Teach Us To Care And Not To Care

Di kaca depan salah satu rumah di Praha tertulis “Teach us to care and not to care.”  Bingung mungkin orang yang membacanya, termasuk saya yang baru pertama kali membaca tulisan itu.  Saya menanyakan apa maksud tulisan itu dan akhirnya mengerti apa artinya.

Dalam hidup ini, banyak hal yang mampir dalam pikiran kita, yang menyita perhatian dan waktu.  Hal-hal itu bisa membuat kita berbahagia atau kecewa, senang atau berduka, cinta atau benci, berdiam atau marah, bersyukur atau mengeluh, dan sebagainya.
Tapi ingatlah satu hal ini, tidak semua hal harus kita “care about”, tidak semua hal harus kita pedulikan, justru seringkali ada banyak hal yang seharusnya kita abaikan.

Amsal 12:16 tertulis demikian: “Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.
Ini adalah perkataan hikmat yang mengajar kita untuk mengabaikan cemooh orang kepada kita.   Cemooh janganlah ditanggapi karena akan membuat sakit hati.

Bukan hanya cemooh, tapi masih banyak hal lain yang seharusnya kita abaikan.  Mengabaikan kadangkala perlu kita lakukan, agar sukacita kita tidak hilang, agar waktu kita tidak terbuang percuma, agar kita tetap dalam hadirat-Nya, agar kita tetap dalam iman, agar kita tetap bersatu dalam keluarga, agar ada damai sejahtera, agar kita berhasil mencapai tujuan dan agar semua yang baik terjadi dalam hidup kita oleh kehendak Tuhan.

Kita mungkin belum berpengalaman untuk menentukan mana yang harus kita pedulikan dan mana yang harus kita abaikan, tidak apa-apa, karena kita bisa belajar dan terus belajar dari waktu ke waktu.
Mintalah hikmat Tuhan agar kita mengerti mana hal yang harus kita pedulikan dan mana yang diabaikan saja.

Sebagaimana tulisan di kaca rumah itu, marilah kita berdoa pada Tuhan, “teach us to care and not to care.”

Tuhan Yesus memberkati dan melindungi kita!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *