Ceria Karena Kertas

Anak-anak memang layak disebutkan oleh Tuhan Yesus sebagai pewaris kerajaan sorga, karena dalam hal ketulusan, kejujuran dan iman, mereka adalah juaranya.

Saya memperhatikan anak saya yang paling kecil, Michael, usianya masih 3 tahun dan ia selalu ceria dan tertawa. Hal-hal sederhana dapat membuatnya gembira, seperti misalnya ketika istri saya memberikannya sebuah tabloid iklan dari sebuah supermarket terkenal di Praha, anak saya bisa berbahagia dengan kertas tabloid yang dipegangnya.  Begitu juga waktu seorang teman memberikannya dua buah plester semacam hansaplast yang masih baru dan disegel, Michael begitu senang dan terus memegang plester itu seakan-akan sesuatu yang menyenangkan.

Bagi orang dewasa, kertas uanglah yang membuatnya tersenyum. Mari kita renungkan sejenak, betapa bedanya kita dengan anak kecil.  Kita sering lupa esensi dari kebahagiaan dan bahkan esensi dari kehidupan. Nikmatilah dengan sukacita hidup yang dikaruniakan Allah kepada kita dalam segala situasi.

Lukas 18:16
Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

2 Pilihan dari Tuhan

Jangan salahkan Adam dan Hawa kalau mereka gagal dan jatuh dalam dosa.  Bisakah kita memilih taat kepada Tuhan bila kita jadi yang pertama di taman Eden? Nampaknya tidak akan ada yang sanggup.

Sampai saat ini pun kita selalu diperhadapkan pada 2 pilihan, kehidupan atau kematian, ketaatan  atau  pemberontakan pada firman Tuhan, dan seringkali kita gagal.

Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk mengampuni, kita lebih memilih menyimpan dendam, dan kita pun gagal menuruti Tuhan.
Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk bersabar, kita lebih memilih untuk marah dan ambil jalan pintas, sehingga kita pun gagal menuruti Tuhan.
Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk beriman, kita lebih memilih kuatir, dan kita pun gagal menuruti Tuhan.
Ketika diperhadapkan pada pilihan untuk percaya pada Yesus, banyak yang memilih untuk tidak percaya, dan mereka pun gagal menuruti Tuhan.
Banyak situasi dalam hidup kita dimana kita harus memilih untuk taat atau tidak, pilihan antara kehidupan dan kematian, situasi yang selalu mengharuskan kita memilih.

Jangan pilih dosa, jangan pilih kematian, tapi pilihlah kehidupan yaitu mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita, dan setia menuruti kehendakNya.

Nats Alkitab:
Kejadian  2:9,16-17
Ulangan 30:19-20
Yohanes 3:16

Bersyukur Bisa Makan Nasi

Pernahkah kita merasa bersyukur karena bisa makan nasi?
Ada banyak orang yang menganggap makan nasi sebagai suatu hal yang mewah dan harus dicapai. Ya, penduduk miskin di pelosok desa dan pedalaman yang biasanya hanya bisa makan umbi-umbian atau sejenisnya, sebagian dari mereka punya cita-cita agar bisa makan nasi setiap hari.

Apa yang kita rasa biasa, mungkin bagi orang lain terasa luar biasa. Kita merasa biasa karena tidak menyadari, nanti setelah keadaan berubah barulah kita akan sadar.

Namun, tentu jangan sampai keadaan malang membuat kita mengerti.  Situasi hidup yang nampaknya buruk bagi kita, bagi orang lain mungkin nampak masih lebih baik.

Hari ini, biarlah kita mengerti bahwa ada begitu banyak kebaikan Tuhan dalam hidup kita dan biarlah kita hendaknya bersyukur atasnya. Baik atau buruknya situasi penilaian akhirnya masih akan lama. Kadang situasi buruk itu bermakna kebaikan dan membawa kepada sesuatu yang berguna.

Bersyukurlah dalam segala keadaan karena Tuhan selalu baik.

Mazmur 136:1
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.