Menjaga Perdamaian Dan Memuliakan Tuhan

Banyak orang saling bermusuhan di masa menjelang suatu Pemilihan Kepala Daerah. Bahkan di Amerika Serikat pun, terjadi perpecahan karena pemilihan presiden menyebabkan munculnya dua kubu yang bertentangan dalam masyarakat. Serangan-serangan dan kata-kata yang bernada cemooh bertebaran di berbagai kolom komentar media-media online.

Pilkada di Indonesia pun terasa begitu panasnya. Tapi itu sebenarnya tergantung pada keadaan hati kita pribadi. Soal ‘panas’ atau ‘dingin’ menyikapi situasi politik adalah tergantung keputusan hati kita.  Sebenarnya bukanlah panas atau dingin, tapi lebih tepatnya adalah suasana hati kita haruslah dipenuhi dengan damai sejahtera dari Tuhan.

Dalam Korintus 3:15-17 tertulis demikian:
Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Ada 3 hal prinsip yang perlu kita miliki agar hidup kita selalu penuh dengan damai sejahtera Allah, yaitu:

  1.  Mengijinkan damai sejahtera Allah memerintah dalam hati kita.
    Bila kita mau agar hati kita selalu dipenuhi dengan damai, maka ijinkanlah damai sejahtera Allah itu memerintah dalam hati kita. Rasakan dan nikmati damai sejahtera-Nya, sadarilah bahwa Roh Kudus memberikan kepada kita damai sejahtera, bukan ketakutan, perpecahan, atau perseteruan.  Situasi diluar sana boleh saja panas, tapi bila hati kita selalu dipenuhi dengan damai sejahtera-Nya maka kita akan selalu mengalami ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan.  Damai sejahtera itu tidak tergantung pada faktor eksternal kita. Jadi, walaupun keadaan tidak sesuai dengan harapan dan keinginan, hati ini akan selalu damai karena Allah.
  2. Mengijinkan Perkataan Kristus ada dalam kehidupan kita. Artinya adalah agar firman Tuhan yang berkuasa itu, kita ingat senantiasa dan imani dalam hidup kita.  Perkataan Kristus itu akan menyentuh setiap hati orang dan membawa kepada suatu perubahan yang baik. Perkataan Kristus itu penuh dengan hikmat. Baiklah kita bertutur kata dengan hikmat Tuhan.
  3. Memuliakan Tuhan dalam segala aspek hidup kita.
    Apapun yang kita katakan atau perbuat, biarlah itu mempermuliakan nama Tuhan.  Jadilah terang melalui perkataan dan perbuatan kita. Janganlah ada caci maki dan kata-kata kotor keluar dari mulut kita agar kita senantiasa dapat mempermuliakan nama Tuhan.  Janganlah kita berbuat yang bertentangan dengan firman Tuhan, agar nama Tuhan jangan menjadi dipermalukan.

Kita dapat hidup penuh dengan damai sejahtera Kristus, bila kita mau dipenuhi oleh damai sejahtera-Nya.  Fokuskan pikiran kita kepada Tuhan Yesus Kristus, fokuskan pada perkara yang di atas, yakni perkara sorgawi, maka kita akan dapat melihat dan memaknai setiap kejadian di dunia ini dengan benar dan selalu penuh damai sejahtera, tanpa kekuatiran, kecemasan, kegelisahan, kebencian, ketakutan, dan pertentangan,  Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *