Diusir Agar Berintegritas

“Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.” (Kejadian 3:24)

Bacaan hari ini: Kejadian 1-3

Adam dan Hawa diusir setelah melakukan dosa, memakan buah yang dilarang oleh TUHAN Allah.  Selanjutnya mereka diusir dari Taman Eden supaya mereka tidak memakan buah dari pohon Kehidupan, karena bila mereka memakan buah itu, maka mereka dapat hidup selamanya.

Pengusiran dan penjagaan taman Eden, khususnya dengan tujuan agar manusia tidak memakan buah pohon kehidupan menjadi suatu perenungan bagi kita yang sangat menarik.

Hal ini perlu kita renungkan bersama:
Pada awalnya, TUHAN Allah tidak melarang manusia untuk memakan buah dari pohon kehidupan, yang dilarang adalah memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Sesudah berdosa pun, TUHAN tidak melarang mereka memakan buah pohon kehidupan, akan tetapi TUHAN mencegah mereka, karena mereka telah berdosa. Bila mereka makan dan hidup selamanya, maka dosa pun akan selamanya ada, makanya mereka diusir dari taman Eden, sebab dosa tidak disukai oleh TUHAN, dosa harus diakhiri.

Untuk mengalami kehidupan yang kekal, maka TUHAN menginginkan agar manusia dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Manusia yang seharusnya bisa mendapatkan hidup kekal selamanya dengan cara makan buah pohon kehidupan, menjadi manusia yang fana dan dapat mati.  Engkau akan kembali menjadi debu, demikian firman TUHAN.   Ini merupakan penghukuman TUHAN, konsekuensi dan upah dari dosa yang manusia perbuat.

TUHAN mencegah manusia memakan buah pohon kehidupan itu, karena mereka tidak dapat dipercaya. Maka untuk melihat apakah manusia dapat dipercaya, maka mereka disuruh keluar dan diuji dalam berbagai situasi kehidupan, apakah mereka mencari TUHAN, berharap pada TUHAN, ataukah tidak. TUHAN masih dapat ditemui bila manusia mau mencari-Nya. TUHAN pun mau menyatakan diri-Nya kepada umat ciptaan-Nya melalui berbagai cara, yakni melalui alam ciptaan, melalui firman-Nya dalam Alkitab, melalui para nabi dan rasul yang diutus oleh Tuhan. Dan paling penting, TUHAN berbicara dan menyatakan diri-Nya dalam pribadi Yesus Kristus. TUHAN menjadi manusia, agar manusia mengenal Dia.

Maka pelajaran ini adalah penting bagi kita untuk disadari, bahwa kehidupan di luar taman Eden, yaitu kehidupan kita yang sekarang ini, merupakan proses yang TUHAN ijinkan untuk kita dapat menunjukkan apakah kita dapat dipercaya oleh TUHAN atau tidak.
Caranya adalah dengan setia dan taat dalam melakukan firman-Nya.
Hidup yang kita jalani sekarang haruslah mencerminkan pengabdian dan tanggung jawab kepada TUHAN, untuk menunjukkan bahwa kita berintegritas.

Rangkuman Kejadian 1-3:
Kisah tentang penciptaan alam semesta, bumi dan isinya. TUHAN menciptakan semua dalam 6 hari, pada hari ke-7,  Ia beristirahat dari pekerjaan penciptaan. Semua ciptaan jadi dengan firman-Nya, namun manusia lebih spesial karena TUHAN membentuk dengan tangan-Nya sendiri, dari tanah liat menjadi manusia. Manusia dibentuk dan diciptakan segambar dan serupa dengan TUHAN Allah.  Segala sesuatu yang dibuat oleh TUHAN adalah sangat baik. Ia menciptakan semua dalam kesempurnaan.  Ia bermaksud agar keindahan itu dinikmati oleh seluruh ciptaan-Nya.
Kejatuhan manusia ke dalam dosa oleh karena godaan Ular. Mengapa Ular tahu sesuatu tentang buah pengetahuan yang baik dan yang jahat itu? Ini menjadi suatu pertanyaan yang cukup penting, karena berhubungan dengan siapakah yang dimaksud dengan ular itu. Di dalam Wahyu12:9 dan 20:2, Ular di taman Eden disebut sebagai Iblis.  Iblis menguasai dan memakai ular itu sebagai sarana untuk mencobai manusia.
Pada akhirnya, manusia, Adam dan Hawa, diusir keluar dari taman Eden. Ular menerima kutukan, Hawa menerima kutukan, dan Adam pun menerima kutukan karena dosa. Dosa telah merusak keadaan bumi, sehingga menjadi tidak sempurna. Tanah tidak lagi menghasilkan sebagaimana awalnya. Penderitaan dan kesusahan menjadi bagian dari kehidupan manusia dan semua yang di bumi, oleh karena dosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *