3 Hal Ini Menyebabkan Kegagalan Dalam Proses

Proses diperlukan untuk mencapai suatu hasil. Allah sering memproses manusia untuk menjadikannya sesuai dengan apa yang Ia kehendaki.
Umat Israel diproses selama 40 tahun di padang gurun sebelum masuk tanah Perjanjian.
Yusuf diproses selama kurang lebih 13 tahun sebelum menjadi wakil Firaun di Mesir.
Musa diproses  selama 40 tahun di tanah Midian sebelum dia dipakai Tuhan menjadi pemimpin umat Israel.

Proses demi proses itu ada yang terasa tidak enak, kadangkala membuat kita mengalami tekanan, kesulitan atau penderitaan. Tapi, semua proses itu bertujuan untuk menguji dan sekaligus membentuk kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan.

Dalam proses tersebut ada saja orang yang mengalami kegagalan. Kita semua bisa gagal atau berhasil dalam proses itu, tergantung dari bagaimana kita menghadapinya.

Berikut ini adalah 3 penyebab kegagalan dalam menjalani proses:
1. Tidak Sabar
Setiap orang perlu memiliki kesabaran agar ia dapat kuat menjalani proses. Alkitab menyebutkan tentang ketekunan yang erat sekali hubungannya dengan kesabaran. Tekun dan sabar menjadi salah satu kunci agar dapat lulus ujian proses dari Tuhan.
Roma 12:12 menyebutkan agar kita sabar dalam kesesakan. 2 Timotius 4:5 mengatakan agar kita sabar dalam penderitaan. Bersabarlah!
2. Tidak berpikir jauh ke depan
Kita tentu punya pikiran tentang hari ini, tentang masa kini, namun ingatlah bahwa kita hidup dalam suatu frame waktu yang ditetapkan Allah. Memang kita tidak mengetahui umur kita sampai kapan, namun intinya adalah bahwa kita tidak boleh terlalu terfokus pada hari ini atau masa tertentu dalam kekinian. Kita harus sadar bahwa Allah punya rencana untuk hari depan kita yang baik, indah dan penuh dengan harapan.
Yeremia 29:11 mengatakan:
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
3. Hawa nafsu
Kita bisa jatuh dalam kegagalan mengikuti proses bila diri kita dikuasai oleh berbagai hawa nafsu duniawi. Kesenangan akan dosa, pemenuhan keinginan daging, ego, dan kesombongan, dapat membawa kita jatuh dan jatuh terus dalam proses.
Bangsa Israel menjadi contoh tentang dosa hawa nafsu dan keserakahan.
Apapun namanya dosa, bila kita cari intinya, maka hawa nafsulah penyebabnya.
1 Petrus 1:14 berkata: “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”

Mari sadarilah bahwa hidup kita ini adalah anugerah Tuhan yang indah. Bila kita ada dalam proses saat ini, maka janganlah mundur atau putus asa, jangan bersungut-sungut, jangan kehilangan iman, melainkan tetaplah setia kepada Tuhan Yesus, dalam setiap proses yang Ia ijinkan dalam kehidupan  kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *