Pahlawan Yang Gagah Perkasa

Hakim-hakim pasal 6:11, Malaikat Tuhan berkata kepada Gideon: “Tuhan menyertai engkau, hai pahlawan yang gagah perkasa.” Tapi Gideon menjawab,”Ah tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa segala masalah ini menimpa kami? Dimanakah perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib?”

Ucapan ini keluar dari mulut Gideon dan mewakili banyak ucapan orang di generasi sekarang ini.  Ketika keadaan sulit melanda, hati manusia seringkali mempertanyakan penyertaan Tuhan dan meragukan akan kuasa-Nya.

Dalam kesesakan dan penderitaan, sadarilah bahwa ada Tuhan yang selalu beserta.  Keadaan sulit atau penyakit bahkan penderitaan tidak berarti bahwa Tuhan meninggalkan.

TUHAN berkata kepada Gideon bahwa ia adalah pahlawan yang gagah perkasa. Hal ini nampak begitu kontradiktif dengan kenyataan yang ada. Namun, disinilah letak dan rahasia hidup yang berkemenangan di dalam Tuhan.  Sebagai orang beriman kita harus selalu sadar akan penyertaan Tuhan di segala keadaan dan bahwa Tuhan akan selalu menyediakan kemenangan atas masalah.  Kemenangan pertama harus terjadi di dalam hati dan pikiran kita.  Arahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan Yesus dan percayalah akan kuasa penyertaan-Nya.

Sebab itu mulai saat ini bangkitlah dan jadilah pemenang atas segala masalah dengan mengandalkan Tuhan. Jangan ragukan penyertaan Tuhan, ucapkanlah perkataan iman. Tuhan punya banyak cara untuk menolong dan kuasa-Nya cukup untuk mengatasi segala keadaan. Amin.

Tetap Membicarakan Yesus

Oleh : Siana

Dalam hidup dan mati, Yesuslah satu-satunya harapan kita.
Ayahku meninggal di tahun 1991, ketika itu anakku baru berusia 1 tahun.  Ayah meninggalkan seorang istri dan lima orang anaknya, termasuk aku salah satunya. Tapi beruntung karena Ayahku sudah mengenal dan percaya Tuhan Yesus.

Aku anak ke-4 dari 5 bersaudara. Suamiku orang Ambon dan melalui suamiku beberapa orang dari keluargaku menjadi percaya kepada Kristus.

Ibuku adalah seorang yang rajin berdoa, beribadah dan bersekutu dalam suatu komunitas, tetapi sayangnya walaupun ia rajin melakukan hal-hal tersebut, hatinya masih dipenuhi keraguan dan belum memahami betul siapa Yesus sebenarnya.

Tuhan menggerakkan hatiku untuk bercerita kepada ibu tentang ayah yang telah meninggal.  Aku mengatakan bahwa ayah sudah berada di surga bersama dengan Tuhan Yesus.  Ibuku terdiam saat aku bercerita seperti itu.

Tuhan memberikan kekuatan padaku untuk bertanya padanya apakah ia mau bertemu dengan Tuhan Yesus dan juga bertemu ayah di surga? Dengan tegas ibu mengatakan bahwa ia mau.  Aku menyampaikan bahwa bila kita percaya kepada Tuhan Yesus maka kita pasti masuk surga karena Tuhan Yesus telah menjadi Juruselamat kita.

Puji Tuhan, sejak itulah ibuku dengan sungguh-sungguh percaya dan menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya serta semakin rindu untuk mengenal Tuhan. Dan sampai akhir hidupnya, ibu setia kepada Tuhan Yesus.

Marilah kita tetap membicarakan tentang Tuhan Yesus kepada orang-orang lain dalam hidup kita, karena Yesus telah mati di salib bagi semua orang dan bangkit mengalahkan maut serta naik ke surga berkuasa atas segala sesuatu.  Biarlah kabar sukacita itu didengar oleh semua orang.

2 Korintus 5:15 berkata:
“Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”

Amin.