Belajar Dari Kasus Mirna

Berita-berita tentang Mirna yang meninggal karena racun sianida, telah menjadi headline berbagai media online dan televisi.   Penyebabnya diduga karena racun dalam kopi yang diminum olehnya.  Saat ini, dugaan tersangka adalah Jessica, temannya sendiri.  Betapa tega, bila memang benar terbukti Jessica adalah penaruh racun sianida itu.  KIta tentu prihatin dan sedih dengan apa yang terjadi pada Mirna.  Doa dan harapan kita agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

Namun, gara-gara berita ini, banyak lelucon mengenai soal minum kopi.  Ada yang mengatakan bila engkau diajak minum kopi, berdamailah dahulu dengan orang yang mengajak engkau minum kopi.  Ada juga yang jadi takut minum kopi atau minuman lain yang bukan dibuatnya sendiri, dan berpikiran untuk mempunyai seorang yang akan mengetes minumannya, atau hewan misalnya anjing atau kucing untuk mengetes apakah ada racun atau tidak dalam minumannya.

Berhubungan dengan minuman, di Alkitab ada kisah tentang seorang juru minuman raja, bernama Nehemia.  Ia adalah seorang yang mempersiapkan minuman untuk raja dan raja percaya hanya kepadanya saja.  Sebab di jaman dahulu itu, bahkan hingga kini masih juga terjadi, para raja atau orang-orang yang sangat penting, seperti presiden, beresiko untuk dibunuh melalui racun pada makanan atau minuman.

Maka, kisah Nehemia mengandung suatu makna yang dapat kita tangkap lebih dari sekedar cerita tentang seorang juru minuman, yaitu kepercayaan.  Raja percaya kepada Nehemia karena ia dapat dipercaya.  Tidak ada rencana jahat pada Nehemia meskipun raja yang ia layani bukanlah orang sebangsanya.  Nehemia adalah orang Israel, dan raja yang ia layani adalah seorang Persia atau Babel.   Tapi, Nehemia punya integritas yang teguh dalam pelayanannya.  Ia tidak mau berkhianat dan membunuh raja.  Menjadi juru minuman raja, adalah sebuah tanggung jawab dan kepercayaan yang luar biasa buat seorang buangan seperti Nehemia.

Ambillah contoh dari Nehemia, yang kepada orang yang adalah sebenarnya penindas bangsanya, tidak berlaku buruk dan jahat, melainkan bersikap jujur dan benar.

Teman sendiri kok dibunuh? Siapapun jangan kita bunuh, semua kebencian dalam hati harus dibuang jauh-jauh agar tidak berakar dan berbuah menjadi tindakan jahat.

Bacaan Alkitab: Nehemia pasal 1:1-11

“Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini.” Ketika itu aku ini juru minuman raja.” (Nehemia 1:11)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *