Iman Sepatah Kata

Seorang tentara romawi datang pada Yesus. Dia bukan orang Israel, dia adalah orang roma. Tapi dia mendengar tentang mujizat-mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus dan percaya bahwa Yesus sanggup melakukan segala sesuatu.

Ia datang menemui Yesus untuk meminta agar Yesus menyembuhkan seorang hambanya yang sedang sakit.  Dengan segera Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan datang dan menyembuhkannya.  Tapi, sang tentara romawi ini berkata agar Tuhan Yesus tidak usah merepotkan diri untuk datang ke rumahnya. “Katakan sepatah kata saja, maka hambaku itu akan sembuh.” Demikian ucapan tentara itu.

Wow.. luar biasa banget iman orang ini.  Tuhan Yesus pun memuji iman dari prajurit itu dengan berkata bahwa iman semacam ini tidak ia jumpai di antara orang Israel. Wah… tentu ini merupakan suatu sindiran dan kritikan Tuhan kepada umat Pilihan.

Kisah ini merupakan suatu pelajaran dan teguran bagi kita. Pelajaran yaitu untuk mengajar kita beriman dengan sepenuh hati, yaitu iman yang radikal kepada Tuhan, sebuah iman yang totalitas pada kuasa-Nya. Teguran, karena banyak dari kita yang telah suam-suam dalam iman, meragukan kuasa Tuhan dan bimbang.  Banyak orang Kristen yang telah kehilangan sisi iman yang totalitas dan seharusnya malu pada mereka yang bukan Kristen tetapi percaya kepada Tuhan Yesus dan percaya akan kuasa-Nya.  Jadi, bukan soal menjadi kristen atau tidak, yang terpenting adalah menjadi orang yang beriman, sebab imanmu menyelamatkan engkau, demikian kata Tuhan.

Akhirnya dari kisah di atas, Yesus hanya berkata bahwa hamba dari tentara itu telah sembuh, dan benar terjadi, hamba itu menjadi sembuh.

Bagaimanakah iman kita hari hari ini? Apakah semakin lemah, tetap sama atau semakin kuat?  Milikilah iman yang total dan percayalah bahwa Tuhan Yesus sanggup melakukan segala sesuatu, maka engkau akan melihat dan mengalami mujizat terjadi dalam kehidupanmu.

Matius 8:8
Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *