentera, sebab lenteranya ada, tetapi apinya tidak menyala.”

Kisah ini mengingatkan agar kita dapat bersungguh-sungguh menjadi terang Kristus bagi dunia ini.  Bukan hanya sekedar menjadi pelita yang tidak ada nyala apinya, tetapi sungguh-sungguh menjadi orang yang dapat membawa Api Tuhan ke daerah kita masing-masing.

Tuhan tahu ketika Dia melihat, apakah pelita kita masih menyala atau sudah mati.  Jangan biarkan pelitamu mati.  Tetapi bangkitlah dan jadilah terang.