HATI YANG MEMBERI

“Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”
Lukas 6:38

Suatu kali, pompa air di rumah saya tidak mengeluarkan air. Setelah diutak-atik tetap saja air tidak mengucur.  Air dari dalam tanah seperti tidak ada, karena meskipun sudah disedot oleh mesin pompa, setetespun tidak ada yang mengalir.

Akhirnya, saya ingat satu rumusnya untuk “memancing” air, yaitu dengan memberikan air ke dalam pipa melalui pompa tersebut.  Sebanyak satu ember air saya masukkan ke dalam pipa yang tertanam dalam tanah itu, dan akhirnya penuh.

Ketika stekernya dipasang ke sambungan listrik, air dalam pompa itu langsung habis, dan air masih tidak keluar juga.  Saya mengulangi lagi prosesnya, memberikan air ke dalam pipa, dan setelah penuh, pompa dinyalakan.  Setelah beberapa kali, akhirnya air naik dan bisa mengalir dengan limpah.  Puji Tuhan, saya sangat senang waktu itu.

Sewaktu mengisi air ke dalam pipa, saya mendapatkan suatu pengertian tentang prinsip memberi dalam Alkitab.  “Berilah dan kamu akan diberi!,”  demikian kata Firman Tuhan.  Seolah Tuhan berkata: ”Lihatlah, saat ini kamu sedang memberi air, untuk mendapatkan air, maka berilah supaya kamu juga diberi.”

Prinsip memberi datang dari Tuhan. Dalam alam ciptaan-Nya, ada banyak siklus memberi dan diberi.  Tumbuhan memberi O2 dan menerima CO2.  Manusia memberi CO2 bagi tumbuhan dan menerima O2 dari tumbuhan.  Peternak memberi makan ternaknya, kemudian menerima hasil dari ternak mereka.  Siklus memberi dan menerima di alam selalu ada, dan bila salah satunya tidak terjadi, maka keseimbangan akan rusak.  Menerima terus tanpa memberi akan menjadikan kita saluran yang macet yang tidak bisa lagi dipakai untuk mengalirkan berkat kehidupan

Nats di atas merupakan perintah Tuhan Yesus.  Berarti kita sebagai anak-anak-Nya harus memiliki hati yang memberi.  Ada hal menarik dari ayat tersebut yaitu soal ”ukuran”.  Ukuran berarti jumlah, berapa banyak pemberian itu. Bila kita memberi dengan ukuran sedikit, maka ukuran seperti itu yang akan diberikan kepada kita.  Tapi bila kita memberi dengan limpah, maka kita juga akan menerima dengan limpah segala berkat dari sorga, termasuk di dalamnya damai sejahtera dan sukacita.

Dan jangan lupa, berilah seluruh hidup kita bagi Tuhan, artinya tidak lagi hidup untuk diri sendiri tetapi untuk Tuhan.  Siapa yang memberikan hidupnya bagi Tuhan akan memperoleh hidup yang berkelimpahan dan kekal dari-Nya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *