Menggembalakan Dengan Pengabdian

1 Petrus 5:2  berkata: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”

Dua hal yang harus menjadi ciri pelayanan penggembalaan:
1. Dilakukan dengan sukarela sesuai kehendak Allah
2. Dilakukan dengan motivasi pengabdian diri.

Dua hal yang menjadi ciri penggembalaan yang palsu adalah:
1. Dilakukan dengan terpaksa
2. Bermotifkan keuntungan pribadi.

Mari layani Tuhan dengan sukarela dan pengabdian yang sungguh bagi Tuhan.

Jubah, Cincin Dan Sepatu Untuk Anak Terhilang Yang Bertobat

Nats Alkitab:
“Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.” (Lukas 15:22)

Kisah perumpamaan tentang anak yang hilang memberikan gambaran yang jelas mengenai kasih Allah Bapa yang begitu besar kepada manusia.  Allah menghendaki setiap orang hidup dalam kebahagiaan dan keselamatan di dalam Dia.  Di luar Tuhan, manusia akan tersesat, terhilang dan binasa.

Anak yang terhilang ini menyadari bahwa hidup di luar Bapanya, mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan bahkan terancam kematian. Ia pun bertindak untuk kembali ke rumah Bapanya. Saat ia masih jauh, Bapanya telah melihat dia dan kemudian berlari menyongsong dia.  Sang Bapa kemudian memberikan perintah untuk memberikan jubah yang terbaik, cincin dan sepatu untuk anaknya yang telah kembali.

Ada makna dari pemberian Bapa kepada anak ini.  Ketiga benda yang diberikan menggambarkan tiga hal yang diberikan oleh Allah Bapa kepada orang berdosa yang bertobat. Apakah maknanya? Berikut ini adalah makna dari Jubah, Cincin dan Sepatu:

1. Jubah melambangkan penerimaan dan pengampunan dari Allah Bapa.
Dalam Zakharia 3:4 tertulis tentang perintah Malaikat Tuhan kepada imam besar Yosua untuk menanggalkan pakaian kotor pada tubuhnya yang berarti dosa, dan kepadanya dikenakan pakaian yang baru yaitu pakaian pesta. Demikian bunyi firman Tuhan :
“yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: “Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya.” Dan kepada Yosua ia berkata: “Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta.”   Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa Tuhan telah menjauhkan kesalahan Yosua, hal ini berarti suatu penerimaan penuh dan pengampunan dari Tuhan.   Anak yang terhilang dan yang kembali itu diterima tanpa syarat dan diberi pengampunan oleh Bapa. Demikian halnya terjadi kepada setiap orang berdosa yang mau datang kepada Tuhan dengan bertobat.  Tuhan memberikan kepada saudara kehidupan yang baru di dalam Dia.  Tuhan menerima dan tidak menolak engkau, Dia menjauhkan semua dosa dan pelanggaran dari diri saudara, serta memberikan pengampunan penuh. Pengampunan ini juga berarti bahwa saudara disucikan dan dikuduskan.  Tuhan Yesus Kristus telah menjadi korban penebusan atas segala dosa kita dan Ia telah menjadi jaminan keselamatan kita.

2. Cincin melambangkan bahwa Allah memberikan kuasa kepada mereka yang percaya kepada-Nya.
Cincin menggambarkan tentang kuasa.  Jaman kerajaan dulu, apabila ada orang yang mengenakan cincin apalagi cincin kerajaan maka hal itu menunjukkan bahwa pemakai cincin itu mempunyai kuasa tertentu. 
Kejadian 41:42 menceritakan tentang raja Mesir yaitu Firaun yang menanggalkan cincin dari jarinya dan memakaikannya kepada Yusuf. Sebuah cincin yang berarti kuasa kerajaan diberikan kepada Yusuf. Anak yang terhilang ini diberikan cincin yang berarti bahwa posisinya dipulihkan, kuasa diberikan kepadanya sebagai anak Bapa.  Tadinya, ia berencana pulang ke rumah ayahnya hanya untuk menjadi pegawai ayahnya, tapi kepadanya justru diberikan cincin sebagai identitas seorang anak yang memiliki kuasa.
Yohanes 1:12 berkata:  “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;”
Orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus diberi kuasa menjadi anak-anak Allah.  Kita diberi kuasa sebagai anak-anak Kerajaan Sorga.  Posisi kita dipulihkan dari orang berdosa menjadi anak Allah yang berkuasa. Haleluya.
Kisah Para Rasul 1:8 menyebutkan tentang kuasa yang diberikan Allah kepada kita saat Ia mencurahkan Roh Kudus ke atas kita. Roh Kudus menjadi meterai kuasa Allah di dalam kita yang memberikan kita kuasa untuk mengalahkan dosa dan iblis. Kuasa itu kita pakai untuk menang atas segala keinginan duniawi dan atas segala pencobaan serta masalah hidup. Sungguh luar biasa kasih Bapa sorgawi kepada kita sehingga kuasa-Nya diberikan kepada kita untuk menang atas dunia.

3. Sepatu berarti suatu tanggung jawab untuk menjadi Saksi Kristus.
Sepatu melambangkan langkah-langkah kaki yaitu langkah kehidupan kita setiap hari yang mencakup sikap dan tingkah laku sebagai anak Allah.  Karena kita anak Allah maka kita harus menjadi terang bagi dunia ini sehingga orang dapat melihat perbedaan dalam hidup kita. 
Efesus 6:15  berkata:
“kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;”
Inilah yang menjadi makna dari sepatu atau kasut yakni suatu kerelaan untuk menjadi saksi Kristus dengan cara memberitakan Injil damai sejahtera.  Setiap orang yang telah menjadi milik Kristus membawa nama Kristus dalam sepanjang hidupnya.  Kemanapun engkau pergi dan dimanapun engkau berada, engkau membawa nama Kristus sehingga orang-orang akan melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapa di surga. Eksistensi kita merupakan bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dari kebinasaan.  Keselamatan yang sudah kita terima harus kita sampaikan dan beritakan kepada orang lain supaya mereka pun mempunyai hidup yang kekal melalui iman kepada Yesus Kristus

Sunggguh betapa luarbiasa apa yang dikerjakan Allah Bapa kepada kita yang percaya.  Ia mengampuni kita, Ia memberi kuasa kepada kita dan Ia memakai kita untuk menjadi saksi-Nya. Haleluya!

Keadilan Datang Dari Tuhan

Nats Alkitab:
Banyak orang mencari muka pada pemerintah, tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan.  (Amsal 29:26)

Menjadi teman dari seorang pemimpin daerah atau negara merupakan hal yang membanggakan, namun sang pemimpin atau penguasa itu tidak dapat dijadikan andalan dalam segala situasi.

Banyak contoh dalam peristiwa politik di negeri kita dan negara lain, ada orang-orang yang tadinya dekat dengan penguasa pemerintahan, justru malah masuk dalam tahanan. Ada yang dijadikan tumbal politik dan ada yang dijadikan “kambing hitam”.

Tidak sedikit orang yang berusaha mencari muka kepada pemerintah dengan berbagai-bagai cara demi memperoleh keuntungan pribadi. Tapi sikap ini adalah sikap yang salah.  Kita tidak dapat mengandalkan manusia meskipun manusia yang kita andalkan punya kekuasaan dalan pemerintahan atau militer.

Aneh rasanya melihat ada orang-orang bahkan hamba Tuhan yang menempelkan sticker identitas militer atau yang identik dengan kekuasaan pemerintah, padahal ia sama sekali tidak ada hubungan saudara atau keluarga.  Memakai topi kesatuan militer dan atribut militer supaya mendapatkan suatu kemudahan, merupakan suatu sikap mengandalkan manusia.

Setiap kita harus menyadari sepenuhnya bahwa sikap tingkah laku kita harus benar-benar menunjukkan prinsip mengandalkan Tuhan.

Nats ayat Alkitab diatas menyatakan bahwa dari Tuhan datangnya keadilan.  Hanya dari Tuhan, bukan yang lain, kita dapatkan keadilan dalam hidup ini.
Maka sangatlah salah bila kita berupaya “menjilat” dan mencari muka kepada pemerintah. Bersikaplah yang wajar dan sejujurnya ketika berhubungan dengan pemerintah, jangan ada tendensi untuk keuntungan diri.

Tuhan sumber keadilan kita.  Dari Dia datangnya promosi dan posisi. Dia yang mengangkat raja dan menurunkan raja, Dia yang berkuasa menentukan bagaimana hidup kita. Andalkan Tuhan dan berharaplah kepada-Nya.
Haleluya! Tuhan Yesus memberkati saudara!

Mengapa Selalu Kristus Yang Dikhotbahkan

Seorang penduduk di daratan Cina Selatan bertanya kepada Cunningham, seorang misionaris dari Kemah Injil yang melayani disana, “Mengapa Bapak tidak berkhotbah tentang yang lain? Selama tiga hari ini Bapak selalu berkhotbah tentang Yesus Kristus saja.”

Pendeta Cunningham balik bertanya kepada orang itu, “Apakah yang kamu makan untuk sarapan pagi ini?”
“Nasi,” jawabnya.
“Makan siang?”
“Nasi.”
“Makan malam?”
“Nasi.”
“Apa yang kamu makan kemarin?”
“Nasi.”
“Selama setahun ini apa yang kamu makan?”
“Nasi.”
“Mengapa kamu makan nasi setiap hari, mengapa tidak makan makanan yang lain?”

Orang itu menjawab, “Sebab dengan itulah saya hidup.”

Pendeta Cunningham menjawab: “Itulah juga sebabnya mengapa saya selalu mengkotbahkan Yesus Kristus terus menerus, karena Dia adalah hidup bagi manusia, dan manusia tidak dapat hidup tanpa Kristus!”

Yohanes 6:35
Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

Kamulah Saksi-Ku

Setiap orang yang beriman kepada Kristus diberi kuasa oleh Tuhan untuk menjadi saksi-saksi bagi Dia. (Kisah Para Rasul 1:8)

Roh Kudus diberikan oleh Tuhan untuk menyertai kita dengan kekuatan kuasa Allah dalam bersaksi kepada dunia.  Kuasa ini mengalahkan semua kuasa kegelapan yang ada di dalam dunia dan mematahkan segala tipu muslihat iblis.

Yesaya 43:10 berkata demikian: “Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.

Tugas dan tanggung jawab kita sebagai saksi-saksi bagi Tuhan otomatis diberikan saat kita menyatakan iman percaya kepada-Nya dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan-Nya.  Segala ketakutan terhadap dunia tidak akan ada lagi karena kuasa Roh Kudus akan memampukan kita untuk bersaksi.

Kesaksian kita kepada dunia bertujuan agar dunia mengetahui dan mengenal bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Tidak ada keselamatan diluar Yesus Kristus. Karena itu, setiap orang yang mau agar dirinya selamat, harus percaya kepada satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Kehidupan yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Kamu adalah saksi Kristus! Bersaksilah bagi Dia agar dunia mengenal Dia!

Doa Buat Bangsaku

Nats Alkitab:
Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. (Roma 10:1)

Dalam ayat ini rasul Paulus mengungkapkan kerinduan hatinya yang dalam bagi keselamatan bangsanya. Kerinduan yang muncul karena belas kasihan menyebabkan rasul Paulus berdoa agar bangsa Israel diselamatkan, sebab mereka belum mengenal kebenaran yaitu Yesus Kristus yang menyelamatkan.

Ciri seorang yang percaya kepada Kristus adalah adanya kerinduan dan doa untuk keselamatan bangsa. Kasih kepada orang-orang sebangsa diwujudkan dalam doa setiap hari.

Saudaraku yang terkasih dalam Tuhan Yesus, bukan suatu kebetulan bila saudara dilahirkan dan berasal dari suku tertentu, karena hal itu akan menjadikan saudara sebagai “Penjaga bagi bangsamu.”  Apa artinya? Saudara adalah orang-orang yang “membangun tembok runtuh”, penjaga sesama, dengan cara BERDOA.

Sudah seharusnya secara alamiah kita menangisi bangsa kita sendiri dan memohon kepada Allah agar mereka percaya kepada Yesus Kristus agar mereka selamat.

Berdoalah, berdoalah dan berdoalah!