Ia Menundukkan Manusia Yang Sombong

Yesaya 5:15
Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan.

Kesombongan adalah awal kejatuhan. Sikap sombong tidak disukai oleh Tuhan.

Dalam olahraga beladiri seperti tinju dan MMA yang sangat keras, berulang kali terjadi dalam sejarah, ada saja petinju atau petarung yang merasa tidak bisa dikalahkan dan meremehkan lawan yang akan dihadapinya.

Mike Tyson kehilangan semua semarak kemenangannya karena menjadi sombong. Muhammad Ali mengatakan bahwa ia adalah yang terbesar dan terkuat tapi kemudian dia mengalami penyakit parkinson. Rhonda Roussey merasa dirinya tak terkalahkan bahkan bisa mengalahkan petarung laki-laki, namun ia kalah KO dan pingsan saat melawan Holly Holm.  Holly Holm  yang mulai merasa hebat menjadi sombong juga dan pada akhirnya dikalahkan dalam pertarungannya yang berikutnya.

Dalam dunia bisnis, raksasa-raksasa media yang dulu berjaya berjatuhan satu persatu. Ketika jaya, kesombongan melanda mereka dan tanpa mereka sadari, semuanya telah berakhir.

Para artis dan konglomerat, saat jaya, muda dan terkenal, saat kaya, sukses dan terhormat, menjadi sombong dan lupa bahwa semuanya hanyalah pemberian dari Allah.

Tak ada yang dapat kita sombongkan, entah itu harta kekayaan, jabatan, kesuksesan, kecantikan, semuanya pada akhirnya akan berlalu.

Ayat di dalam Yesaya 5:15 menyebutkan bahwa orang-orang sombong akan direndahkan. Manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan. Allah tidak melihat kekayaan atau kesuksesan kita, namun Ia melihat hati.  Bukan soal perkara kaya secara lahiriah yang penting, namun kaya iman dalam hati itulah yang terutama.

Bagaimana seharusnya sikap kita?
Rendah hati. Karena Firman Tuhan berkata bahwa Ia mengangkat orang-orang yang rendah hati. Kepada merekalah Tuhan memberikan kehormatan dan kemuliaan. Ganjaran dari kerendahan hati ialah perkara-perkara yang baik dari Tuhan.  Hakikat kerendahan hati adalah kesadaran  akan ketidakmampuan diri sendiri dan kerelaan untuk berserah hanya kepada Tuhan dan menuruti kehendak-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *