Lebih Baik Menyanyi

Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur. (Mazmur 69:31)

Seorang psikolog mendengarkan dengan seksama cerita dari pasiennya yang sedang berkonsultasi padanya, seorang ibu yang sedang menghadapi begitu banyak masalah dan penderitaan dalam hidupnya. Wajahnya mengguratkan kegelisahan, kecemasan dan kesedihan yang mendalam saat menyampaikan permasalahan hidupnya.

Sang psikolog, kemudian berkata, “Ibu, engkau boleh menangis atau menjerit berteriak untuk menghilangkan beban masalah ibu. Kalau mau marah juga silahkan, tidak apa-apa, keluarkan saja semuanya supaya ibu lega.  Luapkan saja semua emosi ibu, supaya ibu bisa menjadi tenang.  Masalah yang ibu hadapi memang luar biasa beratnya.”

Ibu itu kemudian terdiam, matanya seperti sedang memikirkan sesuatu, dan kemudian ia berkata kepada psikolognya, “Pak, trimakasih buat saran bapak, tapi setelah saya pikir dan renungkan perkataan bapak, saya memutuskan untuk tidak mengikutinya.  Saya akan melakukan hal yang lain, saya ingin menyanyi dan menyembah Tuhan, karena saat saya menyembah Tuhan maka hati saya akan mendapatkan ketenangan.”

Nats Alkitab di atas adalah petikan Mazmur dari raja Daud.  Ketika Daud mengalami berbagai situasi sulit dalam hidupnya, ia memuji Tuhan.  Di saat orang lain mungkin bersungut-sungut dan berputus asa di saat menghadapi kesulitan yang sama, Daud lebih memilih untuk menyanyi menyembah Tuhan.

Bagaimana dengan kita? Apakah di saat kita sedang di dalam persoalan, kita terjerembab dalam keputusasaan? Mari bangunlah dan bernyanyilah sebab ada kuasa Tuhan dalam setiap pujian yang kita naikkan dengan penuh ketulusan dan kesungguhan. (BT)

Doa:
Bapa sorgawi, ajarku untuk selalu bersuka di dalam-Mu, memuji nama-Mu yang Kudus, dan mengagungkan Engkau sebab perbuatan-perbuatan-Mu ajaib bagiku.  Terkadang aku tidak memahami maksud dan rencana-Mu, namun satu hal aku mengerti bahwa Engkau selalu ada bersamaku dan Engkau layak untuk dipuji dan disembah. Aku mau bersorak memujimu, Haleluya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *