“Stanislav”

Stanislav, terdengar seperti itu namanya ketika ia diperkenalkan.   “Stanislav” sudah tua namun masih energik dan penuh semangat.  Ia melakukan tugasnya sebagai seorang pekerja sosial (Social Worker) di sebuah pusat penampungan di Cesky Tesin.  Selain itu, ia juga mengerjakan tugas lain yaitu sebagai motivator, pemain musik dan pembantu pastor dalam sebuah persekutuan kharismatik di kota ini.

Bersamanya, saya makan siang di sebuah rumah makan yang langganannya kebanyakan adalah para pekerja kasar, seperti tukang bangunan dan pengemudi kendaraan berat.  Disini saya mencicipi makanan bernama Gulas yang terdiri dari kari daging sapi dan 5 potong roti beserta sup yang rasanya aneh.

Saat pulang makan, kami terhenti sejenak di sebuah titik dekat rel kereta api dimana disitu ada dua orang yang sedang duduk di sebuah tempat yang dijadikan lokasi istirahat darurat.  Mereka adalah “homeless people” di Eropa Timur, yang setiap hari tidur di Night Shelter atau tempat penampungan di malam hari.   Setelah itu, kami kembali ke tempat penampungan.

Ada perbedaan antara homeless people di Eropa dan Indonesia.  Suatu sistem layanan sosial disini memberikan mereka tunjangan sosial bulanan yang jumlahnya cukup untuk membeli keperluan makanan sehari-hari.  Namun demikian, Indonesia juga tidak kalah hebat, contohnya Jakarta juga punya program yang memberikan fasilitas rumah susun sewa kepada kalangan yang belum punya rumah.

Ada beberapa hal yang saya renungkan hari ini yaitu:
1.  Setiap orang harus mengambil peran sebagai penyeimbang di dalam lingkungan sosial melalui pekerjaan, pelayanan ataupun uluran tangan untuk membantu sesama  sesuai kebutuhan mereka.
2.  Tuhan bekerja di seluruh dunia sesuai dengan rencana-Nya yang indah.  Bukan hanya di Indonesia ada kegerakan kebangunan rohani, namun dimana-mana Tuhan juga bekerja dengan kuasa-Nya dalam pribadi-pribadi yang mencari Dia.
3. Kita harus memperlakukan orang lain sebagai manusia yang seutuhnya yaitu dengan penuh rasa hormat dan penghargaan akan keberadaan dan dirinya, walaupun orang itu nampak miskin dan kotor serta tidak layak.

Kembali ke awal cerita, sebenarnya apa itu stanislav?  Stanislav mengandung arti kemuliaan perkemahan.  Sebuah nama yang bagus, dan di dalamnya mengandung makna mengenai menjadi alat kemuliaan Tuhan. Stanislav benar-benar telah menjadi pribadi yang membawa kemuliaan Tuhan di tempat penampungan itu.  Demikianlah kita juga harus dapat menjadi kemah kemuliaan-Nya.  Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Galatia 5:14)
“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” (1 Petrus 4:10)

 

One thought on ““Stanislav””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *