Percayalah Kepada Tuhan

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
(Amsal 3:5)

Mempercayai Tuhan dengan segenap hati kita tidaklah sulit apabila kita dengan sungguh-sungguh berserah penuh kepada-Nya. Iman kita didasarkan kepada firman Tuhan dan bukan didasarkan kepada pemikiran atau logika kita pribadi.

Lawan dari percaya dengan segenap hati adalah meragukan Tuhan. Bila kita ragu kepada janji-janji firman-Nya, ragu terhadap kebenaran-Nya, maka itu berarti bahwa kita tidak percaya dengan segenap hati.

Kepercayaan penuh pada Tuhan merupakan dasar bagi hubungan kita dengan Tuhan. Kita percaya kepada-Nya, harus dengan kesungguhan. Maka tidaklah heran pemazmur berkata, “…hanya kepada Tuhan hatiku percaya”, karena begitulah memang seharusnya kepercayaan diberikan yaitu dengan penuh, bukan setengah-setengah.

Sebagai anak-anak Bapa Sorgawi, kita dapat meyakini bahwa Ia yang mengasihi kita, akan senantiasa memelihara kita, membimbing kita dengan benar, memberikan kepada kita kasih karunia dan menggenapi janji-janji-Nya. Pada masa-masa dimana kita menghadapi kesulitan, kita dapat menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan Yesus dan yakin bahwa Ia akan bertindak menolong kita.

Pengertian kita sendiri sangatlah terbatas dan mudah salah. Itulah sebabnya kita tidak boleh mengandalkan pikiran kita sendiri. Pikiran kita akan menjadi benar bila diterangi oleh firman Tuhan dan dipimpin oleh Roh Kudus. Kita harus senantiasa berdoa memohon hikmat yang dari Tuhan agar pikiran kita selaras dengan pikiran Tuhan, supaya kita dapat mengerti kehendak-Nya dan jalan-jalan-Nya dalam hidup kita.

Jangan sekali-kali mengesampingkan firman Tuhan karena pemikiran kita sendiri. Bila pikiran kita begitu banyak berkecamuk dan melemahkan iman, maka berhentilah sejenak dari berpikir, sembahlah Tuhan dan bacalah firman-Nya, dengarkanlah suara-Nya berbicara di dalam hati kita. Maka kita akan memiliki damai sejahtera dan pikiran kita akan mengalami ketenangan karena ada firman Tuhan yang memenuhi hati dan pikiran kita.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *