Belajar Rendah Hati

Kalau kita mau belajar rendah hati, tidak perlu cari figur yang ada di dunia sekarang ini, tapi carilah dan lihatlah teladan kerendahan hati dari Tuhan Yesus.  Itu sudah merupakan figur yang paling sempurna untuk dijadikan contoh.

Apa saja sikap kerendahan hati Tuhan Yesus? Banyak sekali, contohnya adalah ketika Ia dicobai iblis untuk mengubah batu menjadi roti. Itu adalah sebuah tantangan kerendahan hati yang luar biasa.  Kalau kita punya kuasa dan ditantang untuk menunjukkan kekuasaan kita, maka kita biasanya akan memenuhi tantangan itu.

Contoh lain adalah kelahiran Tuhan Yesus di kandang domba, padahal Ia adalah pencipta dan pemilik semua alam ciptaan. (Yoh.1) Tapi Ia memilih untuk datang sebagai manusia yang hina. Renungkanlah betapa luar biasa rendah hati Tuhan Yesus.

Ketika, para murid mengatakan untuk meminta api dari langit untuk menghukum orang-orang di sebuah daerah, Tuhan Yesus tidak mengijinkan hal itu, padahal Ia punya kuasa untuk melakukan hal tersebut tapi Ia memilih untuk tidak menghukum.  Betapa beda dengan kita manusia, yang kalau punya sedikit saja kuasa, sombongnya sudah minta ampun dan suka menghakimi dan menghukum sesama.

Tuhan Yesus juga rela mati di salib padahal Ia bisa menghindari dan mengalahkan semua prajurit Romawi dengan sekali firman. Tapi Ia memilih mengampuni dan rela mati menebus dosa manusia di atas kayu salib yang hina bagi manusia.

Betapa rendah hati Tuhan Yesus yang Ia tunjukkan dalam praktek hidup yang nyata. Marilah kita jadi pribadi yang rendah hati seperti Tuhan Yesus. Amin.

Nats Alkitab:
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan”. (Matius 11:29) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *