Rahasia Ketenteraman

god-brings-peace1Nats Alkitab:
“Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.” (Amsal 14:26)

Penulis Amsal menyadari bahwa ketenteraman yang sejati terletak pada hati yang takut akan Tuhan.  Amsal ini ditulis oleh Salomo yang adalah seorang raja Israel yang termashyur namanya dan mempunyai kekayaan berlimpah serta pengawal-pengawal kerajaan yang banyak jumlahnya.  Akan tetapi, ia menyadari bahwa ketenteraman hati tidaklah akan diperoleh dari kemashyuran, kekayaan atau pengawalan maupun perlindungan manusia.  Inilah yang luar biasa, suatu hikmat yang datang dari sorga, yang dinyatakan oleh raja Salomo, mengenai rahasia hidup yang tenteram.

Situasi dunia sekarang ini sangat tidak menentu.  Harga minyak dunia terus merosot tajam ke level harga yang sangat rendah, dimana hal ini akan berimbas kepada kondisi perekonomian dunia yang akan mengalami resesi.  Dunia juga diperhadapkan terus menerus dengan aksi-aksi terorisme, munculnya berbagai gerakan radikalisme, seperti ISIS di Irak, Suriah dan Libya, bahkan di beberapa negara lainnya. Keadaan yang sama juga terjadi di negara kita Indonesia.  Dimana-mana terjadi ketidakpastian ekonomi, keamanan, dan orang-orang mulai merasa tidak aman dan tidak nyaman hidup di dunia, baik orang miskin dan juga orang kaya.  Orang miskin kuatir karena tidak punya harta, orang yang kaya pun kuatir kekayaannya habis dan takut dirampok.  Keserakahan muncul, keegoisan semakin memuncak di perkotaan. Ketidakpedulian terhadap sesama semakin meningkat dan secara keseluruhan, berbagai fenomena menyebabkan ketidaktentraman hati manusia.

Ada yang mengira bahwa menjadi terkenal akan membuat hatinya tenteram.  Kompetisi-kompetisi idol di berbagai negara begitu antusias diikuti oleh banyak orang.  Juga berbagai kontes kecantikan dan kontes-kontes lainnya.  Pada umumnya, peserta yang ikut mengatakan bahwa mereka ingin hidup bahagia, atau ingin membahagiakan orangtuanya.

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, marilah kita kembali kepada pokok pikiran dalam Alkitab, yaitu hikmat Allah sendiri, bagaimana rahasianya agar kita mempunyai kehidupan yang tenteram.  Definisi kata tenteram adalah keadaan aman, damai dan tenang oleh sebab  perlindungan dan keadaan ekonomi yang baik. Ini adalah definisi akal logika manusia duniawi, sehingga untuk mencapai ketenteraman berarti harus memiliki kekayaan yang banyak dan pengawalan serta kondisi perdamaian di dalam masyarakat.  Bila satu atau dua hal tidak terpenuhi, maka tenteram itu tidak tercapai.   Hal ini berbeda dengan definisi tenteram menurut Alkitab.

Alkitab berbicara tentang tenteram itu soal keadaan hati yang tidak terpengaruh dengan keadaan.  Apakah hatimu damai, aman dan tenang itu soal hubungan kita dengan Tuhan. Maka dari itu, kembali lagi, kita pahami apa yang dikatakan raja Salomo tadi.  Ketenteraman itu ada pada orang-orang yang takut akan Tuhan.  Sehingga apapun situasi yang terjadi, kita tetap akan merasakan aman, tenang dan damai karena ketenteraman itu berasal dari Allah.

Tuhan Yesus memberkati!

Menyikapi Keberadaan ISIS

kenjogotoNats Alkitab:
“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan memberikan kepadamu mahkota kehidupan.” (Wahyu 2:10b)

ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) telah mengeluarkan video pemenggalan terbaru terhadap 21 orang tawanan yang mayoritas adalah penganut kristen koptik berkewarganeraan Mesir. Peristiwa ini merupakan peristiwa yang berulang terjadi setelah pemenggalan-pemenggalan sebelumnya dan pembunuhan terhadap banyak komunitas minoritas bahkan juga yang sesama muslim namun berbeda akidah.

Munculnya ISIS yang meluas ke beberapa wilayah lainnya, seperti di Libya yang baru-baru ini muncul, merupakan suatu fenomena akhir jaman yang diijinkan Allah terjadi untuk mengingatkan kita semua bahwa kita harus senantiasa berjaga-jaga dan sadar secara rohani dalam menantikan kedatangan Tuhan.  Sebab sudah banyak orang yang saat ini rohnya sedang tertidur oleh kenikmatan dunia, kekayaan dan berbagai kesibukan duniawi, sehingga iman menjadi begitu dangkal dan tidak berakar kuat di dalam Tuhan.

Menyikapi keberadaan ISIS di dunia ini, kita harus senantiasa menjaga iman kita tetap kuat di dalam Tuhan dan sesungguhnya tidak perlu kaget akan peristiwa semacam ini sebab Alkitab sudah menubuatkan bahwa hal seperti ini akan terjadi.  Tuhan telah memberitahukan terlebih dulu tentang keadaan akhir jaman melalui para nabi dan rasulnya agar iman kita tidak gugur, melainkan tetap kuat di dalam Dia.

Kematian merupakan suatu keuntungan bagi orang beriman kepada Kristus karena kehidupan kekal sudah dijanjikan dan menjadi jaminan bagi kita semua yang percaya.  Mati adalah keuntungan dan bila kita hidup, maka hidup kita ini sepenuhnya dipersembahkan bagi Kristus.

Mari tinggalkan dosa dan cara hidup yang tidak benar dan berjalan dalam kekudusan Allah. Hidup kita adalah anugerah Tuhan, janganlah kita sia-siakan dengan berbagai kesibukan yang tidak perlu.  Bekerjalah dan lakukanlah segala akitifitas seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, artinya adalah bahwa dengan demikian kita tidak akan melakukan yang tidak dikehendaki oleh Tuhan.
Berdoa dan berjaga-jagalah sebab sudah banyak tanda-tanda jaman yang Tuhan perlihatkan, agar kita bangun dari ‘tidur’ rohani.

Berdoalah untuk bangsa-bangsa di Timur Tengah, negara-negara Arab, agar Tuhan memberikan kedamaian, dan melimpahkan rahmat serta anugerah keselamatan bagi mereka. Berdoa juga untuk bangsa kita Indonesia agar senantiasa ada dalam pimpinan Tuhan dan agar kita semua semakin kuat dalam iman. Amin.

 

Don’t Grieve For Me

Going-to-Heaven-21Bible Scriptures:
And I heard a voice from heaven saying unto me, Write, Blessed are the dead which die in the Lord from henceforth: Yea, saith the Spirit, that they may rest from their labours; and their works do follow them. (Re 14:13)

When I’ve been to my last service,
And fades softly on the air,
The notes of the last song for me,
And then the final prayer;

When friends arise and slowly walk
Down the long church aisle,
For that last look at my cold corpse,
As they pass in single file.

There may be words of flattery,
And some may even sneer,
Some may sob, and some may cry,
Some may not shed a tear.

But be what may, this much I know,
I will no longer care;
No earthly voice can reach my ear,
As I climb that “Golden Stair.”

Now, pen in hand, I’m writing to you –
This is my last request,
Don’t grieve for me; don’t wish me back;
For I am one most blessed.

I have a hope beyond the grave;
I am secure in God’s great love.
I leave this world with all its cares
For a mansion up above.

Though it be hard, please wear a smile;
Rejoice, and praise our God!
‘Tis only this old shell of mine
You place beneath the sod.

-Edna Blubaugh –

Air Raja

bloodofjesusNats Alkitab:
Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, (Efesus 1:7)

Aqua Reqia atau Air Raja adalah suatu larutan yang dapat melarutkan emas.  Emas tidak dapat dilarutkan dengan menggunakan berbagai larutan asam lainnya, tapi Air Raja dapat melarutkannya.

Ada satu hal dalam diri manusia, yang tidak dapat dilarutkan melalui berbagai cara manusia, yaitu hati yang berdosa.  Meskipun ribuan usaha telah dicoba ke atasnya, tetap tidak dapat mengubahnya.

Pencobaan dan sakit penyakit, kekayaan dan kehormatan, pemenjaraan atau hukuman, tidak dapat mampu melembutkan dan menguasainya.  Pendidikan dan kebudayaan tidak akan mampu melarutkan dan memurnikannya.

Hanya ada satu bahan yang dapat berkuasa atasnya yaitu Darah Kristus, Juruselamat.  Serahkanlah hatimu kepada Tuhan agar dimurnikan dan disucikan oleh-Nya.

Buku Terlaris Di Dunia

truth-combined-copyNats Alkitab:
“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Lukas 21:33)

Alkitab adalah Firman Allah yang tertulis yang diberikan kepada manusia menjadi tuntunan hidup. 2 Timotius 3:16 menyatakan bahwa semua yang tertulis dalam Alkitab diilhamkan oleh Allah.  Jadi, kita dapat percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan mempunyai otoritas karena diilhamkan Allah sendiri.

Ada yang mengatakan bahwa Alkitab sudah tidak asli lagi, lalu dimanakah yang aslinya? Bila Allah yang memberikan dan menjadikannya, maka Allah sanggup untuk menjaga keberlangsungannya hingga akhir jaman. Jadi, keaslian Alkitab tetap akan terjaga sehingga kita dapat meyakini bahwa Alkitab yang kita pegang saat ini merupakan Alkitab yang asli yang dijaga oleh Allah sendiri.  Allah sanggup menjaga Firman-Nya yang tertulis tetap hidup dan berkuasa.

Nats Alkitab di atas berbicara tentang keberlangsungan firman Allah yang kekal.  Dibandingkan dengan Firman Allah, maka langit dan bumi tidak ada apa-apanya dalam skala waktu, sebab akan berlalu dan lenyap. Segala sesuatu akan berlalu dan lenyap, namun Firman Tuhan tidak akan berlalu.

Ada seorang imigran yang datang ke Amerika pada tahun 1787, bernama Thomas Paine.  Ia bukanlah orang yang terkenal, tapi tiba-tiba ia menjadi termasyhur setelah menulis sebuah pamflet tentang kebebasan.  Orang-orang mengenal namanya dan terinspirasi melalui tulisannya itu.  Akan tetapi, di kemudian hari, Thomas Paine menuliskan sebuah buku berjudul “The Age of Reason” yang isinya mengejek Alkitab dan orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dalam bukunya ia menulis, “Buku ini akan menghancurkan Alkitab.”  Ia meramalkan bahwa dalam tempo 100 tahun sejak bukunya ditulis, Alkitab hanya akan ditemukan di museum atau di sudut-sudut yang apek di toko-toko buku yang tidak berkelas.”

Bukunya itu diterbitkan di London pada tahun 1794.  Dugaannya terhadap reaksi orang sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi kepadanya.  Ia mengira bahwa ia akan menjadi semakin terkenal dan banyak orang yang akan menyukainya.  Tetapi, buku itu membuatnya sengsara dan kesepian, sehingga ia pernah berkata, “Saya akan memberikan segala sesuatu yang saya miliki, jika saja The Age of Reason tidak pernah ditulis.”

Pada tahun 1809, Paine menjadi orang cacat yang harus terus menerus berbaring di tempat tidur sampai maut menjemputnya, tanpa kawan dan kesepian. Sebaliknya, Alkitab justru semakin terkenal dan menjadi buku Best Seller di dunia.

Alkitab merupakan buku yang terlaris di dunia, sebab bukan buku yang biasa melainkan sebuah buku yang mempunyai kuasa karena merupakan Firman Allah.  Baik Alkitab cetak maupun yang digital menjadi yang terlaris di dunia hingga sekarang ini.

Alkitab menyebutkan bahwa akan muncul pengejek dan pencemooh Firman Allah.  Bentuk ejekan dan cemoohan itu bermacam-macam dan salah satunya yang paling nyata adalah ejekan terhadap Alkitab dan otoritas Alkitab. Namun, Alkitab tidak perlu dibela, karena Allah sendiri yang akan bekerja dan membelanya.  Sejarah menunjukkan bahwa orang-orang yang mengejek dan mencemooh Alkitab mengalami berbagai macam penderitaan dan sengsara.  Salah satunya adalah seorang tokoh bernama Ahmed Deedat yang terus menerus menyerang Alkitab dan Tuhan Yesus Kristus.  Saat sedang berada di suatu kota, ia ditempelak dan dihajar oleh Tuhan sehingga ia tidak dapat berbicara, padahal ada jadwal debat yang beberapa hari lagi akan dihadirinya sebagai pembicara yang memperdebatkan dan mengejek iman Kristen.  Selama beberapa tahun Syeikh Ahmed Deedat menjadi orang yang tidak berdaya di tempat tidurnya dan selama itu pula, mulut yang biasa ia pakai untuk mencemooh Alkitab, menjadi tidak berdaya, ia tidak bisa berbicara sama sekali, hingga akhirnya maut menjemputnya.  Allah menghukum orang-orang yang memusuhi dan mencemooh Alkitab yang adalah Firman-Nya.

Bagi orang-orang yang mencintai Firman Allah, Alkitab berkata bahwa mereka akan mengalami berkat, damai sejahtera dan kehidupan yang kekal. Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 5:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”  Dan di dalam Yohanes 12:48, “Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.”

Marilah kita menjadi pribadi yang menyukai Firman Allah dengan membaca Alkitab setiap hari dan mengimaninya dalam hati dengan sungguh serta mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Didikan Tuhan

didikan tuhanNats Alkitab:
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”  (Ibrani 12:5)

Bacaan : Ibrani 12:1-17 (Nasihat supaya bertekun dalam iman)

Setiap orang percaya akan mengalami didikan Tuhan yang bisa berupa kesukaran atau penderitaan yang diizinkan-Nya terjadi dalam kehidupan kita. Kesukaran dipakai Allah untuk menguji kualitas keimanan orang percaya.  Ingatlah bahwa di padang gurun, segenap bangsa Israel diuji iman percayanya melalui berbagai macam kesulitan yang mereka hadapi dalam perjalanan di padang gurun seperti ketiadaan air, air yang pahit, munculnya ancaman kematian dari musuh, masalah makanan, dan berbagai persoalan lainnya.

Didikan Tuhan juga dapat berupa teguran lisan yang langsung ditujukan kepada kita atau melalui suara Roh Kudus dalam hati kita. Cara dan bentuk didikan Tuhan bermacam-macam dengan satu maksud untuk menjaga kita tetap dalam maksud dan rencana-Nya yang mulia.

Arti Teguran Tuhan
Teguran merupakan suatu hal yang sangat berarti bagi kita karena teguran itu mempunyai makna kasih, bukan benci.  Ayat ini berkata bahwa Tuhan menegur orang yang dikasihi-Nya.  Analogi dengan teguran Tuhan, ayat ini memperbandingkan sikap seorang ayah di dunia yang menegur anaknya karena sayang.  Tidak ada anak yang tidak ditegur oleh ayahnya, sebab bila demikian maka anak itu bukanlah anak yang disayangi melainkan anak gampangan.
Makna teguran Tuhan adalah:
1. teguran Tuhan menandakan bahwa kita ini adalah anak-anak-Nya
2. jaminan kasih dan perhatian Tuhan kepada kita
3. mempunyai maksud dan tujuan yang mulia

Dua macam respon manusia terhadap teguran Tuhan
Respon tiap-tiap orang terhadap teguran yang sama bisa berbeda satu dengan yang lain.  Respon yang bagaimana yang kita tunjukkan terhadap teguran Tuhan? Sikap dan reaksi kita sangat penting sekali karena akan mengakibatkan kita menjadi semakin mulia atau sebaliknya.
Ada dua sikap atau respons yang biasanya muncul terhadap teguran Tuhan:
1.  Respon ketaatan
Orang yang rendah hati akan bersikap taat dan menerima dengan hati yang lapang setiap teguran dan didikan Tuhan dalam hidupnya, meskipun teguran itu mungkin berupa kesukaran yang harus dihadapi.  Sikap ini akan membawa kita kepada penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan dan setia kepada-Nya dalam keadaan apapun.  Dengan bersikap demikian maka kita tetap hidup sebagai anak-anak Tuhan yang mengalami pengudusan dan menuai kebenaran.
2. Respon memberontak
Respon yang negatif ditunjukkan ketika seseorang justru memberontak dan tidak menerima didikan Tuhan dalam hidupnya. Kesukaran atau kesulitan hidup menyebabkannya menjadi sosok yang mengabaikan dan menolak Tuhan sehingga menjadi murtad, tidak mempercayai Tuhan lagi.  Hal ini berhubungan dengan iman yang tidak berakar kuat dalam hidupnya.  Tuhan Yesus berbicara tentang orang yang imannya dibangun di atas pasir dan di atas batu (Matius 7:26).  Setiap orang akan mengalami ujian yang sama, hal ini dinyatakan Tuhan Yesus dengan istilah angin, hujan dan banjir.  Ujian yang sama akan dihadapi semua orang, namun responnya berbeda karena dasar imannya yang berbeda.

Bagaimana seharusnya sikap kita?
Sikap yang benar terhadap teguran dan didikan Tuhan adalah menerimanya dengan hati yang senantiasa berserah dan bersyukur kepada Tuhan, dengan senantiasa memandang kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan teladan kepada kita, bagaimana Tuhan Yesus telah menanggung penderitaan yang tidak seharusnya Ia tanggung.  Dalam ayat 4 tertulis bahwa penderitaan kita tidaklah seberapa dan dalam pergumulan kita melawan dosa kita belum sampai mencucurkan darah.

Hasil didikan Tuhan bagi orang yang setia
Bagi setiap orang yang setia dalam kesukaran yang adalah didikan Tuhan akan memperoleh bagian dalam kerajaan Sorga.  Hal ini dinyatakan dengan jelas bahwa setiap orang dihajar-Nya untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (ayat 10), perhatikan ayat 14 dikatakan bahwa tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan, dalam kerajaan Sorga kita akan melihat Tuhan karena kita mengalami kekudusan Tuhan.

Tuhan senantiasa bermaksud baik kepada kita, tidak ada peristiwa yang dimaksudkan-Nya untuk menjerumuskan kita ke dalam neraka, melainkan Ia bertujuan dan bermotivasikan Kasih kepada kita supaya kita terhindar dari murka yang akan diterima oleh dunia ini, dan agar kita masuk dalam kerajaan-Nya, tanah perjanjian yang kekal yang diwariskan kepada kita yakni sorga yang mulia.

Harga sebuah pujian

worshipNats Alkitab:
“Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; pada pemandangan Allah itu lebih baik daripada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.” (Mazmur 69:31-32)

“Anda telah memberikan kepada Tuhan 12 juta rupiah pada pagi hari ini,” ujar seorang hamba Tuhan kepada seorang bapak yang miskin dan tidak mempunyai banyak barang di dunia ini.

“Apa maksud Tuan?” tanya bapak tua miskin yang beriman pada Tuhan Yesus itu. “Saya tidak memiliki uang sebanyak itu untuk dipersembahkan,” katanya lagi.

Hamba Tuhan itu menjawab, “saya mendengar anda menyanyi memuji Tuhan.”
“Saya menghitung dari tadi bapak sudah menaikkan lima buah lagu kepada Tuhan.  Pemazmur mengatakan bahwa pujian dan nyanyian syukur yang dinaikkan kepada Tuhan lebih berharga daripada  sapi jantan.  Jadi, bapak sudah memberikan kepada Tuhan sebesar dua belas juta rupiah”

(Adaptasi dari Choice Gleanings, “Value of a hymn.”)

 

Makna Banjir Jakarta

banjirjakartaNats Alkitab:
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (Kejadian 2:15)

Banjir di Jakarta terjadi lagi tahun ini setelah berulang kali terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.  Dulu, banjir Jakarta biasanya berperiode 5 tahunan, tapi sekarang ini sudah setiap tahun banjir.   Bila kita pergi ke daerah Pantai Mutiara di Pluit atau di dekat Pembangkit Listrik di daerah Pluit, kita dapat melihat bahwa tinggi muka air laut sudah melebihi daratan. Air laut setiap tahun mengalami kenaikan, sementara itu permukaan tanah makin menurun tiap tahunnya. Penurunan permukaan tanah disebabkan salah satunya oleh eksploitasi air tanah yang begitu masif karena banyaknya bangunan gedung, apartemen, industri dan perumahan.  Tingkat kepadatan penduduk Jakarta sudah sangat tinggi, lalu lintas sangat padat, dan kurangnya lahan terbuka hijau serta drainase yang buruk.

Dalam nats Alkitab di atas kita belajar mengenai penugasan Allah kepada Adam untuk memelihara ciptaan-Nya.  Adam merupakan ciptaan Allah yang diciptakan terakhir dibandingkan ciptaan lainnya, semua isi bumi sudah ada, tanaman, tumbuhan, bermacam pohon dan berjenis-jenis binatang. Allah memberikan perintah kepada Adam untuk  memelihara taman itu.  Ini bukan saja berbicara taman tapi secara luas juga menjaga dan memelihara kelestarian alam dan lingkungan taman Eden.  Perintah ini berlanjut bagi manusia untuk menjaga dan memelihara kelestarian alam lingkungan dimana manusia tinggal.

Ketidakseimbangan alam banyak kali terjadi karena eksploitasi alam yang berlebihan.  Dalam kasus Jakarta, kita perlu mengerti bahwa sebenarnya telah terjadi ketidakseimbangan alam dimana campur tangan manusia dengan keberadaan gedung-gedung tinggi, perumahan-perumahan baru, diubahnya lahan terbuka menjadi kawasan pemukiman, saluran-saluran air yang tidak tertata dengan baik, dan pemakaian air tanah yang berlebihan menyebabkan rentannya Jakarta terhadap bencana banjir.

Jakarta sudah penuh, sebaiknya setiap orang perlu berpikir untuk memandang ke daerah-daerah lain yang masih kosong. Mata pencaharian tidak hanya di Jakarta saja, tapi di daerah-daerah lain juga punya potensi yang baik. Memusatnya segala aktifitas ekonomi di Jakarta menyebabkan ketimpangan ekonomi nasional dimana daerah dan propinsi lain tidak terperhatikan.  Efek ketimpangan ini menjadikan alam Jakarta tidak mampu lagi menanggung beban eksploitasi yang berlebihan itu.

Marilah kita mulai memikirkan kelestarian alam lingkungan sekitar kita.  Para pengusaha properti janganlah hanya berpikir soal mencari uang dan keuntungan. Setiap melihat lahan kosong berusaha untuk dibeli dan dijadikan perumahan elit dengan harga selangit. Sekarang ini di berbagai daerah juga terjadi pengurangan lahan sawah karena berubah menjadi pabrik, gedung, apartemen dan perumahan.

Tuhan telah memberikan tugas dan tanggung jawab kepada kita manusia untuk memelihara bumi.  Memang bumi ini akan berlalu dan berakhir, namun selama bumi masih ada, marilah kita menjaganya dengan sebaik-baiknya. Amin.

Bahaya Kecanduan Game

smartphoneaddiction-320x140Nats Alkitab:
“Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” (Matius 6:24)

Kecanduan game merupakan fenomena yang banyak terjadi saat ini, bukan saja di kalangan remaja dan anak-anak, melainkan di kalangan orang dewasa juga.  Kecanduan yang parah akan menyebabkan seseorang kehilangan koneksi atau hubungan dengan dunia nyata dan tenggelam dalam dunia game yang menyebabkannya mengabaikan banyak hal yang harusnya ia lakukan, bahkan mengabaikan keperluan dasar dirinya sendiri.  Tidaklah mengherankan maka banyak kasus kecanduan game yang parah berujung pada kematian.

Asosiasi Psikiatrik Amerika membuat 9 tahapan kriteria dari orang yang kecanduan game:
1. Praokupasi:
Tahap dimana seseorang menghabiskan banyak waktu untuk berpikir tentang game meskipun tidak sedang bermain game, dan berpikir langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya.
2. Withdrawal/penarikan:
Tahap dimana seseorang merasa gelisah, mudah marah, murung, marah, cemas, atau sedih ketika mencoba untuk mengurangi atau menghentikan bermain game, atau ketika tidak dapat bermain game.
3. Toleransi:
Tahap dimana seseorang mulai berpikir untuk meningkatkan jumlah waktu bermain game, mencari game yang lebih menarik, atau menggunakan peralatan/gadget lain yang lebih baik untuk meningkatkan kepuasan bermain game.
4. Pengurangan/Berhenti
Tahap dimana seseorang ingin mengurangi jam bermain game atau berhenti tapi tidak dapat mengurangi jumlah waktu bermain game
5. Tidak Tertarik Pada Kegiatan Lain
Tahap dimana seseorang sudah tidak tertarik pada kegiatan-kegiatan lainnya seperti melakukan hobi, bertemu teman, kegiatan outdoor dan kegiatan lainnya,  kecuali hanya bermain game atau condong kepada game daripada kegiatan lain.
6. Melanjutkan Meskipun Bermasalah
Tahap dimana seseorang sudah tahu efek negatif dari game seperti tidak cukup tidur, terlambat ke sekolah/kerja, melalaikan tanggung jawab, mengabaikan tugas penting, menghabiskan terlalu banyak uang, dan berselisih paham dengan orang lain, akan tetapi tidak dapat menghentikan bermain game.
7. Berbohong Kepada Orang lain
Tahap dimana seseorang melakukan kebohongan dengan berbicara bohong kepada keluarga, teman atau orang lain tentang berapa banyak game yang anda mainkan, atau berapa lama anda bermain game.
8. Pelarian
Tahap dimana seseorang menjadikan game sebagai pelarian dari rasa bersalah atau permasalahan pribadi, kecemasan, stres dan depresi.
9. Resiko Kehilangan
Tahap dimana seseorang mulai masuk pada resiko kehilangan hubungan dengan orang-orang dekat, keluarga, teman-teman, kehilangan pekerjaan, pendidikan atau karir.

Lembaga kesehatan di Amerika menyebutkan bahwa kecanduan game merupakan suatu penyakit jiwa atau mental disorder.  Kecanduan game yang dimaksud berkaitan erat dengan internet game.   Hal ini disebabkan karena banyaknya kecanduan dan akibat buruk yang terjadi akibat kecanduan tersebut di berbagai belahan dunia.  Ada anak-anak yang mati kelaparan karena orangtuanya kecanduan game berhari-hari.  Ada pemain game yang mati karena kecapean bermain game terus menerus. Dan berbagai gangguan kejiwaan yang terjadi pada pecandu game.

Kita setuju bahwa kecanduan narkoba, minuman keras, judi dan kejahatan lainnya adalah perbuatan tidak benar dan upahnya adalah neraka (1 Kor. 6:10).  Tapi banyak orang yang tidak sadar bahwa bentuk-bentuk kecanduan semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi dan salah satunya yang parah adalah kecanduan game.

Alkitab berkata bahwa kita harus mengabdi sepenuhnya kepada Allah, mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita (Markus 12:30).  Dulu penyembahan berhala begitu mudah dibedakan, mana orang yang menyembah patung atau benda lain selain Tuhan, akan tetapi seiring perkembangan jaman, maka setan berhasil menipu banyak orang Kristen sehingga melakukan penyembahan berhala-berhala modern yang membuat hati, jiwa dan pikiran serta kekuatan mereka tidak lagi untuk Tuhan tetapi untuk berhala modern itu.

Berhati-hatilah terhadap ilah jaman ini yang banyak berkedok dengan hal-hal yang nampaknya bagus dan tidak membinasakan, padahal sebenarnya membuat kita menjauh dari Tuhan.

Untuk melepaskan diri dari kecanduan game harus ada kerelaan untuk melepaskan diri, sadar dan mengakui bahwa kecanduan game merupakan dosa dan mau bertobat serta dilepaskan.  Mintalah bantuan doa dan bimbingan khusus dari para hamba Tuhan atau konselor di bidang ini agar saudara dilepaskan dari kecanduan internet game.

Adoniram Judson, “The Jesus Christ Man”

Adoniram-Judson-LargeBible Scripture:
But none of these things move me, neither count I my life dear unto myself, so that I might finish my course with joy, and the ministry, which I have received of the Lord Jesus, to testify the gospel of the grace of God. (Acts 20:24)

When Adoniram Judson graduated from college and seminary, he received a call from a fashionable church in Boston to become its assistant pastor.  Everyone congratulated him. His mother and sister rejoiced that he could live at home with them and do his life work, but Judson shook his head, “My work is not here,” he said, “God is calling me beyond the seas. To stay here, even to serve God in His ministry, I feel would be only partial obedience, and I could not be happy in that.”

Although it cost him a great struggle, he left mother and sister to follow the heavenly call. The fashionable church in Boston still stands, rich and strong, but Judson’s churches in Burma had fifty thousand converts, and the influence of his consecrated life is felt around the world.
(Source: Forward)

Adoniram Judson served for 40 years in Burma. What is your calling? What Lord Jesus wants you to do in your life? Let us do our responsibility to the heavenly calling in our whole life.