Tidak Takut Meski Minoritas

Jangan berpikir soal minoritas atau mayoritas.  Sekalipun kita adalah minoritas, tetaplah berpegang teguh kepada Kristus.

Seringkali kita terjebak dengan pemikiran soal mayoritas.  Banyak orang cenderung mengikuti suara mayoritas, padahal suara mayoritas belum tentu benar.  Intinya bukanlah soal mayoritas atau minoritas, melainkan soal kebenaran.

Bangsa Israel adalah bangsa yang minoritas dari segi jumlah. Dalam Perjanjian Lama, berulangkali Allah menyebut mereka sebagai bangsa yang kecil dan  kawanan kecil.  Akan tetapi, mereka bisa menjadi suatu barometer dan disegani oleh bangsa-bangsa sekelilingnya, bahkan hingga sekarang ini.  Walaupun sayangnya, sebagian besar mereka menolak Kristus Yesus, sang Mesias yang telah datang bagi mereka.

Tuhan tidak pernah mempersoalkan mengenai berapa banyak jumlah orang yang percaya kepada-Nya.  Tuhan justru memakai jumlah yang kecil untuk mempermalukan jumlah yang besar.  Ia hendak menunjukkan kuasa dan kemuliaan-Nya melalui apa yang dianggap manusia tidak seberapa.

Dalam soal iman, Tuhan juga tidak mementingkan soal kuantitas, melainkan kualitas.   Ia mau agar yang beriman kepada-Nya, adalah yang sungguh-sungguh memiliki kualitas iman yang mulia.

Jadi sekalipun mayoritas manusia tidak mau beriman, jangan takut dan kuatir, jangan ikut-ikutan.  Tetaplah teguh dalam iman pada Yesus Kristus.

Matius 7:13-14
“Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *