Tiang Awan dan Tiang Api

Suatu tanda penyertaan dan pimpinan Tuhan diberikan kepada bangsa Israel, ketika mereka berjalan di padang gurun, yaitu tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari.  Tiang awan ini memberikan mereka keteduhan dari panas terik matahari di siang hari, dan di malam hari tiang awan ini nampak seperti api dan menghangatkan serta menerangi jalan mereka.

Tiang awan ini juga memberikan mereka tuntunan mengenai kapan harus berhenti dan kapan harus berjalan.  Saat tiang awan itu turun ke atas Kemah Suci, tiang awan itu akan berdiam selama yang dikehendaki Tuhan.  Adakalanya sehari, adakalanya dua hari, bahkan bisa lebih dari itu, bisa sebulan atau lebih lama.  Dan selama itu bangsa Israel akan berdiam, tidak melanjutkan perjalanan mereka.
Tiang awan dan tiang api itu ada untuk menyatakan penyertaan Tuhan yang luarbiasa bagi umat-Nya.

Sekarang ini, mungkin kita tidak melihat tiang awan dan tiang api.  Akan tetapi, percayalah bahwa hidup kita selalu disertai oleh Tuhan.  Ia memimpin dan menuntun langkah-langkah kita.  Ada tanda-tanda tuntunan-Nya bagi kita, yakni Alkitab, untuk kita baca.  Ada Roh Kudus yang diberikan-Nya di dalam kita, untuk menuntun kita dan agar kita mendengar suara bimbingan-Nya.

Ingatlah bahwa ada saat untuk berdiam, dan ada saat untuk berjalan. Ketika berdiam, carilah wajah-Nya, mintalah petunjuk Tuhan untuk melakukan suatu rencana, renungankanlah firman-Nya dan berserah kepada pimpinan-Nya. Ketika berjalan, maka berjalanlah selalu dalam pimpinan Tuhan.  Janganlah kita berjalan sendiri sesuai kemauan kita, akan tetapi biarlah kaki kita selalu berjejak di atas firman-Nya.

Tiang awan dan tiang api itu adalah tanda pemeliharaan, perlindungan, dan bimbingan Tuhan bagi orang Israel di padang gurun.  Kita semua adalah juga umat Israel secara rohani, dan di dalam perjalanan kehidupan ini, Tuhan tidak pernah membiarkan kita sendirian. Ia ada dan Immanuel bersama kita.  Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir jaman.

“Dan ketahuilah, Aku menyertai engkau sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:20b)

Bacaan Alkitab: Bilangan 9:15-23, Matius 28:20b.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *