Konsekuensi Dosa

Nats Alkitab:
Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela. (Mazmur 51:14)

Mazmur 51 berisi pengakuan dosa Daud karena pelanggaran yang telah ia lakukan.  Dalam ayat 14 kita dapat belajar bahwa dosa menghilangkan sukacita dalam hati, itu sebabnya raja Daud memohon agar Tuhan membangkitkan kembali sukacita keselamatan dalam dirinya.

Tuhan memulihkan sukacita keselamatan dalam diri Daud, tetapi perhatikanlah bahwa Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai.  Sebagai akibat dari dosa Daud, seumur hidupnya ia menderita dampak-dampak dari dosanya, dalam kehidupannya sendiri, keluarganya dan kerajaannya.

Anak-anaknya tidak rukun satu sama lain, anaknya memberontak terhadap dirinya dan bahkan kerajaannya akhirnya terpecah di masa pemerintahan keturunannya.

Kisah kehidupan raja Daud harusnya dapat membuat kita memiliki ketakutan kudus tentang memutuskan untuk berdosa dan membuat kita berhati-hati dalam bertindak, agar semuanya dapat berkenan kepada Allah.

Setialah melakukan yang benar maka sukacita keselamatan itu tidak akan hilang. Berdoalah secara pribadi kepada Tuhan untuk pengampunan dosa saudara dan agar sukacitamu dipulihkan. Amin.

Natal Bukan Sinterklas

Nats Alkitab:
“Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” (Lukas 2:12)

Sejak saya tinggal di Manado saat berumur 12 tahun, saya merasa bahwa Natal itu identik dengan sinterklas, padahal sebelumnya, saat orangtua bertugas di kota lain, tidak ada fenomena “sinterklas” yang membawa hadiah buat anak-anak.

Namun sekarang, rasa heran yang sangat muncul dalam hati karena mendengar bahwa fenomena pawai sinterklas di kota yang mayoritas penduduknya mengaku beragama Kristen, ternyata terus ada dan bahkan semakin subur.

Keheranan ini didasarkan pada pemikiran bahwa seharusnya orang-orang yang percaya dan mengerti arti Natal yang sebenarnya, tidak akan mengotori dan membiarkan berbagai macam atribut penyembahan berhala mewarnai perayaan Natal.

Yang makin mengherankan adalah mengapa para pendeta, pastor ataupun gembala serta rohaniwan di Manado mengijinkan setiap tahun adanya “sinterklas-sinterklas” ini yang berkeliling ke kampung-kampung, desa dan kota bahkan di gereja-gereja sambil membawa hadiah untuk anak-anak.  Bukankah hal ini sudah melenceng jauh dari iman yang benar?

Alasan apapun jangan ditoleransi untuk melestarikan budaya pagan semacam ini. Tidak ada sinterklas, tidak ada rusa-rusa kutub yang terbang, tidak ada pit hitam, tidak ada kurcaci, semuanya itu adalah cerita dongeng kaum penyembah berhala.

Natal bukan sinterklas.  Natal adalah Yesus yang telah lahir bagi semua umat manusia.

Mulai sekarang, semua orang harus menyadarkan sesamanya tentang makna Natal yang benar. Jangan tunggu pendeta, pastor atau gembala atau penatua menjelaskan, jikalau mereka semua “melempem”, saudaralah yang berdiri menjelaskan dengan lantang di atas kebenaran firman Tuhan.  Amin!

Roh Kebenaran

Nats Alkitab:
“…yaitu Roh Kebenaran.  Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” (Yohanes 14:17)

Roh Kudus juga disebut Roh Kebenaran, karena Dia adalah Roh Yesus, yang adalah kebenaran itu.  Dengan demikian, Ia bersaksi tentang kebenaran itu, menerangkan tentang kebenaran, menyingkapkan hal-hal yang tidak benar, dan menuntun orang percaya kepada seluruh kebenaran.

Mereka yang bersedia mengorbankan kebenaran demi kesatuan, atau alasan lainnya berarti menyangkal Roh Kebenaran, yang tinggal di dalam diri mereka. Gereja yang meninggalkan kebenaran adalah gereja yang telah meninggalkan Tuhan.

Roh Kudus tidak akan menjadi Penolong bagi orang-orang yang acuh tak acuh terhadap iman atau hanya setengah-setengah dalam komitmen kepada kebenaran.  Roh Kudus hanya mendatangi mereka yang menyembah Tuhan dalam “roh dan kebenaran”.

Roh Kudus pada saat itu tinggal bersama dengan para murid, dan Kristus berjanji bahwa Roh itu akan “diam di dalam kamu”.  Janji bahwa Roh Kudus akan diam di dalam orang percaya digenapi setelah kebangkitan Kristus ketika Yesus mengembusi murid-murid-Nya dan berkata: “Terimalah Roh Kudus”.

Bukalah hati saudara terhadap Roh Kudus dan berkomitmenlah kepada kebenaran yaitu Yesus Kristus dengan penuh kesungguhan.

(Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan)

Iman Seorang Perwira

JesushealsNats Alkitab:
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel!” (Matius 8:10)

Seorang perwira Romawi datang kepada Yesus meminta agar Ia menyembuhkan seorang hambanya yang sedang sakit lumpuh dan menderita.  Yesus berkata bahwa Ia hendak datang menyembuhkannya namun sang perwira itu mengatakan bahwa ia tidak layak menerima Tuhan Yesus di rumahnya dan meminta agar Tuhan berkata sepatah kata saja agar hambanya itu sembuh.

Sang perwira Romawi menganalogikan hierarki kepemimpinan dalam pasukannya dengan keberadaan kuasa Yesus.  Dalam pasukannya, ia ada seorang bawahan dan dibawahnya ia mempunyai juga prajurit.  Bila ia berkata kepada seorang prajurit: pergi! maka ia akan pergi, jika ia menyuruh seorang prajurit: datang! maka ia akan datang.  Karena itulah, perwira ini percaya bila Tuhan Yesus berkata sepatah kata saja maka hambanya pasti sembuh.

Menanggapi iman perwira ini, Tuhan Yesus berkata bahwa di antara orang Israel tidak ada iman yang seperti iman perwira Romawi itu.  Perwira Romawi tersebut bukanlah orang Israel namun ia percaya akan kemahakuasaan Tuhan Yesus.  Ia percaya melampaui apa yang dipercayai orang lain.

Iman perwira Romawi itu melebihi iman yang dilihat Yesus di kalangan orang Yahudi karena ia memadukan keprihatinan yang penuh kasih sayang kepada orang lain dengan kepercayaan yang besar kepada Yesus.  Kisah ini mengingatkan kita bahwa kita mungkin tidak mengalami kuasa pekerjaan Allah karena menganut tradisi manusia serta kurang percaya akan kuasa Tuhan.

Milikilah iman seperti perwira Romawi ini, yang melampaui batas-batas kebiasaan dan tradisi iman yang ada.

Bapa Sorgawi Memberikan Yang Terbaik

Nats Alkitab:
“Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!  Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” (Matius 7:11)

Tuhan Yesus menjanjikan bahwa Bapa di sorga tidak akan mengecewakan anak-anak-Nya.  Ia bahkan mengasihi kita lebih daripada seorang ayah manusiawi mengasihi anaknya, dan Ia menginginkan agar kita memohon segala kebutuhan kita kepada-Nya, dengan menjanjikan untuk memberikan yang terbaik kepada kita.

Allah ingin memberikan pemecahan bagi semua masalah dan persoalan kita dan memberikan makanan bagi kebutuhan kita sehari-hari. Dan yang terbaik adalah bahwa Ia memberikan Roh Kudus kepada anak-anak-Nya sebagai Penasihat dan Penolong.

(Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan)

Susah Tidur? Berdoalah!

Nats Alkitab:
Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan terkejut, tetapi engkau akan berbaring dan tidur nyenyak. (Amsal 3:24)

Penduduk Amerika menghabiskan kurang lebih 500 juta dollar agar bisa tidur, namun hanya sedikit yang berhasil.  National Institute of Mental Health mengatakan bahwa jutaan pon obat tidur diminum setiap tahunnya dan ada lebih dari dua ratus jenis obat tidur yang tersedia di pasaran.  Masih banyak orang, baik pasien maupun dokter, yang tidak menyadari bahayanya efek obat tidur terhadap seseorang, tubuh dan jiwanya.

Seorang dokter di Stanford University melakukan penelitian terhadap berbagai macam kasus insomnia dan mengatakan bahwa “sedikitnya ada 100 alasan mengapa seseorang tidak bisa tidur, menanyakan penyebab insomnia adalah seperti menanyakan tentang penyebab sakit kepala.  Penyebabnya bisa macam-macam.”

Umumnya para dokter berpendapat bahwa insomnia lebih berkaitan dengan apa yang ada dalam pikiran.  Jadi, mengetahui akar penyebabnya merupakan suatu persoalan yang cukup sulit.

Nats Alkitab diatas berbicara tentang bagaimana tidurnya orang yang bersandar kepada Tuhan.  Setiap kita dapat mengalami tidur nyenyak tanpa kesulitan apabila kita bersandar kepada Tuhan senantiasa.  Persoalan hidup, kesibukan pekerjaan, stress dalam berbagai masalah, bisa menyebabkan gangguan tidur, akan tetapi bila semuanya itu kita bawa kepada Tuhan, maka kita dapat mengalami kelegaan sehingga dapat tidur dengan nyenyak.

Biasanya, seorang yang terkena insomnia disuruh untuk memejamkan mata dan membayangkan ada domba-domba serta menghitung jumlah domba tersebut.  Tapi, daripada saudara menghitung domba, yang terbaik adalah berbicara dengan Tuhan di dalam doa.

Yesus Kristus adalah sumber kelegaan yang sejati.  Ia memberi damai, sukacita dan ketenangan dalam hati kita. Bila saudara mengalami kesulitan untuk tidur malam hari, berdoalah dan berbicaralah kepada Tuhan.  Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sandarkanlah semuanya kepada Tuhan.  Maka damai sorgawi akan memenuhi hati dan pikiran saudara sehingga kuasa-Nya bekerja dan memberikan saudara istirahat yang terbaik, tidur yang nyenyak dalam ketenangan oleh kasih dan kuasa Tuhan.

Obat tidur adalah berdoa dan berserah!

Melawan Serangga

Nats Alkitab:
“.. sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yohanes 4:4)

Waktu kita masih anak-anak, rasa takut terhadap binatang-binatang kecil begitu memenuhi pikiran kita. Tapi ketika sudah dewasa kita sadar bahwa kita lebih besar daripada binatang-binatang kecil itu sehingga tidak perlu takut.

Anak-anak saya seringkali berteriak meminta tolong jika ada serangga kecil yang masuk ke rumah.  Mereka takut terhadap serangga itu.  Begitu juga terhadap binatang kecil lainnya, seperti semut, capung, kecoa, laba-laba, laron dan belalang.

Berulangkali saya katakan agar tidak usah takut sebab mereka lebih besar dari binatang-binatang itu.  Justru serangga itulah yang sebenarnya takut pada mereka.
Ketika mereka menyadari bahwa tubuh mereka lebih besar dan lebih kuat maka mereka menjadi berani.

Dalam kehidupan rohani kita pun dapat diibaratkan seperti kisah di atas.  Banyak orang beriman yang takut terhadap setan, takut menghadapi orang yang kerasukan, takut menghadapi situasi gelap, takut terhadap fenomena kerasukan, sakit penyakit, dan manifestasi okultisme. Padahal firman Tuhan jelas berkata bahwa kita memiliki Roh Allah dan bahwa Roh Allah yang berdiam di dalam kita lebih besar daripada roh-roh yang ada di dunia.

Jangan takut menghadapi “serangga-serangga kegelapan” yakni setan dan iblis yang mencoba merongrong dan menakuti kita, sebab kita lebih besar karena ada Roh Allah di dalam kita. Sehingga kita dapat melawan iblis dan menghancurkannya dengan kuasa Roh Kudus.

Hiduplah dalam keberanian iman dan jangan takut! Haleluya!

Pasien Dokter Gigi

Nats Alkitab:
Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar (Roma 13:7a)

Seorang pasien dokter gigi mengeluh tentang biaya cabut gigi yang harus dibayarkannya.

“Menurut saya mahal sekali itu 50 ribu rupiah untuk mencabut satu gigi dalam tempo hanya 5 detik. Waktunya cepat tapi ongkosnya mahal.”

Sang dokter gigi dengan penuh ketenangan menjawab:
“Sebenarnya, saya dapat mencabut gigi bapak secara pelan-pelan supaya bapak tidak merasa rugi.”

Dalam kehidupan ini kita tidak dapat lepas dari ketergantungan terhadap sesama.  Ada hal-hal yang memerlukan bantuan dari sesama kita apakah itu berupa keahlian, keterampilan ataupun profesinya.

Tuhan telah menetapkan bagi kita masing-masing suatu bentuk dan macam pekerjaan yang harus kita jalankan dan biarlah kita saling menghargai satu sama lain.

Menghargai orang lain dan memberikan kepada mereka apa yang harus kita bayarkan sesuai dengan nats Alkitab di atas.  Mari kita bersyukur kepada Tuhan atas kebenaran firman-Nya ini. Haleluya.

Belajar Dari Kisah Perempuan Sunem

Nats Alkitab:
Kemudian Elisa memanggil Gehazi dan berkata: “Panggillah perempuan Sunem itu!” Dipanggilnyalah dia, lalu datanglah ia kepadanya, maka berkatalah Elisa: “Angkatlah anakmu ini!”  Masuklah perempuan itu, lalu tersungkur di depan kaki Elisa dan sujud menyembah dengan mukanya sampai ke tanah.  Kemudian diangkatnyalah anaknya, lalu keluar.” (2 Raja-Raja 4:36-37)

Kisah kehidupan wanita Sunem dalam kitab 2 Raja-raja 4 ayat 8-37 mengandung beberapa babak peristiwa yang dapat kita renungkan bersama. 

Pertama, Allah memberkati wanita ini dengan memberinya seorang anak laki-laki. Kedua, Allah mengijinkan dia mengalami ujian yang sangat berat yaitu kematian anaknya, dan ketiga, Allah memulihkan kehidupannya dengan membangkitkan kembali anaknya yang telah mati itu.

Kita dapat perhatikan bahwa wanita Sunem ini adalah seorang wanita yang setia dan takut akan Tuhan. Ia percaya dan berpegang teguh pada imannya kepada Allah. Ujian berat yang ia alami tidak membuat ia berpaling kepada dewa lain tetapi ia mencari pertolongan dari Allah yang benar.

Kadangkala Allah membiarkan umat-Nya yang setia melewati pencobaan dan penderitaan yang membingungkan, tetapi kemudian mereka mengalami kasih karunia dan belas kasihan-Nya ketika mereka berpegang erat kepada-Nya dalam iman.

Ketika saudara mengalami suatu ujian yang terasa begitu berat, tetapkanlah hatimu untuk mencari pertolongan hanya dari Tuhan, jangan kepada yang lain.  Kesetiaan dan keteguhan iman kita pada Tuhan akan berbuahkan pertolongan yang ajaib dari-Nya. Amin.

Kesembuhan Dari Yesus

Nats Alkitab:
Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. (Matius 12:15b)

Kehadiran Allah di tengah-tengah manusia memberikan pengharapan yang pasti akan kasih dan kesetiaan serta pertolongan-Nya bagi seluruh umat manusia.

Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Firman yang adalah Allah sendiri telah mengambil rupa seorang manusia dan diam bersama manusia. Dialah Yesus Kristus yang telah datang.

Salah satu karya Yesus Kristus adalah karya kesembuhan yang Ia kerjakan kepada orang-orang yang mengalami berbagai penyakit.  Ia menyembuhkan mereka semuanya, menunjukkan bahwa Allah tidak memilih-milih orang, sebab Ia mengasihi semuanya.

Karya kesembuhan Yesus Kristus menunjukkan bagaimana sebenarnya sikap dan kehendak Allah terhadap manusia.  Ia melenyapkan segala penyakit sebab Ia tidak menghendaki hal itu terjadi kepada manusia.

Bagi kita sekarang ini, karya kesembuhan yang Tuhan Yesus kerjakan masih ada dan masih berlaku untuk kita.

Perhatikan nats di atas yang mengatakan bahwa mereka mengikut Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.  Mengikut Yesus disini melibatkan iman percaya dari orang yang mengikuti-Nya. Dan kesetiaan mereka dalam mengikut Yesus diberikan ganjaran kesembuhan.

Apakah saudara saat ini sedang mengalami sakit yang belum kunjung sembuh? Jangan lemah iman dalam pengiringan kepada Tuhan Yesus.  Ikutlah Dia dengan setia meskipun keadaan sekarang ini menghadapi penyakit atau persoalan.

Pada waktunya Tuhan akan menjamah dan menyembuhkan saudara dengan kuasa-Nya yang ajaib. Waktu itu bisa nanti tetapi bisa juga hari ini.  Waktunya adalah yang terbaik.  Ia tidak pernah terlambat, namun Ia mengerjakan indah pada waktunya.

Berdoalah dengan setia dan berimanlah dengan kokoh kepada Tuhan Yesus.  Saya sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus akan menjamah dan memberikan kesembuhan bagi saudara. Amin.